16/Jul/2019

PELAYANAN CUCI DARAH

Dr. Dewi Nurhayati

Kepala Bidang Pelayanan Rawat Jalan dan Gawat Darurat

Rumah Sakit Al Islam Bandung

 

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al Qur’an Surat Al Anbiya : 30)

Air merupakan komponen yang sangat penting di dalam kehidupan, didalam ilmu pengetahuan yang diketahui oleh manusia tentang susunan dan fungsi sel/sitologi, menyatakan bahwa air adalah komponen terpenting dalam pembentukan sel yang merupakan satuan bangunan pada setiap makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan. Sedang Biokimia menyatakan bahwa air adalah unsur yang sangat penting pada setiap interaksi dan perubahan yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Air dapat berfungsi sebagai media, faktor pembantu, bagian dari proses interaksi, atau bahkan hasil dari sebuah proses interaksi itu sendiri. Sedangkan Fisiologi menyatakan bahwa air sangat dibutuhkan agar masing-masing organ dapat berfungsi dengan baik. Hilangnya fungsi itu akan berarti kematian, hal ini sesuai dengan salah satu penyakit yang berkaitan dengan organ yang mengatur cairan dalam tubuh manusia yaitu ginjal.

Cuci darah/Hemodialisis adalah tindakan yang dilakukan kepada penderita penyakit gagal ginjal, hal ini dikarenakan ginjal penderita mengalami penurunan fungsi dimana ginjal tidak bisa menyaring kotoran/ zat-zat sisa metabolisme yang tidak berguna atau racun yang ada dalam tubuh, sehingga racun akan tetap berada di dalam tubuh dan membahayakan kondisi penderita, proses pencucian darah dilakukan dengan menggunakan mesin dialysis yang menggantikan fungsi ginjal.

Cara kerja mesin dialysis mirip dengan apa yang dilakukan oleh ginjal dimana mesin ini memiliki perangkat yang dinamakan dialiser yang  didalamnya terdapat 2 kompartemen atau ruang, yang terdiri dari kompartemen darah yaitu ruangan yang berisi darah dan kompartemen dialisat yaitu ruangan yang berisi dialisat atau larutan yang mengandung elektrolit dalam komposisi tertentu, didalam dialiser terdapat membrane membrane yang kecil yang berfungsi untuk menyaring racun racun yang terdapat dalam darah, sedangkan bagian dari mesin digunakan untuk mencatat dan mengontrol aliran darah,suhu serta  tekanan.

Agar darah dari dalam tubuh dapat masuk kedalam dialiser dan sebaliknya dari dialiser masuk kedalam tubuh, maka diperlukan akses dengan membuat koneksi/jalan dengan membuka pembuluh darah melalui tindakan Arteriovenous Fistula/AV Fistula yaitu membuat koneksi dari pembuluh darah arteri ke pembuluh darah vena biasanya pada lengan dipergelangan tangan atau daerah lengan dekat siku, pembuatan akses bisa juga dengan menggunakan metode Arteriovenous Graft/AV Graft yaitu melakukan pencakokan tabung sintetis atau bisa juga dengan metode Cental Venous Catheter, untuk pasien yang memerlukan cuci darah secara rutin biasanya menggunakan AV Fistula yang relative lebih aman dan nyaman. Darah yang keluar dari dalam tubuh melalui pembuluh darah arteri yang telah dibuatkan koneksi akan masuk kedalam dialiser sebanyak kurang lebih 500 ml per menit, perlu diketahui juga bahwa jumlah darah yang dimiliki oleh manusia sekitar 6.000 ml sampai dengan 7.000 ml, darah yang telah disaring/dibersihkan dari racun oleh dialiser akan di alirkan kembali kedalam tubuh melalui pembuluh darah vena yang terkoneksi dengan alat dialysis.

Lama waktu yang dibutuhkan dalam satu kali proses pencucian darah rata rata 3 sampai 5 jam yang dilaksanakan bisa 1, 2 bahkan 3 kali perminggu tergantung dari tingkat kerusakan ginjal yang diderita oleh pasien tersebut, sehingga didalam proses pelaksanakannya memerlukan tempat/fasilitas pendukung yang memadai agar pasien merasa nyaman dalam menjalani proses cuci darah.

Rumah Sakit Al Islam Bandung telah memberikan pelayanan cuci darah sejak tahun 2002 yang saat itu hanya mengoperasionalkan 4 mesin dialysis, seiring dengan meningkatnya penderita pasien gagal ginjal, maka terus dilakukan penambahan mesin dialysis, hingga saat ini kami telah mengoperasionalkan mesin dialysis sebanyak 34 mesin dengan membuat tempat/ruang pelayanan cuci darah yang nyaman, dimana setiap harinya jumlah pasien yang dilayani rata-rata 68 orang pasien.

Beberapa hal yang perlu kami sampaikan kepada masyarakat yang ingin melakukan cuci darah di Rumah Sakit Al Islam Bandung adalah sebagai berikut , Sebelum mengunjungi unit pelayanan cuci darah/hemodialisa harus dipastikan terlebih dahulu penderita sudah mendapatkan rekomendasi dari dokter penyakit dalam/nefrologis, selanjutnya pasien /keluarga  datang  ke unit hemodialisa dengan membawa surat rujukan/intruksi secara tertulis dari nefrologis, di unit pelayanan hemodialisa anda akan mendapatkan penjelasan dari petugas mengenai jadwal pencucian darah/hemodialisis, skrining dan prosedur administartif sesuai jenis jaminan pelayanan kesehatan yang digunakan yaitu BPJS, Kontraktor/Jaminan Perusahaan atau sebagai pasien Umum.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin berkonsultasi atau mendapatkan informasi lebih jauh mengenai pelayanan cuci darah anda dapat mendatangi langsung Unit Hemodialisa RS Al Islam Bandung, atau dapat menghubungi via telepon pada jam kerja di Telp.022-7562046 ext.829 atau melalui  nomor hand phone 0822-1875-0809.


16/Jul/2019

Masalah Gizi dalam Keluarga (2)

Dr.Gaga Irawan Nugraha, MGizi., dr., SpGK

Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Al Islam Bandung

Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

 

 

 

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar”. (QS ‘Annisa :9)

Selain gizi lebih yang sudah dibahas pada minggu yang lalu, keadaan gizi kurang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia.  Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar 2018 rerata anak balita dengan gizi kurang dan buruk mencapai 17,7%, balita stunting (pendek) 30,8%.  Wanita usia subur dengan kurang energi kronis mencapai 14,5%, dan wanita hamil dengan kurang energi kronis 17,3%.  Keadaan yang lebih mengkhawatirkan adalah anemia pada ibu hamil yang reratanya mencapai 48,9%, meningkat dibandingkan tahun 2013 dengan rerata 37,1%.

Keadaan gizi kurang pada ibu hamil baik kurang energi kronis ataupun anemia merupakan faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan janin di dalam kandungan yang apabila terus berlanjut akan menyebabkan terganggunya pertumbuhan janin sehingga anak yang dilahirkan kurang dari 2,5 kg yang dikenal sebagai bayi berat lahir rendah (BBLR). Apabila keadaan gizi kurang terus berlanjut, maka anak akan mengalami gizi kurang dan stunting (pendek).   Agar hal tersebut tidak terjadi, maka perlu dilakukan upaya pencegahan sejak ibu akan hamil.  Sebaiknya berat badan ibu dijaga tidak kurang,  yang ditandai dengan indeks massa tubuh lebih dari 18 kg/m2, lingkar lengan atas (LLA) lebih dari 23,5 cm, dan kadar hemoglobin tidak kurang dari 11 gr/dL.

Indeks massa tubuh menggambarkan cadangan energi ibu, sedangkan lingkar lengan atas selain menunjukkan cadangan energi, juga menunjukkan status protein tubuh.  Kadar hemoglobin lebih menunjukkan status zat besi tubuh sekaligus juga status protein.  Cara menghitung indeks massa tubuh adalah berat badan (kg)/tinggi badan (m2), sedangkan lingkar lengan atas diukur dengan menggunakan meteran baju di lengan atas pada titik tengah antara tonjolan tulang di siku dengan tonjolan tulang belikat.

Upaya pencegahan gizi kurang pada anak sebaiknya diawali dari sejak ibu akan hamil, dan dilanjutkan saat masa kehamilan, serta pada masa pertumbuhan anak.  Makin dini upaya tersebut, maka hasilnya semakin baik.  Upaya pencegahan gizi kurang dilakukan dengan cara menjaga asupan makanan ibu yang akan hamil agar dapat menunjang kesehatan ibu dan menyiapkan tubuh ibu untuk kehamilan.  Untuk mencapai hal tersebut yang perlu diperhatikan adalah jenis, jadwal dan jumlah.

Jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi telah tercantum di dalam al Quran seperti tertulis di bawah ini:

“ Maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya”  (QS ‘Abasa:24)

“lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran (QS ‘Abasa:27-28)

“dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.” (QS ‘Abasa:31-32)

Biji-bijian adalah makanan sumber protein nabati.  Rumput-rumputan adalah nasi sebagai sumber karbohidrat.  Anggur dan buah-buahan adalah bahan makan sumber serat larut air, vitamin dan mineral dan secara khusus disebutkan anggur mewakili buahan buahan yang kaya akan serat larut air, rendah karbohidrat (berair banyak), dan kaya zat antioksidan (anthocyanin).  Sayur-sayuran adalah bahan makanan sumber vitamin, mineral dan serat tidak larut air, serta binatang ternak adalah sumber protein hewani.

Maka jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi terdiri dari: Sumber karbohidrat dan direkomendasikan nasi, sumber protein hewani dari hewan dan produknya (daging, ikan, ayam, telur) , sumber protein nabati dari kacang-kacangan (kacang, tahu, tempe, petis)  serta sayuran dan buah-buahan yang berair banyak (jeruk, jambu, pepaya, semangka, melon, nanas, buah naga, belimbing, rambutan, dukuh, apel, anggur).  Inilah yang dikenal sebagai 4 sehat.  Makanan tersebut dikonsumsi dengan jadwal yang teratur, fungsinya untuk menjaga rasa lapar dan kenyang sehingga kadar gula akan terjaga dan terhindar dari risiko penyakit kencing manis.  Makanan secara umum dibagi menjadi 2 bagian, makanan utama dan makanan selingan.  Makanan utama terdiri dari makan 4 sehat seperti di atas tanpa buah-buahan.  Makanan utama sebaiknya dikonsumsi 3 kali sehari, dan diawali dengan makan pagi (sarapan).

Makan pagi sangat penting, karena semalaman (kurang lebih 8 jam) tubuh kita tidak mendapatkan zat gizi, sehingga di pagi harus harus mengkonsumsi makanan yang mengandung zat gizi yang lengkap (karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran).  Untuk bahan makanan sumber karbohidrat sebaiknya dipilih yang tidak cepat meningkatkan gula darah, pilihannya nasi bukan bubur atau roti.  Mengkonsumsi nasi sebagai makanan sarapan akan membuat gula darah tidak cepat naik dan mudah untuk mengatur agar makan 4 sehat dapat tercapai.  Sebagai contoh makan pagi nasi  dengan tempe, telur dan mentimun, pada makan pagi ini gula darah tidak mudah meningkat, dan mengandung sumber protein hewani (telur), nabati (tempe) dan serat (mentimun).  Sarapan pagi ini selain mengandung zat gizi yang lengkap juga lebih sulit dicerna sehingga akan menimbulkan dampak kenyang yang lama.

Berbeda bila yang dikonsumsi adalah bubur ayam yang biasa dikonsumsi bersama dengan sedikit ayam, sedikit bawang daun, dan kerupuk.  Selain tidak mengandung zat gizi yang lengkap, sarapan pagi ini akan menyebabkan gula darah naik dengan cepat dan turun pula dengan cepat sehingga, satu hingga tiga jam setelah sarapan akan kembali lapar dan akhirnya kita akan berupaya mencari makanan lain.

Berbagai penelitian membuktikan bahwa kegemukan atau obesitas lebih banyak terjadi pada orang-orang yang tidak atau jarang sarapan pagi atau sarapan pagi dengan makanan yang mudah meningkatkan gula darah (roti, bubur, dll).

Makan siang dikonsumsi secara teratur pada sekitar jam 12 siang dan makan malam tidak lebih dari jam 7 malam dengan komposisi 4 sehat seperti yang diterangkan di atas.  Setelah makan malam malam sebaiknya tidak mengkonsumsi apapun hingga tidur dan bangun di pagi hari, namun minum air diperbolehkan selama tidak mengandung gula. Bioritme tubuh kita telah dirancang untuk lebih hemat dimalam hari, sehingga apabila masih mengkonsumsi makanan yang mengandung energi, keadaan gizi lebih akan lebih mudah terjadi.

Makanan selingan harus dikonsumsi diantara makan pagi dan siang sekitar jam 9.30 pagi, dan antara makan siang dan malam sekitar jam 3.30 sore.  Jenis yang dikonsumsi tergantung dari keadaan status gizi anda.  Untuk yang sudah memiliki status gizi lebih, maka yang dikonsumsi hanyalah buah-buahan berair banyak.  Namun untuk anak yang sedang tumbuh, ibu yang sedang mempersiapkan diri untuk hami dan masih kurus, serta ibu yang hamil, juga termasuk orang dengan status gizi kurang maka selain buah-buahan perlu ditambahkan makanan camilan lainnya yang mengandung cukup energi, dan protein seperti kue, bubur kacang hijau ketan hitam, dan berbagai makanan camilan lainnya (apapun).

Upaya pengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi harus diawali dengan pengaturan jenis  (4 sehat) dan jadwal yang teratur, 3 kali makan utama dan 2 kali selingan serta berhenti mengkonsumsi apapun setelah makan malam kecuali minum tanpa gula.  Bila pola makan ini dapat dilaksanakan, maka upaya meningkatkan status gizi ibu sebelum hamil dan upaya pencegahan gizi lebih dapat lebih mudah dilakukan, sehingga kurang gizi kronis dan anemia pada ibu hamil serta anak dengan gizi kurang dan pendek (stunting) dapat dicegah.  Pola makan ini juga sangat bermanfaat untuk yang telah memiliki gizi lebih karena dengan pola makan yang teratur dan makan 4 sehat, komposisi makan akan lebih baik dan rasa lapar kenyang lebih teratur sehingga dapat menghambat keinginan untuk makan camilan.  Demikian semoga bermanfaat.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin berkonsultasi lebih jauh mengenai  Gizi Lebih ini dapat menghubungi kami di Poli Klinik Konsultasi Gizi RS Al Islam Bandung yang akan dilayani oleh Dokter Spesialis Gizi Klinik yang berpengalaman di bidangnya, untuk informasi jadwal praktek Poli Klinik Konsultasi Gizi, silahkan anda mengunjungi website www.rsalislam.com atau ke bagian informasi di telp.022-7562046 ext.705 dan bagi warga masyarakat yang memerlukan penyuluhan mengenai Kesehatan Gizi (Gratis) dapat menghubungi bagian PKRS RS Al Islam Bandung pada jam kerja di Telp.022-7562046 ext.822.

 


16/Jul/2019

Masalah Gizi dalam Keluarga (1)

GIZI LEBIH

Dr., dr., Gaga Irawan Nugraha, MGizi., SpGK

Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Al Islam Bandung

 

 

“ Makan dan Minumlah, tetapi jangan MELAMPAUI BATAS, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang MELAMPAUI BATAS” (Al Qur’an Surat Al A’raf :31)

Dalam ajaran Islam, manusia diperintahkan oleh Allah SWT untuk makan dan minum tidak melampaui batas.  Bila lebih dari batas, maka akan menjadi Gizi Lebih dan bila kurang akan menjadi Gizi Kurang.  Baginda Rosululloh SAW memiliki pola makan dan cara makan yang baik dan benar sehingga jarang sakit dan seumur hidupnya hanya pernah 2 kali sakit.  Rosululloh juga tubuhnya selalu bugar dan memiliki postur tubuh yang sangat ideal, hal ini menunjukkan bahwa asupan gizi saat masa pertumbuhan beliau sangat baik.  Meneladani beliau kita seharusnya juga memperhatikan makanan yang kita makan dengan kandungan gizi yang sesuai dengan keadaan kita agar dapat menunjang pertumbuhan anak dengan optimal dan menjaga tubuh kita agar tetap sehat sehingga dapat beramal dan beraktivitas dengan optimal.

Masalah gizi dalam keluarga penting untuk diketahui karena merupakan masalah kesehatan yang paling banyak di Indonesia saat ini.  Secara umum terdapat dua masalah gizi utama, yaitu: Gizi Lebih (GL) dan Gizi Kurang (GK).  Gizi lebih dan gizi kurang dapat terjadi secara bersamaan pada satu anggota keluarga, bahkan dapat pula terjadi pada satu individu yang sama.  Gizi lebih akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit kronis seperti kencing manis, hipertensi, osteoartritis , penyakit jantung koroner, dan stroke yang merupakan penyebab kematian terbanyak saat ini dan banyak terjadi pada orang dewasa dan lanjut usia (lansia).  Gizi kurang akan meningkatkan risiko gagal tumbuh pada anak, stunting atau pendek, menurunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi, bayi berat lahir rendah, dan komplikasi saat persalinan pada ibu hamil.

Gizi lebih ditandai dengan, Kegemukan atau obesitas, Kadar lemak darah atau trigliserida lebih dari 150 mg/dL dan Kadar kolesterol darah lebih dari 200 mg/dL. Untuk menentukan atau mengukur adanya obesitas, ditentukan dengan mengukur tinggi badan (meter) dan berat badan (kilogram), dengan rumus indeks massa tubuh (IMT), yaitu: berat badan (kg)/tinggi badan (m2).  Untuk orang dewasa, termasuk kegemukan atau obesitas ,bila nilainya lebih dari 23 kg/m2 , sedangkan untuk anak hingga usia 19 tahun, kegemukan atau obesitas ditentukan dengan mengukur IMT dan membandingkannya dengan usia serta jenis kelamin yang terdapat pada grafik pertumbuhan WHO.  Bila lebih dari 1 SD (standar deviasi), maka termasuk kegemukan atau obesitas.

Kegemukan atau obesitas dapat pula ditentukan untuk orang dewasa dengan mengukur lingkar pinggang (LP)  untuk mengetahui adanya obesitas sentral. Alat yang digunakan meteran (bisa menggunakan meteran penjahit).  Caranya tentukan dahulu tempat pengukuran dengan meraba tulang pinggang dibagian samping, kemudian cari dengan cara meraba tulang rusuk paling bawah di bagian samping tubuh (di atas tulang pinggang), pengukuran lingkar pinggang dilakukan di titik tengah antara tulang pinggang dan tulang rusuk paling bawah di bagian samping.  Seseorang disebut mengalami obesitas sentral bila LP lebih dari 80 cm untuk wanita dan lebih dari 90 cm untuk pria.

Kegemukan atau obesitas juga dapat ditentukan dengan mengukur komposisi tubuh dengan menggunakan alat yaitu Body Impedance Analyzer (BIA).  Alat ini dapat mendeteksi adanya kelebihan lemak tubuh yang tidak dapat diketahui hanya dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan atau IMT.  Pada banyak kasus ditemukan orang dengan IMT yang normal dan tidak terlihat gemuk, namun setelah diperiksa dengan alat ini ternyata lemak tubuhnya lebih dari standar atau kegemukan/obesitas.  Alat canggih ini sekarang telah tersedia di RS Al Islam Bandung. Sedangkan untuk Kadar trigliserida dan kolesterol dapat ditentukan dengan pemeriksaan laboratorium dengan bahan pemeriksaan dari darah yang diambil dari lengan, sebaiknya dilakukan pagi hari dan harus sejak malam harinya tidak mengkonsumsi apapun sejak jam 10 malam.

Saat ini penderita penyakit kronis seperti penderita kencing manis, hipertensi, osteoartritis , penyakit jantung koroner, dan stroke juga semakin banyak, dan hal ini berkaitan dengan semakin meningkatnya penderita Gizi Lebih di Indonesia.  Oleh sebab itu agar penderita penyakit kronis tidak semakin meningkat, maka penderita Gizi Lebih harus dikurangi.

Gizi lebih terjadi karena makanan yang dikonsumsi atau zat gizi yang dikonsumsi lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh.  Kebutuhan zat gizi untuk setiap orang sangat individual, oleh sebab itu mengapa dengan kebiasaan makan yang terlihat sama seseorang bisa Gizi Lebih sedangkan yang lain normal.  Agar terhindar dari Gizi Lebih, maka perlu dilakukan pemeriksaan yang meliputi wawancara (anamnesis), pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan komposisi tubuh dengan BIA, serta pemeriksaan laboratorium bila diperlukan. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut dilakukan pengaturan pola hidup yang meliputi pengaturan pola makan sehat dan pola aktivitas fisik.  Mengapa demikian? Karena Gizi Lebih merupakan akumulasi jangka panjang dari pola makan dan pola aktivitas fisik yang salah, sehingga untuk memperbaikinya diperlukan upaya memodifikasi pola makan dan pola aktivitas fisik berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.  Upaya modifikasi pola makan dan pola aktivitas tersebut sebenarnya memodikasi gaya hidup dari yang sebelumnya “salah” menjadi “benar” atau lebih.  Untuk itu perlu dilakukan edukasi dan konsultasi secara bertahap untuk mengubah mind set pasien sehingga secara bertahap sehingga gaya hidupnya menjadi berubah menjadi lebih baik.  Perubahan itu dapat diketahui dengan berat badan yang semakin turun, massa lemak (pemeriksaan BIA) yang semakin normal, atau kadar trigliserida dan kolesterol yang juga semakin membaik.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin berkonsultasi lebih jauh mengenai  Gizi Lebih ini dapat menghubungi kami di Poli Klinik Konsultasi Gizi RS Al Islam Bandung yang akan dilayani oleh Dokter Spesialis Gizi Klinik yang berpengalaman di bidangnya, untuk informasi jadwal praktek Poli Klinik Konsultasi Gizi, silahkan anda mengunjungi website www.rsalislam.com atau ke bagian informasi di telp.022-7562046 ext.705 dan bagi warga masyarakat yang memerlukan penyuluhan mengenai Kesehatan Gizi (Gratis) dapat menghubungi bagian PKRS RS Al Islam Bandung pada jam kerja di Telp.022-7562046 ext.822.


16/Jul/2019

EFEK SAMPING KEMOTERAPI

HADAPI DENGAN KEIKHLASAN HATI

 

Dr. H. Muhammad Iqbal, Sp.Pd

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Al Islam Bandung

Direktur RS Al Islam Bandung

 

 

 

 

“Kemudian, Keadaan Orang-Orang Yang Beriman Selalu Saling Nasehat Menasehati Dalam Keshabaran Dan Saling Nasehat Menasehati Dalam Kasih Sayang” (QS Al Balad 17)

Sejak ditegakkan diagnosis kanker, seorang pasien menghadapi serangkaian tindakan-tindakan pengobatan yang semuanya bukan merupakan tindakan yang mudah untuk dilalui. Beberapa pilihan pengobatan untuk kanker adalah tindakan bedah, kemoterapi dan  radioterapi. Tergantung dari jenis, stadium dan keadaan pasien. Ketiga jenis pengobatan ini dapat dilakukan secara kombinasi ketiga-tiganya, dua dari tiga atau salah satunya.

Kemoterapi adalah satu jenis pengobatan kanker yang cukup banyak dilakukan karena relatif lebih mudah dan lebih banyak tersedia dibandingkan dua jenis tindakan yang lainnya. Tindakan kemoterapi adalah memberikan obat-obatan yang dapat menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker dan pada akhirnya sel-sel kanker jumlahnya menjadi semakin sedikit dan akhirnya dapat dihilangkan sehingga tidak menimbulkan gangguan lagi bagi tubuh manusia yang sehat.

Sel-sel kanker mempunyai sifat yang khas yaitu pertumbuhan yang sangat cepat dan tak terkendali, akibatnya akan mengganggu sel-sel sehat yang berada di sekelilingnya bahkan karena ukurannya yang semakin besar menyebabkan gangguan fungsi organ di mana sel-sel kanker itu tumbuh. Selain dari itu, sel-sel kanker dapat menyebar baik itu ke daerah yang dekat dengan tempat pertumbuhan awal sel-sel kanker ataupun ke daerah-daerah yang jauh. Penyebaran sel-sel kanker ke daerah yang jauh atau disebut metastasis menyebabkan gejala-gejala tambahan yang lain tergantung di mana sel-sel kanker yang menyebar tadi singgah dan kemudian bertumbuh dengan cepat seperti sel asalnya.

Obat-obatan kemoterapi umumnya diberikan dengan cara disuntikkan ke dalam pembuluh darah tetapi selain dengan cara ini ada juga yang pemberiannya dengan cara disuntikkan langsung ke daerah yang mengalami kanker, ada juga yang berbentuk pil sehingga dapat diminum dan ada juga yang berbentuk cream yang dioleskan. Pada pemberian ke dalam pembuluh darah dan diminum, pengaruh obat-obatan kemoterapi tidak hanya kepada sel kanker saja tetapi juga berpengaruh terhadap sel-sel normal yang memiliki sifat pertumbuhan yang cepat seperti sel-sel darah, sel-sel organ saluran pencernaan, sel-sel telur dan sel-sel rambut.

Prosedur kemoterapi umumnya tidak dilakukan satu kali saja tetapi dilakukan secara berulang-ulang dengan interval waktu tertentu. Adanya interval waktu antara pemberian kemoterapi satu dengan yang lainnya dimaksudkan agar sel-sel yang sehat dan terdampak oleh obat-obatan kemoterapi dapat mengalami pemulihan terlebih dahulu.

Menghadapi pengobatan kemoterapi, seorang pasien biasanya dihantui oleh kecemasan-kecemasan akan ketidaknyamanan yang akan dihadapi selama dan setelah menjalani kemoterapi. Efek samping yang dialami oleh pasien yang menjalani kemoterapi terdiri dari efek samping jangka pendek yang dirasakan segera saat menjalani kemoterapi, dan efek samping jangka panjang yang terjadi jauh setelah tindakan kemoterapi dilakukan. Efek samping langsung misalnya disebabkan karena bocornya obat kemoterapi ke dalam jaringan sekitar pembuluh darah yang biasanya menyebabkan reaksi radang yang hebat. Efek samping jangka pendek lain adalah mual, muntah, diare, sariawan, sulit buang air besar, selera makan berkurang, rambut rontok, demam, nyeri dan mudah memar. Efek samping jangka panjang dapat berupa gangguan jantung, gangguan ginjal, infertilitas, gangguan paru, gangguan syaraf dan mungkin juga menyebabkan kanker sekunder.

Berat dan ringannya efek samping yang dirasakan seorang pasien dapat berbeda-beda untuk satu pasien dengan pasien yang lain tergantung keadaan pasien, usia, berat ringan nya kanker serta jenis obat-obatan yang digunakan. Obat-obatan yang digunakan biasanya tidak hanya satu tetapi berupa kombinasi dua, tiga hingga empat obat, kombinasi obat-obatan ini disebut regimen kemoterapi . Kombinasi obat di dalam satu jenis kemoterapi dengan maksud untuk meminimalisir efek samping dan meningkatkan efek terhadap sel kanker dengan bekerja melalui berbagai mekanisme. Saat ini telah tersedia berbagai jenis obat yang bekerja sangat spesifik terhadap sel kanker sehingga dosis dan jumlah obat dapat diminimalisir. Obat-obatan jenis ini  sudah cukup banyak tersedia walaupun harganya masih cukup mahal.

Ketika menetapkan jenis kemoterapi bagi pasiennya, dokter biasanya harus melakukan pencegahan terhadap efek samping dengan memberikan obat-obatan. Tindakan ini disebut dengan premedikasi. Obat-obatan anti mual diberikan kepada pasien untuk mengurangi mual selama pasien di rumah. Namun demikian tetap saja sering dirasakan keluhan mual oleh pasien sehingga tidak dapat makan. Pengaruh obat-obatan kemoterapi terhadap sel-sel darah menyebabkan tertekannya pertumbuhan sel darah merah, sel darah putih maupun trombosit. Penurunan sel-sel darah ini biasanya mencapai puncaknya terjadi dua minggu setelah kemoterapi, sehingga pada pasien yang menjalani kemoterapi sebaiknya menghindari terjadinya infeksi dengan menghindari kontak dengan pasien yang terinfeksi, karena jumlah sel darah putih yang menurun akan menyebabkan daya tahan tubuh rendah.

Segala macam efek samping yang dialami oleh pasien selama menjalani kemoterapi sebaiknya dihadapi dengan keikhlasan yang tinggi. Pengobatan dengan kemoterapi adalah pilihan ikhtiar bagi seseorang untuk menentukan jalan hidupnya. Kesempatan untuk sembuh menjadi terbuka walaupun tidak ada jaminan kesempatannya terbuka 100%. Kesungguhan untuk berjuang termasuk untuk merubah keadaan dari sebuah penyakit kepada kesembuhan adalah suatu ibadah yang dinilai oleh Allah SWT. Kesabaran menjalani proses yang berat hanya dapat ditempuh dengan kekuatan ke ikhlasan yang baik. Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW menyampaikan kekaguman Beliau  atas sikap orang yang beriman yang apabila diberikan keni’matan maka mereka akan bersyukur dan apabila mereka ditimpa musibah maka mereka akan bersabar, kedua-duanya memberikan kebaikan bagi mereka. Kalaulah sekiranya hasil dari kemoterapi yang dijalani tidak sesuai dengan yang diharapkan maka yakinilah bahwa nilai perjuangan, kesabaran dan keikhlasan pasien memiliki nilai yang tinggi di hadapan Allah SWT.

Selain kesiapan pasien secara spiritual, keluarga dan kerabat juga harus memberikan dukungan yang maksimal terhadap pasien. Kasih sayang yang tinggi dari keluarga dan kerabat akan sangat besar mengurangi ketidaknyamanan yang dialami oleh pasien. Menghibur pasien, meringankan penderitaannya juga merupakan ibadah sendiri bagi yang melakukannya seperti disampaikan oleh Rasulullah SAW : “Sebaik-baiknya amal shalih adalah engkau memberikan kegembiraan kepada saudaramu yang beriman”. Suasana yang nyaman dan aman perlu diciptakan untuk mencapai hasil pengobatan yang optimal bagi pasien.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih jauh mengenai kemoterapi atau berkonsultasi, dapat menghubungi kami di Poli Klinik Penyakit Dalam atau Klinik Bedah Onkologi RS Al Islam Bandung, untuk konsultasi dapat melihat jadwal praktek Poli Klinik di website www.rsalislam.com atau ke Unit Pelayanan Kemoterapi di telp.022-7562046 ext.407 dan bagi warga masyarakat yang memerlukan penyuluhan mengenai Kesehatan (Gratis) dapat menghubungi bagian PKRS RS Al Islam Bandung pada jam kerja di Telp.022-7562046 ext.822.


21/Jun/2019

DIET BAGI PARA DIABETISI DI BULAN RAMADHAN

Safitri Hikmatiyah

Ahli Gizi Rumah Sakit Al Islam Bandung

 

 

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS Al Baqarah 183-184)

 

Bulan Ramadhan telah tiba, bulan suci dan penuh berkah yang ditandai dengan seluruh umat Islam di dunia akan melaksanakan ibadah wajib, yaitu berpuasa dibulan Ramadhan. Akan tetapi, berpuasa bagi penderita diabetes memerlukan perhatian khusus. Penting bagi Anda untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melaksanakan ibadah puasa dibulan Ramadhan, karena beberapa kondisi pada Diabetesi tidak diajurkan untuk berpuasa. Dokter akan mengecek kadar gula darah Anda dan mengevaluasi apakah Anda dapat menjalankan ibadah puasa atau sebaliknya.

 

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa berpuasa dapat membantu Diabetesi mengontrol kadar gula dalam darah, karena pola makan yang lebih teratur dan asupan kalori yang relatif sama dari hari ke hari. Apabila hasil pengecekan oleh dokter Anda diperbolehkan untuk berpuasa, beberapa hal penting harus diperhatikan. Seperti pengecekan gula darah yang lebih rutin untuk menghindari terjadinya hipoglikemi (kadar gula darah dibawah batas normal) atau hiperglikemi (kadar gula darah melebihi batas normal), konsumsi obat – obatan, dan tentu saja pengaturan makan yang tepat untuk penderita diabetes dalam menjalankan puasa.

 

Secara umum, pola makan diabetes diatur dengan konsep “Prisip 3J” yaitu ketepatan Jumlah sesuai kebutuhan, ketepatan Jadwal makan, dan ketepatan Jenis bahan makanan yang dipilih untuk menjaga gula darah.

 

Jadwal makan yang dianjurkan hampir sama seperti pada umumnya, yaitu melaksanakan sahur dengan konsumsi makanan lengkap mulai dari sumber karbohidrat, protein hewani, protein  nabati, dan sayur buah. Sahur sangat penting dilaksanakan karena tubuh kita akan berpuasa kurang lebih 14 jam lamanya, selama itulah tubuh kita akan memecah energi dari makanan dan juga cadangan makanan yang disebut glikogen. Apabila Anda meninggalkan jadwal sahur, akan membahayakan kondisi kesehatan Anda atau menyebabkan hipoglikemi sehingga Anda tidak dapat melanjutkan berpuasa. Lakukanlah makan sahur selambat atau seakhir mungkin sebelum imsyak.

 

Pada jadwal buka puasa, Diabetesi dianjurkan untuk kosumsi makanan manis alami terlebih dahulu, misalnya buah – buahan. Kemudian melanjutkan makan utama setelah shalat magrib dengan komposisi makanan lengkap sebelum tarawih untuk menghindari terjadinya hipoglikemi, karena tarawih merupakan salah satu aktifitas tambahan bagi Diabetesi dan apabila Anda merasa lapar menjelang jam tidur, pilihlah makanan yang mengandung serat seperi buah potong.

Jumlah makanan yang dapat dikonsumsi oleh Diabetesi boleh beranekaragam, akan tetapi jumlah yang dikonsumsi harus diperhatikan. Jumlah tersebut akan berbeda pada setiap individu karena ditentukan oleh masing – masing berat badan dan tinggi badan penderita diabetes.

Sebagai contoh, Diabetesi diperbolehkan konsumsi buah kurma saat berbuka puasa dengan batasan cukup 2-3 buah kurma sedang. Walaupun manis, kurma mengandung indeks glikemik dalam jumlah yang rendah sehingga aman untuk penderita Diabetes.

Ahli gizi disini akan membantu untuk menghitung kebutuhan harian Anda dan mengatur pembagian makan dalam sehari khususnya saat menjalani ibadah puasa.

Jenis makanan yang dipilih harus selektif karena Diabetesi memiliki masalah dengan metabolisme gula sehingga pemilihan sumber karbohidrat sangat penting. Pilihlah sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, jagung, sayur dan buah. Hindari konsumsi karbohidrat olahan seperti sereal dan mi karena mudah dirubah menjadi gula darah dan menyebabkan lapar lebih cepat. Memperbanyak makanan sumber serat dari sayur dan buah juga sangat dianjurkan karena dapat membantu perut menjadi kenyang lebih lama, menghindari konstipasi dan meningkatkan sensitivitas insulin.

 

Hal lain yang perlu diperhatikan, pemenuhan cairan dalam sehari karena pasien diabetes berisiko dehidrasi, dimana saat gula dalam darah meningkat akan menyebabkan sering buang air kecil. Cairan yang perlu dipenuhi sebanyak 2 liter perhari dengan pembagian: 2 gelas saat sahur, 1 gelas saat adzan magrib, 1 gelas selepas shalat maghrib, 1 gelas setelah berbuka puasa (makan berat), 1 gelas setelah shalat tarawih, dan 1 gelas menjelang tidur.

Jika Anda masih bingung mengatur diet dalam menjalankan ibadah puasa dibulan Ramadhan, kami dapat membantu Anda melalui program Catering Diet elivery Order. Kami akan membantu Anda memilih jenis makanan yang sesuai dengan prinsip diet diabetes melitus dengan menghubungi kami di telepon 085103113344

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi warga masyarakat yang memerlukan penyuluhan mengenai Kesehatan (Gratis) dapat menghubungi bagian PKRS RS Al Islam Bandung pada jam kerja di Telp.022-7562046 ext.822.

 

 


LOGO-PUTIH-compress

About Us :
RS Al Islam Bandung adalah Rumah Sakit milik Yayasan RSI KSWI Jawa Barat yang mempunyai visi "Menjadi Rumah Sakit Yang Unggul, Terpercaya dan Islami dalam Pelayanan dan Pendidikan"

RS Al Islam Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 644
Tel. (022) 7565588
Email : cs@rsalislam.com

Recent Posts

Sertifikat

paripurna-2022-2026-4-11zon

Sertifikat Paripurna

Copyright by RS Al Islam Bandung 2021. All rights reserved.

icon

Jadwal Dokter

Info Jadwal Dokter Terbaru

icon

Customer Care

Sampaikan apa saja sama kami

icon

Daftar Online

Jadwalkan Rencana Kunjungan Anda

Tanya RSAI