25/Nov/2019

Penyebaran Infeksi dari Gigi dan Rongga Mulut

drg. Rulia

Spv. Klinik Gigi dan Mulut RS AL Islam Bandung

 

Kesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, baik secara rohani maupun jasmani. Kesehatan manusia  tercermin dari kebersihan dan kesehatan  rongga mulutnya. Kesehatan gigi dan rongga mulut  dapat mempengaruhi kesehatan secara umum, juga akan sangat berpengaruh terhadap keadaan sistemik dari tubuh manusia keseluruhan. Kita jangan pernah mengabaikan kelainan atau infeksi yang terjadi di dalam rongga mulut, walaupun tanpa adanya gejala klinis yang dirasakan.

 

Infeksi yang terjadi pada tubuh manusia bisa menjadi sesuatu yang serius.  Infeksi dapat terjadi karena virus, bakteri, parasit, dan jamur yang sering disebut sebagai mikroorganisma.  Mikroorganisma memang tidak sepenuhnya buruk, karena keberadaannya juga dapat membawa manfaat, misalnya untuk menguraikan sesuatu di alam ini  Namun bila mikroorganisma  menyerang bagian tertentu dari tubuh manusia akan sangat mungkin mengganggu kondisi tubuh  manusia itu sendiri.

 

Dalam tubuh manusia, rongga mulut merupakan salah satu  area ekosistem hidup yang cukup banyak mikroorganismanya. Lingkungan rongga mulut merupakan tempat hidup bakteri aerob dan anaerob. Organisma ini merupakan flora normal dalam mulut yang terdapat dalam plak gigi, cairan sulkus gusi, membran mukosa, dorsum lidah, saliva atau air ludah dan mukosa mulut.

 

Lubang pada gigi merupakan tempat jutaan bakteri, jika masuk ke dalam pembuluh darah bisa menyebar ke organ tubuh lainnya dan menimbulkan infeksi, seperti masalah sistem pernafasan, otak dan jantung. Ada berbagai berbagai gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh infeksi dalam rongga mulut. Sumber infeksi ini disebut sebagai  fokus infeksi.  Sedangkn infeksi yang ditimbulkannya disebut fokal infeksi.

 

Fokal infeksi adalah proses penyebaran dari kuman atau toksin fokus infeksi ke tempat lain yang jauh letaknya dari asal fokus infeski tersebut sehingga mampu mengakibatkan kerusakan jaringan yang dapat berupa infeksi baru maupun kelainan baru. Sisa kotoran, maupun mikroba penginfeksi bisa menyebar ke tempat lain ditubuh seperti ginjal, jantung, mata, kulit, dan lain sebagainya.

Gigi dan rongga mulut juga  dapat berperan sebagai fokus infeksi dan menyebabkan terjadinya fokal infeksi.

 

Fokal infeksi yang dapat terjadi akibat  penyakit gigi sebagai fokus infeksi  antara lain penyakit arthritis  atau radang sendi, rheumatoid arthritis dan demam rheumatik,  subakut bacterial endokarditis , peradangan otot jantung, penyakit lambung dan usus, penyakit mata,   osteomyelitis, pneumonia, diabetes mellitus, penyakit kulit seperti; dermatitis, urtikaria, eczema, acne, bacterial pneumonia, berat bayi lahir rendah, infeksi orbita, abses otak, gagal ginjal kronis dan lain-lain.

 

Fokus infeksi dalam rongga mulut yang dapat menyebabkan fokal infeksi antara lain  Infeksi periapikal gigi yaitu karies gigi yang tidak dirawat sehingga menyebabkan infeksi di ujung akar gigi. Infeksi pada jaringan periodontal atau jaringan pendukung gigi. Infeksi ini biasanya terjadi apabila kebersihan gigi kurang terpelihara sehingga terbentuk karang gigi. Karang gigi menyebabkan infeksi pada gusi yang ditandai dengan gusi yang mudah berdarah. Infeksi di akar gigi maupun di jaringan penyangga gigi melibatkan lebih dari 350 bakteri dan mikroorganisma. Karena letak infeksinya sangat dekat dengan pembuluh darah, produk bakteri berupa toksin dapat menyebar keseluruh tubuh.

Mekanisme penyebaran fokal infeksi dapat melalui sirkulasi aliran darah, pembuluh limfatik, respon immunologis, dan aspirasi.

 

Fokal infeksi berdasarkan lokasinya, dibagi menjadi dua kelompok, yaitu fokal infeksi intraoral dan ekstraoral.  Fokal infeksi yang berasal dari intraoral adalah yang sering terjadi di tubuh manusia, disebabkan oleh struktur histologi dan anatomi dari rongga mulut dan kehadiran permanen mikroorganisme virulen di dalamnya. Fokal infeksi intraoral seluruhnya merupakan infeksi alami yang disebabkan oleh plak gigi, yaitu berupa kolonisasi bakteri yang biasa terbentuk pada tulang alveolar (periodontitis) dan ujung akar gigi (granulomaperiapikal, kista, radiks, dll.).

 

 

Respon imun-inflamatori pada kolonisasi patogenik ini menyebabkan kerusakan perlekatan antara gigi dan gusi, juga kehilangan struktur yang mengikat gigi ke tulang rahang. Kedua hal ini terjadi bersamaan dengan  bertambahnya kedalaman sulkus gusi. Sulkus yang radang ini, disebut sebagai poket periodontal, yang menjadi area anaerob yang kaya akan protein, darah, oksidan sehingga mendukung kolonisasi bakteri anaerob yangbersifat patogenik bagi tubuh manusia.

 

Area terlokalisasi dari fokal infeksi di rongga mulut mengharuskan dilakukannya tindakan  bedah minor untuk merawatnya. Ketika prosedur bedah ini dilakukan, terdapat kemungkinan mikroorganisma pada area yang terlokalisasi tersebut akan menyebar ke area tubuh yang lain melalui pembuluh darah dan limfatik, sehingga menyebabkan bakteremia.

 

Perawatan gigi dan jaringan lain di rongga mulut yang terinfeksi harus segera dilakukan untuk menangani fokal infeksi yang terjadi, terutama pada pasien-pasien dengan kondisi menderita penyakit sistemik. Perawatan gigi dan mulut yang tepat dan teratur sangat diperlukan agar berbagai keluhan penyakit gigi dan mulut dapat dicegah bahkan dapat mengurangi resiko terjangkitnya penyakit lain atau terjadinya fokal infeksi ke bagian tubuh yang lain.


31/Okt/2019

HYSTERO-SALPHYNGOGRAPHY (HSG), TINDAKAN UNTUK MENINGKATKAN PELUANG KEHAMILAN

Hj. Ira Safitri, dr, Sp.Rad. (K), RI, M.Kes

              Staf Medis di Instalasi Radiologi: Konsultan Subspesialis Radiologi Intervensi

Allah swt berfirman dalam Al Qur’an surat Al Mu’minun (23): 12-14 yang artinya” Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang tersimpan) dalam tempat yang kokoh (RAHIM). Kemudian air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami jadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maha suci Allah, Pencipta yang paling baik”.

Salah satu keutamaan wanita adalah dikaruniai kemuliaan oleh Allah swt sebagai ibu yang mengandung dan melahirkan anak-anaknya.  Wanita dalam tubuhnya memiliki rahim, tempat  berlindung  janin hingga lahir ke dunia. Rahim merupakan organ reproduksi wanita yang sangat penting dalam proses memiliki keturunan.  Wanita yang  telah menikah dan pasangannya tentu sangat ingin memiliki anak, akan tetapi beberapa pasangan yang telah menikah lebih dari setahun bahkan bertahun-tahun terkadang belum juga memiliki anak, tentunya ikhtiar bagi pasutri ini haruslah dilakukan semaksimal mungkin tentunya diiringi doa dan yakin akan taqdir Allah SWT sebagai Sang Khalik yang   menciptakan manusia dan memberikan  rizki pada seluruh makhluk ciptaan-Nya.

Organ reproduksi wanita sangatlah unik dan kokoh, sehingga mampu mengandung bayi selama berbulan-bulan hingga lahir ke dunia, seperti halnya firman Allah swt dalam Al Qur’an surat Al Mursalat (77): 21 yang artinya “kemudian Kami letakkan ia dalam tempat yang kokoh yaitu  (RAHIM)”. Proses  pembuahan yang terjadi dalam organ  reproduksi wanita di mulai dari saat ovulasi (masa subur) dimana sel telur (ovum) dilepaskan dari indung telur (ovarium) untuk kemudian memasuki saluran telur (tuba fallopii) kiri atau kanan, disaluran telur inilah terjadi pembuahan jika ada sperma yang datang untuk bertemu dengan sel  telur.  Masa ovulasi pada wanita umumnya hanya terjadi sekali dalam sebulan dan satu sel telur dilepaskan saat ovulasi, ovum ini berumur sekitar 24 jam, artinya jika tidak bertemu dengan sperma dalam 24 jam sel  telur akan mati, sehingga tidak terjadi pembuahan atau fertilisasi.  Pembuahan juga bisa terjadi  oleh penyebab lain, yaitu adanya masalah telur berupa sumbatan sehingga ovum tidak bisa melewati  saluran telur demikian juga sperma sehingga tidak terjadi  pembuahan.  Demikian pentingnya peran saluran telur atau tuba fallopii dalam proses pembuahan maka bagi pasutri yang kesulitan memiliki anak tentunya harus memastikan kondisi saluran telur sang istri. Dalam dunia medis terdapat pemeriksaan khusus untuk mengetahui kondisi saluran tuba fallopii yang disebut sebagai Hysterosalphyngography (HSG).

Hysterosalphyngography (HSG) adalah suatu pemeriksaan radiologi menggunakan fluoroscopy dan media kontras (selang kateter dengan pemberian cairan kontras) untuk mengetahui kondisi rahim berikut saluran tuba fallopii kiri dan kanan. Pemeriksaan ini biasanya disarankan dilakukan bagi pasangan suami istri yang telah menikah lebih dari setahun namun belum juga memiliki anak, sedangkan kondisi  suami normal, atau tidak terdapat kelainan pada kuantitas dan kualitas sperma.  Pemeriksaan HSG dilakukan pada hari ke 9-13 dari  haid pertama, disaat kondisi dinding rahim dalam keadaan tipis.  Sebelum melakukan HSG ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, meliputi beberapa hal berikut:

1.Pasien tidak melakukan hubungan suami istri sebelum melakukan HSG (3 hari sebelum pemeriksaan).

  1. HSG dilakukan dihari ke 9-13 dari hari haid pertama, karena itu sebaiknya pasien mencatat secara teratur jadwal haid setiap bulannya atau minimal 3 hari setelah selesai haid.
  2. Sebaiknya pasien telah menjalani pemeriksaan USG terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi rahim karena terkadang bisa terdapat tumor didalam rahim yang menghalangi masuknya kateter HSG /selang kecil yang digunakan untuk pemeriksaan HSG sehingga pemeriksaan tidak dapat dilakukan.

4.Saat hari pemeriksaan pasien akan dijelaskan tentang prosedur tindakan dan dimintai persetujuan pelaksanaan tindakan atau inform consent.

Pemeriksaan HSG sendiri merupakan pemeriksaan radiologi khusus yang biasanya aman dilakukan, akan tetapi ada beberapa efek yang mungkin timbul saat pemeriksaan HSG yang paling sering adalah rasa nyeri saat dimasukkan media kontras atau cairan melalui selang kecil, akan tetapi efek ini hanya bersifat sementara dan dapat diatasi dengan  pemberian obat penghilang nyeri/analgetik. Resiko lain yang jarang terjadi adalah alergi terhadap media kontras (cairan) yan dimasukkan tersebut, akan tetapi masalah ini juga dapat diatasi dengan pemberian obat-obatan yang telah disediakan.  Meskipun HSG adalah tindakan diagnostik akan tetapi beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan pasien yang  hamil setelah menjalani pemeriksaan HSG, menurut penulis hal ini mungkin terjadi pada kasus-kasus sumbatan ringan, dimana dengan tindakan HSG dengan cara memasukkan cairan kontras ternyata juga dapat membukakan sumbatan ringan tadi, kasus seperti ini cukup sering penulis temukan di RSAI, dengan teknik khusus, setelah dilakukan HSG kemudian pasien hamil. Dengan tindakan ini berharap semoga Allah swt mengabulkan iktiar bapak ibu pasutri  dan mentakdirkan diberikan keturunan yang baik seperti firman Allah swt diawal tulisan ini.

Jika Bapak/ Ibu ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pemeriksaan HYSTERO-SALPHYNGOGRAPHY (HSG) bisa diakses ke nomor telp (022)7565588 ext. 602 (Instalasi Radiologi). Dan bapak/ ibu ingin berkonsultasi langsung dengan dokter silahkan datang ke Klinik NS (Nuurush Shaalihat) hari Senin jam 16:00, Rabu jam 10:00 dan Sabtu jam 14:00 – 16:00.

Semoga tulisan ini bermanfaat, Rumah Sakit Al Islam Bandung Sahabat Anda Menuju Sehat Bermanfaat. Aamiin.

 

 

 


18/Okt/2019

MENJADI PRIBADI YANG BERMANFAAT

Oleh:

Ustadz Ma’mur Hidayat

Komite Syariah

 

Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, Ath Thabrani, Ad Daruquthi. Dinhasankan oleh Al Albani didalam Shahihul Jami’ no : 3289)

 

Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim, dan ini merupakan bagian dari implementasi konsep Islam yang penuh cinta, yaitu memberi, karena semuanya yang kita berikan akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri.

Hadist tersebut menunjukan bahwa Rasullullah menganjurkan umat islam untuk selalu berbuat baik terhadap orang lain dan mahluk hidup yang lainnya. Hal ini menjadi indikator bagaimana menjadi mukmin yang sebenarnya. Eksistensi manusia sebenarnya ditentukan oleh sejauhmana kemanfataan dirinya. Apakah dia berguna bagi orang lain, atau malah sebaliknya menjadi parasit buat yang lainnya.

Setiap perbuatan maka akan kembali kepada orang yang berbuat. Seperti kita Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri dan juga sebaliknya. Allah SWT berfirman: “Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7)

Kemanfaatan dan berbuat baik ini sangat kami tanamkan kepada karyawan untuk mengimplementasikan dalam pelayanan kepada pasien di Rumah Sakit Al Islam Bandung. Tentu saja manfaat dalam hadits ini sangat luas. Dan manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain terutama untuk pasien-pasien yang datang ke Rumah Sakit Al Islam Bandung baik dalam keadaan sehat maupun sakit (Medical Check Up, ke rawat jalan, ke UGD atau di rawat inap) atau bagi masyarakat sekitar dengan program bina wilayah Rumah Sakit Al Islam Bandung di area binaan baik  di Kelurahan Manjahlega khususnya maupun di Kecamatan Rancasari pada umumnya.

Pertama Ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum/dunia;
Manusia bisa memberikan kemanfaatan kepada orang lain dengan ilmu yang dimilikinya. Baik itu ilmu agama maupun ilmu umum. Hal ini kami implentasikan dalam pelayanan kami memberikan informasi dan edukasi kepada pasien-pasien yang datang ke rumah sakit. Baik informasi dan edukasi kaitannya dengan penyakitnya atau kaitannya dengan memotivasi pasien atas kesadaran berobat ke rumah sakit adalah salah satu ikhtiar yang harus dilakukan untuk mendapatkan kualitas kesehatannya kembali. Sebuah contoh disaat seseorang mampu mengimplementasikan ilmu agamanya untuk memberikan ketenangan kepada orang sakit/pasien, sehingga timbul kesadaran, keyakinan dan kepasrahan kepada Allah swt. Misalkan lewat do’a yang dipanjatkankan untuk kesembuhan pasien tersebut, sehingga bukan hanya secara medis ikhtiar yang dilakukannya tetapi dengan spiritualnyapun dilakukan. Bahkan dengan ilmu agama ini dapat memberikan manfaat lewat pendekatan keagamaan dengan bimbingan ibadah sesuai tuntunan dan contoh dari Rasulullah saw.

“Jika seseorang meninggal maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal; shadaqah jariyah, ilmu
yang manfaat, dan anak shalih yang mendoakan orang tuanya” (HR. Muslim)

Kedua Tenaga/Keahlian,bentuk kemanfaatan berikutnya adalah tenaga/ keahlian manusia bisa memberikan kemanfaatan kepada orang lain dengan tenaga/ keahlian yang ia miliki. Begitupun dengan pelayanan di rumah sakit kami seluruh karyawan terutama profesi yang langsung berhubungan dengan pasien tentunya dengan memberikan bantuan saat dalam perawatan atau mengobati pasien sesuai ilmu/ keahlian yang dimiliki, dengan  kita memiliki keahlian dalam hal itu, kita juga bisa membantunya dan memberikan kemanfaatan dengan keahlian tersebut dalam membantu pasien-pasien untuk meningkatkan derajat kesehatannya.

Ketiga, Akhlak/Sikap yang baik. Sikap yang baik kepada sesama juga termasuk kemanfaatan. Baik kemanfaatan itu terasa langsung ataupun tidak langsung. Maka Rasulullah SAW memasukkan senyum kepada orang lain sebagai shadaqah karena mengandung unsur kemanfaatan. Dengan senyum dan sikap baik kita, kita telah mendukung terciptanya lingkungan yang baik dan kondusif. Kami di Rumah Sakit Al Islam Bandung menanamkan akhlak/ sikap yang baik/ carring setiap karyawannya agar bersikap kepada setiap pasien, keluarga pasien, pengunjung ataupun mitra RS agar memberikan pelayanan sesuai dengan 4 SGRT (Senyum, Salam, Sapa, Sopan Santun, Gesit, Responsif dan Terima Kasih) sebagai atribut jasa,  berusaha mengimplementasikan 7 (tujuh) nilai/ Core Value  (Kasih-Sayang, Bersih, Jujur, Disiplin, Tanggung Jawab, Kerjasama dan Ridho alloh) serta berusaha dalam bekerja selalu berlandaskan pada Core Beliefe (Iman, Islam, Ihsan) sehingga saat bekerja diniatkan hanya untuk beribadah kepada Allah dan merasa Bersama-sama dan diawasi oleh Allah sehingga diharapkan karyawan (dokter, perawat, seluruh tenaga kesehatan dan tenaga admisistrasi)  menampilkan kinerja terbaiknya dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Semakin banyak seseorang memberikan kemanfaatan kepada orang lain  – maka semakin tinggi tingkat kemanfaatannya bagi orang lain. Semakin tinggi kemanfaatan seseorang kepada orang lain, maka ia semakin tinggi posisinya sebagai manusia menuju “manusia terbaik” seperti hadist yang tercantum di awal tulisan ini.

Banyak cara dan langkah untuk  menjadi Pribadi Yang Bermanfaat (Motivasi Islam.com) sehingga dapat membantu saudara kita yang lain diantaranya adalah:

Kemauan: kuncinya untuk menjadi pribadi yang bermanfaat  adalah kemauan .Kemauan untuk menebar ilmu yang dimiliki agar bermanfaat untuk banyak orang. Kemauan untuk membantu dengan tenaga/ keahlian yang dimiliki. Kemauan untuk mengimplementasikan akhlak/ sikap yang baik, memang tidak mudah orang bersikap baik kepada orang lain bila tidak muncul dari hatisanubari/ kemauan yang tulus yang bersumber dari akhlak terbaik. Sehingga orang lain/ pasien dapat meningkatkan pengetahuan/ menambah wawasan dalam membantu baik dari sisi tenaga/ keahlian dan dengan akhlak atau sikap yang baik setiap pasien yang datang ke Rumah Sakit Al Islam Bandung mendapatkan peningkatan derajat kesehatan dengan rasa puas dan dapat menerima pelayanan sesuai standar dengan baik. ,

 

Lakukan Sekarang: apa yang bisa Anda ‘lakukan sekarang’ untuk memberikan manfaat kepada orang lain? Selama itu sebuah perbuatan yang akan memberikan manfaat buat saudara-saudara/ pasien-pasien kita maka lakukanlah sesegera mungkin, jangan sampai peluang kebaikan atau amal sholeh yang sudah ada dihadapan kita yang bisa kita lakukan kemudian kita menunda-nundanya. Diantaranya mendo’akan orang yang sakit, memotivasinya, bahkan sampai kita membimbing dalam melaksanakan ibadahnya. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepda diri kita.

 

Jadikan sebagai kebiasaan: jika memberikan manfaat kepada orang lain/ pasien kita sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, maka kita sudah memulai untuk menjadi pribadi yang bermanfaaat. Bukan hanya menjadi pribadi yang bermanfaat tapi bila hal tersebut sudah menjadi kebiasaan yang terus menerus dilakukan maka itu sudah menjadi akhlaq buat kita.

 

Tingkatkan Manfaat Diri: untuk memberikan kebaikan kepada orang lain tentunya kita pun harus meningkatkan manfaat untuk diri kita sendiri artinya bagaimana kita menambah dan meningkatkan skill dan pemahaman ilmu yang sudah kita  miliki sehingga kita akan mudah untuk beramal atau berbuat kebaikan tersebut lebih baik lagi.

 

Ikhlaskan apa yang telah kita berikan:ikhlas adalah kunci diterimanya amal. Dan hanya amal yang diterima Allah SWT yang akan memberikan manfaat kepada kita dunia dan akhirat. Jangan sampai apa yang kita lakukan hanya ingin mendapat pujian/ penghargaan, hati-hati penyakit Riya’ itu sangat samar dan sungguh sangat tidak terlihat karena itu adalah perbuatan hati. Luruskan niat, bahwa apa yang kita lakukan hanya karena Allah semata, bukan karena ingin disebut pribadi yang bermanfaat (sebagai pujian).

Semoga tulisan ini bermanfaat.


02/Okt/2019

PERANAN MASJID DI RUMAH SAKIT AL-ISLAM BANDUNG

Drs. H. Asep Tolibin, MPd.I

Komite Kerohanian dan Ketakmiran Mesjid

 

Ketika kita masuk ke area Rumah Sakit Al-Islam Bandung maka kita akan melihat masjid yang unik dan indah sebelum masuk ke gedung pelayanan pasien. Telihat unik dan indah karena design  kubahnya yang berbeda dengan masjid lainnya dan bangunan terdapat beberapa pilar pilar yang mengelilingi masjid. Inilah yang menjadi ciri khas bagi Rumah Sakit Al-Islam Bandung dimana masjid  di bangun di depan sebelum memasuki kawasan Rumah Sakit Al-Islam Bandung. Masjid yang terdapat di komplek Rumah Sakit Al-Islam Bandung bernama Masjid Riyadhush Shalihat. Secara bahasa kata Shalihat adalah bentuk kata perempuan yang berarti wanita-wanita yang baik. Nama masjid ini memiliki historis yaitu di bangun atas prakarsa wanita-wanita muslimat dari berbagai ormas Islam yang berkumpul dalam wadah dahulu disebut BKSWI  (Badan Kerjasama Wanita Islam) Jawa Barat.

Masjid ini ramai dengan berbagai macam aktivitas ketakmiran masjid. Masjid di Rumah Sakit Islam ramai ketika waktu shalat tiba terutama waktu dhuhur, ashar dan maghrib. Ketika waktu shalat tiba maka karyawan tertutama ikhwan (laki-laki) berbondong bondong memasuki masjid begitu pula pengunjung rumah sakit baik pasien, keluarga pasien atau mitra rumah sakit. Masjid Riyadhus Shalihat mampu menampung lebih kurang seribu jamaah maka ketika waktu shalat dhuhur, ashar dan maghrib tiba maka waktu itulah yang ramai dikunjungi untuk menunaikan shalat berjam’ah.

Masjid Riyadhush Shalihat tidak hanya sebagai fasilitas pelaksanaan ibadah rutin saja seperti shalat lima waktu berjama’ah, shalat jum’at, shalat gerhana, shalat Idul Fithri dan Idul Adlha, namun juga sebagai tempat pembinaan umat baik secara internal maupun eksternal. Secara internal bagi karyawan Rumah Sakit Al-Islam terdapat program pengajian pagi setiap hari selasa dan jum’at dengan menghadirkan ustadz DR. H. Saiful Islam Mubarak, Lc. M.Ag, dan juga ustadz Arifin Shabari, S.Sos., MESy., dengan kajian Tafsir Al-Qur’an dan Syarah Al-Hadits. Begitu juga terdapat program tahsin dan tahfidh  Al-Qur’an yang rutin dilaksanakan di masjid Riyadhush Shalihat. Dan program-program yang kaitannya dengan bimbingan ibadah pasien selama di rawat di Rumah Sakit Al Islam Bandung melalui asatidz/ para ustadz (pembimbing rohani pasien).

Adapun pembinaan keagamaan secara eksternal dilakukan berbagai kalangan di masyarakat. BKSWI melaksanakan program pembinaan masyarakat melalui wadah GMT yaitu Gabungan Majlis Ta’lim. Program pembinaan keagamaan terdapat program pembinaan bulanan maupun pekanan. Program pengajian bulanan melibatkan peserta gabungan dari berbagai majlis ta’lim. Adapun pekanannya terdapat pembinaah tahsin dan tahfid Al-Qur’an, Bahasa Arab, dan Fiqih Wanita. Dalam salah satu kegiatan pengajian bulanannya mengundang ustadz yang ada disekitar Bandung dan biasanya banyak dihadiri para jamaah hingga kurang lebih lima ratus jama’ah.

Masjid dibangun untuk menunjukkan bahwa dalam memberikan pelayanan kesehatanan kepada pasien harus berlandaskan ibadah pada sang Khalik Allah SWT. Karyawan Rumah Sakit Al Islam sebelum memberikan pelayanan maka harus senantiasa meluruskan niat untuk mengabdi kepada Sang Khalik, maka dalam kesehariannya karyawan, pasien, keluarga pasien dan pengunjung senantiasa diajak untuk melakukan ibadah terutama shalat lima waktu, berdzikir dan meningkatkan pemahaman keimanan serta ketakwaan. Dan kami pun berharap kepada seluruh pasien yang berobat ke Rumah Sakit Al Islam meluruskan niat bahwa berobat adalah salah satu ikhtiar untuk mendapatkan derajat kesehatan yang paripurna dan tetap meyakini bahwa kesembuhan hanya berharap kepada Allah SWT. Kami mempunyai harapan bahwa apabila pasien sembuh semoga selalu bersyukur, apabila ada kecacatan karena suatu sebab kecelakaan atau yang diakibatkan penyakitnya maka pasien bersabar, dan apabila sampai meninggal di Rumah Sakit Al Islam setelah berikhtiar maksimal mudah-mudahan kami bisa membimbingnya dalam proses sakaratul maut dengan baik dan semoga husnul khotimah.

Dalam memberikan pelayanan kepada jamaah masjid, fasilitas yang disediakan dapat memberi kenyamanan seperti tempat wudlu mudah dan nyaman, ruangan ibadah yang ber-AC, ruangan ibadah yang berkarpet tebal, serta ruangan shalat untuk ibu-ibu serta menyediakan fasiltias lainnya. Aspek lainnya untuk kegiatan peningkatan pemahaman keagamaan maka disiapkan ruangan yang didesignkan senyaman mungkin,  peralatan sound sistem yang mampu menjangkau bagi para pendengar jamaah dengan suara yang nyaman untuk di dengar. Sarana untuk parkir kendaraannya bagi jamaah juga luas,  nyaman, dan dijaga keamanannya.

Masjid Riyadhush Shalihat diharapkan menjadi tempat beribadah yang nyaman bagi karyawan, pasien, keluarga pasien dan pengunjung Rumah Sakit Al-Islam Bandung. Dalam pembinaan diharapkan menjadi pusat inspirasi umat untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan dan amal shaleh, baik dalam beribadah maupun dalam bermuamalah. Masjid diharapkan menjadi pelopor penerapan nilai-nilai syari’ah bagi lingkungan sekeliling masjid, mengantarkan orang-orang sekelilingnya selamat menuju dunia dan akhirat.

 

 

 


01/Okt/2019

SEPUTAR AIR SUSU IBU YANG PERLU ANDA KETAHUI

Siti Horidah

Bidan Rumah Sakit Al Islam Bandung

 

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf”. (Al Qur’an Surat Al Baqarah : 233)

Menyusui anak adalah salah satu perintah yang sangat di ajurkan oleh Allah SWT kepada para ibu, baik itu ibu kandung ataupun bukan ibu kandung yang mampu menyusui, karena Air Susu Ibu memiliki peran yang penting bagi tumbuh kembang bayi yaitu sebagai makanan terbaik untuk bayi hingga usia yang dianggap sempurna yakni dua tahun. Dan kewajiban ayah memberikan makan kepada para ibu yang sedang menyusui dengan manakan yang toyib dan halal baik dari zatnya maupun dari cara mendapatkanya agar ASI yang dihasilkan berkualitas sehingga bayi akan menjadi sehat baik jasmani maupun rohaninya.

Komposisi Air Susu Ibu/ASI mengandung 88% air sedangkan sisanya terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, enzim, hormon. Volume ASI yang dihasilkan oleh seorang ibu tidak tergantung pada ukuran besarnya payudara, tetapi lebih dipengaruhi oleh makanan yang bergizi yang dikonsumsi selama kehamilan dan menyusui jadi selama asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu baik maka Insya Allah produksi ASI dapat mencukupi untuk kebutuhan bayi, namun demikian hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah faktor psikologis karena hal ini juga menjadi faktor penyebab sedikit banyaknya produksi ASI yang dihasilkan, hal lain yang juga perlu diperhatikan agar kuantitas dan kualitas ASI baik maka ibu yang menyusui harus memperhatikan kebersihan diri dan melakukan perawatan payudara.

Pemberian Air Susu Ibu/ASI kepada bayi dapat diberikan sesaat setelah kelahiran bayi dan selanjutnya  diberikan secara eksklusif selama 6 bulan artinya selam enam bulan bayi tidak diberikan makanan dan minuman tambahan selain Air Susu Ibu/ASI, setelah masa 6 bulan penyusuan dengan hanya memberikan ASI maka bayi boleh diberikan makanan tambahan dan tentunya ASI tetap diberikan sampai usia penyapihan/penyempurnaan penyusuan selama 2 tahun.

Air Susu Ibu/ASI sangat bermanfaat bagi bayi anda karena ASI mengandung protein yang spesifik untuk melindungi bayi dari alergi dan secara alamiah ASI memiliki kandungan untuk memenuhi kebutuhan asupan bayi yang disesuaikan dengan usia kelahiran bayi, seperti bayi yang lahir premature maka ASI yang diproduksi akan memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan ASI yang diproduksi pada bayi yang dilahirkan cukup bulan, ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi disamping itu juga ASI berfungsi sebagai zat anti virus dan anti bakteri.

Selain ASI bermanfaat bagi bayi, proses produksi ASI yang terjadi sangat bermanfaat bagi ibu setelah melahirkan yaitu mempercepat pengembalian Rahim ke bentuk semula, mengurangi perdarahan setelah kelahiran dan mencegah timbulnya kanker payudara hal ini dikarenakan pada saat menyusui hormone esterogen mengalami penurunan sedangkan apabila tidak ada aktifitas menyusui kadar hormone esterogen tetap tinggi dan inilah yang diduga menjadi salah satu pemicu kanker payudara karena tidak adanya keseimbangan antara hormone esterogen dan progesteron.

Aktifitas menyusui secara teratur yang dilakukan ibu paska melahirkan  akan menurunkan berat badan ibu secara bertahap dan pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan akan memberikan manfaat bagi ibu sebagai kontrasepsi selama 6 bulan setelah melahirkan karena isapan bayi ketika menyusu akan merangsang prolaktin yang dapat menghambat terjadinya ovulasi  atau pematangan telur sehingga menunda kesuburan.

 

Bagi ibu menyusui yang bekerja masih tetap dapat memberikan bayinya asupan ASI, yaitu dengan memerah lalu menyimpanya, berikut cara penyimpanan ASI perah yang aman, yang pertama dilakukan adalah menyiapkan wadah penampung ASI yang mudah disterilkan yang dapat ditutup dengan rapat dan terbuat dari bahan anti panas, gunakan wadah/botol yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum misalnya 60ml, jangan menyimpan ASI disuhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam jika akan menyimpan ASI untuk jangka 24 jam maka segera masukan ASI kedalam lemari pendingin pada suhu 4 derajat Celsius sedangkan untuk ASI yang akan digunakan dalam waktu seminggu atau lebih maka simpan dulu ASI di lemari pendingin selama 30 menit setelah itu baru masukan kedalam freezer yang bersuhu -18 derajat Celsius atau lebih rendah

Simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan. Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan ditutup. Jangan lupa beri label setiap wadah ASI yang berisi keterangan kapan ASI tersebut diperah dan jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku untuk itu sisakan ruang kurang lebih ¼ bagian kosong dari wadah penampung.

 

Apabila ASI yang dibekukan akan dipergunakan maka pindahkan ASI beku dari freezer ke lemari pendingin selama 24 jam, kemudian keluarkan ASI dari lemari pendingin dan rendam dalam mangkuk dengan menggunakan air hangat, ingat jangan menggunakan air panas karena akan merusak nutrisi dan antibody yang ada pada ASI, apabila ASI sudah mencair dengan suhu hangat maka kocok dengan lembut hal ini diperlukan agar endapan ASI jadi merata dan ASI siap untuk diberikan kepada bayi anda

 

Jika ASI beku yang sudah dicairkan ternyata tidak terpakai, sebaiknya jangan dimasukan kembali kedalam freezer karena hal ini dapat merusak kualitas ASI. Sebaiknya ASI yang sudah dicairkan namun tidak jadi digunakan atau yang tidak habis dikonsumsi oleh bayi sebaiknya segera dibuang dan jangan disimpan lagi di freezer atau lemari pendingin.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih jauh mengenai ASI dan Perawatan Payudara atau berkonsultasi dapat menghubungi kami di Klinik BKIA RS Al Islam Bandung, untuk konsultasi dapat melihat jadwal praktek Klinik BKIA di website www.rsalislam.com atau ke Unit Pelayanan Informasi di telp.022-7562046 ext.705 dan bagi warga masyarakat yang memerlukan penyuluhan mengenai Kesehatan (Gratis) dapat menghubungi bagian PKRS RS Al Islam Bandung pada jam kerja di Telp.022-7562046 ext.822.


01/Okt/2019

Upaya Kesehatan Paripurna Di Rumah Sakit Al Islam Bandung

Dr. Dadang Rukanta., Sp.OT., M.Kes

(Ketua Komite Kerohanian dan Ketakmiran RS Al Islam Bandung)

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam “. (QS Al Anbiya : 107)

Sehat menurut WHO keadaan sejahtera, sempurna dari fisik, mental dan social yang tidak terbatas hanya pada bebas dari penyakit atau kelemahan saja.

Subhanallah, Maha Suci Allah,.. tak terhitung nikmat Allah SWT yang telah kita terima, dari bangun tidur sampai tidur lagi Allah SWT hamparkan semua nikmatnya untuk hamba-hambanya di bumi ini. Dari setiap nikmat yang Allah berikan, Allah sisipkan ujian-ujian kehidupan sebagai bentuk kenaikan kelas dan derajat hamba-Nya dihadapan Allah SWT. Diantara ujian kehidupan yang ada, ada diantara mereka yang Allah SWT uji dengan kesehatan yaitu berupa sakit. Seseorang yang sedang sakit, ia tidak hanya terjadi gangguan pada fisiknya, akan tetapi sisi psikologis dan ruhiyahnya tidak sedikit yang mengalami penurunan bahkan lebih turun dari kondisi fisiknya. Dalam keadaan sakit manusia bisa terjerunus pada sikap mempertanyakan Tuhannya/ Allah SWT, tidak ikhlas atas apa yang dialaminya, mengabaikan ibadah bahkan bisa mencari upaya atau ikhtiar pengobatan yang menjurus ke perbuatan sirik (menyekutukan Allah SWT) atau melakukan pengobatan-pengobatan yang tidak rasional.

 

Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada siapa saja pasien yang membutuhkan. Merujuk pada standar akreditasi dan definisi sehat WHO sesungguhnya Rumah sakit  harus dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna, baik fisik, psikis, sosio-ekonomi dan spiritual. Menjadikan rumah sakit sebagai sarana pemulihan ideal, pelayanan yang  memandang bahwa manusia adalah sebagai individu yang memiliki kebutuhan biologis/ fisik, psikologis dan ruhiyah. oleh karena itu Rumah Sakit Al Islam berupaya untuk dapat memenuhi semua aspek tersebut. Maka diantara program yang telah berjalan adalah program pelayanan kerohanian pasien,  keluarga dan masyarakat yang terintegrasi dengan program-program rumah sakit sesuai dengan Visi Misi Rumah Sakit Al Islam Bandung.

 

Rumah Sakit Al Islam Bandung senantiasa mendorong pasien dan keluarga selalu berupaya agar terpenuhi aktivitas sisi ruhiyah dan spiritual (agama) dalam hal ini diantaranya adalah  ibadahnya selama dalam perawatan. Pada kondisi tersebut lingkungan yang ada disekitarnya berkewajiban (fardu kifayah) untuk ikut membantu dalam pemenuhan kewajiban ibadahnya. Seperti dalam firman Alloh SWT diatas Rumah Sakit Al Islam ingin menjadi rumah sakit yang menebar manfaat dan menjadi Rahmat untuk seluruh alam  dalam hal ini pasien, keluarga pasien dan masyarakat. Kegiatan  Pelayanan bimbingan  ruhani pasien dan keluarga rawat inap maupun rawat jalan bagi pasien muslim terdiri dari bimbingan ruhiyah yang meliputi aqidah, ibadah dan akhlaq seperti :

Santunan Kerohanian Pasien seperti kunjungan yang dilakukan oleh petugas kerohanian  kepada semua pasien yang dirawat di Rumah Sakit Al Islam Bandung untuk memberikan edukasi mengenai buku tuntunan ibadah pasien, motivasi keagamaan, dzikir dan doa. Konsultasi Kerohanian yaitu pelayanan konsultasi yang dilakukan oleh petugas kerohanian dengan pendekatan nilai-nilai ajaran Islam, terhadap klien yang memerlukan bantuan dalam menyelesaikan masalah-masalah kehidupan. Bimbingan rohani kepada pasien-pasien yang akan dilakukan operasi mempersiapkan bila durasi/ lamanya operasi bersamaan dengan jadwal sholat (shalat jama qoshor), pasien-pasien saat sedang dilakukan tindakan Hemodialisa ( cuci darah),  bimbingan ibadah pada pasien-pasien yang bed rest (immobilisasi) tidak dapat turun dari tempat tidur dari mulai diajarkan bertayamum sampai tata cara sholat di tempat tidur, imbingan rohani untuk ibu-ibu yang akan melahirkan (pemahaman tentang nifas), dan bimbingan-bimbingan ruhiyah untuk pasien-pasien khusus diruang Kemoterapi (pengobatan kanker), diruangan intensif ( ICU, HCU, HCCU). Serta Bimbingan Husnul Khotimah yaitu bimbingan yang dilakukan oleh petugas kerohanian terhadap pasien terminal (pasien yang tidak memiliki harapan hidup atau pasien menuju kematian) agar kembali kepada Allah SWT dengan husnul khotimah (akhir kehidupan yang baik). Selain itu ada Ceramah Audio Line penyampaian bahasan ruhiah keagamaan dari para ustadz bagi para pendengar yang ada di rumah sakit Al Islam Bandung terutama  pasien rawat inap dan rawat jalan melalui audio line agar pasien mampu memelihara keimanan dan ketaqwaannya. Kolaborasi antara dokter  sebagai Penanggung jawab pasien, perawat dan asatidz (para ustadz)  senantiasa dilakukan agar program ini dapat berjalan dengan baik.

Alhamdulillah pelayanan ruhani ini di rumah sakit Al Islam sudah dilaksanakan sejak lama dan sudah dilakukan Assessment oleh assesor Sertifikasi rumah sakit syariah yang terdiri dari beberapa ahli baik dari bidang kedokteran maupun ulama dari Majelis Upaya Kesehatan Islam (Mukisi) dan Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan pada tahun 2018 telah dinyatakan menjadi Rumah Sakit yang telah tersertifikasi Syariah di Jawa Barat.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin mendapatkan informasi, atau  konsultasi Kerohanian dapat mengakses  di website www.rsalislam.com atau ke Unit Klinik konsultasi Kerohanian di telp.022-7562046 ext.643

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


16/Jul/2019

PENYAKIT GINJAL KRONIS

dr. A.Hadi Martakusumah, Sp.PD-KGH

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsulen Penyakit Ginjal Hipertensi

Rumah Sakit  Al Islam Bandung

 

 

 “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al Qur’an Surat Al Anbiya : 30)

Air merupakan komponen yang sangat penting di dalam kehidupan, didalam ilmu pengetahuan yang diketahui oleh manusia tentang susunan dan fungsi sel/sitologi, menyatakan bahwa air adalah komponen terpenting dalam pembentukan sel yang merupakan satuan bangunan pada setiap makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan. Sedang Biokimia menyatakan bahwa air adalah unsur yang sangat penting pada setiap interaksi dan perubahan yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Air dapat berfungsi sebagai media, faktor pembantu, bagian dari proses interaksi, atau bahkan hasil dari sebuah proses interaksi itu sendiri. Sedangkan Fisiologi menyatakan bahwa air sangat dibutuhkan agar masing-masing organ dapat berfungsi dengan baik. Hilangnya fungsi itu akan berarti kematian, hal ini sesuai dengan salah satu penyakit yang berkaitan dengan organ yang mengatur cairan dalam tubuh manusia yaitu ginjal.

Manusia mempunyai dua ginjal yang letaknya di daerah pinggang sehingga kadangkala disebut juga sebagai buah pinggang. Fungsi utama ginjal adalah mengatur keseimbangan air,  elektrolit , tekanan darah dan mengeluarkan zat zat hasil metabolisme tubuh, juga berperan dalam menghasilkan hormon eritropoetin yang diperlukan untuk memproduksi sel darah merah.

Jika ginjal kita mulai mengalami gangguan maka akan mulai timbul gejala uremia, disebut uremia karena kadar ureum di dalam darah meningkat, penumpukan ureum didalam tubuh akan menjadi racun bagi tubuh  padahal ureum termasuk salah satu saja racun tubuh dan masih banyak racun tubuh lainnya yang menumpuk akibat tidak dapat keluar melalui air seni.

Gejala uremia pada saluran cerna tergantung tingkatan penyakit gagal ginjal, pada stadium awal hanya berupa tidak nafsu makan, selanjutnya nyeri lambung dan mual, pada stadium ini gejala mirip sakit maag, oleh karena itu jika anda mempunyai keluhan mirip sakit maag yang tidak sembuh sembuh sebaiknya segera menemui dokter untuk diperiksa sehingga dapat diketahui secara dini apakah anda mempunyai kemungkinan sakit ginjal juga perlu anda ketahui bahwa  gejala uremia pada sistim saraf pusat pada stadium awal ini dapat berupa sering ngantuk dan pelupa. Pada stadium lanjut orang yang menderita penyakit gagal ginjal dapat terjadi muntah darah dan juga akan terjadi penurunan kesadaran, yang disebut koma uremikum.

Salah satu fungsi ginjal adalah mengatur keseimbangan air, maka pada pasien yang menderita gagal ginjal buang air kecilnya mulai terganggu dimana volume urinnya/air seni berkurang, namun ada cairan yang menumpuk di organ lain diman gejala awal kelebihan air pada gagal ginjal berupa bengkak di kelopak mata pada pagi hari sehingga orang akan mengira penderita baru menangis. Selanjutnya gejala kelebihan air bertambah menjadi bengkak di tungkai bawah dan plada stadium akhir, kelebihan air dapat dilihat di berbagai  organ tubuh, termasuk paru paru sehingga penderita pada stadium ini penderita mengalami sesak yang dikira mengalami serangan asthma karena bunyi nafasnya sama dengan mengi dan jika diberi obat batuk dan asthma tidak akan menolong karena paru parunya sudah terendam air, pada kondisi seperti ini penderita memerlukan terapi hemodialisis atau cuci darah segera. Jadi sebetulnya penyakit ginjal kronik ini tidak mendadak tapi melalui proses yang cukup lama, bisa berlangsung dalam kurun waktu 3-8 tahun, tetapi kebanyakan penderita datang pada stadium akhir dan harus menjalani terapi hemodialisis.

Yang menjadi penyebab penyakit gagal ginjal ini bermacam macam dan yang paling banyak dikarenakan penyakit hipertensi (darah tinggi) lalu disusul penyakit kencing manis (diabetes mellitus) serta penyakit lainnya yang sering menjadi penyebab seperti asam urat yang tinggi, batu ginjal, penyakit gangguan kekebalan tubuh antara lain penyakit lupus juga penyakit turunan antara lain penyakit ginjal polikistik dan jika anda menderita penyakit ginjal polikistik maka sebaiknya anak anak anda  diperiksa USG ginjal.

Bagi penderita hipertensi Jika tekanan darah anda sulit dikontrol walau sudah makan sampai 4 jenis obat maka sebaiknya anda segera datang ke dokter untuk diperiksa fungsi ginjalnya sedangkan gagi penderita kencing manis selain melihat hasil gula darah maka lihat juga hasil urin, jika hasil urin menunjukkan albumin atau protein positip (1+) , itu menandakan anda mulai mengidap kelainan ginjal yang paling awal maka anda dianjurkan konsultasi dengan dokter anda, mungkin dokter akan menganjurkan mengganti obat kencing manis yang tablet menjadi suntikan insulin.

Hal lain yang menjadi penyebab gagal ginjal adalah obat obatan dan yang paling sering adalah obat penghilang nyeri. Kebanyakan pasien ingin obat anti sakit yang cespleng sehingga mereka mengkonsumsi obat penghilang sakit lebih dari 1 jenis yang dikenal dengan istilah atau disebut polifarmasi. Mengkonsumsi obat anti sakit ini secara berlebihan selain mengganggu ginjal juga mengganggu lambung. Obat obatan yang juga dapat mengganggu fungsi ginjal adalah obat obatan  yang tidak terdaftar di BPOM, dalam pengalaman penulis obat penurun berat badan paling sering mengganggu ginjal  dan berdasarkan catatan Indonesian Renal Registry (IRR) yaitu badan yang tugasnya melakukan pencatatan segala hal tentang penyakit ginjal yang pusatnya di Bandung, didapat data penderita baru yang harus menjalani hemodialisi tiap tahun terus meningkat dari sebanyak 4.977 orang pada tahun 2007 meningkat menjadi  21.050 orang pada Tahun 2015, selanjutnya ditahun 2016 meningkat lagi menjadi 25.446 orang dan pada tahun 2017 mencapai  30.831 orang. Jadi untuk menanggulangi masalah penyakit gagal ginjal kronik ini perlu kerjasama dari berbagai pihak, termasuk BPJS. Daripada mengeluarkan uang yang banyak untuk cuci darah yang kita lihat dari data IRR akan terus berkejaran maka sudah saatnya dana yang ada sebagian diberikan untuk pencegahan yaitu memberdayakan fasilitas kesehatan tingkat 1 untuk dapat mendiagnosis penyakit ginjal pada tahap dini dan melakukan rujukan pada saat yang tepat.

Pengendalian terhadap penyakit-penyakit yang menjadi faktor risiko penyakit ginjal kronis seperti Diabetes Mellitus dan Hipertensi sangat penting dilakukan agar tidak terjadi gagal ginjal karena penyakit ginjal kronis bersifat progresif dan tidak dapat kembali kepada keadaan semula (irreversible). Perubahan gaya hidup menjadi gaya hidup sehat perlu dilakukan oleh masyarakat yang sehat untuk menghindari penyakit-penyakit kronis seperti Diabetes Mellitus, Hipertensi dan Obesitas. Beberapa gaya hidup yang dianjurkan adalah dengan aktif berolahraga, makan makanan dengan gizi seimbang dan rendah garam, minum dalam jumlah cukup dan tidak merokok. Lakukan pemeriksaan rutin berat badan dan tekanan darah serta tidak mengkonsumsi obat tanpa resep dokter. Kita semua dapat berperan menurunkan kejadian penyakit ginjal kronis dengan langkah-langkah sederhana, semoga segenap usaha yang kita lakukan diridhoi oleh Allah SWT.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin berkonsultasi lebih jauh mengenai penyakit ginjal ini dapat menghubungi kami di Poli Klinik Ginjal/Penyakit dalam RS Al Islam Bandung, untuk konsultasi dapat melihat jadwal praktek Poli Klinik di website www.rsalislam.com atau ke bagian informasi di telp.022-7562046 ext.705 dan bagi warga masyarakat yang memerlukan penyuluhan mengenai Kesehatan Ginjal (Gratis) dapat menghubungi bagian PKRS RS Al Islam Bandung pada jam kerja di Telp.022-7562046 ext.822.

 


16/Jul/2019

PELAYANAN CUCI DARAH

Dr. Dewi Nurhayati

Kepala Bidang Pelayanan Rawat Jalan dan Gawat Darurat

Rumah Sakit Al Islam Bandung

 

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al Qur’an Surat Al Anbiya : 30)

Air merupakan komponen yang sangat penting di dalam kehidupan, didalam ilmu pengetahuan yang diketahui oleh manusia tentang susunan dan fungsi sel/sitologi, menyatakan bahwa air adalah komponen terpenting dalam pembentukan sel yang merupakan satuan bangunan pada setiap makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan. Sedang Biokimia menyatakan bahwa air adalah unsur yang sangat penting pada setiap interaksi dan perubahan yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Air dapat berfungsi sebagai media, faktor pembantu, bagian dari proses interaksi, atau bahkan hasil dari sebuah proses interaksi itu sendiri. Sedangkan Fisiologi menyatakan bahwa air sangat dibutuhkan agar masing-masing organ dapat berfungsi dengan baik. Hilangnya fungsi itu akan berarti kematian, hal ini sesuai dengan salah satu penyakit yang berkaitan dengan organ yang mengatur cairan dalam tubuh manusia yaitu ginjal.

Cuci darah/Hemodialisis adalah tindakan yang dilakukan kepada penderita penyakit gagal ginjal, hal ini dikarenakan ginjal penderita mengalami penurunan fungsi dimana ginjal tidak bisa menyaring kotoran/ zat-zat sisa metabolisme yang tidak berguna atau racun yang ada dalam tubuh, sehingga racun akan tetap berada di dalam tubuh dan membahayakan kondisi penderita, proses pencucian darah dilakukan dengan menggunakan mesin dialysis yang menggantikan fungsi ginjal.

Cara kerja mesin dialysis mirip dengan apa yang dilakukan oleh ginjal dimana mesin ini memiliki perangkat yang dinamakan dialiser yang  didalamnya terdapat 2 kompartemen atau ruang, yang terdiri dari kompartemen darah yaitu ruangan yang berisi darah dan kompartemen dialisat yaitu ruangan yang berisi dialisat atau larutan yang mengandung elektrolit dalam komposisi tertentu, didalam dialiser terdapat membrane membrane yang kecil yang berfungsi untuk menyaring racun racun yang terdapat dalam darah, sedangkan bagian dari mesin digunakan untuk mencatat dan mengontrol aliran darah,suhu serta  tekanan.

Agar darah dari dalam tubuh dapat masuk kedalam dialiser dan sebaliknya dari dialiser masuk kedalam tubuh, maka diperlukan akses dengan membuat koneksi/jalan dengan membuka pembuluh darah melalui tindakan Arteriovenous Fistula/AV Fistula yaitu membuat koneksi dari pembuluh darah arteri ke pembuluh darah vena biasanya pada lengan dipergelangan tangan atau daerah lengan dekat siku, pembuatan akses bisa juga dengan menggunakan metode Arteriovenous Graft/AV Graft yaitu melakukan pencakokan tabung sintetis atau bisa juga dengan metode Cental Venous Catheter, untuk pasien yang memerlukan cuci darah secara rutin biasanya menggunakan AV Fistula yang relative lebih aman dan nyaman. Darah yang keluar dari dalam tubuh melalui pembuluh darah arteri yang telah dibuatkan koneksi akan masuk kedalam dialiser sebanyak kurang lebih 500 ml per menit, perlu diketahui juga bahwa jumlah darah yang dimiliki oleh manusia sekitar 6.000 ml sampai dengan 7.000 ml, darah yang telah disaring/dibersihkan dari racun oleh dialiser akan di alirkan kembali kedalam tubuh melalui pembuluh darah vena yang terkoneksi dengan alat dialysis.

Lama waktu yang dibutuhkan dalam satu kali proses pencucian darah rata rata 3 sampai 5 jam yang dilaksanakan bisa 1, 2 bahkan 3 kali perminggu tergantung dari tingkat kerusakan ginjal yang diderita oleh pasien tersebut, sehingga didalam proses pelaksanakannya memerlukan tempat/fasilitas pendukung yang memadai agar pasien merasa nyaman dalam menjalani proses cuci darah.

Rumah Sakit Al Islam Bandung telah memberikan pelayanan cuci darah sejak tahun 2002 yang saat itu hanya mengoperasionalkan 4 mesin dialysis, seiring dengan meningkatnya penderita pasien gagal ginjal, maka terus dilakukan penambahan mesin dialysis, hingga saat ini kami telah mengoperasionalkan mesin dialysis sebanyak 34 mesin dengan membuat tempat/ruang pelayanan cuci darah yang nyaman, dimana setiap harinya jumlah pasien yang dilayani rata-rata 68 orang pasien.

Beberapa hal yang perlu kami sampaikan kepada masyarakat yang ingin melakukan cuci darah di Rumah Sakit Al Islam Bandung adalah sebagai berikut , Sebelum mengunjungi unit pelayanan cuci darah/hemodialisa harus dipastikan terlebih dahulu penderita sudah mendapatkan rekomendasi dari dokter penyakit dalam/nefrologis, selanjutnya pasien /keluarga  datang  ke unit hemodialisa dengan membawa surat rujukan/intruksi secara tertulis dari nefrologis, di unit pelayanan hemodialisa anda akan mendapatkan penjelasan dari petugas mengenai jadwal pencucian darah/hemodialisis, skrining dan prosedur administartif sesuai jenis jaminan pelayanan kesehatan yang digunakan yaitu BPJS, Kontraktor/Jaminan Perusahaan atau sebagai pasien Umum.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin berkonsultasi atau mendapatkan informasi lebih jauh mengenai pelayanan cuci darah anda dapat mendatangi langsung Unit Hemodialisa RS Al Islam Bandung, atau dapat menghubungi via telepon pada jam kerja di Telp.022-7562046 ext.829 atau melalui  nomor hand phone 0822-1875-0809.


16/Jul/2019

Masalah Gizi dalam Keluarga (2)

Dr.Gaga Irawan Nugraha, MGizi., dr., SpGK

Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Al Islam Bandung

Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

 

 

 

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar”. (QS ‘Annisa :9)

Selain gizi lebih yang sudah dibahas pada minggu yang lalu, keadaan gizi kurang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia.  Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar 2018 rerata anak balita dengan gizi kurang dan buruk mencapai 17,7%, balita stunting (pendek) 30,8%.  Wanita usia subur dengan kurang energi kronis mencapai 14,5%, dan wanita hamil dengan kurang energi kronis 17,3%.  Keadaan yang lebih mengkhawatirkan adalah anemia pada ibu hamil yang reratanya mencapai 48,9%, meningkat dibandingkan tahun 2013 dengan rerata 37,1%.

Keadaan gizi kurang pada ibu hamil baik kurang energi kronis ataupun anemia merupakan faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan janin di dalam kandungan yang apabila terus berlanjut akan menyebabkan terganggunya pertumbuhan janin sehingga anak yang dilahirkan kurang dari 2,5 kg yang dikenal sebagai bayi berat lahir rendah (BBLR). Apabila keadaan gizi kurang terus berlanjut, maka anak akan mengalami gizi kurang dan stunting (pendek).   Agar hal tersebut tidak terjadi, maka perlu dilakukan upaya pencegahan sejak ibu akan hamil.  Sebaiknya berat badan ibu dijaga tidak kurang,  yang ditandai dengan indeks massa tubuh lebih dari 18 kg/m2, lingkar lengan atas (LLA) lebih dari 23,5 cm, dan kadar hemoglobin tidak kurang dari 11 gr/dL.

Indeks massa tubuh menggambarkan cadangan energi ibu, sedangkan lingkar lengan atas selain menunjukkan cadangan energi, juga menunjukkan status protein tubuh.  Kadar hemoglobin lebih menunjukkan status zat besi tubuh sekaligus juga status protein.  Cara menghitung indeks massa tubuh adalah berat badan (kg)/tinggi badan (m2), sedangkan lingkar lengan atas diukur dengan menggunakan meteran baju di lengan atas pada titik tengah antara tonjolan tulang di siku dengan tonjolan tulang belikat.

Upaya pencegahan gizi kurang pada anak sebaiknya diawali dari sejak ibu akan hamil, dan dilanjutkan saat masa kehamilan, serta pada masa pertumbuhan anak.  Makin dini upaya tersebut, maka hasilnya semakin baik.  Upaya pencegahan gizi kurang dilakukan dengan cara menjaga asupan makanan ibu yang akan hamil agar dapat menunjang kesehatan ibu dan menyiapkan tubuh ibu untuk kehamilan.  Untuk mencapai hal tersebut yang perlu diperhatikan adalah jenis, jadwal dan jumlah.

Jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi telah tercantum di dalam al Quran seperti tertulis di bawah ini:

“ Maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya”  (QS ‘Abasa:24)

“lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran (QS ‘Abasa:27-28)

“dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.” (QS ‘Abasa:31-32)

Biji-bijian adalah makanan sumber protein nabati.  Rumput-rumputan adalah nasi sebagai sumber karbohidrat.  Anggur dan buah-buahan adalah bahan makan sumber serat larut air, vitamin dan mineral dan secara khusus disebutkan anggur mewakili buahan buahan yang kaya akan serat larut air, rendah karbohidrat (berair banyak), dan kaya zat antioksidan (anthocyanin).  Sayur-sayuran adalah bahan makanan sumber vitamin, mineral dan serat tidak larut air, serta binatang ternak adalah sumber protein hewani.

Maka jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi terdiri dari: Sumber karbohidrat dan direkomendasikan nasi, sumber protein hewani dari hewan dan produknya (daging, ikan, ayam, telur) , sumber protein nabati dari kacang-kacangan (kacang, tahu, tempe, petis)  serta sayuran dan buah-buahan yang berair banyak (jeruk, jambu, pepaya, semangka, melon, nanas, buah naga, belimbing, rambutan, dukuh, apel, anggur).  Inilah yang dikenal sebagai 4 sehat.  Makanan tersebut dikonsumsi dengan jadwal yang teratur, fungsinya untuk menjaga rasa lapar dan kenyang sehingga kadar gula akan terjaga dan terhindar dari risiko penyakit kencing manis.  Makanan secara umum dibagi menjadi 2 bagian, makanan utama dan makanan selingan.  Makanan utama terdiri dari makan 4 sehat seperti di atas tanpa buah-buahan.  Makanan utama sebaiknya dikonsumsi 3 kali sehari, dan diawali dengan makan pagi (sarapan).

Makan pagi sangat penting, karena semalaman (kurang lebih 8 jam) tubuh kita tidak mendapatkan zat gizi, sehingga di pagi harus harus mengkonsumsi makanan yang mengandung zat gizi yang lengkap (karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran).  Untuk bahan makanan sumber karbohidrat sebaiknya dipilih yang tidak cepat meningkatkan gula darah, pilihannya nasi bukan bubur atau roti.  Mengkonsumsi nasi sebagai makanan sarapan akan membuat gula darah tidak cepat naik dan mudah untuk mengatur agar makan 4 sehat dapat tercapai.  Sebagai contoh makan pagi nasi  dengan tempe, telur dan mentimun, pada makan pagi ini gula darah tidak mudah meningkat, dan mengandung sumber protein hewani (telur), nabati (tempe) dan serat (mentimun).  Sarapan pagi ini selain mengandung zat gizi yang lengkap juga lebih sulit dicerna sehingga akan menimbulkan dampak kenyang yang lama.

Berbeda bila yang dikonsumsi adalah bubur ayam yang biasa dikonsumsi bersama dengan sedikit ayam, sedikit bawang daun, dan kerupuk.  Selain tidak mengandung zat gizi yang lengkap, sarapan pagi ini akan menyebabkan gula darah naik dengan cepat dan turun pula dengan cepat sehingga, satu hingga tiga jam setelah sarapan akan kembali lapar dan akhirnya kita akan berupaya mencari makanan lain.

Berbagai penelitian membuktikan bahwa kegemukan atau obesitas lebih banyak terjadi pada orang-orang yang tidak atau jarang sarapan pagi atau sarapan pagi dengan makanan yang mudah meningkatkan gula darah (roti, bubur, dll).

Makan siang dikonsumsi secara teratur pada sekitar jam 12 siang dan makan malam tidak lebih dari jam 7 malam dengan komposisi 4 sehat seperti yang diterangkan di atas.  Setelah makan malam malam sebaiknya tidak mengkonsumsi apapun hingga tidur dan bangun di pagi hari, namun minum air diperbolehkan selama tidak mengandung gula. Bioritme tubuh kita telah dirancang untuk lebih hemat dimalam hari, sehingga apabila masih mengkonsumsi makanan yang mengandung energi, keadaan gizi lebih akan lebih mudah terjadi.

Makanan selingan harus dikonsumsi diantara makan pagi dan siang sekitar jam 9.30 pagi, dan antara makan siang dan malam sekitar jam 3.30 sore.  Jenis yang dikonsumsi tergantung dari keadaan status gizi anda.  Untuk yang sudah memiliki status gizi lebih, maka yang dikonsumsi hanyalah buah-buahan berair banyak.  Namun untuk anak yang sedang tumbuh, ibu yang sedang mempersiapkan diri untuk hami dan masih kurus, serta ibu yang hamil, juga termasuk orang dengan status gizi kurang maka selain buah-buahan perlu ditambahkan makanan camilan lainnya yang mengandung cukup energi, dan protein seperti kue, bubur kacang hijau ketan hitam, dan berbagai makanan camilan lainnya (apapun).

Upaya pengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi harus diawali dengan pengaturan jenis  (4 sehat) dan jadwal yang teratur, 3 kali makan utama dan 2 kali selingan serta berhenti mengkonsumsi apapun setelah makan malam kecuali minum tanpa gula.  Bila pola makan ini dapat dilaksanakan, maka upaya meningkatkan status gizi ibu sebelum hamil dan upaya pencegahan gizi lebih dapat lebih mudah dilakukan, sehingga kurang gizi kronis dan anemia pada ibu hamil serta anak dengan gizi kurang dan pendek (stunting) dapat dicegah.  Pola makan ini juga sangat bermanfaat untuk yang telah memiliki gizi lebih karena dengan pola makan yang teratur dan makan 4 sehat, komposisi makan akan lebih baik dan rasa lapar kenyang lebih teratur sehingga dapat menghambat keinginan untuk makan camilan.  Demikian semoga bermanfaat.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin berkonsultasi lebih jauh mengenai  Gizi Lebih ini dapat menghubungi kami di Poli Klinik Konsultasi Gizi RS Al Islam Bandung yang akan dilayani oleh Dokter Spesialis Gizi Klinik yang berpengalaman di bidangnya, untuk informasi jadwal praktek Poli Klinik Konsultasi Gizi, silahkan anda mengunjungi website www.rsalislam.com atau ke bagian informasi di telp.022-7562046 ext.705 dan bagi warga masyarakat yang memerlukan penyuluhan mengenai Kesehatan Gizi (Gratis) dapat menghubungi bagian PKRS RS Al Islam Bandung pada jam kerja di Telp.022-7562046 ext.822.

 


LOGO-PUTIH-EDIT

About Us :
RS Al Islam Bandung adalah Rumah Sakit milik Yayasan RSI KSWI Jawa Barat yang mempunyai visi "Menjadi Rumah Sakit Yang Unggul, Terpercaya dan Islami dalam Pelayanan dan Pendidikan"

RS Al Islam Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 644
Tel. (022) 7565588 Fax. (022) 7563233
Email : cs@rsalislam.com

Recent Posts

Sertifikat

Copyright by RS Al Islam Bandung 2021. All rights reserved.