23/Jan/2019

Upaya Pencegahan Luka Diabetik

  1. Perawatan Kulit Kaki
  2. Periksa kaki setiap hari. Gunakan cermin sebagai alat bantu;
  3. Cuci/bersihkan kaki menggunakan sabun bayi dan air hangat kuku (jangan memakai air terlalu panas. Karena dapat merusak kulit);
  4. Gosok kaki dengan sikat lunak dan keringkan kaki menggunakan handuk yang halus/lembut secara hati-hati dan perhatikan sela jari-jari kaki;
  5. Oleskan pelembab pada kulit, terutama bila kulit kering/pecah-pecah. Kecuali daerah sela jari-jari kaki.
  6. Periksa kaki kembali secara teliti setiap hari. Terutama daerah sela-sela jari kaki dan telapak kaki. Pastikan tidak ada luka lecet, kemerahan, dan kelainan pada kulit kaki, seperti kulit tebal/terinfeksi
  • Perawatan Kuku Jari Kaki
  1. Bersihkan kuku dengan air hangat secara lembut dan keringkan menggunakan handuk yang lembut;
  2. Bila kuku panjang, rendam kaki dalam air hangat dan sabun selama 5-10 menit. Potong kuku hati – hati, dikikir halus dan tidak tajam;
  3. Jika ada kelainan kuku atau tanda-tanda infeksi, segera konsultasikan dengan petugas kesehatan.
  • Perawatan Alas Kaki
  1. Ukuran dan bentuk alas kaki disesuaikan dengan ukuran dan bentuk kaki (jangan terlalu longgar/terlalu sempit) serta terbuat dari bahan yang lembut;
  2. Bila menggunakan sepatu, usahakan permukaan atas sepatu lunak, dan ujung sepatu longgar (agar jari-jari kaki bisa bergerak);
  3. Bagian tumit harus kokoh, sehingga kaki stabil;
  4. Mengenakan sepatu baru dalam waktu singkat;
  5. Bagian bawah alas kaki tidak licin, sehingga tidak mudah terpeleset;
  6. Gunakan kaos kaki yang lembut yang terbuat dari katun, menyerap keringat, dan sesuai ukuran kaki.
  • Prinsip Perawatan Kaki
  1. Selama perawatan jari kaki, jangan memakai air terlalu panas;
  2. Gunakan sepatu yang pas dan kaus kaki yang bersih setiap saat berjalan dan jangan bertelanjang kaki bila berjalan;
  3. Cuci kaki setiap hari dan keringkan dengan baik serta memberikan perhatian khusus pada daerah sela-sela jari kaki;
  4. Jangan mengobati sendiri apabila terdapat kalus, tonjolan kaki atau jamur pada kuku kaki;
  5. Suhu air yang digunakan untuk mencuci kaki antara 29,5 – 30º C dan disarankan diukur dulu dengan termometer;
  6. Jangan menggunakan alat pemanas atau botol diisi air panas. Langkah-langkah yang membantu meningkatkan sirkulasi pada ekstremitas bawah yang harus dilakukan yaitu:
  • Hindari Kebiasaan merokok;
  • Hindari bertumpang kaki duduk;
  • Lindungi kaki dari kedinginan;
  • Hindari merendam kaki dalam air dingin;
  • Gunakan kaos kaki atau stocking yang tidak menyebabkan tekanan pada tungkai atau daerah tertentu
  • Periksa kaki setiap hari dan laporkan bila terdapat luka, bullae (gelembung berisi air), kemerahan atau tanda-tanda radang, sehingga segera dilakukan tindakan awal
  • Jika kulit kaki kering gunakan pelembab atau krim.

Selesai.


18/Jan/2019

Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit kronik yang kompleks, melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak, serta berkembangnya komplikasi pembuluh darah besar, pembuluh darah kecil dan syaraf.

 Hipoglikemi

Hipoglikemi merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan kadar gula darah dari batas normal / < 60 mg/dL.

Ada beberapa penyebab terjadinya hipoglikemi, diantaranya:

  • Dosis insulin yang diberikan terlalu besar dari jumlah yang sebenarnya dibutuhkan;
  • Makanan yang dimakan terlalu sedikit (terlambatnya jam makan atau tidak makan sama sekali) atau terlambatnya pengosongan lambung;
  • Aktifitas fisik terlalu berat;
  • Stres emosional;
  • Muntah, diare atau penurunan penyerapan makanan diusus.

Tanda dan Gejala Hipoglikemi

  • Pusing
  • Lemas
  • Gemetar
  • Keringat dingin
  • Lapar
  • Kesemutan
  • Pucat
  • Peningkatan denyut nadi, dan denyut nadi teraba kecil
  • Penurunan kesadaran
  • Pandangan kabur
  • Rasa tebal pada bibir dan lidah

Penatalaksanaan Hipoglikemi

  • Berikan gula yang dapat diserap dengan cepat. Diantaranya teh manis, ½ cangkir jus buah dan/atau biskuit;
  • Bila ada penurunan kesadaran segera bawa ke rumah sakit untuk segera diberikan dekstrose.

 

Hiperglikemi

Hiperglikemi merupakan kondisi adanya peningkatan gula darah hingga > 110 mg/dL atau > 140 mg/dL gula darah 2 jam setelah makan. Asupan makan yang melebihi aturan diet, biasanya menjadi penyebab hiperglikemi.

Tanda dan Gejala Hiperglikemi

  • Sering lapar
  • Sering kencing
  • Sering haus
  • Tubuh terasa lemah
  • Mulut dan kulit kering
  • Pandangan kabur
  • Penurunan berat badan
  • Pernapasan cepat dan dalam
  • Nadi cepat
  • Kesemutan
  • Kram otot
  • Luka yang tidak sembuh
  • Gangguan tidur
  • Hilang nafsu makan
  • Pusing

Penatalaksanaan Hiperglikemi

  • Diet sesuai ahli gizi
  • Olahraga
  • Insulin / obat penurun gula yang diminum

Berikut klasifikasi makanan yang perlu diperhatikan oleh penderita Diabetes Mellitus:

  • Jenis Makanan yang TIDAK BOLEH dikonsumsi :
  1. Manisan Buah
  2. Gula pasir
  3. Susu Kental Manis
  4. Madu
  5. Abon
  6. Kecap
  7. Sirup
  8. Es Krim
  • Jenis makanan Yang boleh dimakan. Tetapi harus DIBATASI ;
  1. Nasi
  2. Singkong
  3. Roti
  4. Telur
  5. Tempe
  6. Tahu
  7. Kacang Hijau
  8. Kacang Tanah
  9. Ikan
  • Jenis Makanan yang DIANJURKAN untuk dimakan
  1.  Tomat
  2. Kangkung
  3. Oyong
  4. Bayam
  5. Kacang Panjang
  6. Pepaya
  7. Labu Siam
  8. Kol

 

bersambung…


07/Jan/2019

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Diabetes Mellitus (DM) atau yang lebih dikenal di masyarakat dengan kencing manis adalah suatu penyakit yang diakibatkan oleh tingginya kadar gula/glukosa didalam darah atau di atas  normal/hiperglikemia. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan pada organ tubuh dan jika tidak dikontrol dengan baik maka dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.

 

Apabila sudah terjangkit DM maka perlu adanya pengelolaan penyakit dengan baik setidaknya ada 4 (empat) pilar utama dalam pengelolaan DM, ke empat pilar tersebut adalah penyuluhan atau edukasi, terapi gizi medis, latihan jasmani atau aktivitas fisik dan intervensi farmakologis. Ke empat pilar pengelolaan ini dapat diterapkan pada semua jenis tipe Diabetes melitus termasuk DM tipe II dan untuk mencapai fokus pengelolaan DM yang optimal maka perlu adanya keteraturan terhadap keempat pilar utama tersebut.

 

Salah satu komponen yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah latihan jasmani atau olahraga yang sangat penting dalam penatalaksanaan diabetes karena efeknya dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan meningkatkan pengambilan glukosa oleh otot dan memperbaiki pemakaian insulin.

 

Latihan jasmani akan menyebabkan terjadinya peningkatan aliran darah, dengan demikian maka akan lebih banyak jala-jala kapiler terbuka sehingga lebih banyak tersedia reseptor insulin dan reseptor menjadi aktif yang akan berpengaruh terhadap penurunan glukosa darah pada pasien diabetes. Latihan jasmani atau olahraga yang dianjurkan salah satunya adalah senam kaki diabetes melitus diamana senam kaki ini bertujuan untuk memperbaiki sirkulasi darah sehingga nutrisi ke jaringan lebih lancar, memperkuat otot-otot kecil, otot betis dan otot paha, menurunkan kadar gula darah serta mengatasi keterbatasan gerak sendi yang dialami oleh penderita diabetes mellitus.

Perawatan kaki diabetik merupakan salah satu bagian penting dari manajemen perawatan untuk penderita DM. Penyakit DM mengakibatkan beberapa komplikasi yang salah satunya adalah dapat meningkatkan risiko gangguan vascular perifer yang berujung pada munculnya ulkus/gangrene pada kaki penderita DM kronik. Perawatan kaki yang tepat diharapkan dapat mencegah terjadinya komplikasi yang lebih lanjut.

Berikut cara perawatan kaki pada penderita/pasien diabetik :

  • Periksakan kulit untuk mengetahui adanya iritasi, retak, lesi, kapalan cacat atau edema
  • Periksa sepatu pasien agar dapat mengunakan dengan tepat
  • Berikan rendam kaki jika diperlukan
  • Keringkan sela-sela jari dengan seksama
  • Oleskan lotion
  • Bersihkan kuku
  • Berikan obat tabur yang menyerap kelembaban sesuai indikasi
  • Diskusikan dengan pasien mengenai perawatan rutin kaki
  • Anjurkan pasien atau keluarga mengenai pentingnya perawatan kaki
  • Monitor cara berjalan dan tumpuan berat badan pasien pada kaki
  • Monitor kebersihan dan kondisi umum sepatu
  • Monitor tingkat hidrasi kaki
  • Monitor insufisiensi di arteri kaki bagian bawah
  • Monitor edema pada kaki dan tungkai kaki
  • Anjurkan pada pasien untuk memonitor suhu pada kaki dengan mengunakan punggung tanggan
  • Anjurkan pasien akan pentingnya pemeriksaan kaki terutama ketika sensasi kaki mulai merasa berkurang
  • Pangkas ketebalan kuku kaki dengan normal ketika kuku kaki terasa lembut dengan mengunakan pemotong kuku dan menggunakan lengkungan jari kaki sebagai panduan
  • Rujuk pada ahli penyakit kaki untuk pemangkasan kuku yang menebal
  • Periksa kuku untuk mengetahui ketebalan dan perubahan warna
  • Ajarkan pasien bagaimana mempersiapkan dan memotong kuku

 

Senam Kaki Diabetik

Senam kaki diabetik adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien yang menderita diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu memperlancar peredaran darah pada bagian kaki. Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki. Selain itu dapat meningkatkan kekuatan otot betis, otot paha, dan juga mengatasi keterbatasan pergerakan sendi.

Senam kaki ini dapat diberikan kepada seluruh penderita Diabetes Melitus dengan tipe I dan II, namun sebaiknya diberikan sejak pasien didiagnosa menderita DM sedangkan untuk penderita atau pasien yang mengalami perubahan fungsi fisiologis seperti dispnea atau nyeri dada dan pasien yang mengalami depresi , khawatir dan cemas sebaiknya tidak dilakukan.

Gerakan Senam Kaki Diabetik

Senam kaki diabetik dapat dilakukan dengan posisi duduk, dengan langkah langkah sebagai berrikut :

  1. Posisi duduk tegak di atas bangku dengan kaki menyentuh lantai
  2. Letakkan kedua kaki dilantai, angkat kedua jari-jari kaki keatas dengan tumit tetap dilantai, kemudian angkat kedua tumit ke atas dengan posisi kedua jari dilantai. Ulangi gerakan tersebut 10 kali.
  3. Letakkan tumit salah satu kaki di lantai angkat telapak kaki lainnya, kemudian jari – jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki diangkat ke atas, cara ini dilakukan bersamaan pada kaki kiri dan kanan secara bergantian dan diulangi sebanyak 10 kali.
  4. Tumit kaki diletakkan di lantai dimana bagian ujung kaki diangkat ke atas dan buat gerakan memutar dengan pergerakan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.
  5. Jari – jari diletakkan di lantai lalu tumit diangkat dan buat gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.
  6. Angkat salah satu lutut kaki, dan Gerakan jari-jari ke depan, turunkan kembali secara bergantian ke kiri dan ke kanan. Ulangi sebanyak 10 kali.
  7. Luruskan salah satu kaki di atas lantai kemudian angkat kaki tersebut dan gerakkan ujung jari kaki ke arah wajah lalu turunkan kembali ke
  8. Angkat kedua kaki, lalu ulangi langkah ke 8, namun gunakan kedua kaki secara bersamaan. Ulangi sebanyak 10 kali.
  9. Angkat kedua kaki dan luruskan, pertahankan posisi, gerakan pergelangan kaki ke depan dan ke belakang.
  10. Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki, tuliskan pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10 lakukan secara
  11. Letakkan sehelai Koran di lantai lalu bentuk koran itu menjadi seperti bola dengan kedua belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran seperti semula menggunakan kedua belah kaki, lalu robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian koran. Selanjutnya sebagian koran disobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki kemudian pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu letakkan sobekan koran pada bagian koran yang utuh lalu bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola dan buang ketempat sampah

Demikian tulisan sederhana ini semoga bermanfaat dan untuk lebih jelasnya mengenai gerakan senam kaki diabetik ini, silakan klik https://www.youtube.com/watch?v=x7ZG935MPJ0&t=19s untuk menonton videonya di Channel Youtube kami atau Facebook di RS Al-Islam Bandung


03/Mar/2018

PERAWATAN PENYAKIT HEPATITIS DI RUMAH

 

PENGERTIAN

Hepatitis adalah infeksi sistemik oleh virus disertai nekrosis (kematian jaringan) dan peradangan pada sel-sel hati yang menghasilkan kumpulan perubahan klinis, biokimia dan seluler yang khas.

 

KLASIFIKASI HEPATITIS

Klasifikasi penyakit berdasarkan penyebabnya, yaitu :

  1. Hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A
  2. Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B
  3. Hepatitis C disebabkan oleh virus hepatitis C
  4. Hepatitis D disebabkan oleh virus hepatitis D
  5. Hepatitis E disebabkan oleh virus hepatitis E
  6. Hepatitis G disebabkan oleh virus hepatitis G

Klasifikasi penyakit hepatitis berdasarkan lama waktu penyakit :

  • Hepatitis virus akut : peradangan hati karena infeksi oleh salah satu dari keenam virus (A,B,C,D,E & G). Peradangan muncul secara tiba-tibadan berlangsung hanya selama beberapa minggu.
  • Hepatitis virus kronik : peradangan berlangsung selama minimal 6 bulan. Hepatitis kronik lebih jarang ditemukan, tetapi menetap samapi bertahun-tahun bahkan berpuluhtahun.

Dari keenam penyakit hepatitis ini yang terbanyak adalah hepatitis A dan B.

 

HEPATITIS A

Tanda dan Gejala :

Dapat terjadi dengan atau tanpa gejala. Gejala mirip sakit flu.

  • Fase pra ikterik : sakit kepala, merasa tidak badan, mual, muntah, penurunan nafsu makan, demam.
  • Fase ikterik : urine berwarna hitam, gejala ikterus/kuning pada sklera dan kulit, nyeri tekan pada hati.

Cara Penularan :

Hepatitis A menural melalui rute fekal oral.

Penularan infeksi : melalui makanan, alat-alat dan air yang terkontaminasi virus hepatitis.

Faktor pendukung terjadinya hepatitis A :

  • Higiene yang kurang.
  • Sanitasi lingkungan yang buruk.

Pencegahan :

  • Melakukan vaksinasi Hepatisi A
  • Menganjurkan keluarga untuk memelihara kebersihan perorangan yang baik dengan menekankan kebiasaan mencuci tangna dengan cermat (setelah BAB, sebelum makan)
  • Sanitasi lingkungan, mekanan dan suplai air yang aman serta pembuangan limbah yang baik.

Pengobatan :

Jika terjadi hepatisi akut yang berat, maka penderita dirawat di rumah sakit, tetapi biasanya hepatitis A tidka memerlukan pengobatan khusus. Setelah beberapa hari, nafsu makan kembali muncul dan penderita tidak perlumenjalani tirah baring. Makanan dan kegiatan penderita tidak perlu dibatasi dan tidak diperlukan tambahan vitamin. Sebagian besar penderita bisa kembali bekerja setelah kuning menghilang, meskipun hasil pemeriksaan fungsi hati belum sepenuhnya normal.

 

HEPATITIS B

Tanda dan Gejala :

Terkadang tidak muncul atau muncul tiba-tiba. Gejala mirip sperti flu, demam, kuning, urin berwarna hitam, feses berwarna kemerahan dan pembengkakan pada hati.

Cara Penularan :

Hepatitis B menular melalui parenteral, seperti tranfusi, suntikan yang digunakan bergantian pada pemakaian obat-obat terlarang ataupun bayi dari ibu yang menderita hepatitis B

Pencegahan :

Perlindungan terbaik adalah vaksinasi hepatitis B.

  • Jangan berganti-ganti pasangan.
  • Jangan mendonorkan darah bila mempunyai penyakit hepatitis B.
  • Lakukan pemeriksaan darah virus hepatitis B pada wanita hamil sehingga calon bayi dapat diberikan hepatitis B imunoglobulin dan vaksinasi 12 jam setelah lahir

Pengobatan : Pengobatan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

 

PERAWATAN SESUDAH PERAWATAN DI RUMAH SAKIT

Pemenuhan Nutrisi :

  1. Ajarkan dan bantu klien untuk istirahat sebelum makan.
  2. Awasi pemasukan diet/jumlah kalori, tawarkan makan sedikit tapi sering dan tawarkan pagi paling sering.
  3. Pertahankan kebersihan mulut yang baik sebelum makan dan sesudah makan.
  4. Anjurkan makan pada posisi duduk tegak.
  5. Berikan diet tinggi kalori, rendah lemak

Penanganan Nyeri :

  1. Pilih metoda yang sesuai dengan perubahan rasa nyeri diharapkan lebih efektif mengurangi nyeri.
  2. Dengarkan dengan penuh perhatian ungkapan klien tentang nyerinya.
  3. Berikan informasi tentang nyeri (Jelaskan penyebab nyeri dan Tunjukkan berapa lama nyeri akan berakhir, bila diketahui).
  4. Penggunaan anti nyeri sesuai resep dokter bila nyeri sudah tak bisa dibatasi dengan teknik untuk mengurangi nyeri

Panas Badan :

  1. Pantau suhu badan.
  2. Ajarkan klien pentingnya mempertahankan cairan yang adekuat (sedikitnya 2000 l/hari) untuk mencegah dehidrasi, misal sari buah 2,5 – 3 liter/hari.
  3. Memberikan kompres hangat pada lipatan ketiak dan paha.
  4. Anjurkan klien untuk memakai pakaian yang menyerap keringat kenyamanan klien, mencegah timbulnya ruam kulit.

Keletihan :

  1. Jelaskan sebab-sebab keletihan individu.
  2. Sarankan klien untuk tirah baring.
  3. Bantu individu dapat memprioritaskan kegiatan-kegiatan yang sangat penting dan meminimalkan pengeluaran energi yntuk kegiatan kurang penting.
  4. Keletihan dapat segera diminimalkan dengan mengurangi kegiatan yang dapat menimbulkan keletihan.
  5. Bantu untuk belajar tentang keterampilan koping yang efektif (bersikap asertif, teknik relaksasi) untuk mengurangi keletihan baik fisik maupun psikologis.

Pruritus sekunder terhadap akumulasi pigmen bilirubin dalam garam empedu :

  1. Pertahankan kebersihan tanpa menyebabkan kulit kering (Sering mandi dengan menggunakan air dingin dan sabun ringan (kadtril, lanolin).
  2. Keringkan kulit, jaringan digosok untuk meningkatkan sensitifitas kulit dengan merangsang ujung syaraf.
  3. Cegah penghangatan yang berlebihan dengan pertahankan suhu ruangan dingin dan kelembaban rendah, hindari pakaian terlalu tebal.
  4. Anjurkan tidak menggaruk, instuksikan klien untk memberikan tekanan kuata pada area pruritus untuk tujuan menggaruk.
  5. Pertahankan kelembaban ruangan pada 30%-40% dan dingin.

Sesak napas :

  1. Awasi frekuensi, kedalaman dan upaya pernafasan.
  2. Posisikan pasien setengah duduk.
  3. Berikan latihan nafas dalam dan batuk efektif.
  4. Berikan oksigen sesuai kebutuhan.

Pencegahan penularan :

  1. Gunakan sarung tangan untuk kontak dengan darah dan cairan tubuh.
  2. Gunakan teknik pembuangan sampah infeksius, linen dan cairan tubuh dengan tepat untuk membersihkan peralatan-peralatan dan permukaan yang terkontaminasi.
  3. Rujuk ke petugas pengontrol infeksi untuk mengidentifikasikan sumber pemajanan dan kemungkinan orang lain terinfeksi.

 


Terima kasih, Asuhan Keperawatan – RS Al Islam Bandung


Rumah Sakit Al Islam Bandung Sahabat Anda Menuju Sehat Bermanfaat


 

 


LOGO-PUTIH-compress

About Us :
RS Al Islam Bandung adalah Rumah Sakit milik Yayasan RSI KSWI Jawa Barat yang mempunyai visi "Menjadi Rumah Sakit Yang Unggul, Terpercaya dan Islami dalam Pelayanan dan Pendidikan"

RS Al Islam Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 644
Tel. (022) 7565588
Email : cs@rsalislam.com

Recent Posts

Sertifikat

paripurna-2022-2026-4-11zon

Sertifikat Paripurna

Copyright by RS Al Islam Bandung 2021. All rights reserved.

icon

Jadwal Dokter

Info Jadwal Dokter Terbaru

icon

Customer Care

Sampaikan apa saja sama kami

icon

Daftar Online

Jadwalkan Rencana Kunjungan Anda

Tanya RSAI