01/Agu/2020

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barokaatuh

Hari ini, 1 Agustus 2020, merupakan hari lahir (milad) RS Al Islam Bandung yang ke 30. Sebuah usia yang cukup matang untuk sebuah organisasi. Banyak dinamika, pasang surut yang terjadi dalam 30 tahun yang sudah kita lalui dan mengantarkan kita kepada kondisi kita saat ini.

Rasa syukur yang tidak terhingga kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas perlindungan yang selalu diberikan Nya kepada perahu yang dibangun oleh umat Islam untuk tegaknya Islam bernama Rumah Sakit Al Islam Bandung. Betapa kita merasakan Allah SWT senantiasa menjaga kita setiap saat dalam kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Hingga saat ini, dengan kuasa Nya, Rumah Sakit Al Islam Bandung telah menjadi rumah sakit yang mendapat kepercayaan masyarakat dalam pelayanan kesehatan. Kepercayaan masyarakat ini merupakan energi besar bagi Rumah sakit Al Islam Bandung untuk dapat bertahan, belajar kemudian tumbuh dan besar sehingga memberikan kemanfaatan lebih besar bagi masyarakat dalam bidang kesehatan.

Penghormatan, penghargaan dan rasa terima kasih yang tidak terhingga selayaknya kita dedikasikan kepada para penggagas, pendiri, peletak asas, pengisi jalan maju dan berkembang nya Rumah Sakit Al Islam Bandung. Sungguh sangat sulit membangun sebuah gagasan menjadi wujud rumah sakit yang kemudian tumbuh perlahan, semakin lama semakin besar dan mampu bertahan dengan tetap menjaga amanah awal sebagai rumah sakit yang melayani umat dengan mengimplementasikan nilai-nilai luhur Islam dalam segenap aspek pelayanan maupun pengelolaan. Segala jerih payah yang telah dicurahkan hanya layak dibalas oleh Allah SWT yang Maha Teliti memberikan balasan dari setiap helaan nafas, gerak langkah tangan dan kaki, pemikiran-pemikiran serta kecemasan dan kegundahan hati selama menjaga dan menumbuhkembangkan Rumah Sakit Al Islam hingga sekarang ini.

Masa 30 tahun telah meningkatkan saling pemahaman dan pengertian antara individu di dalam Rumah Sakit Al Islam Bandung sehingga membentuk soliditas dan solidaritas antara satu dengan lain sehingga mampu menghadapi masalah-masalah sulit yang terjadi yang merupakan dinamika organisasi baik disebabkan tantangan internal maupun eksternal. Soliditas dan solidaritas ini memang hanya Allah SWT saja yang mampu menumbuhkannya di hati-hati para insan yang tulus ikhlas berharap sebagian besar waktu yang dihabiskan di Rumah Sakit Al Islam Bandung menjadi amal terbaik yang dapat dipersembahkan kehadirat Nya kelak di hari akhir.

Saat ini, di masa pandemi melanda negeri ini, milad kita maknai sebagai suatu pendorong semangat kita untuk terus berkiprah memberikan amal terbaik bagi umat yang sangat membutuhkan pelayanan kesehatan yang Islami. Tidak lupa juga introspeksi ke dalam diri sudah sejauh mana arah dan tujuan yang telah ditetapkan sudah dicapai saat ini.

Doa dan harapan marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang Maha Rahman agar terus menjaga dan memelihara Rumah Sakit Al Islam Bandung sebagai sarana untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat umumnya dan umat Islam khususnya. Semoga Allah SWT juga mengampuni kita atas segala kesalahan dan kekhilafan dalam perjalanan kita hingga saat ini dan tetap meneguhkan kita dalam cita-cita awal para pendiri yang mulia. Hanyalah Allah SWT dan Rasulnya menjadi saksi kelak di hari akhir nanti bahwa kita telah meletakkan amal-amal terbaik kita di hamparan sajadah bernama Rumah Sakit Al Islam Bandung.

Selamat kepada seluruh insan yang telah mengabdikan diri pada cita-cita suci di Rumah Sakit Al Islam Bandung ini. Hari ini sudah 30 tahun kita dapat menjaga eksistensi dan kita berharap usia Rumah Sakit Al Islam Bandung dapat lebih panjang lagi, agar hamparan sajadah ini menjadi kesempatan bagi lebih banyak insan untuk mengabdi kepada Ilahi melalui jalan ini.

Direktur RS Al Islam Bandung.

 

#staysave #rsai #milad #30thn


13/Mar/2020

 

Bismillah

Rumah Sakit Al Islam Bandung selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat
Salah satunya melalui pemberian makanan yang sehat, bersih, serta HALAL untuk seluruh pasien Rumah Sakit Al Islam BandungMakanan yang berkualitas, bersih, segar, seserta HALAL juga dapat membantu pasien untuk pulih dari segala macam penyakit yang dideritanya, serta membuat pasien lebih imun dari berbagai macam penyakit
Untuk mewujudkan hal tersebut, saat ini Instalasi Gizi Rumah Sakit Al Islam Bandung membutuhkan supplier bahan makanan yang mampu menyediakan bahan makanan yang berkualitas serta HALAL

Saat ini Rumah Sakit Al Islam Bandung membutuhkan supplier untuk buah-buahan, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam. Berikut ini adalah kualifikasi dari setiap bahan makanan yang kami butuhkan :

Untuk informasi lebih lanjut dapat menguhubungi Contact Person kami, Dian (08978207682)

Waspadai penipuan yang mengatasnamakan Rumah Sakit Al Islam Bandung, kami tidak pernah meminta dana atau transfer biaya dalam proses rekrutmen supplier bahan makanan ini
Terimakasih banyak


12/Feb/2020

“ PEMAKAIAN GIGI TIRUAN PADA ANAK II”

drg. H.R. Ginandjar Aslama Maulid.

Staf Medis Gigi dan Mulut RS Al Islam

Firman Allah SWT, dalam surat  At Tin ayat 4 : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.

Seperti pada tulisan sebelumnya bahwa tanggalnya gigi secara premature pada anak penyebabnya adalah trauma, karies atau konginetal (kelainan bawaaan), sehingga membutuhkan gig tiruan dan atau alat  pada gigi anak. Syarat gigi tiruan pada anak:

  • Mudah dibersihkan
  • Mudah dilepas pasang
  • Harus dapat memperbaiki/ meningkatkan fungsi mengunyah, estetis dan kontur wajah
  • Lengkung rahang yang normal tidak terganggu pertumbuhannya
  • Ketebalan gigi tiruan tidak mengganggu fungsi bicara.

Gigi tiruan pada anak di dunia kedokteran gigi dikenal dengan istilah “Space Maintainer dan Space Regainer”. Yang dimaksud dengan space maintainer  adalah suatu alat yang bisa digunakan baik secara fixed/ cekat maupun removable/ lepasan yang dirancang/ didesign untuk mempertahankan ruang yang ada dalam lengkung rahang, dimana ruang ini disebabkan oleh gigi decidu/ susu/ sulung yang mengalami premature loss/ kehilangan dini gigi sulung (ompong)  dengan tujuan agar gigi tetangganya tidak mengalami displacement (kamus kedokteran gigi F. J.Harty). Dan tindakannya/ prosedurnya dilakukan pada saat gigi sulung tanggal dini dengan tujuan untuk mencegah hilangnya ruang/space dan meningkatkan perkembangan lengkung rahang (Rao, Arathi. Principles and practice of Pedodontics. Ed3. New Delhi:Jaypee,20012:143). Sedangkan Space Regainer  adalah alat yang digunakan untuk menggerakkan gigi  permanen yang mengalami displacement  agar kembali ke posisi  normal didalam lengkung rahang, sehingga ruang untuk erupsi  yang awalnya tertutup akibat pergerakkan gigi tersebut dapat terbuka  dan menyediakan ruang bagi benih gigi permanen yang akan erupsi. Jadi bilamana harus dilakukan tindakan Space Maintainer dan kapan harus dilakukan tindakan Space Regainer untuk putra putri bapak ibu, untuk tindakan dan penggunaan alat Space Maintainer  yaitu pada kasus dimana ruang tempat gigi permanen yang akan erupsi masih ada karena gigi tetangganya belum mengalami displacement. Sedangkan tindakan/ pemasangan alat Space regainer untuk kasus dimana ruang tempat gigi permanen yang akan erupsi sudah tidak ada karena telah terjadi displacement  dari gigi tetangganya.

Fungsi dari tindakan/ pemasangan gigi tiruan/ alat pada Space Maintainer  adalah mempertahankan ruang untuk erupsi  (gigi tetap/ gigi permanen yang akan muncul), sedangkan tindakan Space regainer upaya untuk mempersiapkan ruang untuk gigi permanen agar sesuai pada tempatnya.

Bagian / letak perbedaan tindakan pemasangan gigi tiruan ini hanya pada bagian alat/ gigi tiruan tersebut  ada U-Loop nya (besi yang berbentuk U)/ bagian yang terdapat diantara gigi tetangganya. Pada Space Maintainer  bagian U-Loop nya tidak terdapat spring atau per atau bentuk yang bisa diregangkan (karena fungsinya hanya untuk mempertahankan), tetapi pada Space Regainer bagian U-loop nya terdapat spring atau per atau bentuk alat yang bisa diregangkan karena fungsinya untuk menggeser atau menggerakkan gigi tetangganya agar didapat kembali ruang untuk pertumbuhan benih gigi permanen.

Adapun kapan waktu yang tepat harus dipasang Space Maintainer dan kapan terpasang alat Space Space regainer. Untuk pemasangannya sebagai berikut: Space Maintainer   waktu pemasangannya yaitu segera setelah gigi tanggal/ premature loss (orthodontic preventif), lain halnya dengan Space Regainer  pemasangannya lebih dari 6 bulan setelah gigi tanggal (orthodontic Interseptif).

Space Maintainer  ada 2 macam yaitu   Space Maintainer  lepasan yang dapat di lepas dan dipasang oleh anak atau dibantu orang tuanya (seperti hal nya gigi tiruan/ gigi palsu) dan    Space Maintainer  Permanen hanya dokter gigi lah   yang dapat melepas dan memasang kembali. Begitupun dengan  Space Regainer sama seperti halnya   Space Maintainer  ada 2 macam yang bisa lepas pasang oleh pasien sendiri (Space Regainer lepasan) dan ada yang harus oleh dokter gigi dilepas dan dipasang kembali (Space Regainer permanen).

Bilamana gigi tetap pengganti sudah erupsi sempurna,maka alat lepasan tersebut tidak berguna lagi. Jadi prinsipnya alat lepasan tersebut dipakai selama gigi tetap pengganti belum tumbuh/muncul/erupsi. Fungsi alat lepasan tersebut lebih tepat disamping membantu proses pengunyahan / estetik ( khusus gigi depan), juga untuk mempertahankan ruangan gigi yang ompong supaya ruangan tidak menyempit akibat pergeseran gigi yang masih tinggal dan menahan gigi lawan spy tidak memanjang/turun kearah gigi yang ompong,juga untuk menyesuiakan ruangan yang diperlukan untuk gigi tetap penggantinya.

Perlu diketahui juga oleh bapak ibu terutama yang memiliki putra putri dalam masa pertumbuhan gigi tetap/ permanen bahwa tahapan pembentukan gigi  tetap sebagai berikut:

Gigi seri tengah rahang bawah 6 – 7 tahun dan rahang atas 7 – 8 tahun. Gigi seri samping rahang bawah 7 – 8 tahun dan rahang atas 8 -9 tahun. Gigi taring rahang bawah 9 -10 tahun dan rahang atas 11 – 12 tahun. Geraham kecil pertama rahang bawah 10 -12 tahun dan rahang bawah 10 -11 tahun. Geraham gigi kecil kedua rahang bawah 11 – 12 tahun dan rahang atas 10 – 12 tahun. Geraham besar pertama  rahang bawah 6 – 7 tahun dan rahang atas 6 – 7 tahun. Geraham besar kedua rahang bawah 11 – 13 tahun dan rahang atas 12 – 13 tahun. Geraham ketiga (terakhir) rahang bawah  dan atas sama pada usia 17 – 21 tahun. Dengan mengetahui pertumbuhan gigi tetap, bapak ibu dapat sejak dini menjaga dengan perawatan atau konsultasi kepada ahlinya agar gigi putra putri bapak ibu  dapat terjaga tetap tumbuh dengan baik dan tampak indah karena gigi putra putri ibu rapi secara estetik. Seperti hal nya tersurat dalam firman Allah swt pada tulisan ini.

Jika Bapak/ Ibu ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pemeriksaan Gigi dan Mulut dapat diakses ke nomor telp (022)7565588 ext. 3212. 3214,3215 (Klinik Gigi dan Bedah Mulut)

Semoga tulisan ini bermanfaat Rumah Sakit Al Islam Bandung Sahabat Anda Menuju Sehat Bermanfaat. Aamiin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


16/Okt/2019

 

Bismillah..
.
Sahabat sahabat RS Al Islam Bandung yg berprofesi sebagai dokter umum..ada Seminar Medis nih yang bakalan di adain di RSAI..
.
In Syaa Allah seminar ini bakal diadain Hari Rabu, 6 November 2019 pukul 11.30 – 15.30 wib di Aula Lt. 6 Gd. Ibnu Sina RSAI…Judul Seminar medis kali ini adalah ” Initial Treatment in acute Coronaria Syndrome and Management of Disiplidemia”
.
Investasinya 100k dengan fasilitas Snack & Lunch Box, + 4 SKP loohh..
.
Kuuyyy buruan daftaarr…quota terbatas 50 peserta sajooo. Pendaftaran dimulai hr ini tgl 15 Oktober 2019 sampai 31 oktober 2019 atau sampai quota terpenuhi..
.
Daftarnya bisa ke Hadi di nomor tlp 0813 9511 9977 atau Susi 0878 2159 0083
.
Jangan sampe kehabisan quotaa ya guuyysss sahabat sahabat Dokter Umum RSAI..
.
#rsalislambandung #seminarmedis #coronariasyndrome #sayangijantunganda #penyakitjantung #bandung #jawabarat


01/Okt/2019

Therapi Murottal : Optimalkan rasa nyaman pada bayi baru lahir

(Kepala Seksi Pengembangan Pelayanan Keperawatan)

Dian Wulandari, S.Kep, Ners

Wahai manusia! Sungguh, telah Kami datangkan kepadamu pelajaran (Al-Quran) dari Tuhanmu, penawar bagi penyakit yang ada di dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman”. (QS. Yunus ayat 57)

Anak adalah karunia yang dinantikan datangnya dengan bahagia  oleh setiap ayah dan bunda. Dari semenjak masih di dalam kandungan sampai dengan proses kelahirannya menjadi rangkaian kado terindah bagi ayah bunda. Sesuai Takdir yang ditetapkan oleh Allah SWT tidak semua bayi baru lahir (Neonatus) dalam kondisi yang sehat seperti yang diharapkan.  Kondisi bayi baru lahir (Neonatus) yang berisiko tinggi biasanya diklasifikasikan berdasarkan berat lahir, usia gestasi/ usia kehamilan dan masalah patofisiologi (perubahan fungsional karena suatu penyakit). Umumnya masalah yang berhubungan dengan status fisiologis adalah status maturitas bayi (kematangan/ kecukupan usia bayi dilahirkan) termasuk gangguan kimia dan konsekuensi dari imaturitas organ dan sistem (Wong, 2009). Peralihan dari kehidupan intrauterine (Rahim/ kandungan) ke kehidupan ekstrauterin  (diluar rahim/ kandungan) memerlukan berbagai perubahan biokimia dan fisiologis. Adaptasi fisiologis yang terjadi pada awal kehidupan antara lain adalah mulai berfungsinya sistem pernafasan, sistem pencernaan, fungsi hati, sistem imunologi, sistem kardiovaskuler  serta sistem endokrin menyesuaikan diri dengan perubahan fungsi organ lainnya (Merenstein, 2002). Dalam perubahan fisiologis ini neonatus juga mengalami proses tumbuh dan berkembang dan juga merupakan proses peralihan dari ketergantungan mutlak pada ibu menuju kemandirian fisiologis (Dewi, 2017). Berbagai perubahan fisiologis ini memungkinkan terjadinya berbagai masalah kesehatan pada bayi baru lahir , sehingga memerlukan perawatan dan pengobatan yang lebih lama di rumah sakit (Hospitalisasi).

Dalam proses perawatan beberapa tindakan yang membuat ketidaknyamanan bagi neonatus antara lain adalah berbagai tindakan invasif  berupa pengambilan sampel darah atau pemasangan infus, pemasangan selang  yang membuat bayi tidak nyaman dan nyeri. Akibat beberapa tindakan tersebut menimbulkan  paparan nyeri dan ini merupakan stimulasi yang dapat merusak perkembangan otak bayi dan berkontribusi pada gangguan belajar dan perilaku pada masa kanak-kanak. Sehingga hal ini yang melatar belakangi tim perawat di ruang perawatan bayi baru lahir RS Al Islam Bandung membuat upaya agar rasa tidak nyaman dan nyeri yang mungkin terasa oleh sang bayi dapat dikurangi atau bahkan hilang pada saat dilakukannya tindakan-tindakan tersebut, yaitu dengan diperdengarkannya murotal Al Qur’an dengan desibel diatur (45 sampai maksimal 65 dB batas suara yang disarankan menurut para ahli dalam AAP (American Academic of Pediatric).

Al-Qur’an begitu berarti bagi kehidupan manusia, karena merupakan petunjuk kehidupan dunia dan akhirat sebagai pedoman hidup dan kehidupan. Sebagai firman Allah Sang Pencipta kepada makhluk ciptaanya yang mulia, Al-Qur’an membawa kemuliaan pula pada waktu, tempat dan penjaganya (para penghapalnya). Mendengarkanya saja berpahala dan mampu menenangkan jiwa. Membacanya meski belum memahami pun tetap memberi efek dahsyat yang timbul pada diri manusia seperti ketentraman, membantu cepat sembuh dari penyakit lahir dan batin.  Dan dalam  Al Qur’an surat  Al Isra’ ayat 82, yang artinya, “Dan Kami turunkan dari Al Qur’an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang yang zalim selain kerugian”.

Murottal adalah  rekaman suara pembacaan Al-Qur’an yang dilantunkan oleh seorang qori’ (pembaca Al-Qur’an), lantunan Al-Qur’an secara fisik mengandung unsur suara manusia. Terapi menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti usaha untuk memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit, atau pengobatan penyakit, perawatan penyakit. Terapi murotal berarti teknik penyembuhan atau perawatan penyakit melalui memperdengarkan suara pembacaan Al-Qur’an yang dilantunkan oleh seorang qori’ kepada pasien dalam hal ini kepada bayi-bayi baru lahir.

Al-Qur’an secara terminologi berarti Kalam Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang merupakan mukjizat yang diturunkan atau diwahyukan kepada Nabi Muhammad Sallahu ‘alaihi Wassalam, dan membacanya merupakan ibadah (Elzaky, 2011). Al-Qur’an begitu berarti bagi kehidupan manusia, karena merupakan petunjuk kehidupan dunia dan akhirat sebagai pedoman hidup dan kehidupan. Sebagai firman Allah Sang Pencipta kepada makhluk ciptaanya yang mulia, Al-Qur’an membawa kemuliaan pula pada waktu, tempat dan penjaganya (para penghapalnya). Mendengarkanya saja berpahala dan mampu menenangkan jiwa. Membacanya meski belum memahami pun tetap memberi efek dahsyat yang timbul pada diri manusia seperti ketentraman, cepat sembuh dari penyakit lahir dan batin.  Nama lain dari Al- Qur’an itu sendiri salah satunya adalah Asy-Syifaa’ (Penawar dan penyembuh).

Syeh Abdurrahman al-Sa’di mengatakan bahwa “penyembuhan bagi (penyakit) yang didalam hati” mengandung pengertian bahwa Al-Qur’an benar-benar dapat menyembuhkan aneka macam penyakt yang bersarang dalam hati manusia seperti keraguan, congkak, sombong, amarah, keresahan dan kebencian (Elzaky, 2011).

Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa bacaan Al-Qur’an berpengaruh besar (hingga 97%) dalam memberikan ketenangan dan penyembuhan penyakit (Ramadhani 2010). Pada penelitian lainnya, (Zahrofi 2013) menjelaskan terapi murotal Al-Qur’an adalah terapi bacaan Al-Qur’an yang merupakan terapi religi dimana seseorang dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an selama waktu tertentu sehingga memberikan dampak positif bagi tubuh seseorang tersebut.

Alhamdulillah sejak diaplikasikannya teknik nonfarmakologik berupa terapi murottal (diperdengarkannya Al Qur’an) respon dari bayi baru lahir yang sedang diinfus ataupun diambil darah jauh lebih tenang dan bila diukur dengan skala nyeri untuk neonatus (NIPS) menunjukan tingkat nyeri yang rendah. Dan  upaya ini adalah salah satu usaha untuk membantu kearah perbaikan pasien yang sedang dalam pengobatan medis terutama pada bayi-bayi yang baru lahir di ruang perawatan perinatologi. Dan tentu saja hal tersebut juga akan berdampak pada kami perawat yang memberikan pelayanan dan tentu saja mengurangi rasa khawatir dari ayah bunda. Insya Allah…kami perawat RS Al Islam Bandung akan selalu berupaya untuk lebih memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien-pasien kami, karena menimbulkan kepuasan tersendiri bagi kami saat merawat pasien-pasien kami.

 

 

 

 

 

 

 

 


20/Feb/2019

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Sejak tanggal 18 Februari kemarin, insyaallah hingga tanggal 21 Februari nanti RS Al Islam Bandung melaksanakan Survei Simulasi Akreditasi Rumah Sakit SNARS Edisi I. Bekerjasama dengan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Selama empat hari itu, tim surveior yang terdiri dari empat orang yakni:

  1. dr. Nugroho Tjandra Wibisono, Sp.Rad., MM (sebagai ketua tim surveior dan mengelola Tim Medis I);
  2. dr. Elsje Setyawati, Sp.PK., M.Kes (mengelola Tim Medis II);
  3. drg. Tjut Maulina, M.Kes (mengelola Tim Manajemen);
  4. Ns. Kusnanto, S.Kep., MARS (mengelola Tim Keperawatan).

Tim surveior tersebut akan menelaah seluruh dokumen dan meninjau langsung semua bagian pelayanan di RS Al Islam Bandung. Semoga seluruh rangkaian acara ini dapat berjalan dengan lancar, serta memberikan hasil yang sebaik-baiknya.

Aamiiin…


23/Jan/2019

Upaya Pencegahan Luka Diabetik

  1. Perawatan Kulit Kaki
  2. Periksa kaki setiap hari. Gunakan cermin sebagai alat bantu;
  3. Cuci/bersihkan kaki menggunakan sabun bayi dan air hangat kuku (jangan memakai air terlalu panas. Karena dapat merusak kulit);
  4. Gosok kaki dengan sikat lunak dan keringkan kaki menggunakan handuk yang halus/lembut secara hati-hati dan perhatikan sela jari-jari kaki;
  5. Oleskan pelembab pada kulit, terutama bila kulit kering/pecah-pecah. Kecuali daerah sela jari-jari kaki.
  6. Periksa kaki kembali secara teliti setiap hari. Terutama daerah sela-sela jari kaki dan telapak kaki. Pastikan tidak ada luka lecet, kemerahan, dan kelainan pada kulit kaki, seperti kulit tebal/terinfeksi
  • Perawatan Kuku Jari Kaki
  1. Bersihkan kuku dengan air hangat secara lembut dan keringkan menggunakan handuk yang lembut;
  2. Bila kuku panjang, rendam kaki dalam air hangat dan sabun selama 5-10 menit. Potong kuku hati – hati, dikikir halus dan tidak tajam;
  3. Jika ada kelainan kuku atau tanda-tanda infeksi, segera konsultasikan dengan petugas kesehatan.
  • Perawatan Alas Kaki
  1. Ukuran dan bentuk alas kaki disesuaikan dengan ukuran dan bentuk kaki (jangan terlalu longgar/terlalu sempit) serta terbuat dari bahan yang lembut;
  2. Bila menggunakan sepatu, usahakan permukaan atas sepatu lunak, dan ujung sepatu longgar (agar jari-jari kaki bisa bergerak);
  3. Bagian tumit harus kokoh, sehingga kaki stabil;
  4. Mengenakan sepatu baru dalam waktu singkat;
  5. Bagian bawah alas kaki tidak licin, sehingga tidak mudah terpeleset;
  6. Gunakan kaos kaki yang lembut yang terbuat dari katun, menyerap keringat, dan sesuai ukuran kaki.
  • Prinsip Perawatan Kaki
  1. Selama perawatan jari kaki, jangan memakai air terlalu panas;
  2. Gunakan sepatu yang pas dan kaus kaki yang bersih setiap saat berjalan dan jangan bertelanjang kaki bila berjalan;
  3. Cuci kaki setiap hari dan keringkan dengan baik serta memberikan perhatian khusus pada daerah sela-sela jari kaki;
  4. Jangan mengobati sendiri apabila terdapat kalus, tonjolan kaki atau jamur pada kuku kaki;
  5. Suhu air yang digunakan untuk mencuci kaki antara 29,5 – 30º C dan disarankan diukur dulu dengan termometer;
  6. Jangan menggunakan alat pemanas atau botol diisi air panas. Langkah-langkah yang membantu meningkatkan sirkulasi pada ekstremitas bawah yang harus dilakukan yaitu:
  • Hindari Kebiasaan merokok;
  • Hindari bertumpang kaki duduk;
  • Lindungi kaki dari kedinginan;
  • Hindari merendam kaki dalam air dingin;
  • Gunakan kaos kaki atau stocking yang tidak menyebabkan tekanan pada tungkai atau daerah tertentu
  • Periksa kaki setiap hari dan laporkan bila terdapat luka, bullae (gelembung berisi air), kemerahan atau tanda-tanda radang, sehingga segera dilakukan tindakan awal
  • Jika kulit kaki kering gunakan pelembab atau krim.

Selesai.


09/Jan/2019

Bismillaahirrahmaanirrahiiim…

Batuk merupakan suatu reaksi pertahanan tubuh. Dalam hal ini organ saluran pernafasan yang bereaksi terhadap iritasi di tenggorokan, baik oleh karena adanya lendir, makanan, debu, asap, dan lain sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan bersin adalah keluarnya udara melalui hidung dan mulut yang terjadi dengan tiba-tiba dan disertai dengan hentakan yang keras.

Dalam suatu penelitian diketahui bahwa, hembusan udara yang keluar melalui batuk dan bersin dapat mencapai kecepatan 70m/detik – 250m/detik. Tidak hanya itu, ribuan sampai jutaan kuman dapat tersebar bersamaan dengan butir-butir air yang terhembus pada saat kita batuk ataupun bersin. Dalam satukali bersin, dapat mengeluarkan 40.000 butir air, sedangkan dalam setiap butir air yang terhembus, mengandung kuman penyebab beberapa penyakit infeksi dengan ukuran bervariasi, antara 0,5 µm hingga 5 µm. Hal ini tentunya sangat beresiko menjadi media penularan penyakit infeksi, terutama infeksi pernafasan.

Manusia sebagai makhluk sosial, tidak akan terlepas dari interaksi dengan manusia lainya. Pasar, tempat bekerja, pusat perbelanjaan, menjadi lokasi dimana biasanya kita akan menemui banyak orang. Kita tidak tahu, apakah diantara sekian banyak orang, apakah terdapat orang yang sakit atau tidak. Atau mungkin kita sendiri yang sedang menderita penyakit. Dalam situasi seperti itu, sangatlah beresiko untuk tertularnya penyakit infeksi pernafasan yang disebabkan oleh kuman. Bisa saja setiap partikel udara yang kita hirup, mengandung kuman-kuman yang dapat masuk kedalam tubuh kita. TBC, Influenza, Campak, Cacar air, merupakan beberapa penyakit yang dapat menular melalui udara.

Oleh karena itu, mari kita cegah penularan infeksi penyakit melalui pernafasan, dengan melakukan “Etika Batuk” di manapun kita berada. Etika batuk merupakan suatu cara untuk mencegah penyebaran kuman penyebab infeksi pernafasan yang dapat menyebar melalui batuk dan bersin.

Siapa yang wajib melakukan etika batuk?

Setiap orang yang sedang menderita infeksi pernafasan (batuk/flu), wajib melakukannya.

Mengapa wajib melakukan etika batuk?

Dengan melakukan etika batuk, maka diharapkan dapat memutus mata rantai penularan penyakit infeksi saluran pernafasan kepada orang lain yang sehat melalui percikan air/udara yang mengandung kuman penyebab infeksi pernafasan yang dikeluarkan melalui batuk atau bersin.

Bagaimana cara melalukan etika batuk yang benar?

Berdasarkan pedoman pelaksanaan pencegahan infeksi yang diterbitkan oleh Kemenkes tahun 2011, disebutkan bahwa langkah urutan pelaksanaan etika batuk adalah sebagai berikut:

  1. Saat anda batuk atau bersin, gunakanlah tisu atau saputangan atau lengan baju bagian dalam untuk menutupi hidung dan mulut.
  2. Buang tisu yang telah dipakai, ketempat sampah
  3. Bila menggunakan sapu tangan, maka setelah selesai digunakan sebagai penutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, simpanlah saputangan anda dengan posisi bagian yang telah dipakai berada pada lipatan bagian dalam.
  4. Cucilah tangan anda (boleh menggunakan sabun dan air mengalir atau antiseptik untuk cuci tangan)
  5. Saat menderita infeksi saluran pernafasan, sangat disarankan untuk menggunakan masker selama berada di area umum. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran mikroorganisme ke lingkungan sekitar.

Mari kita budayakan etika batuk, demi melindungi orang-orang sekitar, termasuk orang-orang yang kita sayangi. Yakinlah bahwa hal kecil seperti ini, dapat mencegah sesuatu yang besar terjadi (penyebaran virus kepada banyak orang).

Lakukanlah pola hidup sehat, kesehatan merupakan suatu hal yang ‘mewah’. Tentu anda tidak ingin sesuatu yang mewah ini hilang, bukan?

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengajak kita untuk hidup “CERDIK”.

Cek kesehatan secara berkala

Enyahkan asap rokok

Rajin aktivitas fisik

Diet sehat dengan kalori seimbang

Istirahat yang cukup

Kelola stres

 


LOGO-PUTIH-EDIT

About Us :
RS Al Islam Bandung adalah Rumah Sakit milik Yayasan RSI KSWI Jawa Barat yang mempunyai visi "Menjadi Rumah Sakit Yang Unggul, Terpercaya dan Islami dalam Pelayanan dan Pendidikan"

RS Al Islam Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 644
Tel. (022) 7565588 Fax. (022) 7563233
Email : cs@rsalislam.com

Recent Posts

Sertifikat

Copyright by RS Al Islam Bandung 2021. All rights reserved.