01/Okt/2019

SEPUTAR AIR SUSU IBU YANG PERLU ANDA KETAHUI

Siti Horidah

Bidan Rumah Sakit Al Islam Bandung

 

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf”. (Al Qur’an Surat Al Baqarah : 233)

Menyusui anak adalah salah satu perintah yang sangat di ajurkan oleh Allah SWT kepada para ibu, baik itu ibu kandung ataupun bukan ibu kandung yang mampu menyusui, karena Air Susu Ibu memiliki peran yang penting bagi tumbuh kembang bayi yaitu sebagai makanan terbaik untuk bayi hingga usia yang dianggap sempurna yakni dua tahun. Dan kewajiban ayah memberikan makan kepada para ibu yang sedang menyusui dengan manakan yang toyib dan halal baik dari zatnya maupun dari cara mendapatkanya agar ASI yang dihasilkan berkualitas sehingga bayi akan menjadi sehat baik jasmani maupun rohaninya.

Komposisi Air Susu Ibu/ASI mengandung 88% air sedangkan sisanya terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, enzim, hormon. Volume ASI yang dihasilkan oleh seorang ibu tidak tergantung pada ukuran besarnya payudara, tetapi lebih dipengaruhi oleh makanan yang bergizi yang dikonsumsi selama kehamilan dan menyusui jadi selama asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu baik maka Insya Allah produksi ASI dapat mencukupi untuk kebutuhan bayi, namun demikian hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah faktor psikologis karena hal ini juga menjadi faktor penyebab sedikit banyaknya produksi ASI yang dihasilkan, hal lain yang juga perlu diperhatikan agar kuantitas dan kualitas ASI baik maka ibu yang menyusui harus memperhatikan kebersihan diri dan melakukan perawatan payudara.

Pemberian Air Susu Ibu/ASI kepada bayi dapat diberikan sesaat setelah kelahiran bayi dan selanjutnya  diberikan secara eksklusif selama 6 bulan artinya selam enam bulan bayi tidak diberikan makanan dan minuman tambahan selain Air Susu Ibu/ASI, setelah masa 6 bulan penyusuan dengan hanya memberikan ASI maka bayi boleh diberikan makanan tambahan dan tentunya ASI tetap diberikan sampai usia penyapihan/penyempurnaan penyusuan selama 2 tahun.

Air Susu Ibu/ASI sangat bermanfaat bagi bayi anda karena ASI mengandung protein yang spesifik untuk melindungi bayi dari alergi dan secara alamiah ASI memiliki kandungan untuk memenuhi kebutuhan asupan bayi yang disesuaikan dengan usia kelahiran bayi, seperti bayi yang lahir premature maka ASI yang diproduksi akan memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan ASI yang diproduksi pada bayi yang dilahirkan cukup bulan, ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi disamping itu juga ASI berfungsi sebagai zat anti virus dan anti bakteri.

Selain ASI bermanfaat bagi bayi, proses produksi ASI yang terjadi sangat bermanfaat bagi ibu setelah melahirkan yaitu mempercepat pengembalian Rahim ke bentuk semula, mengurangi perdarahan setelah kelahiran dan mencegah timbulnya kanker payudara hal ini dikarenakan pada saat menyusui hormone esterogen mengalami penurunan sedangkan apabila tidak ada aktifitas menyusui kadar hormone esterogen tetap tinggi dan inilah yang diduga menjadi salah satu pemicu kanker payudara karena tidak adanya keseimbangan antara hormone esterogen dan progesteron.

Aktifitas menyusui secara teratur yang dilakukan ibu paska melahirkan  akan menurunkan berat badan ibu secara bertahap dan pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan akan memberikan manfaat bagi ibu sebagai kontrasepsi selama 6 bulan setelah melahirkan karena isapan bayi ketika menyusu akan merangsang prolaktin yang dapat menghambat terjadinya ovulasi  atau pematangan telur sehingga menunda kesuburan.

 

Bagi ibu menyusui yang bekerja masih tetap dapat memberikan bayinya asupan ASI, yaitu dengan memerah lalu menyimpanya, berikut cara penyimpanan ASI perah yang aman, yang pertama dilakukan adalah menyiapkan wadah penampung ASI yang mudah disterilkan yang dapat ditutup dengan rapat dan terbuat dari bahan anti panas, gunakan wadah/botol yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum misalnya 60ml, jangan menyimpan ASI disuhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam jika akan menyimpan ASI untuk jangka 24 jam maka segera masukan ASI kedalam lemari pendingin pada suhu 4 derajat Celsius sedangkan untuk ASI yang akan digunakan dalam waktu seminggu atau lebih maka simpan dulu ASI di lemari pendingin selama 30 menit setelah itu baru masukan kedalam freezer yang bersuhu -18 derajat Celsius atau lebih rendah

Simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan. Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan ditutup. Jangan lupa beri label setiap wadah ASI yang berisi keterangan kapan ASI tersebut diperah dan jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku untuk itu sisakan ruang kurang lebih ¼ bagian kosong dari wadah penampung.

 

Apabila ASI yang dibekukan akan dipergunakan maka pindahkan ASI beku dari freezer ke lemari pendingin selama 24 jam, kemudian keluarkan ASI dari lemari pendingin dan rendam dalam mangkuk dengan menggunakan air hangat, ingat jangan menggunakan air panas karena akan merusak nutrisi dan antibody yang ada pada ASI, apabila ASI sudah mencair dengan suhu hangat maka kocok dengan lembut hal ini diperlukan agar endapan ASI jadi merata dan ASI siap untuk diberikan kepada bayi anda

 

Jika ASI beku yang sudah dicairkan ternyata tidak terpakai, sebaiknya jangan dimasukan kembali kedalam freezer karena hal ini dapat merusak kualitas ASI. Sebaiknya ASI yang sudah dicairkan namun tidak jadi digunakan atau yang tidak habis dikonsumsi oleh bayi sebaiknya segera dibuang dan jangan disimpan lagi di freezer atau lemari pendingin.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih jauh mengenai ASI dan Perawatan Payudara atau berkonsultasi dapat menghubungi kami di Klinik BKIA RS Al Islam Bandung, untuk konsultasi dapat melihat jadwal praktek Klinik BKIA di website www.rsalislam.com atau ke Unit Pelayanan Informasi di telp.022-7562046 ext.705 dan bagi warga masyarakat yang memerlukan penyuluhan mengenai Kesehatan (Gratis) dapat menghubungi bagian PKRS RS Al Islam Bandung pada jam kerja di Telp.022-7562046 ext.822.


01/Okt/2019

Upaya Kesehatan Paripurna Di Rumah Sakit Al Islam Bandung

Dr. Dadang Rukanta., Sp.OT., M.Kes

(Ketua Komite Kerohanian dan Ketakmiran RS Al Islam Bandung)

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam “. (QS Al Anbiya : 107)

Sehat menurut WHO keadaan sejahtera, sempurna dari fisik, mental dan social yang tidak terbatas hanya pada bebas dari penyakit atau kelemahan saja.

Subhanallah, Maha Suci Allah,.. tak terhitung nikmat Allah SWT yang telah kita terima, dari bangun tidur sampai tidur lagi Allah SWT hamparkan semua nikmatnya untuk hamba-hambanya di bumi ini. Dari setiap nikmat yang Allah berikan, Allah sisipkan ujian-ujian kehidupan sebagai bentuk kenaikan kelas dan derajat hamba-Nya dihadapan Allah SWT. Diantara ujian kehidupan yang ada, ada diantara mereka yang Allah SWT uji dengan kesehatan yaitu berupa sakit. Seseorang yang sedang sakit, ia tidak hanya terjadi gangguan pada fisiknya, akan tetapi sisi psikologis dan ruhiyahnya tidak sedikit yang mengalami penurunan bahkan lebih turun dari kondisi fisiknya. Dalam keadaan sakit manusia bisa terjerunus pada sikap mempertanyakan Tuhannya/ Allah SWT, tidak ikhlas atas apa yang dialaminya, mengabaikan ibadah bahkan bisa mencari upaya atau ikhtiar pengobatan yang menjurus ke perbuatan sirik (menyekutukan Allah SWT) atau melakukan pengobatan-pengobatan yang tidak rasional.

 

Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada siapa saja pasien yang membutuhkan. Merujuk pada standar akreditasi dan definisi sehat WHO sesungguhnya Rumah sakit  harus dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna, baik fisik, psikis, sosio-ekonomi dan spiritual. Menjadikan rumah sakit sebagai sarana pemulihan ideal, pelayanan yang  memandang bahwa manusia adalah sebagai individu yang memiliki kebutuhan biologis/ fisik, psikologis dan ruhiyah. oleh karena itu Rumah Sakit Al Islam berupaya untuk dapat memenuhi semua aspek tersebut. Maka diantara program yang telah berjalan adalah program pelayanan kerohanian pasien,  keluarga dan masyarakat yang terintegrasi dengan program-program rumah sakit sesuai dengan Visi Misi Rumah Sakit Al Islam Bandung.

 

Rumah Sakit Al Islam Bandung senantiasa mendorong pasien dan keluarga selalu berupaya agar terpenuhi aktivitas sisi ruhiyah dan spiritual (agama) dalam hal ini diantaranya adalah  ibadahnya selama dalam perawatan. Pada kondisi tersebut lingkungan yang ada disekitarnya berkewajiban (fardu kifayah) untuk ikut membantu dalam pemenuhan kewajiban ibadahnya. Seperti dalam firman Alloh SWT diatas Rumah Sakit Al Islam ingin menjadi rumah sakit yang menebar manfaat dan menjadi Rahmat untuk seluruh alam  dalam hal ini pasien, keluarga pasien dan masyarakat. Kegiatan  Pelayanan bimbingan  ruhani pasien dan keluarga rawat inap maupun rawat jalan bagi pasien muslim terdiri dari bimbingan ruhiyah yang meliputi aqidah, ibadah dan akhlaq seperti :

Santunan Kerohanian Pasien seperti kunjungan yang dilakukan oleh petugas kerohanian  kepada semua pasien yang dirawat di Rumah Sakit Al Islam Bandung untuk memberikan edukasi mengenai buku tuntunan ibadah pasien, motivasi keagamaan, dzikir dan doa. Konsultasi Kerohanian yaitu pelayanan konsultasi yang dilakukan oleh petugas kerohanian dengan pendekatan nilai-nilai ajaran Islam, terhadap klien yang memerlukan bantuan dalam menyelesaikan masalah-masalah kehidupan. Bimbingan rohani kepada pasien-pasien yang akan dilakukan operasi mempersiapkan bila durasi/ lamanya operasi bersamaan dengan jadwal sholat (shalat jama qoshor), pasien-pasien saat sedang dilakukan tindakan Hemodialisa ( cuci darah),  bimbingan ibadah pada pasien-pasien yang bed rest (immobilisasi) tidak dapat turun dari tempat tidur dari mulai diajarkan bertayamum sampai tata cara sholat di tempat tidur, imbingan rohani untuk ibu-ibu yang akan melahirkan (pemahaman tentang nifas), dan bimbingan-bimbingan ruhiyah untuk pasien-pasien khusus diruang Kemoterapi (pengobatan kanker), diruangan intensif ( ICU, HCU, HCCU). Serta Bimbingan Husnul Khotimah yaitu bimbingan yang dilakukan oleh petugas kerohanian terhadap pasien terminal (pasien yang tidak memiliki harapan hidup atau pasien menuju kematian) agar kembali kepada Allah SWT dengan husnul khotimah (akhir kehidupan yang baik). Selain itu ada Ceramah Audio Line penyampaian bahasan ruhiah keagamaan dari para ustadz bagi para pendengar yang ada di rumah sakit Al Islam Bandung terutama  pasien rawat inap dan rawat jalan melalui audio line agar pasien mampu memelihara keimanan dan ketaqwaannya. Kolaborasi antara dokter  sebagai Penanggung jawab pasien, perawat dan asatidz (para ustadz)  senantiasa dilakukan agar program ini dapat berjalan dengan baik.

Alhamdulillah pelayanan ruhani ini di rumah sakit Al Islam sudah dilaksanakan sejak lama dan sudah dilakukan Assessment oleh assesor Sertifikasi rumah sakit syariah yang terdiri dari beberapa ahli baik dari bidang kedokteran maupun ulama dari Majelis Upaya Kesehatan Islam (Mukisi) dan Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan pada tahun 2018 telah dinyatakan menjadi Rumah Sakit yang telah tersertifikasi Syariah di Jawa Barat.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin mendapatkan informasi, atau  konsultasi Kerohanian dapat mengakses  di website www.rsalislam.com atau ke Unit Klinik konsultasi Kerohanian di telp.022-7562046 ext.643

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


01/Okt/2019

Therapi Murottal : Optimalkan rasa nyaman pada bayi baru lahir

(Kepala Seksi Pengembangan Pelayanan Keperawatan)

Dian Wulandari, S.Kep, Ners

Wahai manusia! Sungguh, telah Kami datangkan kepadamu pelajaran (Al-Quran) dari Tuhanmu, penawar bagi penyakit yang ada di dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman”. (QS. Yunus ayat 57)

Anak adalah karunia yang dinantikan datangnya dengan bahagia  oleh setiap ayah dan bunda. Dari semenjak masih di dalam kandungan sampai dengan proses kelahirannya menjadi rangkaian kado terindah bagi ayah bunda. Sesuai Takdir yang ditetapkan oleh Allah SWT tidak semua bayi baru lahir (Neonatus) dalam kondisi yang sehat seperti yang diharapkan.  Kondisi bayi baru lahir (Neonatus) yang berisiko tinggi biasanya diklasifikasikan berdasarkan berat lahir, usia gestasi/ usia kehamilan dan masalah patofisiologi (perubahan fungsional karena suatu penyakit). Umumnya masalah yang berhubungan dengan status fisiologis adalah status maturitas bayi (kematangan/ kecukupan usia bayi dilahirkan) termasuk gangguan kimia dan konsekuensi dari imaturitas organ dan sistem (Wong, 2009). Peralihan dari kehidupan intrauterine (Rahim/ kandungan) ke kehidupan ekstrauterin  (diluar rahim/ kandungan) memerlukan berbagai perubahan biokimia dan fisiologis. Adaptasi fisiologis yang terjadi pada awal kehidupan antara lain adalah mulai berfungsinya sistem pernafasan, sistem pencernaan, fungsi hati, sistem imunologi, sistem kardiovaskuler  serta sistem endokrin menyesuaikan diri dengan perubahan fungsi organ lainnya (Merenstein, 2002). Dalam perubahan fisiologis ini neonatus juga mengalami proses tumbuh dan berkembang dan juga merupakan proses peralihan dari ketergantungan mutlak pada ibu menuju kemandirian fisiologis (Dewi, 2017). Berbagai perubahan fisiologis ini memungkinkan terjadinya berbagai masalah kesehatan pada bayi baru lahir , sehingga memerlukan perawatan dan pengobatan yang lebih lama di rumah sakit (Hospitalisasi).

Dalam proses perawatan beberapa tindakan yang membuat ketidaknyamanan bagi neonatus antara lain adalah berbagai tindakan invasif  berupa pengambilan sampel darah atau pemasangan infus, pemasangan selang  yang membuat bayi tidak nyaman dan nyeri. Akibat beberapa tindakan tersebut menimbulkan  paparan nyeri dan ini merupakan stimulasi yang dapat merusak perkembangan otak bayi dan berkontribusi pada gangguan belajar dan perilaku pada masa kanak-kanak. Sehingga hal ini yang melatar belakangi tim perawat di ruang perawatan bayi baru lahir RS Al Islam Bandung membuat upaya agar rasa tidak nyaman dan nyeri yang mungkin terasa oleh sang bayi dapat dikurangi atau bahkan hilang pada saat dilakukannya tindakan-tindakan tersebut, yaitu dengan diperdengarkannya murotal Al Qur’an dengan desibel diatur (45 sampai maksimal 65 dB batas suara yang disarankan menurut para ahli dalam AAP (American Academic of Pediatric).

Al-Qur’an begitu berarti bagi kehidupan manusia, karena merupakan petunjuk kehidupan dunia dan akhirat sebagai pedoman hidup dan kehidupan. Sebagai firman Allah Sang Pencipta kepada makhluk ciptaanya yang mulia, Al-Qur’an membawa kemuliaan pula pada waktu, tempat dan penjaganya (para penghapalnya). Mendengarkanya saja berpahala dan mampu menenangkan jiwa. Membacanya meski belum memahami pun tetap memberi efek dahsyat yang timbul pada diri manusia seperti ketentraman, membantu cepat sembuh dari penyakit lahir dan batin.  Dan dalam  Al Qur’an surat  Al Isra’ ayat 82, yang artinya, “Dan Kami turunkan dari Al Qur’an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang yang zalim selain kerugian”.

Murottal adalah  rekaman suara pembacaan Al-Qur’an yang dilantunkan oleh seorang qori’ (pembaca Al-Qur’an), lantunan Al-Qur’an secara fisik mengandung unsur suara manusia. Terapi menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti usaha untuk memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit, atau pengobatan penyakit, perawatan penyakit. Terapi murotal berarti teknik penyembuhan atau perawatan penyakit melalui memperdengarkan suara pembacaan Al-Qur’an yang dilantunkan oleh seorang qori’ kepada pasien dalam hal ini kepada bayi-bayi baru lahir.

Al-Qur’an secara terminologi berarti Kalam Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang merupakan mukjizat yang diturunkan atau diwahyukan kepada Nabi Muhammad Sallahu ‘alaihi Wassalam, dan membacanya merupakan ibadah (Elzaky, 2011). Al-Qur’an begitu berarti bagi kehidupan manusia, karena merupakan petunjuk kehidupan dunia dan akhirat sebagai pedoman hidup dan kehidupan. Sebagai firman Allah Sang Pencipta kepada makhluk ciptaanya yang mulia, Al-Qur’an membawa kemuliaan pula pada waktu, tempat dan penjaganya (para penghapalnya). Mendengarkanya saja berpahala dan mampu menenangkan jiwa. Membacanya meski belum memahami pun tetap memberi efek dahsyat yang timbul pada diri manusia seperti ketentraman, cepat sembuh dari penyakit lahir dan batin.  Nama lain dari Al- Qur’an itu sendiri salah satunya adalah Asy-Syifaa’ (Penawar dan penyembuh).

Syeh Abdurrahman al-Sa’di mengatakan bahwa “penyembuhan bagi (penyakit) yang didalam hati” mengandung pengertian bahwa Al-Qur’an benar-benar dapat menyembuhkan aneka macam penyakt yang bersarang dalam hati manusia seperti keraguan, congkak, sombong, amarah, keresahan dan kebencian (Elzaky, 2011).

Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa bacaan Al-Qur’an berpengaruh besar (hingga 97%) dalam memberikan ketenangan dan penyembuhan penyakit (Ramadhani 2010). Pada penelitian lainnya, (Zahrofi 2013) menjelaskan terapi murotal Al-Qur’an adalah terapi bacaan Al-Qur’an yang merupakan terapi religi dimana seseorang dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an selama waktu tertentu sehingga memberikan dampak positif bagi tubuh seseorang tersebut.

Alhamdulillah sejak diaplikasikannya teknik nonfarmakologik berupa terapi murottal (diperdengarkannya Al Qur’an) respon dari bayi baru lahir yang sedang diinfus ataupun diambil darah jauh lebih tenang dan bila diukur dengan skala nyeri untuk neonatus (NIPS) menunjukan tingkat nyeri yang rendah. Dan  upaya ini adalah salah satu usaha untuk membantu kearah perbaikan pasien yang sedang dalam pengobatan medis terutama pada bayi-bayi yang baru lahir di ruang perawatan perinatologi. Dan tentu saja hal tersebut juga akan berdampak pada kami perawat yang memberikan pelayanan dan tentu saja mengurangi rasa khawatir dari ayah bunda. Insya Allah…kami perawat RS Al Islam Bandung akan selalu berupaya untuk lebih memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien-pasien kami, karena menimbulkan kepuasan tersendiri bagi kami saat merawat pasien-pasien kami.

 

 

 

 

 

 

 

 


13/Agu/2019

 

Bismillah..
.
Rs Al Islam Bandung kali ini mau ngadain Mini Symposium untuk praktisi kedokteran (Dokter umum & spesialis), judulnya ” Update of Pediatric in Daily Clinical Practice”.
.
Catat yaa tanggalnya… Hari Sabtu Tanggal 24 Agustus 2019 di Aula Lt.6 Gd. Ibnu Sina, RSAI. Mulai pukul 07.30 – 12.00 wib.
.
Investasinya ga pake mahal kooo…Rp. 75rb udh dapet seminar kit, snack & makan siang, doorprice dan 4 skp IDI.
.
Soooo…jgn sampe kehabisan quota yaaa..soalnya terbatas nihhh.
.
Untuk informasi lebih lengkapnya bisa ngehubungin Hadi : 0813 9511 9977 atau Diah Z : 0812 1941 494
.
#symposiummedis#seminarkesehatan#pediatric#kesehatananak


LOGO-PUTIH-compress

About Us :
RS Al Islam Bandung adalah Rumah Sakit milik Yayasan RSI KSWI Jawa Barat yang mempunyai visi "Menjadi Rumah Sakit Yang Unggul, Terpercaya dan Islami dalam Pelayanan dan Pendidikan"

RS Al Islam Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 644
Tel. (022) 7565588
Email : cs@rsalislam.com

Sertifikat

paripurna-2022-2026-4-11zon

Sertifikat Paripurna

Copyright by RS Al Islam Bandung 2021. All rights reserved.

icon

Jadwal Dokter

Info Jadwal Dokter Terbaru

icon

Customer Care

Sampaikan apa saja sama kami

icon

Daftar Online

Jadwalkan Rencana Kunjungan Anda

Tanya RSAI