
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barokaatuh
Hari ini, 1 Agustus 2020, merupakan hari lahir (milad) RS Al Islam Bandung yang ke 30. Sebuah usia yang cukup matang untuk sebuah organisasi. Banyak dinamika, pasang surut yang terjadi dalam 30 tahun yang sudah kita lalui dan mengantarkan kita kepada kondisi kita saat ini.
Rasa syukur yang tidak terhingga kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas perlindungan yang selalu diberikan Nya kepada perahu yang dibangun oleh umat Islam untuk tegaknya Islam bernama Rumah Sakit Al Islam Bandung. Betapa kita merasakan Allah SWT senantiasa menjaga kita setiap saat dalam kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Hingga saat ini, dengan kuasa Nya, Rumah Sakit Al Islam Bandung telah menjadi rumah sakit yang mendapat kepercayaan masyarakat dalam pelayanan kesehatan. Kepercayaan masyarakat ini merupakan energi besar bagi Rumah sakit Al Islam Bandung untuk dapat bertahan, belajar kemudian tumbuh dan besar sehingga memberikan kemanfaatan lebih besar bagi masyarakat dalam bidang kesehatan.
Penghormatan, penghargaan dan rasa terima kasih yang tidak terhingga selayaknya kita dedikasikan kepada para penggagas, pendiri, peletak asas, pengisi jalan maju dan berkembang nya Rumah Sakit Al Islam Bandung. Sungguh sangat sulit membangun sebuah gagasan menjadi wujud rumah sakit yang kemudian tumbuh perlahan, semakin lama semakin besar dan mampu bertahan dengan tetap menjaga amanah awal sebagai rumah sakit yang melayani umat dengan mengimplementasikan nilai-nilai luhur Islam dalam segenap aspek pelayanan maupun pengelolaan. Segala jerih payah yang telah dicurahkan hanya layak dibalas oleh Allah SWT yang Maha Teliti memberikan balasan dari setiap helaan nafas, gerak langkah tangan dan kaki, pemikiran-pemikiran serta kecemasan dan kegundahan hati selama menjaga dan menumbuhkembangkan Rumah Sakit Al Islam hingga sekarang ini.
Masa 30 tahun telah meningkatkan saling pemahaman dan pengertian antara individu di dalam Rumah Sakit Al Islam Bandung sehingga membentuk soliditas dan solidaritas antara satu dengan lain sehingga mampu menghadapi masalah-masalah sulit yang terjadi yang merupakan dinamika organisasi baik disebabkan tantangan internal maupun eksternal. Soliditas dan solidaritas ini memang hanya Allah SWT saja yang mampu menumbuhkannya di hati-hati para insan yang tulus ikhlas berharap sebagian besar waktu yang dihabiskan di Rumah Sakit Al Islam Bandung menjadi amal terbaik yang dapat dipersembahkan kehadirat Nya kelak di hari akhir.
Saat ini, di masa pandemi melanda negeri ini, milad kita maknai sebagai suatu pendorong semangat kita untuk terus berkiprah memberikan amal terbaik bagi umat yang sangat membutuhkan pelayanan kesehatan yang Islami. Tidak lupa juga introspeksi ke dalam diri sudah sejauh mana arah dan tujuan yang telah ditetapkan sudah dicapai saat ini.
Doa dan harapan marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang Maha Rahman agar terus menjaga dan memelihara Rumah Sakit Al Islam Bandung sebagai sarana untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat umumnya dan umat Islam khususnya. Semoga Allah SWT juga mengampuni kita atas segala kesalahan dan kekhilafan dalam perjalanan kita hingga saat ini dan tetap meneguhkan kita dalam cita-cita awal para pendiri yang mulia. Hanyalah Allah SWT dan Rasulnya menjadi saksi kelak di hari akhir nanti bahwa kita telah meletakkan amal-amal terbaik kita di hamparan sajadah bernama Rumah Sakit Al Islam Bandung.
Selamat kepada seluruh insan yang telah mengabdikan diri pada cita-cita suci di Rumah Sakit Al Islam Bandung ini. Hari ini sudah 30 tahun kita dapat menjaga eksistensi dan kita berharap usia Rumah Sakit Al Islam Bandung dapat lebih panjang lagi, agar hamparan sajadah ini menjadi kesempatan bagi lebih banyak insan untuk mengabdi kepada Ilahi melalui jalan ini.
Direktur RS Al Islam Bandung.
#staysave #rsai #milad #30thn
Bismillah…
Sahabat2 RSAI…
Ga usah hawatir datang ke Rumah Sakit.
Bila ingin mengetahui kesehatan sahabat2 tanpa harus masuk ke gedung RS, kini kami hadir utk mempermudah sahabat sekalian, tanpa perasaan was was lagi datang ke RS.
In syaa Alloh Rumah Sakit Al Islam Bandung akan mulai program DRIVE THRU RAPID TES DAN SWAB TES.
Catet tanggalnya yaaa mulai
Senin tgl 8 Juni 2020 di area Taman Paviliun Nurush Shalihat
Rapid jam 08-11
Swab jam 09-10
Registrasi H-1, share via WA
– KTP
– bukti transfer ke no rekening 7028805076 Bank Syariah Mandiri
Tarif Tahun 2021
Diluar jam Drive Thru rapid Tes 24 jam langsung ke Laboratorium.
Swab Tes dgn perjanjian.
Terima Kasih…
#savehealthy
#lawancorona
#drivethruhealthy
Artikel oleh : dr. Ikbal Gentar Alam, Sp Gk. (Dokter Spesialis Gizi Rumah Sakit Al Islam Bandung)
Editor : Raden Muhammad Wisnu, S. Ikom (Media Informasi Rumah Sakit Al Islam Bandung)
Sahabat RSAI, Ramadhan tahun ini mempunyai nuansa yang berbeda dari Ramadhan sebelumnya karena adanya pandemi COVID-19. Banyak kegiatan yang biasa dilakukan saat bulan ramadhan, untuk ramadhan tahun ini kita kurangi atau tidak dilakukan, seperti kegiatan buka bersama ataupun kegiatan mencari makanan takjil buat berbuka puasa.
Tahukah kamu, saat Ramadhan terjadi perubahan jumlah dan jadwal makan lho. Di luar Ramadhan, waktu makan kita biasanya 2-3 kali makan pokok dan beberapa kali cemilan, saat Ramadhan, kita makan menjadi dua kali yaitu sahur dan buka puasa, kadang ditambah shalat tarawih.
Tapi tahukah kamu, meskipun ada perubahan pola makan, ternyata dengan berpuasa di bulan Ramadhan itu dapat memperbaiki kondisi kesehatan seseorang. Puasa terbukti secara klinis dapat menurunkan kolesterol seperti LDL, trigliserida, dan kolesterol total, dapat mengontrol gula darah dan resistensi insulin, serta dapat menurunkan berat badan, bila saat puasa bulan Ramadhan kita mengikuti diet yang tepat.
Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Anas r.a: Rasulullah bersabda: “Tasahharuu fa inna fissuhuuri barokah” yang artinya : “Makanlah waktu sahur. Sesungguhnya makan waktu sahur merupakan berkah”. (HR Mutafaq alaih).
Makanan saat sahur harus memenuhi kebutuhan zat gizi tubuh. Pola makan saat sahur sebaiknya dimulai dengan minum air sedikit, kemudian makan makanan 4 sehat, yang meliputi karbohdrat, protein dan serat (ada nasi, ada lauk hewani dan nabati, serta ada sayur-sayuran dan buah-buahan yang berair banyak). Setelah makanan 4 sehat terpenuhi, kalau masih kurang dapat ditambahkan susu atau makanan lain yang disukai. Usahakan untuk dapat minum 3-5 gelas saat sahur.
Untuk berbuka puasa, marilah kita menyegerakan berbuka dan mencoba mengikuti Rasulullah. Menurut hadits yang diriwayatkan Abu Daud dari Anas RA , beliau berkata : “Rasulullah SAW biasa berbuka dengan beberapa ruthab (kurma basah) sebelum shalat maghrib. Bila ruthob tidak ada Rasul membatalkan shaummya dengan thamr (kurma kering) dan kalau thamr tidak tersedia dengan beberapa teguk air putih.”
Dari hadits di atas, Rasulullah SAW mengajarkan piihan pertama berbuka adalah dengan Ruthab atau dalam hal ini merupakan buah yang basah dan segar sehingga untuk di Indonesia Ruthab bisa kita ganti dengan karakteristik yang mirip yaitu buah-buah yang segar dan mengandung banyak air seperti pir, melon, semangka, pepaya, jeruk dan lain lain, kalau tidak ada baru dengan Tamr atau buah yang sudah dikeringkan. Baru setelah itu minum dan shalat maghrib. Setelah shalat maghrib dan dzikir baru kita makan makanan 4 sehat. Usahakan untuk minum dari saat berbuka sampai tidur minimal 4-6 gelas air putih.
Untuk orang-orang seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, orang dewasa kurang gizi yang prinsipnya membutuhkan asupan kalori yang tinggi dapat ditambahkan dengan cemilan lain seperti susu, atau yang lain setelah shalat tarawih. Untuk orang-orang dengan obesitas atau riwayat tinggi kolesterol sebaiknya tidak makan cemilan lagi setelah makan makanan 4 sehat tadi.
Bagaimana dengan makanan seperti jus, kolak, berbagai jenis gorengan dan lainnya? Makanan tersebut merupakan makanan dengan kadar gula (karbohidrat simpel) yang tinggi dan atau mengandung lemak jenuh yang tinggi yang kurang baik untuk kesehatan dan kemampuan imun tubuh kita sehingga sebaiknya dikonsumsi sesedikit mungkin atau dalam jumlah yang terbatas.
Sahabat RSAI, semoga artikel ini dapat bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah shaum ramadhan 1441 H, semoga kita semua dapat menjalankan ibadah ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Aamiin

Bismillah
Rumah Sakit Al Islam Bandung selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat
Salah satunya melalui pemberian makanan yang sehat, bersih, serta HALAL untuk seluruh pasien Rumah Sakit Al Islam BandungMakanan yang berkualitas, bersih, segar, seserta HALAL juga dapat membantu pasien untuk pulih dari segala macam penyakit yang dideritanya, serta membuat pasien lebih imun dari berbagai macam penyakit
Untuk mewujudkan hal tersebut, saat ini Instalasi Gizi Rumah Sakit Al Islam Bandung membutuhkan supplier bahan makanan yang mampu menyediakan bahan makanan yang berkualitas serta HALAL
Saat ini Rumah Sakit Al Islam Bandung membutuhkan supplier untuk buah-buahan, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam. Berikut ini adalah kualifikasi dari setiap bahan makanan yang kami butuhkan :




Untuk informasi lebih lanjut dapat menguhubungi Contact Person kami, Dian (08978207682)
Waspadai penipuan yang mengatasnamakan Rumah Sakit Al Islam Bandung, kami tidak pernah meminta dana atau transfer biaya dalam proses rekrutmen supplier bahan makanan ini
Terimakasih banyak