31/Okt/2019

HYSTERO-SALPHYNGOGRAPHY (HSG), TINDAKAN UNTUK MENINGKATKAN PELUANG KEHAMILAN

Hj. Ira Safitri, dr, Sp.Rad. (K), RI, M.Kes

              Staf Medis di Instalasi Radiologi: Konsultan Subspesialis Radiologi Intervensi

Allah swt berfirman dalam Al Qur’an surat Al Mu’minun (23): 12-14 yang artinya” Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang tersimpan) dalam tempat yang kokoh (RAHIM). Kemudian air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami jadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maha suci Allah, Pencipta yang paling baik”.

Salah satu keutamaan wanita adalah dikaruniai kemuliaan oleh Allah swt sebagai ibu yang mengandung dan melahirkan anak-anaknya.  Wanita dalam tubuhnya memiliki rahim, tempat  berlindung  janin hingga lahir ke dunia. Rahim merupakan organ reproduksi wanita yang sangat penting dalam proses memiliki keturunan.  Wanita yang  telah menikah dan pasangannya tentu sangat ingin memiliki anak, akan tetapi beberapa pasangan yang telah menikah lebih dari setahun bahkan bertahun-tahun terkadang belum juga memiliki anak, tentunya ikhtiar bagi pasutri ini haruslah dilakukan semaksimal mungkin tentunya diiringi doa dan yakin akan taqdir Allah SWT sebagai Sang Khalik yang   menciptakan manusia dan memberikan  rizki pada seluruh makhluk ciptaan-Nya.

Organ reproduksi wanita sangatlah unik dan kokoh, sehingga mampu mengandung bayi selama berbulan-bulan hingga lahir ke dunia, seperti halnya firman Allah swt dalam Al Qur’an surat Al Mursalat (77): 21 yang artinya “kemudian Kami letakkan ia dalam tempat yang kokoh yaitu  (RAHIM)”. Proses  pembuahan yang terjadi dalam organ  reproduksi wanita di mulai dari saat ovulasi (masa subur) dimana sel telur (ovum) dilepaskan dari indung telur (ovarium) untuk kemudian memasuki saluran telur (tuba fallopii) kiri atau kanan, disaluran telur inilah terjadi pembuahan jika ada sperma yang datang untuk bertemu dengan sel  telur.  Masa ovulasi pada wanita umumnya hanya terjadi sekali dalam sebulan dan satu sel telur dilepaskan saat ovulasi, ovum ini berumur sekitar 24 jam, artinya jika tidak bertemu dengan sperma dalam 24 jam sel  telur akan mati, sehingga tidak terjadi pembuahan atau fertilisasi.  Pembuahan juga bisa terjadi  oleh penyebab lain, yaitu adanya masalah telur berupa sumbatan sehingga ovum tidak bisa melewati  saluran telur demikian juga sperma sehingga tidak terjadi  pembuahan.  Demikian pentingnya peran saluran telur atau tuba fallopii dalam proses pembuahan maka bagi pasutri yang kesulitan memiliki anak tentunya harus memastikan kondisi saluran telur sang istri. Dalam dunia medis terdapat pemeriksaan khusus untuk mengetahui kondisi saluran tuba fallopii yang disebut sebagai Hysterosalphyngography (HSG).

Hysterosalphyngography (HSG) adalah suatu pemeriksaan radiologi menggunakan fluoroscopy dan media kontras (selang kateter dengan pemberian cairan kontras) untuk mengetahui kondisi rahim berikut saluran tuba fallopii kiri dan kanan. Pemeriksaan ini biasanya disarankan dilakukan bagi pasangan suami istri yang telah menikah lebih dari setahun namun belum juga memiliki anak, sedangkan kondisi  suami normal, atau tidak terdapat kelainan pada kuantitas dan kualitas sperma.  Pemeriksaan HSG dilakukan pada hari ke 9-13 dari  haid pertama, disaat kondisi dinding rahim dalam keadaan tipis.  Sebelum melakukan HSG ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, meliputi beberapa hal berikut:

1.Pasien tidak melakukan hubungan suami istri sebelum melakukan HSG (3 hari sebelum pemeriksaan).

  1. HSG dilakukan dihari ke 9-13 dari hari haid pertama, karena itu sebaiknya pasien mencatat secara teratur jadwal haid setiap bulannya atau minimal 3 hari setelah selesai haid.
  2. Sebaiknya pasien telah menjalani pemeriksaan USG terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi rahim karena terkadang bisa terdapat tumor didalam rahim yang menghalangi masuknya kateter HSG /selang kecil yang digunakan untuk pemeriksaan HSG sehingga pemeriksaan tidak dapat dilakukan.

4.Saat hari pemeriksaan pasien akan dijelaskan tentang prosedur tindakan dan dimintai persetujuan pelaksanaan tindakan atau inform consent.

Pemeriksaan HSG sendiri merupakan pemeriksaan radiologi khusus yang biasanya aman dilakukan, akan tetapi ada beberapa efek yang mungkin timbul saat pemeriksaan HSG yang paling sering adalah rasa nyeri saat dimasukkan media kontras atau cairan melalui selang kecil, akan tetapi efek ini hanya bersifat sementara dan dapat diatasi dengan  pemberian obat penghilang nyeri/analgetik. Resiko lain yang jarang terjadi adalah alergi terhadap media kontras (cairan) yan dimasukkan tersebut, akan tetapi masalah ini juga dapat diatasi dengan pemberian obat-obatan yang telah disediakan.  Meskipun HSG adalah tindakan diagnostik akan tetapi beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan pasien yang  hamil setelah menjalani pemeriksaan HSG, menurut penulis hal ini mungkin terjadi pada kasus-kasus sumbatan ringan, dimana dengan tindakan HSG dengan cara memasukkan cairan kontras ternyata juga dapat membukakan sumbatan ringan tadi, kasus seperti ini cukup sering penulis temukan di RSAI, dengan teknik khusus, setelah dilakukan HSG kemudian pasien hamil. Dengan tindakan ini berharap semoga Allah swt mengabulkan iktiar bapak ibu pasutri  dan mentakdirkan diberikan keturunan yang baik seperti firman Allah swt diawal tulisan ini.

Jika Bapak/ Ibu ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pemeriksaan HYSTERO-SALPHYNGOGRAPHY (HSG) bisa diakses ke nomor telp (022)7565588 ext. 602 (Instalasi Radiologi). Dan bapak/ ibu ingin berkonsultasi langsung dengan dokter silahkan datang ke Klinik NS (Nuurush Shaalihat) hari Senin jam 16:00, Rabu jam 10:00 dan Sabtu jam 14:00 – 16:00.

Semoga tulisan ini bermanfaat, Rumah Sakit Al Islam Bandung Sahabat Anda Menuju Sehat Bermanfaat. Aamiin.

 

 

 


16/Jul/2019

PELAYANAN CUCI DARAH

Dr. Dewi Nurhayati

Kepala Bidang Pelayanan Rawat Jalan dan Gawat Darurat

Rumah Sakit Al Islam Bandung

 

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al Qur’an Surat Al Anbiya : 30)

Air merupakan komponen yang sangat penting di dalam kehidupan, didalam ilmu pengetahuan yang diketahui oleh manusia tentang susunan dan fungsi sel/sitologi, menyatakan bahwa air adalah komponen terpenting dalam pembentukan sel yang merupakan satuan bangunan pada setiap makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan. Sedang Biokimia menyatakan bahwa air adalah unsur yang sangat penting pada setiap interaksi dan perubahan yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Air dapat berfungsi sebagai media, faktor pembantu, bagian dari proses interaksi, atau bahkan hasil dari sebuah proses interaksi itu sendiri. Sedangkan Fisiologi menyatakan bahwa air sangat dibutuhkan agar masing-masing organ dapat berfungsi dengan baik. Hilangnya fungsi itu akan berarti kematian, hal ini sesuai dengan salah satu penyakit yang berkaitan dengan organ yang mengatur cairan dalam tubuh manusia yaitu ginjal.

Cuci darah/Hemodialisis adalah tindakan yang dilakukan kepada penderita penyakit gagal ginjal, hal ini dikarenakan ginjal penderita mengalami penurunan fungsi dimana ginjal tidak bisa menyaring kotoran/ zat-zat sisa metabolisme yang tidak berguna atau racun yang ada dalam tubuh, sehingga racun akan tetap berada di dalam tubuh dan membahayakan kondisi penderita, proses pencucian darah dilakukan dengan menggunakan mesin dialysis yang menggantikan fungsi ginjal.

Cara kerja mesin dialysis mirip dengan apa yang dilakukan oleh ginjal dimana mesin ini memiliki perangkat yang dinamakan dialiser yang  didalamnya terdapat 2 kompartemen atau ruang, yang terdiri dari kompartemen darah yaitu ruangan yang berisi darah dan kompartemen dialisat yaitu ruangan yang berisi dialisat atau larutan yang mengandung elektrolit dalam komposisi tertentu, didalam dialiser terdapat membrane membrane yang kecil yang berfungsi untuk menyaring racun racun yang terdapat dalam darah, sedangkan bagian dari mesin digunakan untuk mencatat dan mengontrol aliran darah,suhu serta  tekanan.

Agar darah dari dalam tubuh dapat masuk kedalam dialiser dan sebaliknya dari dialiser masuk kedalam tubuh, maka diperlukan akses dengan membuat koneksi/jalan dengan membuka pembuluh darah melalui tindakan Arteriovenous Fistula/AV Fistula yaitu membuat koneksi dari pembuluh darah arteri ke pembuluh darah vena biasanya pada lengan dipergelangan tangan atau daerah lengan dekat siku, pembuatan akses bisa juga dengan menggunakan metode Arteriovenous Graft/AV Graft yaitu melakukan pencakokan tabung sintetis atau bisa juga dengan metode Cental Venous Catheter, untuk pasien yang memerlukan cuci darah secara rutin biasanya menggunakan AV Fistula yang relative lebih aman dan nyaman. Darah yang keluar dari dalam tubuh melalui pembuluh darah arteri yang telah dibuatkan koneksi akan masuk kedalam dialiser sebanyak kurang lebih 500 ml per menit, perlu diketahui juga bahwa jumlah darah yang dimiliki oleh manusia sekitar 6.000 ml sampai dengan 7.000 ml, darah yang telah disaring/dibersihkan dari racun oleh dialiser akan di alirkan kembali kedalam tubuh melalui pembuluh darah vena yang terkoneksi dengan alat dialysis.

Lama waktu yang dibutuhkan dalam satu kali proses pencucian darah rata rata 3 sampai 5 jam yang dilaksanakan bisa 1, 2 bahkan 3 kali perminggu tergantung dari tingkat kerusakan ginjal yang diderita oleh pasien tersebut, sehingga didalam proses pelaksanakannya memerlukan tempat/fasilitas pendukung yang memadai agar pasien merasa nyaman dalam menjalani proses cuci darah.

Rumah Sakit Al Islam Bandung telah memberikan pelayanan cuci darah sejak tahun 2002 yang saat itu hanya mengoperasionalkan 4 mesin dialysis, seiring dengan meningkatnya penderita pasien gagal ginjal, maka terus dilakukan penambahan mesin dialysis, hingga saat ini kami telah mengoperasionalkan mesin dialysis sebanyak 34 mesin dengan membuat tempat/ruang pelayanan cuci darah yang nyaman, dimana setiap harinya jumlah pasien yang dilayani rata-rata 68 orang pasien.

Beberapa hal yang perlu kami sampaikan kepada masyarakat yang ingin melakukan cuci darah di Rumah Sakit Al Islam Bandung adalah sebagai berikut , Sebelum mengunjungi unit pelayanan cuci darah/hemodialisa harus dipastikan terlebih dahulu penderita sudah mendapatkan rekomendasi dari dokter penyakit dalam/nefrologis, selanjutnya pasien /keluarga  datang  ke unit hemodialisa dengan membawa surat rujukan/intruksi secara tertulis dari nefrologis, di unit pelayanan hemodialisa anda akan mendapatkan penjelasan dari petugas mengenai jadwal pencucian darah/hemodialisis, skrining dan prosedur administartif sesuai jenis jaminan pelayanan kesehatan yang digunakan yaitu BPJS, Kontraktor/Jaminan Perusahaan atau sebagai pasien Umum.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin berkonsultasi atau mendapatkan informasi lebih jauh mengenai pelayanan cuci darah anda dapat mendatangi langsung Unit Hemodialisa RS Al Islam Bandung, atau dapat menghubungi via telepon pada jam kerja di Telp.022-7562046 ext.829 atau melalui  nomor hand phone 0822-1875-0809.


LOGO-PUTIH-compress

About Us :
RS Al Islam Bandung adalah Rumah Sakit milik Yayasan RSI KSWI Jawa Barat yang mempunyai visi "Menjadi Rumah Sakit Yang Unggul, Terpercaya dan Islami dalam Pelayanan dan Pendidikan"

RS Al Islam Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 644
Tel. (022) 7565588
Email : cs@rsalislam.com

Recent Posts

Sertifikat

paripurna-2022-2026-4-11zon

Sertifikat Paripurna

Copyright by RS Al Islam Bandung 2021. All rights reserved.

icon

Jadwal Dokter

Info Jadwal Dokter Terbaru

icon

Customer Care

Sampaikan apa saja sama kami

icon

Daftar Online

Jadwalkan Rencana Kunjungan Anda

Tanya RSAI