13/Jul/2019

Bismillah..
Assalamu’alaikum

Info Lowongan Pekerjaan

1. Tenaga Teknis Kefarmasian
-. Pendidikan Min D3 Farmasi
– IPK min 3.00
– Memiliki STR
– Domisili Bandung
– Memiliki Pengalaman kerja di RS

2. Fisioterapis
– Pendidikan Min D3 Fisioterapis
– Memiliki STR/Keterangan sedang proses
– IPK min 3.00
– Domisili Bandung
– Diutamakan Perempuan
– Memiliki pengalaman kerja

3. Perawat
– Pendidikan terakhir D3 Keperawatan
– Memiliki STR/Keterangan sedang proses
– IPK min 3.00
– Domisili Bandung
– Diutamakan Laki-laki
– Memiliki pengalaman kerja di RS

4. Perawat Gigi
– Pendidikan Min D3 Keperawatan Gigi
– Memiliki STR/Keterangan sedang proses
– IPK min 3.00
– Domisili Bandung
– Memiliki pengalaman kerja

5. Pelaksana Media Informasi
– Pendidikan Min D3/S1 Fikom
– Menguasai Corel/aplikasi Desain Grafis
– IPK min 3.00
– Domisili Bandung
– Diutamakan Laki-laki
– Memiliki pengalaman kerja

Berkas lamaran dikirim paling lambat tanggal 22 Juli 2019

Silahkan kirim via email ke susy.handayani@alislamhospital.com

Jazakumullah Khayr
Wassalamu’alaikum


26/Jan/2019

Bismillaahirrahmaanirrahiiim.

Dispepsia merupakan suatu kondisi dimana penderita merasakan nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas, atau dada. Biasanya penderita sering merasa seperti adanya gas, perasaan penuh atau rasa sakit dan/atau rasa terbakar di perut.

Munculnya rasa nyeri pada dispepsia, bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

  1. Menelan udara (aerofagi);
  2. Regurgitasi (alir balik, refluks) asam dari lambung;
  3. Iritasi lambung (gastritis);
  4. Ulkus gastrikum atau ulkus duo denalis;
  5. Kanker lambung;
  6. Peradangan kandung empedu (kolesistitis);
  7. Intoleransi laktosa (ketidakmampuan mencerna susu dan produknya);
  8. Kelainan gerakan usus;
  9. Kecemasan atau depresi.

Rasa tidak nyaman pada perut biasanya disebabkan oleh berlebihnya volume asam lambung. Asam lambung adalah zat yang dihasilkan untuk mencerna, jika perut kosong atau jika produksi asam lambung berlebih sehingga jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah zat yang dicerna, maka dapat menyebabkan luka pada permukaan lambung.

Nyeri dan rasa tidak nyaman pada perut atas atau dada, bisa juga disertai dengan serdawa dan suara usus yang keras. Pada beberapa penderita dispepsia, makan dapat memperburuk nyeri. Sedangkan pada penderita yang lain, makan bisa mengurangi nyeri yang dirasakan. Gejala lain meliputi, nafsu makan yang menurun, mual, sembelit, diare dan flatulensi (perut kembung).

Jika keluhan terus dibiarkan, maka luka yang terjadi dapat berlanjut sampai ke bagian dalam lambung. Sehingga menyebabkan lambung menjadi berlubang dan akhirnya terjadi pendarahan dan kanker lambung.

Kita tentu tidak ingin mengalami hal itu, kalaupun terlanjur menderita dispepsia, kita wajib merawatnya agar kondisi tidak semakin buruk. Berikut uraian cara perawatan dan pencegahannya:

  1. Makan dengan porsi kecil tapi sering. Contohnya, biskuit dan roti;
  2. Menghindari alkohol dan kopi;
  3. Menghindari makanan yang merangsang lambung. Contohnya, cabe, cuka, sambal, ketan dan sebagainya;
  4. Hindari rokok;
  5. Makan teratur sesuai dan tepat waktu;
  6. Istirahat cukup;
  7. Menghindari stres;
  8. Minum obat bila sakit mag kambuh. Bila harus minum obat karena suatu penyakit, misalnya sakit kepala, gunakan obat secara wajar sehingga tidak mengganggu fungsi lambung.

Kunyit bisa membantu meredakan gejala dispepsia. Cara mengolahnya, dua rimpang kunyit seukuran ibu jari, dicincang lalu campurkan dengan ± 1,5 gelas air, lalu rebus hingga mendidih dan biarkan sampai volume air berkurang menjadi satu gelas. Kemudian disaring dan diminum tiga kali sehari sampai nyeri lambung menghilang. Jika terasa pahit, rebusan kunyit tersebut bisa ditambahkan gula merah atau madu.

Hindari mengonsumsi kunyit berlebihan. Sebab akan menjadikan kandung empedu kosong. Sehingga sistem pencernaan terganggu. Saat yang tepat untuk mengonsumsi kunyit sebagai obat nyeri lambung, yaitu saat konsentrasi asam lambung cenderung berlebihan. Jika asam lambung sudah dalam batas wajar, ditandai dengan hilangnya nyeri dan mual, maka pengobatan segera dihentikan.


24/Jan/2019

Saat bayi semakin aktif, ia membutuhkan energi yang lebih banyak dari yang ia dapatkan melalui Air Susu Ibu (ASI). Aktifitas bayi akan meningkat sesuai perkembangan tubuhnya. Mengangkat dadanya dari lantai, berguling atau belajar duduk, akan menimbulkan nafsu makan yang lebih besar dari biasanya. Artinya, ia membutuhkan asupan lain selain ASI yang dapat mendukung aktivitasnya.

Pemberian makanan tambahan kepada bayi, dapat mengembangkan kemampuan untuk menerima bermacam-macam makanan dengan berbagai rasa dan bentuk. Selain itu, bayi bisa mengembangkan kemampuannya untuk mengunyah dan menelan makanan; mencoba adaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energi yang tinggi serta melengkapi zat gizi yang mulai berkurang.

Kapan makanan tambahan diberikan?

Makanan tambahan sebaiknya diberikan kepada bayi pada saat ia berusia 6 bulan. Berikut pola pemberian makanan tambahan pada bayi usia 0 – 2 tahun:

  • 0 – 6 bulan : ASI (sekehendak)
  • 6 – 8 bulan : ASI (sekehendak); buah (1 kali); bubur susu (2 kali)
  • 8 – 10 bulan : ASI (3 – 4 kali); buah (1 kali); nasi tim saring (3 kali)
  • 10 – 12 bulan : ASI (3 – 4 kali); buah (1 kali); nasi tim (3 kali)
  • 12 – 24 bulan : ASI (2 – 3 kali); buah (1 kali); nasi tim/makanan kaleng (3 kali); makanan kecil (1 kali)

Jenis makanan tambahan bisa berupa buah-buahan atau makanan lunak dan lembek. Pisang, pepaya, jeruk dan tomat merupakan buah-buahan yang cocok sebagai makanan tambahan bayi. Berikut cara membuat dan memberikan makanan tambahan kepada bayi:

1. Nasi Tim

– Bahan

  • Beras 20gr
  • Ikan atau daging 1 potong
  • Tempe atau tahu 1 potong
  • Sayur 25gr
  • Air 800ml

– Cara membuatnya

  • Beras dimasak di dalam panci dengan air yang telah disediakan, bahan yang lain (selain sayur) dicuci dan dicincang kemudian dimasukan ke dalam rebusan beras tadi;
  • Cuci dan potong sayur kemudian dimasukan ke dalam rebusan jika sudah lunak;
  • Sesudah mendidih, aduk dan dimasak terus hingga kental dan matang
  • Buah-buahan:

2. Pisang

  • Pilihlah pisang yang benar-benar matang. Bisa dengan pisang ambon, pisang raja dan sebagainya;
  • Pisang dicuci dengan air bersih;
  • Pasang alas dada anak;
  • Buka kulit pisang sedikit demi sedikit secara memanjang, agar bagian buahnya tidak tersentuh tangan;
  • Keriklah sedikit demi sedikit dengan sendok kecil yang dicuci dengan air panas;
  • Berikan sedikt demi sedikit sampai bayi mau makan dan mau mengunyah;
  • Setelah bayi selesai makan, beri air matang untuk membilas mulutnya;
  • Bersihkan mulut bayi serta peralatan makan yang telah digunakan.

3. Pepaya

  • Pilihlah pepaya yang masak dan dagingnya berwarna merah dan cuci dengan air bersih;
  • Potong kira-kira 3 – 5 cm, kupas pepaya kemudian dicuci dengan air matang;
  • Ambil saringan kawat yang halus, kemudian saring pepaya dengan digilas menggunakan sendok yang telah dicuci dengan air matang;
  • Tampung pepaya yang keluar dari saringan dengan mangkuk;
  • Berikan sedikit-sedikit kepada bayi;
  • Berikan sedikt demi sedikit sampai bayi mau makan dan mau mengunyah;
  • Setelah bayi selesai makan, beri air matang untuk membilas mulutnya;
  • Bersihkan mulut bayi serta peralatan makan yang telah digunakan.

4. Jeruk

  • Pilih jeruk yang manis dan cuci dengan air panas;
  • Jeruk dipotong menjadi dua bagian;
  • Peras dengan perasan jeruk yang telah disiram air panas;
  • Air jeruk disaring dan diencerkan dengan air matang untuk pertamakalinya;
  • Berikan sedikt demi sedikit kepada bayi;
  • Setelah selesai, beri air matang untuk membilas mulutnya;
  • Bersihkan mulut bayi serta peralatan yang telah digunakan.

5. Tomat

  • Pilih tomat yang agak besar dan matang;
  • Rendam dengan air panas selama 5 menit;
  • Buang kulit dengan cara ditekan menggunakan sendok;
  • Tampung perasan dakam mangkuk;
  • Pemberian pertama, encerkan dengan air matang dan beri gula pasir sedikit;
  • Berikan sedikit demi sedikit kepada bayi;
  • Setelah selesai, beri air matang untuk membilas mulutnya.

18/Jan/2019

Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit kronik yang kompleks, melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak, serta berkembangnya komplikasi pembuluh darah besar, pembuluh darah kecil dan syaraf.

 Hipoglikemi

Hipoglikemi merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan kadar gula darah dari batas normal / < 60 mg/dL.

Ada beberapa penyebab terjadinya hipoglikemi, diantaranya:

  • Dosis insulin yang diberikan terlalu besar dari jumlah yang sebenarnya dibutuhkan;
  • Makanan yang dimakan terlalu sedikit (terlambatnya jam makan atau tidak makan sama sekali) atau terlambatnya pengosongan lambung;
  • Aktifitas fisik terlalu berat;
  • Stres emosional;
  • Muntah, diare atau penurunan penyerapan makanan diusus.

Tanda dan Gejala Hipoglikemi

  • Pusing
  • Lemas
  • Gemetar
  • Keringat dingin
  • Lapar
  • Kesemutan
  • Pucat
  • Peningkatan denyut nadi, dan denyut nadi teraba kecil
  • Penurunan kesadaran
  • Pandangan kabur
  • Rasa tebal pada bibir dan lidah

Penatalaksanaan Hipoglikemi

  • Berikan gula yang dapat diserap dengan cepat. Diantaranya teh manis, ½ cangkir jus buah dan/atau biskuit;
  • Bila ada penurunan kesadaran segera bawa ke rumah sakit untuk segera diberikan dekstrose.

 

Hiperglikemi

Hiperglikemi merupakan kondisi adanya peningkatan gula darah hingga > 110 mg/dL atau > 140 mg/dL gula darah 2 jam setelah makan. Asupan makan yang melebihi aturan diet, biasanya menjadi penyebab hiperglikemi.

Tanda dan Gejala Hiperglikemi

  • Sering lapar
  • Sering kencing
  • Sering haus
  • Tubuh terasa lemah
  • Mulut dan kulit kering
  • Pandangan kabur
  • Penurunan berat badan
  • Pernapasan cepat dan dalam
  • Nadi cepat
  • Kesemutan
  • Kram otot
  • Luka yang tidak sembuh
  • Gangguan tidur
  • Hilang nafsu makan
  • Pusing

Penatalaksanaan Hiperglikemi

  • Diet sesuai ahli gizi
  • Olahraga
  • Insulin / obat penurun gula yang diminum

Berikut klasifikasi makanan yang perlu diperhatikan oleh penderita Diabetes Mellitus:

  • Jenis Makanan yang TIDAK BOLEH dikonsumsi :
  1. Manisan Buah
  2. Gula pasir
  3. Susu Kental Manis
  4. Madu
  5. Abon
  6. Kecap
  7. Sirup
  8. Es Krim
  • Jenis makanan Yang boleh dimakan. Tetapi harus DIBATASI ;
  1. Nasi
  2. Singkong
  3. Roti
  4. Telur
  5. Tempe
  6. Tahu
  7. Kacang Hijau
  8. Kacang Tanah
  9. Ikan
  • Jenis Makanan yang DIANJURKAN untuk dimakan
  1.  Tomat
  2. Kangkung
  3. Oyong
  4. Bayam
  5. Kacang Panjang
  6. Pepaya
  7. Labu Siam
  8. Kol

 

bersambung…


16/Jan/2019

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

ASI eksklusif ialah pemberian ASI selama 6 bulan tanpa dicampur dengan tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh dan makanan padat seperti pisang, papaya dan biskuit. Setelah anak usia 6 bulan, barulah diberikan makanan pendamping ASI, sedangkan ASI tetap dapat diberikan sampai anak berusia 2 tahun.

Manfaat ASI bagi bayi:

  1. ASI mengandung protein yang spesifik untuk melindungi bayi dari alergi;
  2. Secara alamiah, ASI memberikan kebutuhan yang sesuai dengan usia kelahiran bayi (Pemberian ASI pada bayi prematur sangat dianjurkan. Karena ASI memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibanding susu formula biasa);
  3. ASI meningkatkan daya tahan tubuh bayi;
  4. ASI sebagai zat antivirus dan bakteri;

Manfaat ASI bagi Ibu:

  1. Membantu mempercepat pengembalian rahim ke bentuk semula dan mengurangi pendarahan setelah melahirkan;
  2. Mencegah kanker payudara. (karena pada saat menyusui, hormon esterogen mengalami penurunan, sementara itu tanpa aktivitas menyusui, kadar hormon esterogen tetap tinggi. Hal inilah yang diduga menjadi salah satu pemicu kanker payudara karena tidak adanya keseimbangan hormon esterogen dan progesteron);
  3. Menyusui secara teratur akan menurunkan berat badan ibu secara bertahap;
  4. Menimbulkan rasa puas, bangga dan bahagia bagi ibu yang berhasil menyusui bayinya;
  5. Pemberian ASI secara eksklusif dapat memberikan efek kontrasepsi selama 6 bulan setelah kelahiran. Karena isapan bayi merangsang prolaktin yang menghambat terjadinya ovulasi/pematangan telur sehingga menunda kesuburan.

Tips Jitu Meningkatkan Jumlah dan Kualitas ASI:

  1. Secara psikologis, ibu harus yakin dan percaya diri;
  2. Tingkatkan frekuensi dan intensitas;
  3. Hindari niat memberikan susu formula;
  4. Inisiasi dini sangat penting.;
  5. Hindari penggunaan dot atau empeng;
  6. Makanan ibu harus bergizi;
  7. Memerah ASI atau pompa ASI;
  8. Ciptakan suasana menyenangkan untuk menciptakan hubungan psikologis;
  9. Perawatan diri sendiri;
  10. Perawatan payudara;
  11. Pemberian vitamin perangsang ASI.

“Bayi Rewel belum tentu haus.”

Seringkali meski bayi sudah kenyang dan perutnya penuh masih saja menangis dan mulutnya seperti mencari puting susu. Dalam keadaan seperti ini, bukan hanya ibu yang panik. Ayah atau nenek ikut panik dan menganggap ASI yang diberikan masih kurang, sehingga harus ditambah susu formula. Padahal tidak setiap bayi rewel disebabkan oleh haus. Sekitar 30% bayi mengalami ketidakmatangan saluran cerna yang mengakibatkan rasa tidak nyaman dan tidak enak di perut. Hal ini membuat bayi rewel dan sering menangis, padahal perutnya sudah penuh dan kenyang.

Teknik Penyimpanan ASI Perah

  1. Siapkan wadah penampung ASI yang mudah disterilkan, biasanya berupa botol bertutup rapat yang terbuat dari bahan tahan panas. Bisa terbuat dari kaca, stainless steel, dan plastik yang tidak meleleh jika direndam dalam air panas
  2. Gunakan wadah yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum, misalnya 60ml.
  3. Jangan pakai botol susu yang berwarna/bergambar, karena ada kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas. Wadah untuk menampung ASI sebaiknya terbuat dari bahan yang mudah disterilkan, seperti botol bertutup rapat yang terbuat dari plastik atau gelas yang tahan panas.
  4. Bila ASI perah akan diberikan kurang dari 6 jam, maka tidak perlu di simpan di lemari pendingin. Namun disarankan untuk tidak menyimpan ASI di suhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam.
  5. Bila perlu disimpan selama 24 jam, segera masukkan ASI perah ke dalam lemari pendingin pada suhu 4ºC (jangan sampai beku).
  6. Bila ASI perah baru akan digunakan dalam waktu 1 pekan atau lebih, maka ASI perah tersebut harus segera didinginkan dalam lemari pendingin selama 30 menit, lalu dibekukan pada suhu -18ºC atau lebih rendah. ASI yang sudah dibekukan dapat disimpan antara 3 – 6 bulan.
  7. Simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan.
  8. Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin. Karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan/atau ditutup.
  9. Beri label setiap wadah ASI yang berisi keterangan kapan ASI tersebut diperah.
  10. Jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku. Sisakan kurang lebih ¼ bagian kosong.

 Waktu Penyimpanan ASI perah

Metode penyimpanan Waktu penyimpanan
Kolostrum  (suhu kamar)

Suhu ruangan 16°C

Suhu ruangan 19°C s/d 22°C

Suhu ruangan 26°C

Suhu ruangan 30°C s/d 38°C

Lemari es (4-5°C)

Freezer di lemari es satu pintu

Freezer di lemari es dua pintu (-18°C s/d -20°C)

12 jam

24 jam

10 jam

4-6 jam

4 jam

5 hari

2 minggu

3-6 bulan

Mencairkan ASI

  1. Cairkan ASI beku dengan memindahkan ASI beku dari freezer ke lemari es (refriregator) selama satu malam.
  2. Rendam susu sambil diputar-putar dalam mangkuk yang berisi air hangat, atau dengan menggunakan air mengalir. Panas yang berlebihan dapat merubah dan menghancurkan enzim dan protein yang terkandung dalam ASI.
  3. Cairkan seluruhnya. Karena lemak terpisah saat proses pembekuan. Jangan pernah menggunakan microwave untuk mencairkan dan menghangatkan ASI.
  4. Setelah ASI dicairkan, ASI harus segera digunakan sebelum 24 jam

17/Des/2018

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Perang dunia II (PD II) yang merenggut begitu banyak nyawa telah lama usai, namun sesungguhnya peperangan yang dihadapi manusia belum benar-benar berakhir. Salah satunya adalah perang melawan penyakit yang juga meminta banyak korban, jauh lebih banyak dibanding korban PD II.

Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah musuh terbesar yang kita hadapi saat ini. PJK mampu menyusup perlahan-lahan (kronik) dan menyerang secara halus yang membuatnya sulit terdeteksi pada fase awal dan seringkali diabaikan. Baru disadari setelah menyusup jauh dan menimbulkan kerusakan pada organ penting tubuh kita. PJK juga dapat menyerang secara mendadak dan cepat (akut) dengan serangan yang hebat dan mematikan. Kemampuannya ini menjadikan PJK sebagai penyakit yang sangat ditakuti dan menempatkannya pada urutan pertama penyebab kematian terbanyak di dunia.

Orang dengan hipertensi, diabetes, kadar kolesterol tinggi (dislipidemia) atau merokok mempunyai risiko lebih tinggi untuk terkena PJK. Kebanyakan orang sadar bahwa hipertensi, diabetes dan dislipidemia adalah masalah kesehatan sehingga mereka berusaha mengontrolnya. Namun sayangnya masih banyak yang tidak menganggap merokok sebagai masalah kesehatan, padahal seorang perokok berisiko terkena PJK 3 kali lipat dibanding bukan perokok.

Seseorang yang mengalami serangan jantung biasanya mengeluh nyeri dada di bagian tengah atau kiri seperti ditindih benda berat, ditekan atau rasa terbakar dan kadang menjalar ke punggung, leher, rahang atau lengan kiri. Lama nyeri berkisar antara 5 sampai 10 menit dan hilang timbul. Pada kondisi yang lebih berat, nyeri dada dapat lebih dari 20 menit dan sering disertai badan terasa lemas dan berkeringat banyak.

Nyeri dada tidak selalu disebabkan oleh kelainan jantung. Nyeri dada seperti ditusuk-tusuk, dicubit, disayat-sayat biasanya bukan karena kelainan jantung.  Nyeri dada yang dicetuskan oleh menarik nafas dalam atau pergerakan otot dada atau lama nyeri dada sangat sebentar (hitungan detik) atau sangat lama (beberapa jam atau bahkan hari terus menerus) merupakan tanda bahwa nyeri dada tersebut bukan dari kelainan jantung.

Diagnosis PJK seringkali sulit dan memerlukan berbagai pemeriksaan penunjang seperti elektrokardiografi (EKG/rekam jantung), Ekokardiografi (USG jantung), Treadmill exercise test, sidik perfusi miokardium dengan nuklir, CT-scan koroner dan lain sebagainya. Untuk saat ini, yang menjadi gold standard untuk diagnosis pasti PJK adalah angiografi koroner.

Angiografi koroner atau banyak dikenal dengan istilah kateterisasi jantung, merupakan prosedur pemeriksaan yang bersifat invasif dan dilakukan di dalam ruangan khusus yang disebut laboratorium kateterisasi atau cathlab. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memasukkan selang kateter berukuran kecil dan lentur ke dalam pembuluh arteri di tangan atau pangkal paha sampai ke arteri koroner di jantung. Kemudian disuntikkan cairan kontras ke dalam arteri koroner dan difoto dengan alat rontgen sehingga anatomi arteri koroner tampak pada layar monitor.

Karena sifatnya yang invasif dan tentu saja dengan biaya yang cukup mahal, tidak semua pasien PJK harus dikirim ke cathlab untuk angiografi koroner. Semua pasien PJK harus dilakukan klasifikasi tingkat risiko berdasarkan pemeriksaan non-invasif seperti treadmill test, ekokardiografi dan lain-lain yang telah disebut di atas. Hanya pasien dengan serangan jantung dan pasien PJK dengan tingkat risiko sedang – tinggi saja yang perlu dikirim ke cathlab untuk angiografi koroner. Bila dijumpai penyempitan arteri koroner yang bermakna, maka umumnya dilanjutkan dengan tindakan untuk melebarkan penyempitan koroner tersebut, baik dengan cara di balon tanpa pemasangan stent/ring (balloon angioplasty) maupun disertai pemasangan stent (PCI/Percutaneous Coronary Intervention).

Meskipun angiografi koroner dan PCI merupakan prosedur yang paling umum dilakukan, beberapa prosedur lain dapat pula dikerjakan di sebuah cathlab baik untuk tujuan diagnostik maupun terapi.

Prosedur-prosedur yang biasa dikerjakan di cathlab antara lain :

  1. Angiografi koroner untuk diagnostik PJK dan menilai beratnya penyempitan arteri koroner
  2. PCI untuk terapi PJK dengan melebarkan dan memasang stent pada arteri koroner
  3. Kateterisasi jantung kanan untuk diagnostik penyakit jantung bawaan
  4. Pemasangan ocluder untuk menutup lubang/defek pada penyakit jantung bawaan seperti ASD, VSD atau PDA
  5. Percutaneous Transvenous Mitral Commisurotomy (PTMC) untuk melebarkan katup mitral (katup jantung kiri) yang mengalami stenosis/penyempitan
  6. Pemasangan pacu jantung (Pace Maker)
  7. Electrophysiology Study dan ablasi untuk diagnosis dan terapi kelainan irama jantung
  8. DSA (Digital Substaction Angiography) untuk menilai kelainan pembuluh darah di otak, tungkai dan lain-lain

Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan Cathlab/Kateterisasi, dapat dilakukan di RS Al-Islam Bandung. Baik pasien umum, maupun dengan menggunakan fasilitas BPJS, sesuai prosedur yang barlaku.

Pelayanan Cathlab ditangani langsung oleh dokter-dokter spesialis jantung RS Al-Islam Bandung yang telah tersertifikasi untuk penanganan tindakan kateterisasi jantung.

Untuk Informasi Lebih Lanjut Hubungi. 022-7562046 Ext. 3908


03/Mar/2018

PERAWATAN PENYAKIT HEPATITIS DI RUMAH

 

PENGERTIAN

Hepatitis adalah infeksi sistemik oleh virus disertai nekrosis (kematian jaringan) dan peradangan pada sel-sel hati yang menghasilkan kumpulan perubahan klinis, biokimia dan seluler yang khas.

 

KLASIFIKASI HEPATITIS

Klasifikasi penyakit berdasarkan penyebabnya, yaitu :

  1. Hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A
  2. Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B
  3. Hepatitis C disebabkan oleh virus hepatitis C
  4. Hepatitis D disebabkan oleh virus hepatitis D
  5. Hepatitis E disebabkan oleh virus hepatitis E
  6. Hepatitis G disebabkan oleh virus hepatitis G

Klasifikasi penyakit hepatitis berdasarkan lama waktu penyakit :

  • Hepatitis virus akut : peradangan hati karena infeksi oleh salah satu dari keenam virus (A,B,C,D,E & G). Peradangan muncul secara tiba-tibadan berlangsung hanya selama beberapa minggu.
  • Hepatitis virus kronik : peradangan berlangsung selama minimal 6 bulan. Hepatitis kronik lebih jarang ditemukan, tetapi menetap samapi bertahun-tahun bahkan berpuluhtahun.

Dari keenam penyakit hepatitis ini yang terbanyak adalah hepatitis A dan B.

 

HEPATITIS A

Tanda dan Gejala :

Dapat terjadi dengan atau tanpa gejala. Gejala mirip sakit flu.

  • Fase pra ikterik : sakit kepala, merasa tidak badan, mual, muntah, penurunan nafsu makan, demam.
  • Fase ikterik : urine berwarna hitam, gejala ikterus/kuning pada sklera dan kulit, nyeri tekan pada hati.

Cara Penularan :

Hepatitis A menural melalui rute fekal oral.

Penularan infeksi : melalui makanan, alat-alat dan air yang terkontaminasi virus hepatitis.

Faktor pendukung terjadinya hepatitis A :

  • Higiene yang kurang.
  • Sanitasi lingkungan yang buruk.

Pencegahan :

  • Melakukan vaksinasi Hepatisi A
  • Menganjurkan keluarga untuk memelihara kebersihan perorangan yang baik dengan menekankan kebiasaan mencuci tangna dengan cermat (setelah BAB, sebelum makan)
  • Sanitasi lingkungan, mekanan dan suplai air yang aman serta pembuangan limbah yang baik.

Pengobatan :

Jika terjadi hepatisi akut yang berat, maka penderita dirawat di rumah sakit, tetapi biasanya hepatitis A tidka memerlukan pengobatan khusus. Setelah beberapa hari, nafsu makan kembali muncul dan penderita tidak perlumenjalani tirah baring. Makanan dan kegiatan penderita tidak perlu dibatasi dan tidak diperlukan tambahan vitamin. Sebagian besar penderita bisa kembali bekerja setelah kuning menghilang, meskipun hasil pemeriksaan fungsi hati belum sepenuhnya normal.

 

HEPATITIS B

Tanda dan Gejala :

Terkadang tidak muncul atau muncul tiba-tiba. Gejala mirip sperti flu, demam, kuning, urin berwarna hitam, feses berwarna kemerahan dan pembengkakan pada hati.

Cara Penularan :

Hepatitis B menular melalui parenteral, seperti tranfusi, suntikan yang digunakan bergantian pada pemakaian obat-obat terlarang ataupun bayi dari ibu yang menderita hepatitis B

Pencegahan :

Perlindungan terbaik adalah vaksinasi hepatitis B.

  • Jangan berganti-ganti pasangan.
  • Jangan mendonorkan darah bila mempunyai penyakit hepatitis B.
  • Lakukan pemeriksaan darah virus hepatitis B pada wanita hamil sehingga calon bayi dapat diberikan hepatitis B imunoglobulin dan vaksinasi 12 jam setelah lahir

Pengobatan : Pengobatan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

 

PERAWATAN SESUDAH PERAWATAN DI RUMAH SAKIT

Pemenuhan Nutrisi :

  1. Ajarkan dan bantu klien untuk istirahat sebelum makan.
  2. Awasi pemasukan diet/jumlah kalori, tawarkan makan sedikit tapi sering dan tawarkan pagi paling sering.
  3. Pertahankan kebersihan mulut yang baik sebelum makan dan sesudah makan.
  4. Anjurkan makan pada posisi duduk tegak.
  5. Berikan diet tinggi kalori, rendah lemak

Penanganan Nyeri :

  1. Pilih metoda yang sesuai dengan perubahan rasa nyeri diharapkan lebih efektif mengurangi nyeri.
  2. Dengarkan dengan penuh perhatian ungkapan klien tentang nyerinya.
  3. Berikan informasi tentang nyeri (Jelaskan penyebab nyeri dan Tunjukkan berapa lama nyeri akan berakhir, bila diketahui).
  4. Penggunaan anti nyeri sesuai resep dokter bila nyeri sudah tak bisa dibatasi dengan teknik untuk mengurangi nyeri

Panas Badan :

  1. Pantau suhu badan.
  2. Ajarkan klien pentingnya mempertahankan cairan yang adekuat (sedikitnya 2000 l/hari) untuk mencegah dehidrasi, misal sari buah 2,5 – 3 liter/hari.
  3. Memberikan kompres hangat pada lipatan ketiak dan paha.
  4. Anjurkan klien untuk memakai pakaian yang menyerap keringat kenyamanan klien, mencegah timbulnya ruam kulit.

Keletihan :

  1. Jelaskan sebab-sebab keletihan individu.
  2. Sarankan klien untuk tirah baring.
  3. Bantu individu dapat memprioritaskan kegiatan-kegiatan yang sangat penting dan meminimalkan pengeluaran energi yntuk kegiatan kurang penting.
  4. Keletihan dapat segera diminimalkan dengan mengurangi kegiatan yang dapat menimbulkan keletihan.
  5. Bantu untuk belajar tentang keterampilan koping yang efektif (bersikap asertif, teknik relaksasi) untuk mengurangi keletihan baik fisik maupun psikologis.

Pruritus sekunder terhadap akumulasi pigmen bilirubin dalam garam empedu :

  1. Pertahankan kebersihan tanpa menyebabkan kulit kering (Sering mandi dengan menggunakan air dingin dan sabun ringan (kadtril, lanolin).
  2. Keringkan kulit, jaringan digosok untuk meningkatkan sensitifitas kulit dengan merangsang ujung syaraf.
  3. Cegah penghangatan yang berlebihan dengan pertahankan suhu ruangan dingin dan kelembaban rendah, hindari pakaian terlalu tebal.
  4. Anjurkan tidak menggaruk, instuksikan klien untk memberikan tekanan kuata pada area pruritus untuk tujuan menggaruk.
  5. Pertahankan kelembaban ruangan pada 30%-40% dan dingin.

Sesak napas :

  1. Awasi frekuensi, kedalaman dan upaya pernafasan.
  2. Posisikan pasien setengah duduk.
  3. Berikan latihan nafas dalam dan batuk efektif.
  4. Berikan oksigen sesuai kebutuhan.

Pencegahan penularan :

  1. Gunakan sarung tangan untuk kontak dengan darah dan cairan tubuh.
  2. Gunakan teknik pembuangan sampah infeksius, linen dan cairan tubuh dengan tepat untuk membersihkan peralatan-peralatan dan permukaan yang terkontaminasi.
  3. Rujuk ke petugas pengontrol infeksi untuk mengidentifikasikan sumber pemajanan dan kemungkinan orang lain terinfeksi.

 


Terima kasih, Asuhan Keperawatan – RS Al Islam Bandung


Rumah Sakit Al Islam Bandung Sahabat Anda Menuju Sehat Bermanfaat


 

 


LOGO-PUTIH-EDIT

About Us :
RS Al Islam Bandung adalah Rumah Sakit milik Yayasan RSI KSWI Jawa Barat yang mempunyai visi "Menjadi Rumah Sakit Yang Unggul, Terpercaya dan Islami dalam Pelayanan dan Pendidikan"

RS Al Islam Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 644
Tel. (022) 7565588 Fax. (022) 7563233
Email : mail@alislamhospital.com

Recent Posts

Sertifikat Akreditasi