07/Jan/2019

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Diabetes Mellitus (DM) atau yang lebih dikenal di masyarakat dengan kencing manis adalah suatu penyakit yang diakibatkan oleh tingginya kadar gula/glukosa didalam darah atau di atas  normal/hiperglikemia. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan pada organ tubuh dan jika tidak dikontrol dengan baik maka dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.

 

Apabila sudah terjangkit DM maka perlu adanya pengelolaan penyakit dengan baik setidaknya ada 4 (empat) pilar utama dalam pengelolaan DM, ke empat pilar tersebut adalah penyuluhan atau edukasi, terapi gizi medis, latihan jasmani atau aktivitas fisik dan intervensi farmakologis. Ke empat pilar pengelolaan ini dapat diterapkan pada semua jenis tipe Diabetes melitus termasuk DM tipe II dan untuk mencapai fokus pengelolaan DM yang optimal maka perlu adanya keteraturan terhadap keempat pilar utama tersebut.

 

Salah satu komponen yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah latihan jasmani atau olahraga yang sangat penting dalam penatalaksanaan diabetes karena efeknya dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan meningkatkan pengambilan glukosa oleh otot dan memperbaiki pemakaian insulin.

 

Latihan jasmani akan menyebabkan terjadinya peningkatan aliran darah, dengan demikian maka akan lebih banyak jala-jala kapiler terbuka sehingga lebih banyak tersedia reseptor insulin dan reseptor menjadi aktif yang akan berpengaruh terhadap penurunan glukosa darah pada pasien diabetes. Latihan jasmani atau olahraga yang dianjurkan salah satunya adalah senam kaki diabetes melitus diamana senam kaki ini bertujuan untuk memperbaiki sirkulasi darah sehingga nutrisi ke jaringan lebih lancar, memperkuat otot-otot kecil, otot betis dan otot paha, menurunkan kadar gula darah serta mengatasi keterbatasan gerak sendi yang dialami oleh penderita diabetes mellitus.

Perawatan kaki diabetik merupakan salah satu bagian penting dari manajemen perawatan untuk penderita DM. Penyakit DM mengakibatkan beberapa komplikasi yang salah satunya adalah dapat meningkatkan risiko gangguan vascular perifer yang berujung pada munculnya ulkus/gangrene pada kaki penderita DM kronik. Perawatan kaki yang tepat diharapkan dapat mencegah terjadinya komplikasi yang lebih lanjut.

Berikut cara perawatan kaki pada penderita/pasien diabetik :

  • Periksakan kulit untuk mengetahui adanya iritasi, retak, lesi, kapalan cacat atau edema
  • Periksa sepatu pasien agar dapat mengunakan dengan tepat
  • Berikan rendam kaki jika diperlukan
  • Keringkan sela-sela jari dengan seksama
  • Oleskan lotion
  • Bersihkan kuku
  • Berikan obat tabur yang menyerap kelembaban sesuai indikasi
  • Diskusikan dengan pasien mengenai perawatan rutin kaki
  • Anjurkan pasien atau keluarga mengenai pentingnya perawatan kaki
  • Monitor cara berjalan dan tumpuan berat badan pasien pada kaki
  • Monitor kebersihan dan kondisi umum sepatu
  • Monitor tingkat hidrasi kaki
  • Monitor insufisiensi di arteri kaki bagian bawah
  • Monitor edema pada kaki dan tungkai kaki
  • Anjurkan pada pasien untuk memonitor suhu pada kaki dengan mengunakan punggung tanggan
  • Anjurkan pasien akan pentingnya pemeriksaan kaki terutama ketika sensasi kaki mulai merasa berkurang
  • Pangkas ketebalan kuku kaki dengan normal ketika kuku kaki terasa lembut dengan mengunakan pemotong kuku dan menggunakan lengkungan jari kaki sebagai panduan
  • Rujuk pada ahli penyakit kaki untuk pemangkasan kuku yang menebal
  • Periksa kuku untuk mengetahui ketebalan dan perubahan warna
  • Ajarkan pasien bagaimana mempersiapkan dan memotong kuku

 

Senam Kaki Diabetik

Senam kaki diabetik adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien yang menderita diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu memperlancar peredaran darah pada bagian kaki. Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki. Selain itu dapat meningkatkan kekuatan otot betis, otot paha, dan juga mengatasi keterbatasan pergerakan sendi.

Senam kaki ini dapat diberikan kepada seluruh penderita Diabetes Melitus dengan tipe I dan II, namun sebaiknya diberikan sejak pasien didiagnosa menderita DM sedangkan untuk penderita atau pasien yang mengalami perubahan fungsi fisiologis seperti dispnea atau nyeri dada dan pasien yang mengalami depresi , khawatir dan cemas sebaiknya tidak dilakukan.

Gerakan Senam Kaki Diabetik

Senam kaki diabetik dapat dilakukan dengan posisi duduk, dengan langkah langkah sebagai berrikut :

  1. Posisi duduk tegak di atas bangku dengan kaki menyentuh lantai
  2. Letakkan kedua kaki dilantai, angkat kedua jari-jari kaki keatas dengan tumit tetap dilantai, kemudian angkat kedua tumit ke atas dengan posisi kedua jari dilantai. Ulangi gerakan tersebut 10 kali.
  3. Letakkan tumit salah satu kaki di lantai angkat telapak kaki lainnya, kemudian jari – jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki diangkat ke atas, cara ini dilakukan bersamaan pada kaki kiri dan kanan secara bergantian dan diulangi sebanyak 10 kali.
  4. Tumit kaki diletakkan di lantai dimana bagian ujung kaki diangkat ke atas dan buat gerakan memutar dengan pergerakan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.
  5. Jari – jari diletakkan di lantai lalu tumit diangkat dan buat gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.
  6. Angkat salah satu lutut kaki, dan Gerakan jari-jari ke depan, turunkan kembali secara bergantian ke kiri dan ke kanan. Ulangi sebanyak 10 kali.
  7. Luruskan salah satu kaki di atas lantai kemudian angkat kaki tersebut dan gerakkan ujung jari kaki ke arah wajah lalu turunkan kembali ke
  8. Angkat kedua kaki, lalu ulangi langkah ke 8, namun gunakan kedua kaki secara bersamaan. Ulangi sebanyak 10 kali.
  9. Angkat kedua kaki dan luruskan, pertahankan posisi, gerakan pergelangan kaki ke depan dan ke belakang.
  10. Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki, tuliskan pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10 lakukan secara
  11. Letakkan sehelai Koran di lantai lalu bentuk koran itu menjadi seperti bola dengan kedua belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran seperti semula menggunakan kedua belah kaki, lalu robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian koran. Selanjutnya sebagian koran disobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki kemudian pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu letakkan sobekan koran pada bagian koran yang utuh lalu bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola dan buang ketempat sampah

Demikian tulisan sederhana ini semoga bermanfaat dan untuk lebih jelasnya mengenai gerakan senam kaki diabetik ini, silakan klik https://www.youtube.com/watch?v=x7ZG935MPJ0&t=19s untuk menonton videonya di Channel Youtube kami atau Facebook di RS Al-Islam Bandung


31/Des/2018

Sebagai lanjutan tulisan sebelumnya, berikut beberapa penyakit gigi dan mulut yang berhubungan dengan penyakit sistemik, antara lain :

  1. Penderita Diabet/kencing manis, banyak ditemukan kelainan-kelainan jaringan periodontal/jaringan pengikat gigi mengalami kehancuran hingga gigi mengalami kegoyangan dan gigi lepas sendiri dari tempatnya. Hal ini akan diperparah bila kondisi rongga mulut nya buruk.
  2. Penderita yang dengan penyakit periodontal/penyakit gusi, memiliki kemungkinan lebih besar terhadap risiko kanker pancreas. Karena peradangan sistemik menghasilkan tingkat senyawa karsinogenik lebih besar.
  3. Penyakit gigi/penyakit gusi (kelainan periodontal) pada ibu hamil, sangat sering dijumpai dikarenakan ketidakseimbangan hormonal. Ibu hamil yang menderita penyakit gusi memiliki komplikasi pada kehamilannya lebih besar. Menurut penelitian, bahwa wanita dengan riwayat penyakit gusi pada usia kehamilan triwulan pertama, kemungkinan mereka akan melahirkan sebelum minggu ke-37/lahir lebih cepat/premature.
  4. Penelitian-penelitian yang menghubungkan antara kesehatan gigi dan mulut terhadap penyakit jantung yang dipengaruhi pula faktor usia dan kebiasaan merokok. Dalam bukti penelitian, terdapat bakteri saku gusi yang ditemukan di pembuluh darah jantung, hal ini akan sangat berbahaya bagi penderita.
  5. Riwayat penyakit gigi dan mulut dapat pula menimbulkan gangguan saluran pernafasan.
  6. Riwayat penyakit-penyakit darah (anemia, leukemia, multiple myeloma).
  7. Riwayat penyakit rheumatologic (sjogren syndrome).
  8. Riwayat penyakit kardiovaskuler, bakteri dalam rongga mulut dapat langsung masuk ke dalam tubuh melalui aliran darah.

Pengobatan

Apabila terjadi masalah atau gangguan pada gigi kita, sebaiknya kita mendatangi dokter gigi yang sesuai dengan keluhan yang kita alami. Berikut adalah daftar spesialisasi dokter gigi yang disesuaikan dengan keluhan atau penyakit gigi dan mulut yang diderita oleh individu.

  1. Dokter gigi Spesialis Bedah Mulut, biasa mengerjakan kasus-kasus pencabutan gigi bungsu yang tumbuh terpendam/miring atau gigi lain dengan posisi tumbuh tidak pada tempatnya, fraktur tulang rahang akibat trauma/benturan, tindakan/operasi celah bibir dan langit-langit, operasi tumor rongga mulut, dll.
  2. Dokter gigi Spesialis Prostodonti/pembuatan gigi tiruan, mengerjakan pembuatan gigi tiruan kasus-kasus tertentu yang tidak bisa diatasi dokter gigi umum, pembuatan alat penutup celah langit pada bayi/obturator, dll.
  3. Dokter gigi Spesialis Ortodonti, mengerjakan pemasangan kawat gigi “fixed” yang tidak bisa dilepas pasang pasien (behel gigi). Behel ini berfungsi untuk meratakan susunan gigi yang tumbuh tidak rata/karehol karena mengganggu estetik dan fungsi lain.
  4. Dokter gigi Spesialis Konservasi Gigi/Endodontik, mengerjakan perawatan saluran akar gigi/perawatan syaraf gigi hingga tuntas dilanjutkan dengan tindakan penambalan tetap/pembuatan mahkota gigi dengan bahan sesuai indikasi, dll.
  5. Dokter gigi Spesialis Periodonti, mengerjakan tindakan-tindakan pembersihan karang gigi untuk kasus-kasus yang tidak bisa ditangani dokter gigi umum, pemasangan kawat/wire untuk mempertahankan susunan gigi yang mengalami kegoyangan, tindakan pembedahan jaringan gusi/gingival yang mengalami kelainan, dll.
  6. Dokter gigi Spesialis Pedodonti, mengerjakan tindakan-tindakan perawatan syaraf gigi anak, dilanjutkan dengan penambalan, pembuatan alat protesa untuk menahan ruangan pada gigi susu yang dicabut lebih awal supaya gigi yang masih sehat tidak bergerak kearah yg ompong (space maintener/space regainer) mengarahkan pertumbuhan/perkembangan gigi geligi, dll.
  7. Dokter gigi Spesialis Penyakit Mulut, mengerjakan tindakan penyakit-penyakit mulut yang lebih khas/kelainan-kelainan sistemik yang bermanifestasi ke rongga mulut seperti Oral Candidiasis (penyakit yang mengenai jaringan rongga mulut akibat pertumbuhan jamur yang tidak normal), Stomatitis/sariawan yang sulit sembuh, acute necrotizing ulcerative gingivitis, dll.
  8. Dokter gigi Spesialis Radiologi, mengerjakan/menganalisa dan menginterpretasi gambaran radiologi gigi geligi dan rahang dengan kondisi kelainan yang menyertainya.
  9. Dokter Gigi Umum, pekerjaannya meliputi tindakan preventif, kuratif dan rehabilitative terhadap kondisi gigi dan mulut individu/masyarakat. Tindakan yang dikerjakan seorang dokter gigi umum meliputi penambalan gigi, pembersihan karang gigi, perawatan syaraf gigi, pencabutan gigi, pembuatan gigi tiruan dan merapikan susunan gigi yang tidak teratur dengan alat ortodonsia lepasan. Pada kasus kelainan gigi dan mulut yang tidak bisa ditangani dokter gigi umum maka pasen akan dikonsulkan ke dokter gigi spesialis sesuai kompetensi/sesuai kasus yang dihadapi.

Rasulullah SAW bersabda: “Andaikan Aku tidak memberatkan umatku, pasti aku perintahkan atas mereka bersiwak/menggosok gigi setiap akan sembahyang”. (HR. Bukhari Muslim).

Hadist diatas menjelaskan bahwa betapa pentingnya setiap individu merawat kebersihan gigi dan mulut sehingga Rasulullah menganjurkan umatnya untuk senantiasa bersiwak (membersihkan gigi) saat hendak shalat. Merawat gigi geligi itu sangatlah penting karena apabila kebersihan rongga mulut tidak terjaga, dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti diterangkan diatas, dari penyakit ringan hingga penyakit yg lebih parah.

Hal-hal yang penting dilakukan dalam merawat gigi  :

  1. Menyikat gigi dengan cara yang benar dan rutin setiap hari setelah sarapan dan sebelum tidur.
  2. Menggosok gigi dengan jenis bulu sikat gigi halus/medium.
  3. Menggosok gigi dengan memakai pasta gigi yang sesuai selera + tidak dengan tekanan berlebih.
  4. Berkumur-kumur setelah makan agar sisa makanan yang menempel di gigi bisa keluar.
  5. Dianjurkan makan makanan berserat karena membantu membersihkan gigi/self cleansing.
  6. Mengurangi makanan manis dan lengket, terutama anak-anak periode pertumbuhan.
  7. Ada tidak ada keluhan, wajib kontrol ke dokter gigi umum setiap 6 bulan sekali. Hal ini sangat diperlukan karena bila ditemukan lubang gigi yang masih dangkal bisa langsung ditambal per-manen atau bila ditemukan karang gigi dapat dilakukan pembersihan karang gigi/scaling. Bila ditemukan kondisi lubang gigi yang sudah dalam, sering sakit hilang timbul, berdenyut dan bengkak maka kunjungan ke dokter gigi akan semakin lama.
  8. Yang terutama hilangkan rasa takut berlebih bila berkunjung ke dokter gigi.

Penyakit gigi dan mulut sangat berhubungan erat dengan kesehatan umum secara menyeluruh. Oleh karena nya setiap individu berkewajiban memelihara keadaan gigi dan mulut dengan baik. Jika individu dapat menjaga kondisi gigi geligi dan mulut maka hal tersebut bisa mewakili kesehatan tubuh secara umum.


24/Des/2018

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Masalah kesehatan gigi dan mulut mempunyai pengaruh terhadap proses tumbuh kembang dan masa depan derajat kesehatan setiap individu. Individu yg kurang atau tidak peduli terhadap kesehatan gigi geligi dapat  mengalami berbagai macam keluhan yang lambat laun dapat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara umum. Salah satu penyebab munculnya masalah kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat yaitu perilaku yang mengabaikan pentingnya kebersihan rongga mulut dan gigi.

Sebelum membahas fungsi gigi geligi, mari kita simak terlabih dahulu bagaimana periode pertumbuhan gigi. Dalam pertumbuhan gigi geligi, terdapat 3 periode utama pergantian gigi, yakni :

  • Periode pertumbuhan gigi anak atau gigi sulung atau gigi susu ( Deciduous Teeth ) yang dimulai sejak usia 6 bulan sampai dengan 7 tahun.
  • Periode gigi campuran ( Mix Dentition ) yang dimulai sejak usia 7 tahun sampai dengan usia 12 tahun. Dimana kondisi normal gigi susu mulai goyang hingga copot sendiri karena desakan gigi tetap pengganti dibawahnya, namum didalam kondisi tidak normal, gigi susu harus segera dicabut bila gigi tetap pengganti keluar/erupsi tidak pada tempatnya, guna menghindari susunan gigi yang tidak rata.
  • Periode gigi tetap atau gigi dewasa ( Permanent Teeth) yang dimulai saat usia 12 tahun keatas semua gigi sulung akan digantikan gigi tetap tapi ada kalanya individu tertentu di usia ini masih ditemukan gigi susu yg belum copot.

 

Jumlah Gigi

Jumlah gigi pada orang dewasa memiliki jumlah 32 gigi yang tersebar di rahang atas dan rahang bawah, untuk Rahang Atas terdiri dari 6 gigi atas depan atau anterior dengan rincian  gigi seri 1, gigi seri 2 dan gigi taring kanan & kiri , 4 gigi premolar atau geraham kecil  yang terdiri dari  2 gigi premolar kanan dan 2 gigi premolar kiri  seta 6 gigi geraham yang terdiri dari 3 gigi geraham kanan & 3 gigi geraham kiri.

Rahang bawah terdiri dari 6 gigi bawah depan atau anterior dengan rincian, gigi seri 1, gigi seri 2 dan gigi taring kanan & kiri, di rahang bawah juga terdapat 4 gigi premolar atau geraham kecil dengan rincian, 2 gigi premolar kanan & 2 gigi premolar kiri lalu terdapat pula 6 gigi geraham dengan rincian, 3 gigi geraham kanan & 3 gigi geraham kiri,  terkadang individu tertentu mendapatkan jumlah gigi tetap hanya 28 atau 30 gigi hal ini bisa terjadi dikarenakan memang tidak ada benih gigi bungsu atau ada gigi bungsu tapi posisi terpendam atau miring.

Sedangkan untuk Jumlah gigi anak atau gigi susu adalah 20 gigi, Rahang Atas terdiri 6 gigi atas depan atau anterior dengan rincian  gigi seri susu 1, gigi seri susu 2 dan gigi taring susu kanan & kiri , di rahang atas juga terdapat 4 gigi geraham susu dengan rincian 2 gigi geraham susu kanan &  2 gigi geraham susu kiri sedangkan pada Rahang Bawah terdiri 6 gigi bawah depan atau anterior dengan rincian gigi seri susu 1, gigi seri susu 2 dan gigi taring susu kanan & kiri  di rahang bawah juga terdapat 4 gigi geraham susu dengan rincian 2 gigi geraham susu  kanan & 2 kiri).

Fungsi Gigi Geligi  

Gigi geligi mempunyai fungsi sebagai berikut : Fungsi Mastikasi (Pengunyahan), Fungsi Estetik (Penampilan), Fungsi Fonetik (Bicara), Fungsi Identifikasi, Menahan posisi gigi asli yg masih sehat tidak bergeser kearah yang ompong, Menghindari gangguan sendi temporo mandibular, Mencapai keseimbangan pengunyahan dan menahan jaringan lunak  agar otot wajah tetap sehat.

Jenis  Penyakit/Kelainan Pada Gigi

Dalam perjalanannya, gigi dapat mengalami kerusakan. Mulai dari kerusakan kecil, hingga kerusakan luas, diawali  dengan lubang kecil (karies), sedang, besar hingga tertinggal sisa akar. Selama proses kerusakan gigi yang lama tentu  dilalui fase rasa sakit ringan hingga berat. Berikut ini adalah jenis-jenis kelainan atau penyakit pada Gigi dan Mulut :

  • Karies / lubang gigi, dikarenakan aktifitas bakteri yg merusak struktur gigi.
  • Radang Gusi / Gingivitis / Gusi bengkak, hal ini bisa terjadi dikarenakan kondisi mulut tidak terjaga kebersihannya sehingga terjadi penumpukan karang gigi / plak menempel ditepi gusi / leher gigi, keadaan ini memudahkan terjadi perdarahan gusi karena iritasi karang gigi terhadap tepi gusi. Kondisi akan semakin parah bila tidak segera ditangani dengan benar sehingga bisa berlanjut menjadi jenis penyakit lain.
  • Gigi Hipersensitif, kelainan gigi biasa dirasakan “ngilu/linu” saat terkena rangsang dingin. Keluhan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu secara alami atau bawaan saat pembentukan lapisan gigi, terbiasa makan minum yang dingin, pemutihan gigi, penumpukan plak, menggosok gigi dengan pasta gigi bersifat abrasive, Menggosok gigi dengan sikat gigi jenis bulu sikat keras/hard, Menggosok gigi dengan tekanan berlebih dan faktor usia lanjut.
  • Abses Gusi atau Gusi bengkak, hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya infeksi pada gusi yang disebabkan oleh aktifitas bakteri yang berkembang biak sehingga gusi tampak bengkak dan bernanah yang penampakanya seperti cairan kental berwarna kuning/putih/kuning kecoklatan. Muncul nanah
  • Radang Pulpa Gigi atau Pulpitis, merupakan perluasan lubang gigi yg dibiarkan terlalu lama sehingga meluas ke daerah pulpa yang akhirnya menimbulkan rasa sakit yang cukup hebat.
  • Tumor Pada Gusi, Tumor merupakan pertumbuhan sel yang berkembang secara abnormal, tumor dapat tumbuh dijaringan mana saja termasuk mengenai organ mulut terutama bagian mukosa atau jaringan lunak seperti bibir, gusi, lidah dan langit-langit, kurang menjaga kesehatan rongga mulut dan gigi, faktor kebiasaan buruk, faktor turunan atau genetik, trauma atau benturan yang mengenai jaringan sekitar rongga mulut bisa menyebabkan tumor ganas atau tumor jinak.
  • Stomatitis atau Sariawan, Kelainan ini dapat dikarenakan kekurangan Vit.C, keadaan psikologis/stress, iritasi dari sisa akar gigi, mahkota gigi / tambalan tajam/kasar. (bersambung…)

22/Nov/2018

Kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan penyakit yang menjangkit kaum hawa dan salah satu kanker yang mematikan. Dalam banyak kasus, kanker serviks terkait dengan infeksi menular seksual. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization), tidak kurang dari satu juta wanita di dunia menderita penyakit ini.

Penyebab kanker serviks ini adalah infeksi kuman human papillomavirus (HPV) yang menyerang leher rahim. Terdapat lebih dari 100 jenis virus HPV, 13 diantaranya dapat menyebabkan kanker serviks. Penularan virus ini bisa terjadi melalui hubungan seksual dengan orang yang memiliki virus yang sama. Virus akan menginfeksi sel sehat pada dinding rahim dan sel sehat akan mati, lalu digantikan sel abnormal yang tumbuh tidak terkendali. Itulah yang kemudian menjadi kanker.

Banyak wanita yang tidak menyadari bahwa ia terserang penyakit ini. Kalaupun ada gejalanya, hal itu sering kali diremehkan. Sehingga penyakit berkembang dari semula stadium awal menjadi stadium lanjut. Sebenarnya penyakit ini dapat disembuhkan secara total jika ditemukan sedini mungkin.

Pemeriksaan IVA menjadi salah satu upaya dini untuk mencegah kanker serviks. Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan inspeksi visual dengan asam asetat yang bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan organ serviks tersebut.

Berkaitan dengan sosialisasi bahaya kanker serviks yang bertepatan dengan rangkaian Hari Kesehatan Nasional yang ke-54, Rumah Sakit Al Islam (RSAI) Bandung bekerjasama dengan Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, mengadakan pemeriksaan IVA gratis secara massal pada Senin (19/11/2018). Kegiatan ini diikuti oleh lebih kurang 400 warga yang ada di Kecamatan Rancasari, meliputi Kelurahan Manjahlega, Cipamokolan, Mekarjaya dan Derwati.

Menurut Kepala Seksi Pemberdayaan Perempuan Kecamatan Rancasari, Indah, kegiatan ini sangat baik untuk diselenggarakan dan sesuai dengan program prioritas TP PKK, yaitu Pokja 4 yang programnya melakukan pemeriksaan IVA. “Tujuan dari IVA test ini adalah untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya deteksi dini kanker mulut rahim, kepada masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan sebagai upaya preventif, agar masyarakat terhindar dari kanker serviks ini,” papar Indah.

Hal serupa disampaikan oleh Ketua Pokja 4 TP PKK Kota Bandung, Eulis Sumiati. Menurut Eulis, Pokja 4 TP PKK Kota Bandung sangat mengapresiasi kegiatan Gebyar Pemeriksaan IVA yang dilaksanakan oleh TP PKK Kecamatan Rancasari, bekerjasama dengan RSAI Bandung, sebagai upaya untuk mencegah kanker serviks melalui deteksi dini dengan pemeriksaan IVA.

“Melalui peran PKK sebagai penggerak dan penyuluh di masyarakat, diharapkan masyarakat terutama pasangan usia subur semakin memahami pentingnya pemeriksaan IVA sebagai deteksi dini pencegahan kanker serviks. Besar harapan saya kegiatan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan. Sehingga semakin meningkatkan kesadaran cakupan IVA test di Kecamatan Rancasari khususnya dan Kota Bandung pada Umumnya,” tutur Eulis.


04/Agu/2018

Tuntunan Bagi Orang Yang Sakit

 

Islam mengajarkan beberapa tuntunan bagi mereka yang sakit diantaranya :

  1. Hendaklah senantiasa bersabar dan bertawakal kepada Allah SWT.
  2. Tidak mengharapkan mati separah apapun penyakitnya, Rasulallah bersabda : “Janganlah salah seorang dari kamu mengharap mati. Bila ia orang baik, maka mudah-mudahan ia b;isa menambah kebaikannya, bila ia orang yang buruk maka masih ada peluang baginya untuk berhenti dari kejahatannya”. (Muttafaq alaih, dari Abu Hurairah RA.).
  3. Berobat dengan obat yang halal dan yang tidak diharamkan secara syar’i.
  4. Banyak berdo’a sambil menyentuh bagian yang sakit.
  5. Bila sakitnya terasa makin parah dan khawatir bahwa hidupnya takkan lama lagi, maka sebaiknya dia menulis surat wasiat dengan tidak melanggar ketentuan syari’at islam (Q.S. 2:180), segera melunasi hutang-hutangnya dan mengembalikan amanah-amanah yang dititipkan kepadanya.

LOGO-PUTIH-compress

About Us :
RS Al Islam Bandung adalah Rumah Sakit milik Yayasan RSI KSWI Jawa Barat yang mempunyai visi "Menjadi Rumah Sakit Yang Unggul, Terpercaya dan Islami dalam Pelayanan dan Pendidikan"

RS Al Islam Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 644
Tel. (022) 7565588
Email : cs@rsalislam.com

Recent Posts

Sertifikat

paripurna-2022-2026-4-11zon

Sertifikat Paripurna

Copyright by RS Al Islam Bandung 2021. All rights reserved.

icon

Jadwal Dokter

Info Jadwal Dokter Terbaru

icon

Customer Care

Sampaikan apa saja sama kami

icon

Daftar Online

Jadwalkan Rencana Kunjungan Anda

Tanya RSAI