24/Jan/2019

Saat bayi semakin aktif, ia membutuhkan energi yang lebih banyak dari yang ia dapatkan melalui Air Susu Ibu (ASI). Aktifitas bayi akan meningkat sesuai perkembangan tubuhnya. Mengangkat dadanya dari lantai, berguling atau belajar duduk, akan menimbulkan nafsu makan yang lebih besar dari biasanya. Artinya, ia membutuhkan asupan lain selain ASI yang dapat mendukung aktivitasnya.

Pemberian makanan tambahan kepada bayi, dapat mengembangkan kemampuan untuk menerima bermacam-macam makanan dengan berbagai rasa dan bentuk. Selain itu, bayi bisa mengembangkan kemampuannya untuk mengunyah dan menelan makanan; mencoba adaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energi yang tinggi serta melengkapi zat gizi yang mulai berkurang.

Kapan makanan tambahan diberikan?

Makanan tambahan sebaiknya diberikan kepada bayi pada saat ia berusia 6 bulan. Berikut pola pemberian makanan tambahan pada bayi usia 0 – 2 tahun:

  • 0 – 6 bulan : ASI (sekehendak)
  • 6 – 8 bulan : ASI (sekehendak); buah (1 kali); bubur susu (2 kali)
  • 8 – 10 bulan : ASI (3 – 4 kali); buah (1 kali); nasi tim saring (3 kali)
  • 10 – 12 bulan : ASI (3 – 4 kali); buah (1 kali); nasi tim (3 kali)
  • 12 – 24 bulan : ASI (2 – 3 kali); buah (1 kali); nasi tim/makanan kaleng (3 kali); makanan kecil (1 kali)

Jenis makanan tambahan bisa berupa buah-buahan atau makanan lunak dan lembek. Pisang, pepaya, jeruk dan tomat merupakan buah-buahan yang cocok sebagai makanan tambahan bayi. Berikut cara membuat dan memberikan makanan tambahan kepada bayi:

1. Nasi Tim

– Bahan

  • Beras 20gr
  • Ikan atau daging 1 potong
  • Tempe atau tahu 1 potong
  • Sayur 25gr
  • Air 800ml

– Cara membuatnya

  • Beras dimasak di dalam panci dengan air yang telah disediakan, bahan yang lain (selain sayur) dicuci dan dicincang kemudian dimasukan ke dalam rebusan beras tadi;
  • Cuci dan potong sayur kemudian dimasukan ke dalam rebusan jika sudah lunak;
  • Sesudah mendidih, aduk dan dimasak terus hingga kental dan matang
  • Buah-buahan:

2. Pisang

  • Pilihlah pisang yang benar-benar matang. Bisa dengan pisang ambon, pisang raja dan sebagainya;
  • Pisang dicuci dengan air bersih;
  • Pasang alas dada anak;
  • Buka kulit pisang sedikit demi sedikit secara memanjang, agar bagian buahnya tidak tersentuh tangan;
  • Keriklah sedikit demi sedikit dengan sendok kecil yang dicuci dengan air panas;
  • Berikan sedikt demi sedikit sampai bayi mau makan dan mau mengunyah;
  • Setelah bayi selesai makan, beri air matang untuk membilas mulutnya;
  • Bersihkan mulut bayi serta peralatan makan yang telah digunakan.

3. Pepaya

  • Pilihlah pepaya yang masak dan dagingnya berwarna merah dan cuci dengan air bersih;
  • Potong kira-kira 3 – 5 cm, kupas pepaya kemudian dicuci dengan air matang;
  • Ambil saringan kawat yang halus, kemudian saring pepaya dengan digilas menggunakan sendok yang telah dicuci dengan air matang;
  • Tampung pepaya yang keluar dari saringan dengan mangkuk;
  • Berikan sedikit-sedikit kepada bayi;
  • Berikan sedikt demi sedikit sampai bayi mau makan dan mau mengunyah;
  • Setelah bayi selesai makan, beri air matang untuk membilas mulutnya;
  • Bersihkan mulut bayi serta peralatan makan yang telah digunakan.

4. Jeruk

  • Pilih jeruk yang manis dan cuci dengan air panas;
  • Jeruk dipotong menjadi dua bagian;
  • Peras dengan perasan jeruk yang telah disiram air panas;
  • Air jeruk disaring dan diencerkan dengan air matang untuk pertamakalinya;
  • Berikan sedikt demi sedikit kepada bayi;
  • Setelah selesai, beri air matang untuk membilas mulutnya;
  • Bersihkan mulut bayi serta peralatan yang telah digunakan.

5. Tomat

  • Pilih tomat yang agak besar dan matang;
  • Rendam dengan air panas selama 5 menit;
  • Buang kulit dengan cara ditekan menggunakan sendok;
  • Tampung perasan dakam mangkuk;
  • Pemberian pertama, encerkan dengan air matang dan beri gula pasir sedikit;
  • Berikan sedikit demi sedikit kepada bayi;
  • Setelah selesai, beri air matang untuk membilas mulutnya.

23/Jan/2019

Upaya Pencegahan Luka Diabetik

  1. Perawatan Kulit Kaki
  2. Periksa kaki setiap hari. Gunakan cermin sebagai alat bantu;
  3. Cuci/bersihkan kaki menggunakan sabun bayi dan air hangat kuku (jangan memakai air terlalu panas. Karena dapat merusak kulit);
  4. Gosok kaki dengan sikat lunak dan keringkan kaki menggunakan handuk yang halus/lembut secara hati-hati dan perhatikan sela jari-jari kaki;
  5. Oleskan pelembab pada kulit, terutama bila kulit kering/pecah-pecah. Kecuali daerah sela jari-jari kaki.
  6. Periksa kaki kembali secara teliti setiap hari. Terutama daerah sela-sela jari kaki dan telapak kaki. Pastikan tidak ada luka lecet, kemerahan, dan kelainan pada kulit kaki, seperti kulit tebal/terinfeksi
  • Perawatan Kuku Jari Kaki
  1. Bersihkan kuku dengan air hangat secara lembut dan keringkan menggunakan handuk yang lembut;
  2. Bila kuku panjang, rendam kaki dalam air hangat dan sabun selama 5-10 menit. Potong kuku hati – hati, dikikir halus dan tidak tajam;
  3. Jika ada kelainan kuku atau tanda-tanda infeksi, segera konsultasikan dengan petugas kesehatan.
  • Perawatan Alas Kaki
  1. Ukuran dan bentuk alas kaki disesuaikan dengan ukuran dan bentuk kaki (jangan terlalu longgar/terlalu sempit) serta terbuat dari bahan yang lembut;
  2. Bila menggunakan sepatu, usahakan permukaan atas sepatu lunak, dan ujung sepatu longgar (agar jari-jari kaki bisa bergerak);
  3. Bagian tumit harus kokoh, sehingga kaki stabil;
  4. Mengenakan sepatu baru dalam waktu singkat;
  5. Bagian bawah alas kaki tidak licin, sehingga tidak mudah terpeleset;
  6. Gunakan kaos kaki yang lembut yang terbuat dari katun, menyerap keringat, dan sesuai ukuran kaki.
  • Prinsip Perawatan Kaki
  1. Selama perawatan jari kaki, jangan memakai air terlalu panas;
  2. Gunakan sepatu yang pas dan kaus kaki yang bersih setiap saat berjalan dan jangan bertelanjang kaki bila berjalan;
  3. Cuci kaki setiap hari dan keringkan dengan baik serta memberikan perhatian khusus pada daerah sela-sela jari kaki;
  4. Jangan mengobati sendiri apabila terdapat kalus, tonjolan kaki atau jamur pada kuku kaki;
  5. Suhu air yang digunakan untuk mencuci kaki antara 29,5 – 30º C dan disarankan diukur dulu dengan termometer;
  6. Jangan menggunakan alat pemanas atau botol diisi air panas. Langkah-langkah yang membantu meningkatkan sirkulasi pada ekstremitas bawah yang harus dilakukan yaitu:
  • Hindari Kebiasaan merokok;
  • Hindari bertumpang kaki duduk;
  • Lindungi kaki dari kedinginan;
  • Hindari merendam kaki dalam air dingin;
  • Gunakan kaos kaki atau stocking yang tidak menyebabkan tekanan pada tungkai atau daerah tertentu
  • Periksa kaki setiap hari dan laporkan bila terdapat luka, bullae (gelembung berisi air), kemerahan atau tanda-tanda radang, sehingga segera dilakukan tindakan awal
  • Jika kulit kaki kering gunakan pelembab atau krim.

Selesai.


18/Jan/2019

Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit kronik yang kompleks, melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak, serta berkembangnya komplikasi pembuluh darah besar, pembuluh darah kecil dan syaraf.

 Hipoglikemi

Hipoglikemi merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan kadar gula darah dari batas normal / < 60 mg/dL.

Ada beberapa penyebab terjadinya hipoglikemi, diantaranya:

  • Dosis insulin yang diberikan terlalu besar dari jumlah yang sebenarnya dibutuhkan;
  • Makanan yang dimakan terlalu sedikit (terlambatnya jam makan atau tidak makan sama sekali) atau terlambatnya pengosongan lambung;
  • Aktifitas fisik terlalu berat;
  • Stres emosional;
  • Muntah, diare atau penurunan penyerapan makanan diusus.

Tanda dan Gejala Hipoglikemi

  • Pusing
  • Lemas
  • Gemetar
  • Keringat dingin
  • Lapar
  • Kesemutan
  • Pucat
  • Peningkatan denyut nadi, dan denyut nadi teraba kecil
  • Penurunan kesadaran
  • Pandangan kabur
  • Rasa tebal pada bibir dan lidah

Penatalaksanaan Hipoglikemi

  • Berikan gula yang dapat diserap dengan cepat. Diantaranya teh manis, ½ cangkir jus buah dan/atau biskuit;
  • Bila ada penurunan kesadaran segera bawa ke rumah sakit untuk segera diberikan dekstrose.

 

Hiperglikemi

Hiperglikemi merupakan kondisi adanya peningkatan gula darah hingga > 110 mg/dL atau > 140 mg/dL gula darah 2 jam setelah makan. Asupan makan yang melebihi aturan diet, biasanya menjadi penyebab hiperglikemi.

Tanda dan Gejala Hiperglikemi

  • Sering lapar
  • Sering kencing
  • Sering haus
  • Tubuh terasa lemah
  • Mulut dan kulit kering
  • Pandangan kabur
  • Penurunan berat badan
  • Pernapasan cepat dan dalam
  • Nadi cepat
  • Kesemutan
  • Kram otot
  • Luka yang tidak sembuh
  • Gangguan tidur
  • Hilang nafsu makan
  • Pusing

Penatalaksanaan Hiperglikemi

  • Diet sesuai ahli gizi
  • Olahraga
  • Insulin / obat penurun gula yang diminum

Berikut klasifikasi makanan yang perlu diperhatikan oleh penderita Diabetes Mellitus:

  • Jenis Makanan yang TIDAK BOLEH dikonsumsi :
  1. Manisan Buah
  2. Gula pasir
  3. Susu Kental Manis
  4. Madu
  5. Abon
  6. Kecap
  7. Sirup
  8. Es Krim
  • Jenis makanan Yang boleh dimakan. Tetapi harus DIBATASI ;
  1. Nasi
  2. Singkong
  3. Roti
  4. Telur
  5. Tempe
  6. Tahu
  7. Kacang Hijau
  8. Kacang Tanah
  9. Ikan
  • Jenis Makanan yang DIANJURKAN untuk dimakan
  1.  Tomat
  2. Kangkung
  3. Oyong
  4. Bayam
  5. Kacang Panjang
  6. Pepaya
  7. Labu Siam
  8. Kol

 

bersambung…


16/Jan/2019

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

ASI eksklusif ialah pemberian ASI selama 6 bulan tanpa dicampur dengan tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh dan makanan padat seperti pisang, papaya dan biskuit. Setelah anak usia 6 bulan, barulah diberikan makanan pendamping ASI, sedangkan ASI tetap dapat diberikan sampai anak berusia 2 tahun.

Manfaat ASI bagi bayi:

  1. ASI mengandung protein yang spesifik untuk melindungi bayi dari alergi;
  2. Secara alamiah, ASI memberikan kebutuhan yang sesuai dengan usia kelahiran bayi (Pemberian ASI pada bayi prematur sangat dianjurkan. Karena ASI memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibanding susu formula biasa);
  3. ASI meningkatkan daya tahan tubuh bayi;
  4. ASI sebagai zat antivirus dan bakteri;

Manfaat ASI bagi Ibu:

  1. Membantu mempercepat pengembalian rahim ke bentuk semula dan mengurangi pendarahan setelah melahirkan;
  2. Mencegah kanker payudara. (karena pada saat menyusui, hormon esterogen mengalami penurunan, sementara itu tanpa aktivitas menyusui, kadar hormon esterogen tetap tinggi. Hal inilah yang diduga menjadi salah satu pemicu kanker payudara karena tidak adanya keseimbangan hormon esterogen dan progesteron);
  3. Menyusui secara teratur akan menurunkan berat badan ibu secara bertahap;
  4. Menimbulkan rasa puas, bangga dan bahagia bagi ibu yang berhasil menyusui bayinya;
  5. Pemberian ASI secara eksklusif dapat memberikan efek kontrasepsi selama 6 bulan setelah kelahiran. Karena isapan bayi merangsang prolaktin yang menghambat terjadinya ovulasi/pematangan telur sehingga menunda kesuburan.

Tips Jitu Meningkatkan Jumlah dan Kualitas ASI:

  1. Secara psikologis, ibu harus yakin dan percaya diri;
  2. Tingkatkan frekuensi dan intensitas;
  3. Hindari niat memberikan susu formula;
  4. Inisiasi dini sangat penting.;
  5. Hindari penggunaan dot atau empeng;
  6. Makanan ibu harus bergizi;
  7. Memerah ASI atau pompa ASI;
  8. Ciptakan suasana menyenangkan untuk menciptakan hubungan psikologis;
  9. Perawatan diri sendiri;
  10. Perawatan payudara;
  11. Pemberian vitamin perangsang ASI.

“Bayi Rewel belum tentu haus.”

Seringkali meski bayi sudah kenyang dan perutnya penuh masih saja menangis dan mulutnya seperti mencari puting susu. Dalam keadaan seperti ini, bukan hanya ibu yang panik. Ayah atau nenek ikut panik dan menganggap ASI yang diberikan masih kurang, sehingga harus ditambah susu formula. Padahal tidak setiap bayi rewel disebabkan oleh haus. Sekitar 30% bayi mengalami ketidakmatangan saluran cerna yang mengakibatkan rasa tidak nyaman dan tidak enak di perut. Hal ini membuat bayi rewel dan sering menangis, padahal perutnya sudah penuh dan kenyang.

Teknik Penyimpanan ASI Perah

  1. Siapkan wadah penampung ASI yang mudah disterilkan, biasanya berupa botol bertutup rapat yang terbuat dari bahan tahan panas. Bisa terbuat dari kaca, stainless steel, dan plastik yang tidak meleleh jika direndam dalam air panas
  2. Gunakan wadah yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum, misalnya 60ml.
  3. Jangan pakai botol susu yang berwarna/bergambar, karena ada kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas. Wadah untuk menampung ASI sebaiknya terbuat dari bahan yang mudah disterilkan, seperti botol bertutup rapat yang terbuat dari plastik atau gelas yang tahan panas.
  4. Bila ASI perah akan diberikan kurang dari 6 jam, maka tidak perlu di simpan di lemari pendingin. Namun disarankan untuk tidak menyimpan ASI di suhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam.
  5. Bila perlu disimpan selama 24 jam, segera masukkan ASI perah ke dalam lemari pendingin pada suhu 4ºC (jangan sampai beku).
  6. Bila ASI perah baru akan digunakan dalam waktu 1 pekan atau lebih, maka ASI perah tersebut harus segera didinginkan dalam lemari pendingin selama 30 menit, lalu dibekukan pada suhu -18ºC atau lebih rendah. ASI yang sudah dibekukan dapat disimpan antara 3 – 6 bulan.
  7. Simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan.
  8. Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin. Karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan/atau ditutup.
  9. Beri label setiap wadah ASI yang berisi keterangan kapan ASI tersebut diperah.
  10. Jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku. Sisakan kurang lebih ¼ bagian kosong.

 Waktu Penyimpanan ASI perah

Metode penyimpananWaktu penyimpanan
Kolostrum  (suhu kamar)

Suhu ruangan 16°C

Suhu ruangan 19°C s/d 22°C

Suhu ruangan 26°C

Suhu ruangan 30°C s/d 38°C

Lemari es (4-5°C)

Freezer di lemari es satu pintu

Freezer di lemari es dua pintu (-18°C s/d -20°C)

12 jam

24 jam

10 jam

4-6 jam

4 jam

5 hari

2 minggu

3-6 bulan

Mencairkan ASI

  1. Cairkan ASI beku dengan memindahkan ASI beku dari freezer ke lemari es (refriregator) selama satu malam.
  2. Rendam susu sambil diputar-putar dalam mangkuk yang berisi air hangat, atau dengan menggunakan air mengalir. Panas yang berlebihan dapat merubah dan menghancurkan enzim dan protein yang terkandung dalam ASI.
  3. Cairkan seluruhnya. Karena lemak terpisah saat proses pembekuan. Jangan pernah menggunakan microwave untuk mencairkan dan menghangatkan ASI.
  4. Setelah ASI dicairkan, ASI harus segera digunakan sebelum 24 jam

15/Jan/2019

Klasifikasi Asma

Klasifikasi asma berdasarkan tingkat keparahan penyakit (derajat asma) yaitu:

  1. Intermiten

Intermitten ialah derajat asma yang paling ringan. Pada tingkatan derajat asma ini, serangan asma biasanya berlangsung secara singkat. Gejala ini bisa muncul di malam hari dengan intensitas sangat rendah yaitu ≤ 2x sebulan.

  1. Persisten Ringan

Persisten ringan ialah derajat asma yang tergolong ringan. Pada tingkatan derajat asma ini, gejala pada sehari-hari berlangsung lebih dari 1 kali seminggu, tetapi kurang dari atau sama dengan 1 kali sehari dan serangannya biasanya dapat mengganggu aktifitas tidur di malam hari.

  1. Persisten Sedang

Persisten sedang ialah derajat asma yang tergolong lumayan berat. Pada tingkatan derajat asma ini, gejala yang muncul biasanya di atas 1x dalam sepekan dan hampir setiap hari. Serangannya biasanya dapat mengganggu aktifitas tidur di malam hari.

  1. Persisten Berat

Persisten berat ialah derajat asma yang paling tinggi tingkat keparahannya. Pada tingkatan derajat asma ini, gejala yang muncul biasanya hampir setiap hari, terus menerus, dan sering kambuh. Membutuhkan bronkodilator setiap hari dan serangannya biasanya dapat mengganggu aktifitas tidur di malam hari.

 

Pemeriksaan penunjang

  1. Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) atau Forced expiratory volume (FEV). Berfungsi untuk mendiagnosis asma dan tingkatannya.
  2. Skin test : Berfungsi untuk mengetahui penyebab dari asma.
  3. Chest X-ray : Berfungsi untuk komplikasi (pneumotoraks) atau untuk memeriksa pulmonaty shadows dengan allergic bronchipulmonary aspergilosis
  4. Histamine bronchial provocation test : Untuk mengindikasikan adanya airway yang hiperresponsif, biasanya ditemukan pada seluruh penyakit asma, terutama pada pasien dengan gejala utama batuk. Tes ini tidak boleh dilakukan pada pasien yang mempunyai fungsi paru yang buruk (FEV <1,5L)
  5. Blood and sputum test : Pasien dengan asma mungkin memiliki peningakatan eosinofil di darah perifer (>9,4×10)

 

Pencegahan Kambuhnya Asma :

  1. Perhatikan waktu atau kegiatan sebelum mendapat serangan, misalnya udara, rokok, makanan/minuman, debu, kegiatan fisik, obat-obatan, infeksi dan lain sebagainya. Buat catatan, sehingga di dapat gambaran jelas tentang penyebabnya dan dapat dihindari
  2. Cuci sarung bantal, sprei, horden lebih sering
  3. Potong rumput di halaman lebih sering
  4. Pilih tanaman yang tidak berbunga
  5. Jauhi asap rokok
  6. Hindari makanan laut
  7. Jangan memelihara binatang berbulu dirumah (anjing, kucing, burung)
  8. Gunakan pakaian hangat jika cuaca dingin
  9. Hindari aktifitas yang dapat membuat tubuh kelelahan
  10. Selalu sediakan obat asma di rumah dan/atau di tas kala bepergian
  11. Jika menggunakan obat steroid hirup, setelah menghirup obat ini dianjurkan berkumur dengan air hangat untuk menghindari efek sampingnya berupa jamur pada kerongkongan dan pita suara
  12. Jika asma terlanjur kambuh, hentikan aktifitas dan segera beristirahat
  13. Obati serangan secara dini, jangan menunggu sampai sesak nafas
  14. Jika setelah minum obat tidak terjadi perbaikan, harus segera berobat ke UGD rumah sakit terdekat.

 

Penanganan Penyakit Asma :

  1. Secara non-farmakologik (penanganan tidak dengan obat)
  • Pendidikan pada penderita mengenai penyakitnya sehingga dapat menyikapi penyakitnya dengan baik
  • Menghindari penyebab/pencetus serangan (allergen) dan kontrol lingkungan hidupnya
  • Latihan relaksasi, kontrol terhadap emosi dan lakukan senam atau olah raga yang bermanfaat memperkuat otot pernapasan, misalnya berenang
  • Fisioterapi, sehingga lendir mudah keluar
  1. Secara farmakologik (penanganan menggunakan obat)
  • Pereda serangan/ pelonggar saluran nafas, misalnya Salbutamol, Aminofilin
  • Pencegah serangan berulang, misalnya Prednisone, Dexametason
  • Pengencer lendir, misalnya Bromhexin, Ambroxol

(Selesai)


LOGO-PUTIH-compress

About Us :
RS Al Islam Bandung adalah Rumah Sakit milik Yayasan RSI KSWI Jawa Barat yang mempunyai visi "Menjadi Rumah Sakit Yang Unggul, Terpercaya dan Islami dalam Pelayanan dan Pendidikan"

RS Al Islam Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 644
Tel. (022) 7565588
Email : cs@rsalislam.com

Recent Posts

Sertifikat

paripurna-2022-2026-4-11zon

Sertifikat Paripurna

Copyright by RS Al Islam Bandung 2021. All rights reserved.

icon

Jadwal Dokter

Info Jadwal Dokter Terbaru

icon

Customer Care

Sampaikan apa saja sama kami

icon

Daftar Online

Jadwalkan Rencana Kunjungan Anda

Tanya RSAI