22/Nov/2018

Kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan penyakit yang menjangkit kaum hawa dan salah satu kanker yang mematikan. Dalam banyak kasus, kanker serviks terkait dengan infeksi menular seksual. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization), tidak kurang dari satu juta wanita di dunia menderita penyakit ini.

Penyebab kanker serviks ini adalah infeksi kuman human papillomavirus (HPV) yang menyerang leher rahim. Terdapat lebih dari 100 jenis virus HPV, 13 diantaranya dapat menyebabkan kanker serviks. Penularan virus ini bisa terjadi melalui hubungan seksual dengan orang yang memiliki virus yang sama. Virus akan menginfeksi sel sehat pada dinding rahim dan sel sehat akan mati, lalu digantikan sel abnormal yang tumbuh tidak terkendali. Itulah yang kemudian menjadi kanker.

Banyak wanita yang tidak menyadari bahwa ia terserang penyakit ini. Kalaupun ada gejalanya, hal itu sering kali diremehkan. Sehingga penyakit berkembang dari semula stadium awal menjadi stadium lanjut. Sebenarnya penyakit ini dapat disembuhkan secara total jika ditemukan sedini mungkin.

Pemeriksaan IVA menjadi salah satu upaya dini untuk mencegah kanker serviks. Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan inspeksi visual dengan asam asetat yang bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan organ serviks tersebut.

Berkaitan dengan sosialisasi bahaya kanker serviks yang bertepatan dengan rangkaian Hari Kesehatan Nasional yang ke-54, Rumah Sakit Al Islam (RSAI) Bandung bekerjasama dengan Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, mengadakan pemeriksaan IVA gratis secara massal pada Senin (19/11/2018). Kegiatan ini diikuti oleh lebih kurang 400 warga yang ada di Kecamatan Rancasari, meliputi Kelurahan Manjahlega, Cipamokolan, Mekarjaya dan Derwati.

Menurut Kepala Seksi Pemberdayaan Perempuan Kecamatan Rancasari, Indah, kegiatan ini sangat baik untuk diselenggarakan dan sesuai dengan program prioritas TP PKK, yaitu Pokja 4 yang programnya melakukan pemeriksaan IVA. “Tujuan dari IVA test ini adalah untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya deteksi dini kanker mulut rahim, kepada masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan sebagai upaya preventif, agar masyarakat terhindar dari kanker serviks ini,” papar Indah.

Hal serupa disampaikan oleh Ketua Pokja 4 TP PKK Kota Bandung, Eulis Sumiati. Menurut Eulis, Pokja 4 TP PKK Kota Bandung sangat mengapresiasi kegiatan Gebyar Pemeriksaan IVA yang dilaksanakan oleh TP PKK Kecamatan Rancasari, bekerjasama dengan RSAI Bandung, sebagai upaya untuk mencegah kanker serviks melalui deteksi dini dengan pemeriksaan IVA.

“Melalui peran PKK sebagai penggerak dan penyuluh di masyarakat, diharapkan masyarakat terutama pasangan usia subur semakin memahami pentingnya pemeriksaan IVA sebagai deteksi dini pencegahan kanker serviks. Besar harapan saya kegiatan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan. Sehingga semakin meningkatkan kesadaran cakupan IVA test di Kecamatan Rancasari khususnya dan Kota Bandung pada Umumnya,” tutur Eulis.


19/Nov/2018

Stroke merupakan suatu kondisi gangguan fungsi otak yang timbul mendadak akibat tersumbatnya aliran darah ke otak atau pecahnya pembuluh darah ke otak, yang berlangsung lebih dari 24jam, atau menimbulkan kematian. Secara umum stroke dibagi menjadi:

  • Stroke infark (85%): terjadi akibat berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak. terdiri dari infark aterotrombotik (80%) dan infark emboli (20%).
  • Stroke pendarahan (15%): Terjadi akibat pecahnya pembuluh darah

Stroke merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia dan keempat di Amerika Serikat. Di Indonesia, stroke menempati peringkat pertama (15,4%) sebagai penyebab kematian (Riset Kesehatan Dasar/Riskesdas 2007). Di masyarakat urban (Jakarta) diperkirakan prevalensinya 0,5%, sedangkan di daerah rural (perdesaan Tasikmalaya) insidensi sekitar 500 per 100.000 penduduk. Stroke merupakan penyebab kecacatan pertama di dunia.

Stroke juga penyebab keempat tersering dari hilangnya produktivitas dan pada disability-adjusted life years (DALYs) di seluruh dunia, disamping HIV-AIDS, depresi unipolar dan penyakit jantung. Desease burden (beban penyakit) biasanya diukur dalam DALYs. Satu DALYs adalah satu tahun kehilangan hidup sehat. The burden of disease didefinisikan sebagai kesenjangan antara kesehatan umum suatu populasi pada situasi yang ideal, yaitu setiap orang pada populasi hidup sampai usia tua dengan sehat. Meskipun insiden stroke tinggi pada orang yang sudah tua karena peningkatan umur panjang dari survivor stroke yang usia muda 2/3 dari beban stroke di seluruh dunia terjadi pada usia di bawah 70 tahun.

 

Tren di Masa Depan

Epidemiologist sudah mengingatkan adanya epidemi stroke pada 25 tahun ke depan. Peningkatan jumlah pasien stroke juga disebabkan kontrol yang tidak adekuat dari faktor risiko stroke.

Meskipun upaya pencegahan primer stroke dan penyakit jantung akan menolong, namun secara paradoks akan membuat hal yang lebih rumit. Pasien yang diobati dengan antitrombotik untuk pencegahan stroke dapat menderita stroke perdarahan yang lebih berat, dan pasien yang dicegah dari kematian karena serangan jantung,  dapat bertahan hidup dan menjadi memiliki resiko terkena stroke, karena stroke meningkat dengan bertambahnya usia. Situasinya akan lebih menyeramkan bila melihat projeksi di seluruh dunia. Insidensi dan kematian karena stroke akan meningkat lebih cepat pada negara berpenghasilan rendah dan sedang, karena peningkatan prevalensi factor resiko penyakit jantung, urbanisasi dan perubahan pola makanan. Tanpa adanya intervensi pada populasi yang luas, maka diperkirakan pada tahun 2030 terdapat 23 juta kasus stroke baru, 77 juta survivor stroke, dan 7,8 juta meninggal dunia.

 

Faktor Resiko

Pencegahan adalah metode yang paling efektif dalam menurunkan beban stroke secara sosial.

Faktor resiko terdiri dari :

  • Faktor resiko non-modifiable (tidak dapat diubah) : Umur, seks, ras, dan herediter (keturunan).
  • Faktor resiko modifiable (dapat diubah) : hipertensi, atrial fibrilasi, DM, dyslipidemia, penyakit arteri karotis, merokok, alcoholism, inaktiitas fisik, obesitas, narkoba.

Pada tahun 2009 suatu penelitian terstandar case control INTERSTROKE menghasilkan informasi penting tentang factor resiko stroke diberbagai negara, baik negara berpenghasilan rendah maupun sedang. Penelitian ini menunjukkan 5 faktor resiko bertanggung jawab >80% resiko global stroke : hipertensi, merokok, kegemukan, makanan dan aktifitas fisik. Sebagai tambahan 5 faktor resiko meningkatkan faktor resiko stroke sampai 90% : konsumsi alkohol yang banyak, dyslipidemia/ kadar lemak yang tinggi (diukur dengan ratio apolipoprotein B ke A1), gangguan jantung (Atrial fibrilasi atau flutter, Miokard Infark sebelumnya, penyakit rematik katup jantung , dan katup jantung buatan), dan stress psikososial /depresi. Hal yang penting adalah, banyak dari faktor resiko ini dapat dikendalikan.

 

Hipertensi

Pada penelitian INTERSTROKE, partisipan yang memiliki hpertensi dengan tekanan darah >160/90 mmHg memiliki resiko 2,8 kali lebih besar mendapat stroke daripada yang tidak memiliki hipertensi. Kontrol tekanan darah berhubungan secara signifikan dengan penurunan resiko stroke. Suatu trial klinis meta analisis yang besar memperlihatkan penurunan stroke 41% bila tekanan darah menurun 10mmHg pada sistolik atau 5 mmHg pada diastolic dibandingkan dengan tekanan darah sebelum pengobatan.

Resiko stroke secara kontinyu berhubungan dengan tekanan darah sampai mencapai 115/75. Subjek dengan tekanan darah <120/80 mmHg memiliki setengah dari resiko stroke subjek dengan hipertensi. Guidline untuk pencegahan primer stroke merekomendasikan pengobatan tekanan darah sampai dibawah 140/80 mmHg, dan untuk pasien dengan Diabettes mellitus atau pasien dengan penyakit ginjal target tekanan darah dibawah 130/80 mmHg.

(bersambung…)

 

 


04/Agu/2018

Tuntunan Bagi Orang Yang Sakit

 

Islam mengajarkan beberapa tuntunan bagi mereka yang sakit diantaranya :

  1. Hendaklah senantiasa bersabar dan bertawakal kepada Allah SWT.
  2. Tidak mengharapkan mati separah apapun penyakitnya, Rasulallah bersabda : “Janganlah salah seorang dari kamu mengharap mati. Bila ia orang baik, maka mudah-mudahan ia b;isa menambah kebaikannya, bila ia orang yang buruk maka masih ada peluang baginya untuk berhenti dari kejahatannya”. (Muttafaq alaih, dari Abu Hurairah RA.).
  3. Berobat dengan obat yang halal dan yang tidak diharamkan secara syar’i.
  4. Banyak berdo’a sambil menyentuh bagian yang sakit.
  5. Bila sakitnya terasa makin parah dan khawatir bahwa hidupnya takkan lama lagi, maka sebaiknya dia menulis surat wasiat dengan tidak melanggar ketentuan syari’at islam (Q.S. 2:180), segera melunasi hutang-hutangnya dan mengembalikan amanah-amanah yang dititipkan kepadanya.

03/Agu/2018

Menyikapi Orang Yang Sakit

 

Diantara tuntutan islam dalam menyikapi orang yang sakit yaitu :

  • Menjenguk dan mendoakan orang yang sedang sakit. Rasulullah, apabila menjenguk orang yang sakit, suka menyentuh bagian yang sakitnya seraya berdo’a :

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِهُ وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

” Ya Allah, Rabb manusia, hilangkan penyakit ini, sembuhkanlah. Engkau Maha Penyembuh. Tak ada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.

  • Harus segera menjenguknya bila penyakit kritis (menhawatirkan). Apabila tidak menghawatirkan, bisa ditangguhkan sampai tiga hari.
  • Menanyai keluarganya tentang perkembangan orang yang sakit.
  • Duduk di dekat orang yang sakit.
  • Minta di doa’kan oleh orang yang sakit, sebab do’a orang yang sakit seperti do’anya para Malaikat.
  • Mengingatkan orang yang sakit untuk bersabar dan ikhlas menerima cobaan Allah SWT, serta mendorongnya untuk melanjutkan ikhtiar pengobatannya.
  • Membacakan talqin apabila sakitnya parah. Sabda Rasulullah dalam HR. Muslim : ” Talqinkanlah orang yang telah dekta kematiannya dengan kalimat Laa Ilaaha Illallah “. Dan hadis yang kedua dari HR. Ahmad : ” Siapa saja yang akhir ucapannya Laa Ilaaha Illallah, pasti masuk surga”. 
  • Dihadapkan kearah kiblat.
  • Pejamkan matanya bila telah wafat, dan ucapkan hal-hal yang baik tentang mayit. Sabda Rasul : ” Apabila kam hadir (menjenguk, ta’ziyah) kepada orang sakit atau mayit, maka ucapkanlah perkataan yang baik, sebab para malaikat akan mengamininya. (HR. Muslim).

15/Mei/2018

Dalam rangkaian Milad dan Syiar Islam RS Al Islam Bandung, panitia mengadakan kegiatan Bazar Ramadhan yang akan berlangsung pada hari Rabu dan Kamis, 30-31 Mei 2018.
.
Bagi yg berminat menyewa stand Bazar..silahkan menghubungi :
.
Hadi : 0813 9511 9977
.
Kiki : 0813 2071 3052
.
Bunda : 0813 1200 0075
.
Ayooo yang mempunyai bakat berdagang ikutan yuu Bazar Ramadhan RSAI…lumayan..buat tambah” THR..😁


LOGO-PUTIH-compress

About Us :
RS Al Islam Bandung adalah Rumah Sakit milik Yayasan RSI KSWI Jawa Barat yang mempunyai visi "Menjadi Rumah Sakit Yang Unggul, Terpercaya dan Islami dalam Pelayanan dan Pendidikan"

RS Al Islam Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 644
Tel. (022) 7565588
Email : cs@rsalislam.com

Sertifikat

paripurna-2022-2026-4-11zon

Sertifikat Paripurna

Copyright by RS Al Islam Bandung 2021. All rights reserved.

icon

Jadwal Dokter

Info Jadwal Dokter Terbaru

icon

Customer Care

Sampaikan apa saja sama kami

icon

Daftar Online

Jadwalkan Rencana Kunjungan Anda

Tanya RSAI