Dr. dr. Akhmad Imron, SpBS(K).,MKes.
OFFICIAL CV

Dr. dr. Akhmad Imron, SpBS(K).,MKes.
OFFICIAL CV
Artikel Pendek / Tips : Banyaknya salah paham masyarakat Indonesia terhadap bedah plastik tidak lain karena tak kenal. Yuk mari kita kenal lebih dalam tentang apa sih bedah plastik itu. Dari namanya, kata plastik dalam istilah bedah plastik ini diambil dari bahasa Yunani kuno plastikos (“πλαστικός”) yang memiliki makna “…memiliki sifat dapat berubah bentuk…” (fit for moulding or shaping). Dari makna tersebut dapat terlihat jelas asal muasal ilmu bedah plastik yang sarat dengan nilai dan filosofi seni. Dalam berbagai teknik restorasi baik rekonstruksi maupun estetika, ada sifat perubahan bentuk yang digunakan para ahli bedah plastik untuk menyelesaikan masalah yang dimiliki oleh para pasiennya Secara garis besar, lingkup bedah plastik dibagi dua berdasarkan prinsipnya, yaitu bedah #rekonstruktif dan bedah #estetika. Bedah #rekonstruktif meliputi bedah kraniofasial, bedah tangan, bedah mikro, bedah genitalia eksterna (kelamin), bedah pada kasus tumor dan luka-luka yang kompleks (wound-oncoplasty), serta manajemen komprehensif pada kasus luka bakar. Di mana bedah rekonstruktif bertujuan untuk mengembalikan prinsip anatomi bagian tubuh yang mengalami defek/kekurangan dan/atau meningkatkan fungsinya, bedah #estetika lebih fokus pada peningkatan penampilan (cosmesis) dari bagian tubuh tersebut yang lebih mudah dikenal dengan tindakan-tindakan yang bertujuan meremajakan (rejuvenation) penampilan.Abdilla Ridhwan Irianto, dr., SpBP-RE
OFFICIAL CV
Untung Sentosa dr., Sp.KJ., M.Kes
OFFICIAL CV
Anatomi telinga terdiri dari tiga bagian utama, yakni bagian dalam, tengah, dan luar. Seluruh bagian ini memiliki fungsinya masing-masing agar anda dapat mendengar dengan baik. Saat membersihkan telinga, ada baiknya untuk membersihkan pada bagian luar atau daun telinga saja. Pasalnya, telinga memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Adanya bulu-bulu halus serta bentuknya yang bersudut mampu menjaga telinga dari masuknya kotoran berlebih. 2. Hindari Cotton Bud. Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah membersihkan telinga dengan menggunakan cotton bud. Sayangnya, aktivitas ini sebenarnya kurang baik untuk dilakukan. Sebab, membersihkan telinga dengan cotton bud bisa membuat kotoran telinga terdorong ke bagian dalam telinga, sehingga membuatnya semakin masuk ke dalam dan mengendap. Maka dari itu, anda hanya perlu membersihkan pada daun telinganya saja. 3. Hindari Telinga dari Suara Keras. Untuk menjaga kesehatan telinga, hindari telinga dari suara keras dalam jangka panjang. Sebab, terlalu lama berada di lingkungan bising bisa memengaruhi pendengaran, termasuk membuat pendengaran berkurang hingga menjadi tuli. Jika terpaksa harus berada di lingkungan yang bising, seperti bekerja di pabrik, anda dianjurkan untuk menggunakan pelindung telinga. 4. Hindari Penggunaan Earphone. Suara keras tidak hanya bersumber dari lingkungan sekitar, tapi juga pada penggunaan earphone. Aktivitas mendengarkan musik di alat pendengar yang satu ini telah menjadi tren, namun, penggunaan earphone bisa saja menyebabkan gangguan pada telinga. Agar tetap aman, ada baiknya penggunaan earphone dilakukan tidak lebih dari satu jam. Jangan lupa juga untuk mengatur volume suaranya agar tidak terlalu keras dan menyakiti telinga. 5. Jaga Telinga Agar Tetap Kering. Kelembapan berlebih pada telinga bisa menyebabkan bakteri masuk ke saluran telinga. Situasi ini secara tidak sadar dapat memicu infeksi dan iritasi pada telinga. Maka dari itu, selalu jaga jagalah telinga agar kondisinya tetap kering. Jika anda memiliki hobi berenang, sebaiknya gunakan penyumbat telinga/ear plug untuk mencegah air masuk ke dalam telinga. 6. Rutin Periksa ke Dokter. Selain memeriksa kesehatan tubuh, anda juga perlu memeriksa kesehatan telinga secara rutin. Pasalnya, semakin tua umur seseorang, semakin rentan ia terhadap gangguan pendengaran. Jika anda memiliki keluhan pada pendengaran, segeralah berkonsultasi pada dokter THT di RS.Al-Islam Bandung.Ilman Fathony Martanegara, dr., Sp.THT-KL
OFFICIAL CV
Jajang Sujana Mail, dr., Sp.An.
OFFICIAL CV