02/Okt/2019

PERANAN MASJID DI RUMAH SAKIT AL-ISLAM BANDUNG

Drs. H. Asep Tolibin, MPd.I

Komite Kerohanian dan Ketakmiran Mesjid

 

Ketika kita masuk ke area Rumah Sakit Al-Islam Bandung maka kita akan melihat masjid yang unik dan indah sebelum masuk ke gedung pelayanan pasien. Telihat unik dan indah karena design  kubahnya yang berbeda dengan masjid lainnya dan bangunan terdapat beberapa pilar pilar yang mengelilingi masjid. Inilah yang menjadi ciri khas bagi Rumah Sakit Al-Islam Bandung dimana masjid  di bangun di depan sebelum memasuki kawasan Rumah Sakit Al-Islam Bandung. Masjid yang terdapat di komplek Rumah Sakit Al-Islam Bandung bernama Masjid Riyadhush Shalihat. Secara bahasa kata Shalihat adalah bentuk kata perempuan yang berarti wanita-wanita yang baik. Nama masjid ini memiliki historis yaitu di bangun atas prakarsa wanita-wanita muslimat dari berbagai ormas Islam yang berkumpul dalam wadah dahulu disebut BKSWI  (Badan Kerjasama Wanita Islam) Jawa Barat.

Masjid ini ramai dengan berbagai macam aktivitas ketakmiran masjid. Masjid di Rumah Sakit Islam ramai ketika waktu shalat tiba terutama waktu dhuhur, ashar dan maghrib. Ketika waktu shalat tiba maka karyawan tertutama ikhwan (laki-laki) berbondong bondong memasuki masjid begitu pula pengunjung rumah sakit baik pasien, keluarga pasien atau mitra rumah sakit. Masjid Riyadhus Shalihat mampu menampung lebih kurang seribu jamaah maka ketika waktu shalat dhuhur, ashar dan maghrib tiba maka waktu itulah yang ramai dikunjungi untuk menunaikan shalat berjam’ah.

Masjid Riyadhush Shalihat tidak hanya sebagai fasilitas pelaksanaan ibadah rutin saja seperti shalat lima waktu berjama’ah, shalat jum’at, shalat gerhana, shalat Idul Fithri dan Idul Adlha, namun juga sebagai tempat pembinaan umat baik secara internal maupun eksternal. Secara internal bagi karyawan Rumah Sakit Al-Islam terdapat program pengajian pagi setiap hari selasa dan jum’at dengan menghadirkan ustadz DR. H. Saiful Islam Mubarak, Lc. M.Ag, dan juga ustadz Arifin Shabari, S.Sos., MESy., dengan kajian Tafsir Al-Qur’an dan Syarah Al-Hadits. Begitu juga terdapat program tahsin dan tahfidh  Al-Qur’an yang rutin dilaksanakan di masjid Riyadhush Shalihat. Dan program-program yang kaitannya dengan bimbingan ibadah pasien selama di rawat di Rumah Sakit Al Islam Bandung melalui asatidz/ para ustadz (pembimbing rohani pasien).

Adapun pembinaan keagamaan secara eksternal dilakukan berbagai kalangan di masyarakat. BKSWI melaksanakan program pembinaan masyarakat melalui wadah GMT yaitu Gabungan Majlis Ta’lim. Program pembinaan keagamaan terdapat program pembinaan bulanan maupun pekanan. Program pengajian bulanan melibatkan peserta gabungan dari berbagai majlis ta’lim. Adapun pekanannya terdapat pembinaah tahsin dan tahfid Al-Qur’an, Bahasa Arab, dan Fiqih Wanita. Dalam salah satu kegiatan pengajian bulanannya mengundang ustadz yang ada disekitar Bandung dan biasanya banyak dihadiri para jamaah hingga kurang lebih lima ratus jama’ah.

Masjid dibangun untuk menunjukkan bahwa dalam memberikan pelayanan kesehatanan kepada pasien harus berlandaskan ibadah pada sang Khalik Allah SWT. Karyawan Rumah Sakit Al Islam sebelum memberikan pelayanan maka harus senantiasa meluruskan niat untuk mengabdi kepada Sang Khalik, maka dalam kesehariannya karyawan, pasien, keluarga pasien dan pengunjung senantiasa diajak untuk melakukan ibadah terutama shalat lima waktu, berdzikir dan meningkatkan pemahaman keimanan serta ketakwaan. Dan kami pun berharap kepada seluruh pasien yang berobat ke Rumah Sakit Al Islam meluruskan niat bahwa berobat adalah salah satu ikhtiar untuk mendapatkan derajat kesehatan yang paripurna dan tetap meyakini bahwa kesembuhan hanya berharap kepada Allah SWT. Kami mempunyai harapan bahwa apabila pasien sembuh semoga selalu bersyukur, apabila ada kecacatan karena suatu sebab kecelakaan atau yang diakibatkan penyakitnya maka pasien bersabar, dan apabila sampai meninggal di Rumah Sakit Al Islam setelah berikhtiar maksimal mudah-mudahan kami bisa membimbingnya dalam proses sakaratul maut dengan baik dan semoga husnul khotimah.

Dalam memberikan pelayanan kepada jamaah masjid, fasilitas yang disediakan dapat memberi kenyamanan seperti tempat wudlu mudah dan nyaman, ruangan ibadah yang ber-AC, ruangan ibadah yang berkarpet tebal, serta ruangan shalat untuk ibu-ibu serta menyediakan fasiltias lainnya. Aspek lainnya untuk kegiatan peningkatan pemahaman keagamaan maka disiapkan ruangan yang didesignkan senyaman mungkin,  peralatan sound sistem yang mampu menjangkau bagi para pendengar jamaah dengan suara yang nyaman untuk di dengar. Sarana untuk parkir kendaraannya bagi jamaah juga luas,  nyaman, dan dijaga keamanannya.

Masjid Riyadhush Shalihat diharapkan menjadi tempat beribadah yang nyaman bagi karyawan, pasien, keluarga pasien dan pengunjung Rumah Sakit Al-Islam Bandung. Dalam pembinaan diharapkan menjadi pusat inspirasi umat untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan dan amal shaleh, baik dalam beribadah maupun dalam bermuamalah. Masjid diharapkan menjadi pelopor penerapan nilai-nilai syari’ah bagi lingkungan sekeliling masjid, mengantarkan orang-orang sekelilingnya selamat menuju dunia dan akhirat.

 

 

 


01/Okt/2019

SEPUTAR AIR SUSU IBU YANG PERLU ANDA KETAHUI

Siti Horidah

Bidan Rumah Sakit Al Islam Bandung

 

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf”. (Al Qur’an Surat Al Baqarah : 233)

Menyusui anak adalah salah satu perintah yang sangat di ajurkan oleh Allah SWT kepada para ibu, baik itu ibu kandung ataupun bukan ibu kandung yang mampu menyusui, karena Air Susu Ibu memiliki peran yang penting bagi tumbuh kembang bayi yaitu sebagai makanan terbaik untuk bayi hingga usia yang dianggap sempurna yakni dua tahun. Dan kewajiban ayah memberikan makan kepada para ibu yang sedang menyusui dengan manakan yang toyib dan halal baik dari zatnya maupun dari cara mendapatkanya agar ASI yang dihasilkan berkualitas sehingga bayi akan menjadi sehat baik jasmani maupun rohaninya.

Komposisi Air Susu Ibu/ASI mengandung 88% air sedangkan sisanya terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, enzim, hormon. Volume ASI yang dihasilkan oleh seorang ibu tidak tergantung pada ukuran besarnya payudara, tetapi lebih dipengaruhi oleh makanan yang bergizi yang dikonsumsi selama kehamilan dan menyusui jadi selama asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu baik maka Insya Allah produksi ASI dapat mencukupi untuk kebutuhan bayi, namun demikian hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah faktor psikologis karena hal ini juga menjadi faktor penyebab sedikit banyaknya produksi ASI yang dihasilkan, hal lain yang juga perlu diperhatikan agar kuantitas dan kualitas ASI baik maka ibu yang menyusui harus memperhatikan kebersihan diri dan melakukan perawatan payudara.

Pemberian Air Susu Ibu/ASI kepada bayi dapat diberikan sesaat setelah kelahiran bayi dan selanjutnya  diberikan secara eksklusif selama 6 bulan artinya selam enam bulan bayi tidak diberikan makanan dan minuman tambahan selain Air Susu Ibu/ASI, setelah masa 6 bulan penyusuan dengan hanya memberikan ASI maka bayi boleh diberikan makanan tambahan dan tentunya ASI tetap diberikan sampai usia penyapihan/penyempurnaan penyusuan selama 2 tahun.

Air Susu Ibu/ASI sangat bermanfaat bagi bayi anda karena ASI mengandung protein yang spesifik untuk melindungi bayi dari alergi dan secara alamiah ASI memiliki kandungan untuk memenuhi kebutuhan asupan bayi yang disesuaikan dengan usia kelahiran bayi, seperti bayi yang lahir premature maka ASI yang diproduksi akan memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan ASI yang diproduksi pada bayi yang dilahirkan cukup bulan, ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi disamping itu juga ASI berfungsi sebagai zat anti virus dan anti bakteri.

Selain ASI bermanfaat bagi bayi, proses produksi ASI yang terjadi sangat bermanfaat bagi ibu setelah melahirkan yaitu mempercepat pengembalian Rahim ke bentuk semula, mengurangi perdarahan setelah kelahiran dan mencegah timbulnya kanker payudara hal ini dikarenakan pada saat menyusui hormone esterogen mengalami penurunan sedangkan apabila tidak ada aktifitas menyusui kadar hormone esterogen tetap tinggi dan inilah yang diduga menjadi salah satu pemicu kanker payudara karena tidak adanya keseimbangan antara hormone esterogen dan progesteron.

Aktifitas menyusui secara teratur yang dilakukan ibu paska melahirkan  akan menurunkan berat badan ibu secara bertahap dan pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan akan memberikan manfaat bagi ibu sebagai kontrasepsi selama 6 bulan setelah melahirkan karena isapan bayi ketika menyusu akan merangsang prolaktin yang dapat menghambat terjadinya ovulasi  atau pematangan telur sehingga menunda kesuburan.

 

Bagi ibu menyusui yang bekerja masih tetap dapat memberikan bayinya asupan ASI, yaitu dengan memerah lalu menyimpanya, berikut cara penyimpanan ASI perah yang aman, yang pertama dilakukan adalah menyiapkan wadah penampung ASI yang mudah disterilkan yang dapat ditutup dengan rapat dan terbuat dari bahan anti panas, gunakan wadah/botol yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum misalnya 60ml, jangan menyimpan ASI disuhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam jika akan menyimpan ASI untuk jangka 24 jam maka segera masukan ASI kedalam lemari pendingin pada suhu 4 derajat Celsius sedangkan untuk ASI yang akan digunakan dalam waktu seminggu atau lebih maka simpan dulu ASI di lemari pendingin selama 30 menit setelah itu baru masukan kedalam freezer yang bersuhu -18 derajat Celsius atau lebih rendah

Simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan. Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan ditutup. Jangan lupa beri label setiap wadah ASI yang berisi keterangan kapan ASI tersebut diperah dan jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku untuk itu sisakan ruang kurang lebih ¼ bagian kosong dari wadah penampung.

 

Apabila ASI yang dibekukan akan dipergunakan maka pindahkan ASI beku dari freezer ke lemari pendingin selama 24 jam, kemudian keluarkan ASI dari lemari pendingin dan rendam dalam mangkuk dengan menggunakan air hangat, ingat jangan menggunakan air panas karena akan merusak nutrisi dan antibody yang ada pada ASI, apabila ASI sudah mencair dengan suhu hangat maka kocok dengan lembut hal ini diperlukan agar endapan ASI jadi merata dan ASI siap untuk diberikan kepada bayi anda

 

Jika ASI beku yang sudah dicairkan ternyata tidak terpakai, sebaiknya jangan dimasukan kembali kedalam freezer karena hal ini dapat merusak kualitas ASI. Sebaiknya ASI yang sudah dicairkan namun tidak jadi digunakan atau yang tidak habis dikonsumsi oleh bayi sebaiknya segera dibuang dan jangan disimpan lagi di freezer atau lemari pendingin.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih jauh mengenai ASI dan Perawatan Payudara atau berkonsultasi dapat menghubungi kami di Klinik BKIA RS Al Islam Bandung, untuk konsultasi dapat melihat jadwal praktek Klinik BKIA di website www.rsalislam.com atau ke Unit Pelayanan Informasi di telp.022-7562046 ext.705 dan bagi warga masyarakat yang memerlukan penyuluhan mengenai Kesehatan (Gratis) dapat menghubungi bagian PKRS RS Al Islam Bandung pada jam kerja di Telp.022-7562046 ext.822.


01/Okt/2019

Upaya Kesehatan Paripurna Di Rumah Sakit Al Islam Bandung

Dr. Dadang Rukanta., Sp.OT., M.Kes

(Ketua Komite Kerohanian dan Ketakmiran RS Al Islam Bandung)

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam “. (QS Al Anbiya : 107)

Sehat menurut WHO keadaan sejahtera, sempurna dari fisik, mental dan social yang tidak terbatas hanya pada bebas dari penyakit atau kelemahan saja.

Subhanallah, Maha Suci Allah,.. tak terhitung nikmat Allah SWT yang telah kita terima, dari bangun tidur sampai tidur lagi Allah SWT hamparkan semua nikmatnya untuk hamba-hambanya di bumi ini. Dari setiap nikmat yang Allah berikan, Allah sisipkan ujian-ujian kehidupan sebagai bentuk kenaikan kelas dan derajat hamba-Nya dihadapan Allah SWT. Diantara ujian kehidupan yang ada, ada diantara mereka yang Allah SWT uji dengan kesehatan yaitu berupa sakit. Seseorang yang sedang sakit, ia tidak hanya terjadi gangguan pada fisiknya, akan tetapi sisi psikologis dan ruhiyahnya tidak sedikit yang mengalami penurunan bahkan lebih turun dari kondisi fisiknya. Dalam keadaan sakit manusia bisa terjerunus pada sikap mempertanyakan Tuhannya/ Allah SWT, tidak ikhlas atas apa yang dialaminya, mengabaikan ibadah bahkan bisa mencari upaya atau ikhtiar pengobatan yang menjurus ke perbuatan sirik (menyekutukan Allah SWT) atau melakukan pengobatan-pengobatan yang tidak rasional.

 

Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada siapa saja pasien yang membutuhkan. Merujuk pada standar akreditasi dan definisi sehat WHO sesungguhnya Rumah sakit  harus dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna, baik fisik, psikis, sosio-ekonomi dan spiritual. Menjadikan rumah sakit sebagai sarana pemulihan ideal, pelayanan yang  memandang bahwa manusia adalah sebagai individu yang memiliki kebutuhan biologis/ fisik, psikologis dan ruhiyah. oleh karena itu Rumah Sakit Al Islam berupaya untuk dapat memenuhi semua aspek tersebut. Maka diantara program yang telah berjalan adalah program pelayanan kerohanian pasien,  keluarga dan masyarakat yang terintegrasi dengan program-program rumah sakit sesuai dengan Visi Misi Rumah Sakit Al Islam Bandung.

 

Rumah Sakit Al Islam Bandung senantiasa mendorong pasien dan keluarga selalu berupaya agar terpenuhi aktivitas sisi ruhiyah dan spiritual (agama) dalam hal ini diantaranya adalah  ibadahnya selama dalam perawatan. Pada kondisi tersebut lingkungan yang ada disekitarnya berkewajiban (fardu kifayah) untuk ikut membantu dalam pemenuhan kewajiban ibadahnya. Seperti dalam firman Alloh SWT diatas Rumah Sakit Al Islam ingin menjadi rumah sakit yang menebar manfaat dan menjadi Rahmat untuk seluruh alam  dalam hal ini pasien, keluarga pasien dan masyarakat. Kegiatan  Pelayanan bimbingan  ruhani pasien dan keluarga rawat inap maupun rawat jalan bagi pasien muslim terdiri dari bimbingan ruhiyah yang meliputi aqidah, ibadah dan akhlaq seperti :

Santunan Kerohanian Pasien seperti kunjungan yang dilakukan oleh petugas kerohanian  kepada semua pasien yang dirawat di Rumah Sakit Al Islam Bandung untuk memberikan edukasi mengenai buku tuntunan ibadah pasien, motivasi keagamaan, dzikir dan doa. Konsultasi Kerohanian yaitu pelayanan konsultasi yang dilakukan oleh petugas kerohanian dengan pendekatan nilai-nilai ajaran Islam, terhadap klien yang memerlukan bantuan dalam menyelesaikan masalah-masalah kehidupan. Bimbingan rohani kepada pasien-pasien yang akan dilakukan operasi mempersiapkan bila durasi/ lamanya operasi bersamaan dengan jadwal sholat (shalat jama qoshor), pasien-pasien saat sedang dilakukan tindakan Hemodialisa ( cuci darah),  bimbingan ibadah pada pasien-pasien yang bed rest (immobilisasi) tidak dapat turun dari tempat tidur dari mulai diajarkan bertayamum sampai tata cara sholat di tempat tidur, imbingan rohani untuk ibu-ibu yang akan melahirkan (pemahaman tentang nifas), dan bimbingan-bimbingan ruhiyah untuk pasien-pasien khusus diruang Kemoterapi (pengobatan kanker), diruangan intensif ( ICU, HCU, HCCU). Serta Bimbingan Husnul Khotimah yaitu bimbingan yang dilakukan oleh petugas kerohanian terhadap pasien terminal (pasien yang tidak memiliki harapan hidup atau pasien menuju kematian) agar kembali kepada Allah SWT dengan husnul khotimah (akhir kehidupan yang baik). Selain itu ada Ceramah Audio Line penyampaian bahasan ruhiah keagamaan dari para ustadz bagi para pendengar yang ada di rumah sakit Al Islam Bandung terutama  pasien rawat inap dan rawat jalan melalui audio line agar pasien mampu memelihara keimanan dan ketaqwaannya. Kolaborasi antara dokter  sebagai Penanggung jawab pasien, perawat dan asatidz (para ustadz)  senantiasa dilakukan agar program ini dapat berjalan dengan baik.

Alhamdulillah pelayanan ruhani ini di rumah sakit Al Islam sudah dilaksanakan sejak lama dan sudah dilakukan Assessment oleh assesor Sertifikasi rumah sakit syariah yang terdiri dari beberapa ahli baik dari bidang kedokteran maupun ulama dari Majelis Upaya Kesehatan Islam (Mukisi) dan Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan pada tahun 2018 telah dinyatakan menjadi Rumah Sakit yang telah tersertifikasi Syariah di Jawa Barat.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin mendapatkan informasi, atau  konsultasi Kerohanian dapat mengakses  di website www.rsalislam.com atau ke Unit Klinik konsultasi Kerohanian di telp.022-7562046 ext.643

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


16/Jul/2019

PENYAKIT GINJAL KRONIS

dr. A.Hadi Martakusumah, Sp.PD-KGH

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsulen Penyakit Ginjal Hipertensi

Rumah Sakit  Al Islam Bandung

 

 

 “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al Qur’an Surat Al Anbiya : 30)

Air merupakan komponen yang sangat penting di dalam kehidupan, didalam ilmu pengetahuan yang diketahui oleh manusia tentang susunan dan fungsi sel/sitologi, menyatakan bahwa air adalah komponen terpenting dalam pembentukan sel yang merupakan satuan bangunan pada setiap makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan. Sedang Biokimia menyatakan bahwa air adalah unsur yang sangat penting pada setiap interaksi dan perubahan yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Air dapat berfungsi sebagai media, faktor pembantu, bagian dari proses interaksi, atau bahkan hasil dari sebuah proses interaksi itu sendiri. Sedangkan Fisiologi menyatakan bahwa air sangat dibutuhkan agar masing-masing organ dapat berfungsi dengan baik. Hilangnya fungsi itu akan berarti kematian, hal ini sesuai dengan salah satu penyakit yang berkaitan dengan organ yang mengatur cairan dalam tubuh manusia yaitu ginjal.

Manusia mempunyai dua ginjal yang letaknya di daerah pinggang sehingga kadangkala disebut juga sebagai buah pinggang. Fungsi utama ginjal adalah mengatur keseimbangan air,  elektrolit , tekanan darah dan mengeluarkan zat zat hasil metabolisme tubuh, juga berperan dalam menghasilkan hormon eritropoetin yang diperlukan untuk memproduksi sel darah merah.

Jika ginjal kita mulai mengalami gangguan maka akan mulai timbul gejala uremia, disebut uremia karena kadar ureum di dalam darah meningkat, penumpukan ureum didalam tubuh akan menjadi racun bagi tubuh  padahal ureum termasuk salah satu saja racun tubuh dan masih banyak racun tubuh lainnya yang menumpuk akibat tidak dapat keluar melalui air seni.

Gejala uremia pada saluran cerna tergantung tingkatan penyakit gagal ginjal, pada stadium awal hanya berupa tidak nafsu makan, selanjutnya nyeri lambung dan mual, pada stadium ini gejala mirip sakit maag, oleh karena itu jika anda mempunyai keluhan mirip sakit maag yang tidak sembuh sembuh sebaiknya segera menemui dokter untuk diperiksa sehingga dapat diketahui secara dini apakah anda mempunyai kemungkinan sakit ginjal juga perlu anda ketahui bahwa  gejala uremia pada sistim saraf pusat pada stadium awal ini dapat berupa sering ngantuk dan pelupa. Pada stadium lanjut orang yang menderita penyakit gagal ginjal dapat terjadi muntah darah dan juga akan terjadi penurunan kesadaran, yang disebut koma uremikum.

Salah satu fungsi ginjal adalah mengatur keseimbangan air, maka pada pasien yang menderita gagal ginjal buang air kecilnya mulai terganggu dimana volume urinnya/air seni berkurang, namun ada cairan yang menumpuk di organ lain diman gejala awal kelebihan air pada gagal ginjal berupa bengkak di kelopak mata pada pagi hari sehingga orang akan mengira penderita baru menangis. Selanjutnya gejala kelebihan air bertambah menjadi bengkak di tungkai bawah dan plada stadium akhir, kelebihan air dapat dilihat di berbagai  organ tubuh, termasuk paru paru sehingga penderita pada stadium ini penderita mengalami sesak yang dikira mengalami serangan asthma karena bunyi nafasnya sama dengan mengi dan jika diberi obat batuk dan asthma tidak akan menolong karena paru parunya sudah terendam air, pada kondisi seperti ini penderita memerlukan terapi hemodialisis atau cuci darah segera. Jadi sebetulnya penyakit ginjal kronik ini tidak mendadak tapi melalui proses yang cukup lama, bisa berlangsung dalam kurun waktu 3-8 tahun, tetapi kebanyakan penderita datang pada stadium akhir dan harus menjalani terapi hemodialisis.

Yang menjadi penyebab penyakit gagal ginjal ini bermacam macam dan yang paling banyak dikarenakan penyakit hipertensi (darah tinggi) lalu disusul penyakit kencing manis (diabetes mellitus) serta penyakit lainnya yang sering menjadi penyebab seperti asam urat yang tinggi, batu ginjal, penyakit gangguan kekebalan tubuh antara lain penyakit lupus juga penyakit turunan antara lain penyakit ginjal polikistik dan jika anda menderita penyakit ginjal polikistik maka sebaiknya anak anak anda  diperiksa USG ginjal.

Bagi penderita hipertensi Jika tekanan darah anda sulit dikontrol walau sudah makan sampai 4 jenis obat maka sebaiknya anda segera datang ke dokter untuk diperiksa fungsi ginjalnya sedangkan gagi penderita kencing manis selain melihat hasil gula darah maka lihat juga hasil urin, jika hasil urin menunjukkan albumin atau protein positip (1+) , itu menandakan anda mulai mengidap kelainan ginjal yang paling awal maka anda dianjurkan konsultasi dengan dokter anda, mungkin dokter akan menganjurkan mengganti obat kencing manis yang tablet menjadi suntikan insulin.

Hal lain yang menjadi penyebab gagal ginjal adalah obat obatan dan yang paling sering adalah obat penghilang nyeri. Kebanyakan pasien ingin obat anti sakit yang cespleng sehingga mereka mengkonsumsi obat penghilang sakit lebih dari 1 jenis yang dikenal dengan istilah atau disebut polifarmasi. Mengkonsumsi obat anti sakit ini secara berlebihan selain mengganggu ginjal juga mengganggu lambung. Obat obatan yang juga dapat mengganggu fungsi ginjal adalah obat obatan  yang tidak terdaftar di BPOM, dalam pengalaman penulis obat penurun berat badan paling sering mengganggu ginjal  dan berdasarkan catatan Indonesian Renal Registry (IRR) yaitu badan yang tugasnya melakukan pencatatan segala hal tentang penyakit ginjal yang pusatnya di Bandung, didapat data penderita baru yang harus menjalani hemodialisi tiap tahun terus meningkat dari sebanyak 4.977 orang pada tahun 2007 meningkat menjadi  21.050 orang pada Tahun 2015, selanjutnya ditahun 2016 meningkat lagi menjadi 25.446 orang dan pada tahun 2017 mencapai  30.831 orang. Jadi untuk menanggulangi masalah penyakit gagal ginjal kronik ini perlu kerjasama dari berbagai pihak, termasuk BPJS. Daripada mengeluarkan uang yang banyak untuk cuci darah yang kita lihat dari data IRR akan terus berkejaran maka sudah saatnya dana yang ada sebagian diberikan untuk pencegahan yaitu memberdayakan fasilitas kesehatan tingkat 1 untuk dapat mendiagnosis penyakit ginjal pada tahap dini dan melakukan rujukan pada saat yang tepat.

Pengendalian terhadap penyakit-penyakit yang menjadi faktor risiko penyakit ginjal kronis seperti Diabetes Mellitus dan Hipertensi sangat penting dilakukan agar tidak terjadi gagal ginjal karena penyakit ginjal kronis bersifat progresif dan tidak dapat kembali kepada keadaan semula (irreversible). Perubahan gaya hidup menjadi gaya hidup sehat perlu dilakukan oleh masyarakat yang sehat untuk menghindari penyakit-penyakit kronis seperti Diabetes Mellitus, Hipertensi dan Obesitas. Beberapa gaya hidup yang dianjurkan adalah dengan aktif berolahraga, makan makanan dengan gizi seimbang dan rendah garam, minum dalam jumlah cukup dan tidak merokok. Lakukan pemeriksaan rutin berat badan dan tekanan darah serta tidak mengkonsumsi obat tanpa resep dokter. Kita semua dapat berperan menurunkan kejadian penyakit ginjal kronis dengan langkah-langkah sederhana, semoga segenap usaha yang kita lakukan diridhoi oleh Allah SWT.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin berkonsultasi lebih jauh mengenai penyakit ginjal ini dapat menghubungi kami di Poli Klinik Ginjal/Penyakit dalam RS Al Islam Bandung, untuk konsultasi dapat melihat jadwal praktek Poli Klinik di website www.rsalislam.com atau ke bagian informasi di telp.022-7562046 ext.705 dan bagi warga masyarakat yang memerlukan penyuluhan mengenai Kesehatan Ginjal (Gratis) dapat menghubungi bagian PKRS RS Al Islam Bandung pada jam kerja di Telp.022-7562046 ext.822.

 


LOGO-PUTIH-compress

About Us :
RS Al Islam Bandung adalah Rumah Sakit milik Yayasan RSI KSWI Jawa Barat yang mempunyai visi "Menjadi Rumah Sakit Yang Unggul, Terpercaya dan Islami dalam Pelayanan dan Pendidikan"

RS Al Islam Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 644
Tel. (022) 7565588
Email : cs@rsalislam.com

Recent Posts

Sertifikat

paripurna-2022-2026-4-11zon

Sertifikat Paripurna

Copyright by RS Al Islam Bandung 2021. All rights reserved.

icon

Jadwal Dokter

Info Jadwal Dokter Terbaru

icon

Customer Care

Sampaikan apa saja sama kami

icon

Daftar Online

Jadwalkan Rencana Kunjungan Anda

Tanya RSAI