
Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalaamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Sahabat sehat Rumah Sakit Al Islam Bandung, Alhamdulillah Pencapaian Indikator Nasional Mutu Pelayanan di Rumah Sakit Al Islam Bandung selama 2025 melebihi dari target yang distandarkan Kementrian Kesehatan, dan sebagai Rumah Sakit yang telah tersertifikasi syariahpun selama tahun 2025 pencapaian Mutu Syariahnya pun melebihi standar yang telah ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).
Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara berkesinambungan, Rumah Sakit harus melakukan pengukuran dan evaluasi mutu pelayanan kesehatan sesuai dengan Indikator Mutu Nasional sesuai Permenkes no.30 tahun 2022 ( TENTANG INDIKATOR NASIONAL MUTU PELAYANAN KESEHATAN TEMPAT PRAKTIK MANDIRI DOKTER DAN DOKTER GIGI, KLINIK, PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT, RUMAH SAKIT, LABORATORIUM KESEHATAN,DAN UNIT TRANSFUSI DARAH)

Penilaian Kepuasan pasien menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat (Peraturan MENPAN dan RB no. 14 tahun 2017) dengan hasil selama tahun 2025 masuk kategori Baik. Upaya peningkatan kualitas pelayanan yang dapat memberikan kepuasan kepada pasien senantiasa dilakukan oleh seluruh jajaran pelayanan dan manajemen Rumah Sakit Al Islam Bandung.

Kecepatan waktu tanggap komplain menggambarkan kecepatan rumah sakit dalam merespon keluhan pasien agar dapat diperbaiki dan ditingkatkan sebagai bentuk pemenuhan hak pasien, dan selama tahun 2025 indikator ini telah melampaui target yang ditentukan kemenkes.

Pencapaian waktu tanggap operasi Secsio Caecarea (SC) emergensi kurang dari 30 menit, merupakan indikator nasional mutu dalam upaya meningkatakan respon rumah sakit untuk penanganan pasien indikasi operasi SC yang harus segera ditangani akibat adanya faktor risiko yang dapat memperberat kondisi bayi serta kondisi ibu. Di Rumah Sakit Al Islam Bandung sudah melampaui standar nasional. Pada grafik terlihat angka 0 di bulan November, hal ini karena tidak ada kasus pasien SC EMG. Kecepatan waktu tanggap operasi SC emergensi sangat berpengaruh dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, pada tahun 2025 tidak ada angka kematian Ibu dan bayi karena keterlambatan penanganan SC Emergensi.

Penundaan operasi elektif merupakan salah satu indikator nasional mutu dalam upaya meningkatakan respon rumah sakit untuk penanganan tindakan operasi yang terencana sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Terdapat beberapa faktor keterlambatan sehingga terjadi penundaan operasi elektif seperti terdapat tindakan operasi emergensi bersamaan dengan jadwal operasi yang terencana atau proses pemenuhan administrasi. Di rumah Sakit Al Islam Bandung indikator tersebut telah tercapai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan secara nasional, bahkan telah melampaui standar. Hal tersebut merupakan bentuk komitmen Rumah Sakit Al Islam Bandung dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien yang memerlukan tindakan operasi.
Rumah Sakit Al Islam Bandung berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi umat dengan memenuhi standar mutu syariah yang ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Tercapainya indikator mutu syariah sesuai dengan standar, merupakan komitmen RS Al Islam Bandung dalam menjalankan Visi dan Misi sebagai Rumah Sakit yang Unggul Terpercaya dan Islami dalam pengelolaan dan pelayanan, yang merupakan bagian dalam Syiar Islam dalam bidang kesehatan. Hal ini tergambar dengan tercapainya beberapa indikator mutu syariah sesuai target DSN – MUI.

Talqin untuk pasien sakaratul maut adalah upaya pendampingan kepada pasien agar dapat meninggal dengan mengucap kalimat “Laa ilaaha illalloh” diakhir hidupnya. Salah satu pelayanan syariah di RS Al Islam Bandung yaitu menghantarkan pasien yang menjelang sakaratul maut dengan Talqin, dalam kurun waktu selama tahun 2025,telah sesuai dengan Target dari DSN- MUI.

Talqin untuk pasien sakaratul maut adalah upaya pendampingan kepada pasien agar dapat meninggal dengan mengucap kalimat “Laa ilaaha illalloh” diakhir hidupnya. Salah satu pelayanan syariah di RS Al Islam Bandung yaitu menghantarkan pasien yang menjelang sakaratul maut dengan Talqin, dalam kurun waktu selama tahun 2025,telah sesuai dengan Target dari DSN- MUI.

Pemberian obat dan tindakan adalah ikhtiar sedangkan kesembuhan datangnya dari Allah sehingga berdoa (basmalah) sebelum pemberian obat atau tindakan adalah hal yang bersifat wajib. Selama tahun 2025 indikator mutu ini telah sesuai dengan target dari DSN-MUI, hal menggambarkan komitmen RS AL Islam dalam pelayanan senantiasa mengajak pasien dan keluarga untuk membaca Basmallah sebelum pemberian obat dan tindakan.

Pemasangan EKG sesuai gender merupakan salah satu upaya rumah sakit menjaga aurat dan terjaganya persentuhan kulit dengan lain gender. Dalam kurun waktu tahun 2025 tercapai target sesuai DSN MUI dalam pelayanan syariah pemasangan EKG sesuai gender.

Pemakaian hijab ibu menyusui merupakan salah satu upaya rumah sakit menjaga aurat pasien dengan menutup bagian dada ibu saat menyusui. RS Al Islam dengan komitmen pelayanan Islaminya tergambar dalam pencapain indikator mutu syariah pemakaian hijab ibu menyusui yang sesuai standar DSN -MUI.

Pemakaian hijab di kamar operasi merupakan salah satu upaya rumah sakit menjaga aurat pasien di kamar operasi. Dalam memberikan pelayanan syariah di kamar operasi berupa pemakaian hijab telah sesuai dengan target DSN -MUI.

Pemakaian hijab di kamar operasi merupakan salah satu upaya rumah sakit menjaga aurat pasien di kamar operasi. Dalam memberikan pelayanan syariah di kamar operasi berupa pemakaian hijab telah sesuai dengan target DSN -MUI.
Keseluruhan upaya dan kegiatan yang komprehensif dan integratif yang menyangkut input, proses dan outcome secara objektif, sistematik dan berlanjut memantau dan menilai mutu manajemen dan kewajaran pelayanan terhadap pasien, dan memecahkan masalah-masalah yang terungkapkan sehingga manajemen dan pelayanan yang diberikan berdaya guna dan berhasil guna.