16/Jan/2019

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

ASI eksklusif ialah pemberian ASI selama 6 bulan tanpa dicampur dengan tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh dan makanan padat seperti pisang, papaya dan biskuit. Setelah anak usia 6 bulan, barulah diberikan makanan pendamping ASI, sedangkan ASI tetap dapat diberikan sampai anak berusia 2 tahun.

Manfaat ASI bagi bayi:

  1. ASI mengandung protein yang spesifik untuk melindungi bayi dari alergi;
  2. Secara alamiah, ASI memberikan kebutuhan yang sesuai dengan usia kelahiran bayi (Pemberian ASI pada bayi prematur sangat dianjurkan. Karena ASI memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibanding susu formula biasa);
  3. ASI meningkatkan daya tahan tubuh bayi;
  4. ASI sebagai zat antivirus dan bakteri;

Manfaat ASI bagi Ibu:

  1. Membantu mempercepat pengembalian rahim ke bentuk semula dan mengurangi pendarahan setelah melahirkan;
  2. Mencegah kanker payudara. (karena pada saat menyusui, hormon esterogen mengalami penurunan, sementara itu tanpa aktivitas menyusui, kadar hormon esterogen tetap tinggi. Hal inilah yang diduga menjadi salah satu pemicu kanker payudara karena tidak adanya keseimbangan hormon esterogen dan progesteron);
  3. Menyusui secara teratur akan menurunkan berat badan ibu secara bertahap;
  4. Menimbulkan rasa puas, bangga dan bahagia bagi ibu yang berhasil menyusui bayinya;
  5. Pemberian ASI secara eksklusif dapat memberikan efek kontrasepsi selama 6 bulan setelah kelahiran. Karena isapan bayi merangsang prolaktin yang menghambat terjadinya ovulasi/pematangan telur sehingga menunda kesuburan.

Tips Jitu Meningkatkan Jumlah dan Kualitas ASI:

  1. Secara psikologis, ibu harus yakin dan percaya diri;
  2. Tingkatkan frekuensi dan intensitas;
  3. Hindari niat memberikan susu formula;
  4. Inisiasi dini sangat penting.;
  5. Hindari penggunaan dot atau empeng;
  6. Makanan ibu harus bergizi;
  7. Memerah ASI atau pompa ASI;
  8. Ciptakan suasana menyenangkan untuk menciptakan hubungan psikologis;
  9. Perawatan diri sendiri;
  10. Perawatan payudara;
  11. Pemberian vitamin perangsang ASI.

“Bayi Rewel belum tentu haus.”

Seringkali meski bayi sudah kenyang dan perutnya penuh masih saja menangis dan mulutnya seperti mencari puting susu. Dalam keadaan seperti ini, bukan hanya ibu yang panik. Ayah atau nenek ikut panik dan menganggap ASI yang diberikan masih kurang, sehingga harus ditambah susu formula. Padahal tidak setiap bayi rewel disebabkan oleh haus. Sekitar 30% bayi mengalami ketidakmatangan saluran cerna yang mengakibatkan rasa tidak nyaman dan tidak enak di perut. Hal ini membuat bayi rewel dan sering menangis, padahal perutnya sudah penuh dan kenyang.

Teknik Penyimpanan ASI Perah

  1. Siapkan wadah penampung ASI yang mudah disterilkan, biasanya berupa botol bertutup rapat yang terbuat dari bahan tahan panas. Bisa terbuat dari kaca, stainless steel, dan plastik yang tidak meleleh jika direndam dalam air panas
  2. Gunakan wadah yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum, misalnya 60ml.
  3. Jangan pakai botol susu yang berwarna/bergambar, karena ada kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas. Wadah untuk menampung ASI sebaiknya terbuat dari bahan yang mudah disterilkan, seperti botol bertutup rapat yang terbuat dari plastik atau gelas yang tahan panas.
  4. Bila ASI perah akan diberikan kurang dari 6 jam, maka tidak perlu di simpan di lemari pendingin. Namun disarankan untuk tidak menyimpan ASI di suhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam.
  5. Bila perlu disimpan selama 24 jam, segera masukkan ASI perah ke dalam lemari pendingin pada suhu 4ºC (jangan sampai beku).
  6. Bila ASI perah baru akan digunakan dalam waktu 1 pekan atau lebih, maka ASI perah tersebut harus segera didinginkan dalam lemari pendingin selama 30 menit, lalu dibekukan pada suhu -18ºC atau lebih rendah. ASI yang sudah dibekukan dapat disimpan antara 3 – 6 bulan.
  7. Simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan.
  8. Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin. Karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan/atau ditutup.
  9. Beri label setiap wadah ASI yang berisi keterangan kapan ASI tersebut diperah.
  10. Jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku. Sisakan kurang lebih ¼ bagian kosong.

 Waktu Penyimpanan ASI perah

Metode penyimpananWaktu penyimpanan
Kolostrum  (suhu kamar)

Suhu ruangan 16°C

Suhu ruangan 19°C s/d 22°C

Suhu ruangan 26°C

Suhu ruangan 30°C s/d 38°C

Lemari es (4-5°C)

Freezer di lemari es satu pintu

Freezer di lemari es dua pintu (-18°C s/d -20°C)

12 jam

24 jam

10 jam

4-6 jam

4 jam

5 hari

2 minggu

3-6 bulan

Mencairkan ASI

  1. Cairkan ASI beku dengan memindahkan ASI beku dari freezer ke lemari es (refriregator) selama satu malam.
  2. Rendam susu sambil diputar-putar dalam mangkuk yang berisi air hangat, atau dengan menggunakan air mengalir. Panas yang berlebihan dapat merubah dan menghancurkan enzim dan protein yang terkandung dalam ASI.
  3. Cairkan seluruhnya. Karena lemak terpisah saat proses pembekuan. Jangan pernah menggunakan microwave untuk mencairkan dan menghangatkan ASI.
  4. Setelah ASI dicairkan, ASI harus segera digunakan sebelum 24 jam

15/Jan/2019

Klasifikasi Asma

Klasifikasi asma berdasarkan tingkat keparahan penyakit (derajat asma) yaitu:

  1. Intermiten

Intermitten ialah derajat asma yang paling ringan. Pada tingkatan derajat asma ini, serangan asma biasanya berlangsung secara singkat. Gejala ini bisa muncul di malam hari dengan intensitas sangat rendah yaitu ≤ 2x sebulan.

  1. Persisten Ringan

Persisten ringan ialah derajat asma yang tergolong ringan. Pada tingkatan derajat asma ini, gejala pada sehari-hari berlangsung lebih dari 1 kali seminggu, tetapi kurang dari atau sama dengan 1 kali sehari dan serangannya biasanya dapat mengganggu aktifitas tidur di malam hari.

  1. Persisten Sedang

Persisten sedang ialah derajat asma yang tergolong lumayan berat. Pada tingkatan derajat asma ini, gejala yang muncul biasanya di atas 1x dalam sepekan dan hampir setiap hari. Serangannya biasanya dapat mengganggu aktifitas tidur di malam hari.

  1. Persisten Berat

Persisten berat ialah derajat asma yang paling tinggi tingkat keparahannya. Pada tingkatan derajat asma ini, gejala yang muncul biasanya hampir setiap hari, terus menerus, dan sering kambuh. Membutuhkan bronkodilator setiap hari dan serangannya biasanya dapat mengganggu aktifitas tidur di malam hari.

 

Pemeriksaan penunjang

  1. Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) atau Forced expiratory volume (FEV). Berfungsi untuk mendiagnosis asma dan tingkatannya.
  2. Skin test : Berfungsi untuk mengetahui penyebab dari asma.
  3. Chest X-ray : Berfungsi untuk komplikasi (pneumotoraks) atau untuk memeriksa pulmonaty shadows dengan allergic bronchipulmonary aspergilosis
  4. Histamine bronchial provocation test : Untuk mengindikasikan adanya airway yang hiperresponsif, biasanya ditemukan pada seluruh penyakit asma, terutama pada pasien dengan gejala utama batuk. Tes ini tidak boleh dilakukan pada pasien yang mempunyai fungsi paru yang buruk (FEV <1,5L)
  5. Blood and sputum test : Pasien dengan asma mungkin memiliki peningakatan eosinofil di darah perifer (>9,4×10)

 

Pencegahan Kambuhnya Asma :

  1. Perhatikan waktu atau kegiatan sebelum mendapat serangan, misalnya udara, rokok, makanan/minuman, debu, kegiatan fisik, obat-obatan, infeksi dan lain sebagainya. Buat catatan, sehingga di dapat gambaran jelas tentang penyebabnya dan dapat dihindari
  2. Cuci sarung bantal, sprei, horden lebih sering
  3. Potong rumput di halaman lebih sering
  4. Pilih tanaman yang tidak berbunga
  5. Jauhi asap rokok
  6. Hindari makanan laut
  7. Jangan memelihara binatang berbulu dirumah (anjing, kucing, burung)
  8. Gunakan pakaian hangat jika cuaca dingin
  9. Hindari aktifitas yang dapat membuat tubuh kelelahan
  10. Selalu sediakan obat asma di rumah dan/atau di tas kala bepergian
  11. Jika menggunakan obat steroid hirup, setelah menghirup obat ini dianjurkan berkumur dengan air hangat untuk menghindari efek sampingnya berupa jamur pada kerongkongan dan pita suara
  12. Jika asma terlanjur kambuh, hentikan aktifitas dan segera beristirahat
  13. Obati serangan secara dini, jangan menunggu sampai sesak nafas
  14. Jika setelah minum obat tidak terjadi perbaikan, harus segera berobat ke UGD rumah sakit terdekat.

 

Penanganan Penyakit Asma :

  1. Secara non-farmakologik (penanganan tidak dengan obat)
  • Pendidikan pada penderita mengenai penyakitnya sehingga dapat menyikapi penyakitnya dengan baik
  • Menghindari penyebab/pencetus serangan (allergen) dan kontrol lingkungan hidupnya
  • Latihan relaksasi, kontrol terhadap emosi dan lakukan senam atau olah raga yang bermanfaat memperkuat otot pernapasan, misalnya berenang
  • Fisioterapi, sehingga lendir mudah keluar
  1. Secara farmakologik (penanganan menggunakan obat)
  • Pereda serangan/ pelonggar saluran nafas, misalnya Salbutamol, Aminofilin
  • Pencegah serangan berulang, misalnya Prednisone, Dexametason
  • Pengencer lendir, misalnya Bromhexin, Ambroxol

(Selesai)


14/Jan/2019

Pada tahun 2017, RS Al-Islam Bandung melengkapi fasilitas penunjang medis dengan mengikuti dinamika teknologi dunia kesehatan dengan menghadirkan alat berteknologi canggih, yaitu MSCT 160 Slice (Multi Slice Computerized Tomography 160 Slice) Aquilion Prime 80/160. Alat ini bisa menghasilkan kecepatan pemeriksaan 2.572 gambar per detik, yang artinya dapat memperlihatkan hasil lebih akurat dan lebih baik dalam resolusi gambar dibandingkan dengan produk lainnya.

MSCT adalah generasi terbaru dari CT Scan yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan informasi dan memberikan gambaran diagnostik yang lebih baik dengan detail yang sangat lengkap. Terutama untuk pemeriksaan organ bergerak seperti jantung, dengan kecepatan pemeriksaan yang cukup singkat dan menghasilkan gambar dengan resolusi yang sangat baik serta akurat.

MSCT yang dimiliki RS Al-Islam Bandung saat ini, dilengkapi berbagai perangkat lunak berteknologi mutakhir, antara lain adanya fitur rekonstruksi cerdas yang memaksimalkan kualitas gambar, dengan  mengoptimalkan dosis radiasi yang minimal (ASIR). Juga dilengkapi dengan fitur emergency yang memungkinkan pemeriksaan pasien dari IGD (Instalasi Gawat Darurat) dapat segera dilakukan secara cepat.

Berbagai kelainan/gangguan dari beberapa jaringan maupun organ tubuh dapat dideteksi dengan pemeriksaan MSCT, dan sebagai penunjang diagnostik yang canggih, MSCT lebih sensitif pada indikasi kelainan-kelainan sebagai berikut:

  1. Jantung (misalnya : penyakit jantung koroner)
  2. Angiografi (misalnya : malformasi vaskuler, penyempitan vaskuler)
  3. Otak (misalnya : sumbatan vaskuler, perdarahan, tumor, infeksi)
  4. Rongga dada (misalnya : tumor, infeksi, kelainan pada mediastinum)
  5. Rongga perut (misalnya: kelainan pada usus, hati, limpa, pankreas, saluran empedu, ginjal)
  6. Telinga, Hidung dan Tenggorokan (misalnya : kelainan pada tulang pendengaran, sinus paranasal, nasofaring, laring)
  7. Ortopedi (misalnya: visualisasi patah tulang, pemeriksaan dinamik pada persendian)

 

Secara umum tidak terdapat kontra indikasi pada pemeriksaan MSCT, kecuali pemeriksaan yang memerlukan kontras media, yaitu bila pasien yang alergi kontras media, atau fungsi ginjal yang buruk,

Bila pasien mempunyai kondisi/penyakit tertentu dibawah ini, harap menginformasikan kepada petugas kami :

  1. Riwayat alergi
  2. Penyakit jantung berat
  3. Hipertensi pulmonal
  4. Epilepsi
  5. Alkoholik
  6. Ketergantungan obat
  7. Renal insufisiensi
  8. DM
  9. Hyperthyroidism
  10. Sedang dalam pengobatan biguanides (metformin)

 

Prosedur pemeriksaan MSCT

  1. Prosedur khusus diperlukan pada pasien pemeriksaan pembuluh darah koroner jantung.
  2. Pasien anak yang tidak kooperatif, maka diperlukan obat penenang.
  3. Prosedur lain yang diperlukan akan diinformasikan lebih lanjut oleh petugas kami.

 

Jam Pelayanan MSCT

  • 7 hari, 24 jam (pemeriksaan tanpa kontras media)
  • Dengan perjanjian (Pemeriksaan dengan kontras media)

 

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai MSCT 160 Slice, dapat menghubungi:

Informasi, di (022) 7562046 ext.705/0

Pelayanan 24 Jam Radiologi RS Al Islam Bandung di (022) 7562046 ext 602.


09/Jan/2019

Bismillaahirrahmaanirrahiiim…

Batuk merupakan suatu reaksi pertahanan tubuh. Dalam hal ini organ saluran pernafasan yang bereaksi terhadap iritasi di tenggorokan, baik oleh karena adanya lendir, makanan, debu, asap, dan lain sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan bersin adalah keluarnya udara melalui hidung dan mulut yang terjadi dengan tiba-tiba dan disertai dengan hentakan yang keras.

Dalam suatu penelitian diketahui bahwa, hembusan udara yang keluar melalui batuk dan bersin dapat mencapai kecepatan 70m/detik – 250m/detik. Tidak hanya itu, ribuan sampai jutaan kuman dapat tersebar bersamaan dengan butir-butir air yang terhembus pada saat kita batuk ataupun bersin. Dalam satukali bersin, dapat mengeluarkan 40.000 butir air, sedangkan dalam setiap butir air yang terhembus, mengandung kuman penyebab beberapa penyakit infeksi dengan ukuran bervariasi, antara 0,5 µm hingga 5 µm. Hal ini tentunya sangat beresiko menjadi media penularan penyakit infeksi, terutama infeksi pernafasan.

Manusia sebagai makhluk sosial, tidak akan terlepas dari interaksi dengan manusia lainya. Pasar, tempat bekerja, pusat perbelanjaan, menjadi lokasi dimana biasanya kita akan menemui banyak orang. Kita tidak tahu, apakah diantara sekian banyak orang, apakah terdapat orang yang sakit atau tidak. Atau mungkin kita sendiri yang sedang menderita penyakit. Dalam situasi seperti itu, sangatlah beresiko untuk tertularnya penyakit infeksi pernafasan yang disebabkan oleh kuman. Bisa saja setiap partikel udara yang kita hirup, mengandung kuman-kuman yang dapat masuk kedalam tubuh kita. TBC, Influenza, Campak, Cacar air, merupakan beberapa penyakit yang dapat menular melalui udara.

Oleh karena itu, mari kita cegah penularan infeksi penyakit melalui pernafasan, dengan melakukan “Etika Batuk” di manapun kita berada. Etika batuk merupakan suatu cara untuk mencegah penyebaran kuman penyebab infeksi pernafasan yang dapat menyebar melalui batuk dan bersin.

Siapa yang wajib melakukan etika batuk?

Setiap orang yang sedang menderita infeksi pernafasan (batuk/flu), wajib melakukannya.

Mengapa wajib melakukan etika batuk?

Dengan melakukan etika batuk, maka diharapkan dapat memutus mata rantai penularan penyakit infeksi saluran pernafasan kepada orang lain yang sehat melalui percikan air/udara yang mengandung kuman penyebab infeksi pernafasan yang dikeluarkan melalui batuk atau bersin.

Bagaimana cara melalukan etika batuk yang benar?

Berdasarkan pedoman pelaksanaan pencegahan infeksi yang diterbitkan oleh Kemenkes tahun 2011, disebutkan bahwa langkah urutan pelaksanaan etika batuk adalah sebagai berikut:

  1. Saat anda batuk atau bersin, gunakanlah tisu atau saputangan atau lengan baju bagian dalam untuk menutupi hidung dan mulut.
  2. Buang tisu yang telah dipakai, ketempat sampah
  3. Bila menggunakan sapu tangan, maka setelah selesai digunakan sebagai penutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, simpanlah saputangan anda dengan posisi bagian yang telah dipakai berada pada lipatan bagian dalam.
  4. Cucilah tangan anda (boleh menggunakan sabun dan air mengalir atau antiseptik untuk cuci tangan)
  5. Saat menderita infeksi saluran pernafasan, sangat disarankan untuk menggunakan masker selama berada di area umum. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran mikroorganisme ke lingkungan sekitar.

Mari kita budayakan etika batuk, demi melindungi orang-orang sekitar, termasuk orang-orang yang kita sayangi. Yakinlah bahwa hal kecil seperti ini, dapat mencegah sesuatu yang besar terjadi (penyebaran virus kepada banyak orang).

Lakukanlah pola hidup sehat, kesehatan merupakan suatu hal yang ‘mewah’. Tentu anda tidak ingin sesuatu yang mewah ini hilang, bukan?

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengajak kita untuk hidup “CERDIK”.

Cek kesehatan secara berkala

Enyahkan asap rokok

Rajin aktivitas fisik

Diet sehat dengan kalori seimbang

Istirahat yang cukup

Kelola stres

 


08/Jan/2019

“Asma” berasal dari kata asthma. Kata ini berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti sulit bernafas. Penyakit asma dikenal karena adanya gejala sesak nafas, batuk, dan mengi yang disebabkan oleh penyempitan saluran nafas. Atau dengan kata lain asma merupakan peradangan atau pembengkakan saluran nafas yang reversibel sehingga menyebabkan diproduksinya cairan kental yang berlebih.

Asma merupakan penyakit inflamasi kronik saluran napas yang disebabkan oleh reaksi hiperresponsif sel imun tubuh seperti mast sel, eosinophils, dan T-lymphocytes terhadap stimuli tertentu dan menimbulkan gejala dyspnea, whizzing, dan batuk akibat obstruksi jalan napas yang bersifat reversibel dan terjadi secara episodik berulang.

Menurut ahli, asma, bengek atau mengi adalah beberapa nama yang biasa kita pakai kepada pasien yang menderita penyakit asma. Asma bukan penyakit menular, tetapi faktor keturunan (genetic) sangat punya peranan besar di sini.

Saluran pernafasan penderita asma sangat sensitif dan memberikan respon yang sangat berlebihan jika mengalami rangsangan atau ganguan. Saluran pernafasan tersebut bereaksi dengan cara menyempit dan menghalangi udara yang masuk. Penyempitan atau hambatan ini bisa mengakibatkan salah satu atau gabungan dari berbagai gejala mulai dari batuk, sesak, nafas pendek, tersengal-sengal, hingga nafas yang berbunyi ”ngik-ngik”.

Beberapa ahli membagi asma dalam 2 golongan besar, seperti yang dianut banyak dokter ahli pulmonologi (penyakit paru-paru) dari Inggris, yakni:

1. Asma Ekstrinsik

Asma ekstrinsik adalah bentuk asma yang paling umum, dan disebabkan karena reaksi alergi penderitanya terhadap hal-hal tertentu (alergen), yang tidak membawa pengaruh apa-apa terhadap mereka yang sehat.

Pada orang-orang tertentu, seperti pada penderita asma, sistem imunitas bekerja lepas kendali dan menimbulkan reaksi alergi. Reaksi ini disebabkan oleh alergen. Alergen bisa tampil dalam bentuk serbuk bunga, tanaman, pohon, debu luar/dalam rumah, jamur, hingga zat/bahan makanan. Ketika alergen memasuki tubuh pengidap alergi, sistem imunitasnya memproduksi antibodi khusus yang disebut IgE. Antibodi ini mencari dan menempelkan dirinya pada sel-sel batang. Peristiwa ini terjadi dalam jumlah besar di paru-paru dan saluran pernafasan lalu membangkitkan suatu reaksi. Batang-batang sel melepaskan zat kimia yang disebut mediator. Salah satu unsur mediator ini adalah histamin.

Akibat pelepasan histamin terhadap paru-paru adalah reaksi penegangan/pengerutan saluran pernafasan dan meningkatnya produksi lendir yang dikeluarkan jaringan lapisan sebelah dalam saluran tersebut.

2. Asma Intrinsik

Asma intrinsik tidak responsif terhadap pemicu yang berasal dari alergen. Asma jenis ini disebabkan oleh stres, infeksi, dan kondisi lingkungan seperti cuaca, kelembaban dan suhu udara, polusi udara, dan juga oleh aktivitas olahraga yang berlebihan.

Asma intrinsik biasanya berhubungan dengan menurunnya kondisi ketahanan tubuh, terutama pada mereka yang memiliki riwayat kesehatan paru-paru yang kurang baik, misalnya karena bronkitis dan radang paru-paru (pneumonia). Penderita diabetes mellitus golongan lansia juga mudah terkena asma intrinsik.

Tujuan dari pemisahan golongan asma seperti yang disebut di atas adalah untuk mempermudah usaha penyusunan dan pelaksanaan program pengendalian asma yang akan dilakukan oleh dokter maupun penderita itu sendiri. Namun dalam prakteknya, asma adalah penyakit yang kompleks, sehingga tidak selalu dimungkinkan untuk menentukan secara tegas, golongan asma yang diderita seseorang. Sering indikasi asma ekstrinsik dan intrinsik bersama-sama dideteksi ada pada satu orang.

 

Penyebab Terjadinya Asma

Menurut The Lung Association of Canada, ada dua faktor yang menjadi penyebab asma, yaitu:

1. Pemicu (trigger) yang mengakibatkan mengencang atau menyempitnya saluran pernafasan (bronkokonstriksi). Pemicu tidak menyebabkan peradangan. Banyak kalangan kedokteran yang menganggap pemicu dan bronkokonstriksi adalah gangguan pernafasan akut, yang belum berarti asma, tapi bisa menjurus menjadi asma jenis intrinsik. Gejala-gejala bronkokonstriksi yang diakibatkan oleh pemicu cenderung timbul seketika, berlangsung dalam waktu pendek dan relatif mudah diatasi dalam waktu singkat. Namun saluran pernafasan akan bereaksi lebih cepat terhadap pemicu, apabila sudah ada, atau sudah terjadi peradangan. Umumnya pemicu yang mengakibatkan bronkokonstriksi termasuk stimulus sehari-hari seperti: perubahan cuaca dan suhu udara, polusi udara, asap rokok, infeksi saluran pernafasan, gangguan emosi, dan olahraga yang berlebihan.

2. Penyebab (inducer) yang mengakibatkan peradangan (inflammation) pada saluran pernafasan. Penyebab asma (inducer) bisa menyebabkan peradangan (inflammation) dan sekaligus hiperresponsivitas (respon yang berlebihan) dari saluran pernafasan. Oleh kebanyakan kalangan kedokteran, inducer dianggap sebagai penyebab asma sesungguhnya atau asma jenis ekstrinsik. Penyebab asma (inducer) dengan demikian mengakibatkan gejala-gejala yang umumnya berlangsung lebih lama (kronis), dan lebih sulit diatasi, dibanding gangguan pernafasan yang diakibatkan oleh pemicu (trigger). Umumnya penyebab asma (inducer) adalah alergen, yang tampil dalam bentuk: ingestan, inhalan, dan kontak dengan kulit. Ingestan yang utama ialah makanan dan obat-obatan. Sedangkan alergen inhalan yang utama adalah tepung sari (serbuk) bunga, tungau, serpih dan kotoran binatang, serta jamur.

(bersambung…)


LOGO-PUTIH-compress

About Us :
RS Al Islam Bandung adalah Rumah Sakit milik Yayasan RSI KSWI Jawa Barat yang mempunyai visi "Menjadi Rumah Sakit Yang Unggul, Terpercaya dan Islami dalam Pelayanan dan Pendidikan"

RS Al Islam Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 644
Tel. (022) 7565588
Email : cs@rsalislam.com

Recent Posts

Sertifikat

paripurna-2022-2026-4-11zon

Sertifikat Paripurna

Copyright by RS Al Islam Bandung 2021. All rights reserved.

icon

Jadwal Dokter

Info Jadwal Dokter Terbaru

icon

Customer Care

Sampaikan apa saja sama kami

icon

Daftar Online

Jadwalkan Rencana Kunjungan Anda

Tanya RSAI