jantung-anak-3-1200x800.jpg
19/Jan/2023

Edukasi Kesehatan

Penyakit Jantung Pada Anak


Oleh : Reby Kusumajaya, Sp.A(K)., M.Kes
(Dokter Spesialis Anak Konsultan Jantung Anak RS Al Islam Bandung)

Alloh Subhanahu Wata’ala Berfirman “Dan hendaklah takut (kepada Alloh) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya….(Al Quran Surat  An-nisa: 9).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Allah tidak akan menurunkan penyakit melainkan menurunkan obatnya juga.” (Hadits Riwayat Bukhari)



Tindakan penutupan celah/lubang diantara kedua bilik Jantung pada pasien Anak


Penyakit jantung bawaan (PJB) pada bayi dan anak cukup banyak ditemukan di Indonesia. Enam sampai sepuluh dari 1000 bayi lahir hidup dapat menyandang PJB. Langkah awal untuk menentukan diagnosis PJB antara lain, evaluasi klinis riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik; pemeriksaan penunjang sederhana foto toraks dan elektro kardio grafi (EKG); pemeriksaan penunjang yang lebih ditail yaitu ekokardiografi (USG jantung) untuk evaluasi struktur dan fungsi jantung dan jika diperlukan untuk menentukan diagnosis bisa dilanjutkan dengan tindakan kateterisasi jantung untuk menghitung hemodinamik dan menggambar jantung dengan angiografi.

PJB dibagai dua kelompok, kelompok PJB non-sianotik (tidak biru) dan PJB sianotik (biru). 75% PJB adalah kelompok non-sianotik. PJB non-sianotik antara lain: Persistent ductus arteriosus (PDA), Atrial septal defect (ASD), Ventricular septal defect, pulmonal stenosis, stenosis aorta, coartatio aorta dan mitral stenosis. PJB sianotik ditandai adanya sianosis sentral akibat adanya aliran dari kanan ke kiri atau bercampurnya darah kotor (kurang oksigen) dengan darah bersih (kaya oksigen) yang masuk ke aliran darah sistemik tubuh melalui aorta (pembuluh darah besar). PJB sianotik antara lain: Tetralogi of Fallot (TF), Transposition Great Artery (TGA) dan Double outlet right ventricle (DORV).

PJB apakah dapat disembuhkan? Pertanyaan dari banyak orang tua yang sangat khawatir saat bayi atau anak kesayangannya divonis mengalami penjakit jantung bawaan lahir. Jawabannya adalah “Ya bisa”, sebagian besar PJB dapat disembuhkan dengan tindakan operasi jantung. Saat ini sudah beberapa pusat layanan jantung di kota-kota besar di Indonesia yang dapat melakukan tindakan operasi jantung pada anak. Apakah ada alrtenatif lain selain operasi? Inipun menjadi pertanyaan yang sering muncul dari para orang tua, karena merasa khawatir dan tidak tega saat harus membayangkan bayi mungil atau anaknya harus menjalani operasi jantung. Jawabannya “Ya ada”, yaitu dengan tindakan intervensi jantung anak non-bedah untuk PJB tertentu, seperti penutupan PDA, penutupan ASD, penutupan VSD, pelebaran penyempitan katup pulmonal, katup aorta dan koartasio aorta. Semua tindakan non-bedah dilakukan secara transkateter.

Yang tidak bisa dihindari dari tindakan operasi jantung terbuka adalah PJB sianotik karena type ini cukup kompleks, kateterisasi jantung pada PJB sianotik tujuannya untuk diagnostik atau terapi sementara (paliatif) sebelum tindakan operasi. Beberapa kebocoran PJB non-sianotik dapat menutup secara alamiah atau spontan, ini sangat tergantung seberapa besar lubang kebocoran itu, bila termasuk kedalam kelompok ukuran kebocoran kecil, potensi untuk menutup spontan masih sangat besar seiring dengan pertumbuhan dan bertambahnya usia, hanya perlu pemantauan oleh dokter ahli jantung anak secara periodik.



Apa saja tanda-tanda gejala klinis PJB yang perlu diperhatikan oleh para orang tua? Keluhan terbanyak dari orang tua kepada dokter anaknya adalah asupan makanan baik tetapi berat badan sulit naik, anaknya bila bermain lebih cepat lelah dibandingkan dengan anak seusianya, pada bayi menangisnya lemah atau saat minum ASI sering lepas. Keluhan ini banyak disampaikan oleh orang tua kepada dokter anaknya untuk semua type PJB baik non sianotik maupun type sianotik. Khusus untuk type sianotik kebanyakan orang tua akan menyampaikan bahwa bayi atau anaknya tampak kebiruan di bibir atau di ujung-ujung jari tangan dan kaki, keluhan ini sangat khas untuk PJB sianotik. Terkadang orang tua tidak memperhatikan gejala-gejala tersebut, tetapi tanpa sengaja ditemukan oleh dokter atau tenaga medis lainnya saat pemeriksaan fisik jantung didapatkan bunyi bising jantung (murmur) dimana suara ini adalah suatu bukti adanya kebocoran di jantung atau penyempitan di pembuluh darah jantung.

Apakah semua gejala atau tanda-tanda tersebut mutlak menggambarkan kelainan PJB, tentu tidak, tapi secara umum berat badan sulit  naik, cepat lelah dan kebiruan sangat khas untuk gejala PJB.
Deteksi dini kelainan PJB apakah diperlukan? “Ya diperlukan” pada bayi-bayi lahir prematur atau berat badan lahir rendah, bayi lahir cukup bulan dengan berat badan normal lalu tampak biru dalam 24-72 jam pertama kelahiran, bayi lahir dengan cacat bawaan yang nampak dibagian luar tubuh, bayi lahir dengan kecurigaan mengidap sindrom tertentu, misalkan curiga down syndrome.

Pada bayi kurang dari 12 bulan nampak kebiruan saat menangis atau minum ASI juga diperlukan pemeriksaan segera atau pada bayi atau anak yang mengalami gagal tumbuh. Deteksi dini ini penting untuk mengatisipasi terjadinya gagal jantung yang mengakibatkan bayi/anak kesulitan berkatifitas karena mengalami payah jantung. Segera konsultasikan segera bayi atau anak-anak dengan gejala-gejala kelaianan PJB kepada dokter anak terdekat, bila diperlukan para sejawat dokter anak akan segera merujuk atau mengkonsulkan kepada dokter konsultan jantung anak.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih jauh mengenai penyakit jantung anak atau berkonsultasi mengenai pengobatan penyakit jantung anak, dapat menghubungi kami di Klinik Anak RS Al Islam Bandung, untuk konsultasi dapat melihat jadwal praktek Dokter Klinik Anak di website www.rsalislam.com atau ke Unit Pelayanan Informasi di telp.022-7562046 ext.705.


Untuk Pendaftaran Online Silahkan Download Gratis dan Install Sekarang Juga !




12/Jan/2022

Artikel

KAPAN WAKTU YANG TEPAT IBU DATANG KE RUMAH SAKIT ?


Subtema Pembahasan Kapan Waktu yang tepat ibu datang ke RS ?

  1. Sebab Terjadi Persalinan
  2. Kenali Tanda Persalinan
  3. Faktor yang mempengaruhi kelancaran Persalinan
  4. Kegiatan sebelum menuju persalinan
  5. Prediksi Kapan waktu Persalinan


SEBAB-SEBAB MULAINYA PERSALINAN :

Beberapa teori yang menyebabkan mulainya persalinan adalah sebagai berikut :

  1. Penurunan Kadar Progesteron Progesterone menimbulkan relaxasi otot-otot rahim, sebaliknya estrogen meninggikan kerentanan otot rahim. Selama kehamilan terdapat keseimbangan antara kadar progesteron dan estrogen dalam darah, tetapi pada akhir kehamilan kadar progesteron menurun sehingga timbul his. Proses penuaan plasenta terjadi mulai umur kehamilan 28 minggu, dimana terjadi penimbunan jaringan ikat, dan pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu. Produksi progesterone mengalami penurunan, sehingga otot rahim lebih sensitive terhadap oxitosin. Akibatnya otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai tingkat penurunan progesterone tertentu.
  2. Teori Oxitosin Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis parst posterior. Perubahan keseimbangan estrogen dan progesterone dapat mengubah sensitivitas otot rahim, sehingga sering terjadi kontraksi Braxton Hicks. Di akhir kehamilan kadar progesteron menurun sehingga oxitocin bertambah dan meningkatkan aktivitas otot-otot rahim yang memicu terjadinya kontraksi sehingga terdapat tanda-tanda persalinan.
  3. Keregangan Otot-otot. Otot rahim mempunyai kemampuan meregang dalam batas tertentu. Setelah melewati batas tertentu terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat dimulai. Seperti halnya dengan Bladder dan Lambung, bila dindingnya teregang oleh isi yang bertambah maka timbul kontraksi untuk mengeluarkan isinya. Demikian pula dengan rahim, maka dengan
  4. . Pengaruh Janin Hipofise dan kelenjar suprarenal janin rupa-rupanya juga memegang peranan karena pada anencephalus kehamilan sering lebih lama dari biasa, karena tidak terbentuk hipotalamus. Pemberian kortikosteroid dapat menyebabkan maturasi janin, dan induksi (mulainya ) persalinan.
  5. majunya kehamilan makin teregang otot-otot dan otot-otot rahim makin rentan. Contoh, pada kehamilan ganda sering terjadi kontraksi setelah keregangan tertentu sehingga menimbulkan proses persalinan.
  6. Teori Prostaglandin Konsentrasi prostaglandin meningkat sejak umur kehamilan 15 minggu yang dikeluarkan oleh desidua. Prostaglandin yang dihasilkan oleh desidua diduga menjadi salah satu sebab permulaan persalinan. Hasil dari percobaan menunjukkan bahwa prostaglandin F2 atau E2 yang diberikan secara intravena, intra dan extra amnial menimbulkan kontraksi miometrium pada setiap umur kehamilan. Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi dapat keluar. Prostaglandin dapat dianggap sebagai pemicu terjadinya persalinan. Hal ini juga didukung dengan adanya kadar prostaglandin yang tinggi baik dalam air ketuban maupun daerah perifer pada ibu hamil, sebelum melahirkan atau selama persalinan.

TANDA PERSALINAN (TANDA BAHWA PERSALINAN SUDAH DEKAT ) :

  1. Lightening Beberapa minggu sebelum persalinan, calon ibu merasa bahwa keadaannya menjadi lebih enteng. Ia merasa kurang sesak, tetapi sebaliknya ia merasa bahwa berjalan sedikit lebih sukar, dan sering diganggu oleh perasaan nyeri pada anggota bawah.
  2. Pollikasuria Pada akhir bulan ke-IX hasil pemeriksaan didapatkan epigastrium kendor, fundus uteri lebih rendah dari pada kedudukannya dan kepala janin sudah mulai masuk ke dalam pintu atas panggul. Keadaan ini menyebabkan kandung kencing tertekan sehingga merangsang ibu untuk sering kencing yang disebut Pollakisuria.
  3. False labor Tiga (3) atau empat (4) minggu sebelum persalinan, calon ibu diganggu oleh his pendahuluan yang sebetulnya hanya merupakan peningkatan dari kontraksi Braxton Hicks. His pendahuluan ini bersifat: 1) Nyeri yang hanya terasa di perut bagian bawah 2) Tidak teratur 3) Lamanya his pendek, tidak bertambah kuat dengan majunya waktu dan bila dibawa jalan malah sering berkurang 4) Tidak ada pengaruh pada pendataran atau pembukaan cervix
  4. Perubahan cervix Pada akhir bulan ke-IX hasil pemeriksaan cervix menunjukkan bahwa cervix yang tadinya tertutup, panjang dan kurang lunak, kemudian menjadi lebih lembut, dan beberapa menunjukkan telah terjadi pembukaan dan penipisan. Perubahan ini berbeda untuk masingmasing ibu, misalnya pada multipara sudah terjadi pembukaan 2 cm namun pada primipara sebagian besar masih dalam keadaan tertutup. e. Energy Sport Beberapa ibu akan mengalami peningkatan energi kira-kira 24-28 jam sebelum persalinan mulai. Setelah beberapa hari sebelumnya merasa kelelahan fisik karena tuanya kehamilan maka ibu mendapati satu hari sebelum persalinan dengan energi yang penuh. Peningkatan energi ibu ini tampak dari aktifitas yang dilakukannya seperti membersihkan rumah, mengepel, mencuci perabot rumah, dan pekerjaan rumah lainnya sehingga ibu akan kehabisan tenaga menjelang kelahiran bayi, sehingga persalinan menjadi panjang dan sulit.
  5. Gastrointestinal Upsets Beberapa ibu mungkin akan mengalami tanda-tanda seperti diare, obstipasi, mual dan muntah karena efek penurunan hormon terhadap sistem pencernaan.

TANDA PERSALINAN (TANDA PASTI DARI PERSALINAN SUDAH DEKAT) :

1. Timbulnya kontraksi uterus Biasa juga disebut dengan his persalinan yaitu his pembukaan yang mempunyai sifat sebagai berikut :

  • Nyeri melingkar dari punggung memancar ke perut bagian depan
  • Pinggang terasa sakit dan menjalar kedepan
  • Sifatnya teratur, inerval makin lama makin pendek dan kekuatannya makin besar
  • Mempunyai pengaruh pada pendataran dan atau pembukaan cervix.
  • Makin beraktifitas ibu akan menambah kekuatan kontraksi. Kontraksi uterus yang mengakibatkan perubahan pada servix (frekuensi 5/1/1). Kontraksi yang terjadi dapat menyebabkan pendataran, penipisan dan pembukaan serviks.

2. Penipisan dan pembukaan servix Penipisan dan pembukaan servix ditandai dengan adanya pengeluaran lendir dan darah sebagai tanda pemula.

3. Bloody Show (lendir disertai darah dari jalan lahir) Dengan pendataran dan pembukaan, lendir dari canalis cervicalis keluar disertai dengan sedikit darah. Perdarahan yang sedikit ini disebabkan karena lepasnya selaput janin pada bagian bawah segmen bawah rahim hingga beberapa capillair darah terputus.

4. Premature Rupture of Membrane Adalah keluarnya cairan banyak dengan sekonyong-konyong dari jalan lahir. Hal ini terjadi akibat ketuban pecah atau selaput janin robek. Ketuban biasanya pecah kalau pembukaan lengkap atau hampir lengkap dan dalam hal ini keluarnya cairan merupakan tanda yang lambat sekali. Tetapi kadang-kadang ketuban pecah pada pembukaan kecil, malahan kadang-kadang selaput janin robek sebelum persalinan. Walaupun demikian persalinan diharapkan akan mulai dalam 24 jam setelah air ketuban keluar.


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN :

  1. Passage: jalan lahir.
  2. Passanger: hasil konsepsi (janin dan plasenta)
  3. Power: kekuatan ibu (his dan tenaga mengejan)
  4. Psyche: psikologis ibu (kecemasan dan kesiapan menghadapi persalinan)
  5. Position: posisi ibu saat bersalin.
  6. Penolong
  7. Pendamping persalinan

KEGIATAN BERMANFAAT SAAT MENUNGGU KE FASKES

  1. Mobilisasi = YOGA
  2. Nutrisi dan Rehidrasi
  3. Rileksasi
  4. Berdoa

PREDIKSI PERSALINAN

Kala I

Kala I persalinan dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus dan pembukaan servix hingga mencapai pembukaan lengkap (10 cm). Persalinan kala I berlangsung 18 – 24 jam dan terbagi menjadi dua fase yaitu fase laten dan fase aktif.

  1. Fase laten persalinan  Dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan servix secara bertahap  Pembukaan servix kurang dari 4 cm  Biasanya berlangsung di bawah hingga 8 jam
  2. Fase aktif persalinan Fase ini terbagi menjadi 3 fase yaitu akselerasi, dilatasi maximal, dan deselerasi  Frekuensi dan lama kontraksi uterus umumnya meningkat (kontraksi dianggap adekuat/memadai jika terjadi 3 kali atau lebih dalam waktu 10 menit dan berlangsung selama 40 detik atau lebih  Servix membuka dari 4 ke 10 cm biasanya dengan kecepatan 1 cm atau lebih perjam hingga permbukaan lengkap (10 cm)  Terjadi penurunan bagian terendah janin


30/Apr/2021

Artikel

PERANAN MASJID DI RS AL ISLAM BANDUNG


Oleh : Drs. H. Asep Tolibin, MPd.I (Komite Kerohanian dan Ketakmiran Mesjid)

Ketika kita masuk ke area Rumah Sakit Al-Islam Bandung maka kita akan melihat masjid yang unik dan indah sebelum masuk ke gedung pelayanan pasien. Telihat unik dan indah karena design  kubahnya yang berbeda dengan masjid lainnya dan bangunan terdapat beberapa pilar pilar yang mengelilingi masjid. Inilah yang menjadi ciri khas bagi Rumah Sakit Al-Islam Bandung dimana masjid  di bangun di depan sebelum memasuki kawasan Rumah Sakit Al-Islam Bandung.




Masjid yang terdapat di komplek Rumah Sakit Al-Islam Bandung bernama Masjid Riyadhush Shalihat. Secara bahasa kata Shalihat adalah bentuk kata perempuan yang berarti wanita-wanita yang baik. Nama masjid ini memiliki historis yaitu di bangun atas prakarsa wanita-wanita muslimat dari berbagai ormas Islam yang berkumpul dalam wadah disebut BKSWI  (Badan Kerjasama Wanita Islam) Jawa Barat.

Masjid ini ramai dengan berbagai macam aktivitas ketakmiran masjid. Masjid di Rumah Sakit Islam ramai ketika waktu shalat tiba terutama waktu dhuhur, ashar dan maghrib. Ketika waktu shalat tiba maka karyawan tertutama ikhwan (laki-laki) berbondong bondong memasuki masjid begitu pula pengunjung rumah sakit baik pasien, keluarga pasien atau mitra rumah sakit. Masjid Riyadhus Shalihat mampu menampung lebih kurang seribu jamaah maka ketika waktu shalat dhuhur, ashar dan maghrib tiba maka waktu itulah yang ramai dikunjungi untuk menunaikan shalat berjam’ah. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat sesuai anjuran dari Majelis Ulama Indonesia.

Masjid Riyadhush Shalihat tidak hanya sebagai fasilitas pelaksanaan ibadah rutin saja seperti shalat lima waktu berjama’ah, shalat jum’at, shalat gerhana, shalat Idul Fithri dan Idul Adlha, namun juga sebagai tempat pembinaan umat baik secara internal maupun eksternal.  Begitu juga terdapat program tahsin dan tahfidh  Al-Qur’an yang rutin dilaksanakan di masjid Riyadhush Shalihat. Dan program-program yang kaitannya dengan bimbingan ibadah pasien selama di rawat di Rumah Sakit Al Islam Bandung melalui asatidz/ para ustadz (pembimbing rohani pasien).

Adapun pembinaan keagamaan secara eksternal dilakukan berbagai kalangan di masyarakat. BKSWI melaksanakan program pembinaan masyarakat melalui wadah GMT yaitu Gabungan Majlis Ta’lim. Program pembinaan keagamaan terdapat program pembinaan bulanan maupun pekanan. Program pengajian bulanan melibatkan peserta gabungan dari berbagai majlis ta’lim. Adapun pekanannya terdapat pembinaah tahsin dan tahfid Al-Qur’an, Bahasa Arab, dan Fiqih Wanita. Dalam salah satu kegiatan pengajian bulanannya mengundang ustadz yang ada disekitar Bandung dan biasanya banyak dihadiri para jamaah hingga kurang lebih lima ratus jama’ah. Dalam masa pandemi kegiatan-kegiatan diatas sementara tidak ada.



Masjid dibangun untuk menunjukkan bahwa dalam memberikan pelayanan kesehatanan kepada pasien harus berlandaskan ibadah pada sang Khalik Allah SWT. Karyawan Rumah Sakit Al Islam sebelum memberikan pelayanan maka harus senantiasa meluruskan niat untuk mengabdi kepada Sang Khalik, maka dalam kesehariannya karyawan, pasien, keluarga pasien dan pengunjung senantiasa diajak untuk melakukan ibadah terutama shalat lima waktu, berdzikir dan meningkatkan pemahaman keimanan serta ketakwaan. Dan kami pun berharap kepada seluruh pasien yang berobat ke Rumah Sakit Al Islam meluruskan niat bahwa berobat adalah salah satu ikhtiar untuk mendapatkan derajat kesehatan yang paripurna dan tetap meyakini bahwa kesembuhan hanya berharap kepada Allah SWT. Kami mempunyai harapan bahwa apabila pasien sembuh semoga selalu bersyukur, apabila ada kecacatan karena suatu sebab kecelakaan atau yang diakibatkan penyakitnya maka pasien bersabar, dan apabila sampai meninggal di Rumah Sakit Al Islam setelah berikhtiar maksimal mudah-mudahan kami bisa membimbingnya dalam proses sakaratul maut dengan baik dan semoga husnul khotimah.

Dalam memberikan pelayanan kepada jamaah masjid, fasilitas yang disediakan dapat memberi kenyamanan seperti tempat wudlu mudah dan nyaman, ruangan ibadah yang ber-AC, batas shaf di tentukan selama masa pandemi ini, serta ruangan shalat untuk ibu-ibu serta menyediakan fasiltias lainnya. Aspek lainnya untuk kegiatan peningkatan pemahaman keagamaan maka disiapkan ruangan yang didesignkan senyaman mungkin,  peralatan sound sistem yang mampu menjangkau bagi para pendengar jamaah dengan suara yang nyaman untuk di dengar. Sarana untuk parkir kendaraannya bagi jamaah juga luas,  nyaman, dan dijaga keamanannya. Ada juga taman depan masjid di sediakan oleh RS Al Islam Bandung untuk di manfaatkan sebagai taman yang indah dan nyaman.

Masjid Riyadhush Shalihat diharapkan menjadi tempat beribadah yang nyaman bagi karyawan, pasien, keluarga pasien dan pengunjung Rumah Sakit Al-Islam Bandung. Dalam pembinaan diharapkan menjadi pusat inspirasi umat untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan dan amal shaleh, baik dalam beribadah maupun dalam bermuamalah. Masjid diharapkan menjadi pelopor penerapan nilai-nilai syari’ah bagi lingkungan sekeliling masjid, mengantarkan orang-orang sekelilingnya selamat menuju dunia dan akhirat.



16/Apr/2021

Artikel

POLA MAKAN DI BULAN RAMADHAN


Oleh : dr. Ikbal Gentar Alam, Sp Gk. (Dokter Spesialis Gizi Rumah Sakit Al Islam Bandung)

Sahabat RSAI, Ramadhan tahun ini mempunyai nuansa yang berbeda dari Ramadhan sebelum pandemi COVID-19. Banyak kegiatan yang biasa dilakukan saat bulan ramadhan, untuk ramadhan tahun ini kita kurangi atau tidak dilakukan, seperti kegiatan buka bersama ataupun kegiatan mencari makanan takjil buat berbuka puasa.




Tahukah kamu, saat Ramadhan terjadi perubahan jumlah dan jadwal makan lho. Di luar Ramadhan, waktu makan kita biasanya 2-3 kali makan pokok dan beberapa kali cemilan, saat Ramadhan, kita makan menjadi dua kali yaitu sahur dan buka puasa, kadang ditambah shalat tarawih.

Tapi tahukah kamu, meskipun ada perubahan pola makan, ternyata dengan berpuasa di bulan Ramadhan itu dapat memperbaiki kondisi kesehatan seseorang. Puasa terbukti secara klinis dapat menurunkan kolesterol seperti LDL, trigliserida, dan kolesterol total, dapat mengontrol gula darah dan resistensi insulin, serta dapat menurunkan berat badan, bila saat puasa bulan Ramadhan kita mengikuti diet yang tepat.

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Anas r.a: Rasulullah bersabda: “Tasahharuu fa inna fissuhuuri barokah” yang artinya : “Makanlah waktu sahur. Sesungguhnya makan waktu sahur merupakan berkah”. (HR Mutafaq alaih).

Makanan saat sahur harus memenuhi kebutuhan zat gizi tubuh. Pola makan saat sahur sebaiknya dimulai dengan minum air sedikit, kemudian makan makanan 4 sehat, yang meliputi karbohdrat, protein dan serat (ada nasi, ada lauk hewani dan nabati, serta ada sayur-sayuran dan buah-buahan yang berair banyak). Setelah makanan 4 sehat terpenuhi, kalau masih kurang dapat ditambahkan susu atau makanan lain yang disukai. Usahakan untuk dapat minum 3-5 gelas saat sahur.

Untuk berbuka puasa, marilah kita menyegerakan berbuka dan mencoba mengikuti Rasulullah. Menurut hadits yang diriwayatkan Abu Daud dari Anas RA , beliau berkata : “Rasulullah SAW biasa berbuka dengan beberapa ruthab (kurma basah) sebelum shalat maghrib. Bila ruthob tidak ada Rasul membatalkan shaummya dengan thamr (kurma kering) dan kalau thamr tidak tersedia dengan beberapa teguk air putih.”



Dari hadits di atas, Rasulullah SAW mengajarkan piihan pertama berbuka adalah dengan Ruthab atau dalam hal ini merupakan buah yang basah dan segar sehingga untuk di Indonesia Ruthab bisa kita ganti dengan karakteristik yang mirip yaitu buah-buah yang segar dan mengandung banyak air seperti pir, melon, semangka, pepaya, jeruk dan lain lain, kalau tidak ada baru dengan Tamr atau buah yang sudah dikeringkan. Baru setelah itu minum dan shalat maghrib. Setelah shalat maghrib dan dzikir baru kita makan makanan 4 sehat. Usahakan untuk minum dari saat berbuka sampai tidur minimal 4-6 gelas air putih.

Untuk orang-orang seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, orang dewasa kurang gizi yang prinsipnya membutuhkan asupan kalori yang tinggi dapat ditambahkan dengan cemilan lain seperti susu, atau yang lain setelah shalat tarawih. Untuk orang-orang dengan obesitas atau riwayat tinggi kolesterol sebaiknya tidak makan cemilan lagi setelah makan makanan 4 sehat tadi.

Bagaimana dengan makanan seperti jus, kolak, berbagai jenis gorengan dan lainnya? Makanan tersebut merupakan makanan dengan kadar gula (karbohidrat simpel) yang tinggi dan atau mengandung lemak jenuh yang tinggi yang kurang baik untuk kesehatan dan kemampuan imun tubuh kita sehingga sebaiknya dikonsumsi sesedikit mungkin atau dalam jumlah yang terbatas.

Sahabat RSAI, semoga artikel ini dapat bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah shaum ramadhan 1441 H, semoga kita semua dapat menjalankan ibadah ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Aamiin



03/Mar/2021

Informasi terbaru dari RS Al Islam Bandung,

Layanan Telemedicine/Konsultasi Online. Tentukan dokter, mulai konsultasikan keluhan penyakit anda kepada dokter kami di RS Al Islam Bandung.

Terdapat beberapa dokter yang melayani konsultasi online diantaranya :

  • Dokter Umum
  • Dokter Spesialis
  • Dokter Gigi
  • Dokter Gigi Spesialis

Untuk informasi dan Pendaftaran bisa menghubungi :

0811 204 6441 (Whatsapp)

 

Selain layanan telemedicine, RS Al Islam juga mempunyai Layanan Telefarmasi yaitu :

  • Melayani pertanyaan seputar informasi dan konseling obat (Gratis)
  • Pemesanan obat secara online.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi :

Info dan konseling obat : 0811 226 883 (Whatsapp)
Pemesanan obat : 0812 1276 8113 (Whatsapp)

 

Terima kasih, RS Al Islam Bandung – Sahabat Anda Menuju Sehat Bermanfaat.

 

 


LOGO-PUTIH-EDIT

About Us :
RS Al Islam Bandung adalah Rumah Sakit milik Yayasan RSI KSWI Jawa Barat yang mempunyai visi "Menjadi Rumah Sakit Yang Unggul, Terpercaya dan Islami dalam Pelayanan dan Pendidikan"

RS Al Islam Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 644
Tel. (022) 7565588
Email : cs@rsalislam.com

Sertifikat

Copyright by RS Al Islam Bandung 2021. All rights reserved.