01/Okt/2019

SEPUTAR AIR SUSU IBU YANG PERLU ANDA KETAHUI

Siti Horidah

Bidan Rumah Sakit Al Islam Bandung

 

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf”. (Al Qur’an Surat Al Baqarah : 233)

Menyusui anak adalah salah satu perintah yang sangat di ajurkan oleh Allah SWT kepada para ibu, baik itu ibu kandung ataupun bukan ibu kandung yang mampu menyusui, karena Air Susu Ibu memiliki peran yang penting bagi tumbuh kembang bayi yaitu sebagai makanan terbaik untuk bayi hingga usia yang dianggap sempurna yakni dua tahun. Dan kewajiban ayah memberikan makan kepada para ibu yang sedang menyusui dengan manakan yang toyib dan halal baik dari zatnya maupun dari cara mendapatkanya agar ASI yang dihasilkan berkualitas sehingga bayi akan menjadi sehat baik jasmani maupun rohaninya.

Komposisi Air Susu Ibu/ASI mengandung 88% air sedangkan sisanya terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, enzim, hormon. Volume ASI yang dihasilkan oleh seorang ibu tidak tergantung pada ukuran besarnya payudara, tetapi lebih dipengaruhi oleh makanan yang bergizi yang dikonsumsi selama kehamilan dan menyusui jadi selama asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu baik maka Insya Allah produksi ASI dapat mencukupi untuk kebutuhan bayi, namun demikian hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah faktor psikologis karena hal ini juga menjadi faktor penyebab sedikit banyaknya produksi ASI yang dihasilkan, hal lain yang juga perlu diperhatikan agar kuantitas dan kualitas ASI baik maka ibu yang menyusui harus memperhatikan kebersihan diri dan melakukan perawatan payudara.

Pemberian Air Susu Ibu/ASI kepada bayi dapat diberikan sesaat setelah kelahiran bayi dan selanjutnya  diberikan secara eksklusif selama 6 bulan artinya selam enam bulan bayi tidak diberikan makanan dan minuman tambahan selain Air Susu Ibu/ASI, setelah masa 6 bulan penyusuan dengan hanya memberikan ASI maka bayi boleh diberikan makanan tambahan dan tentunya ASI tetap diberikan sampai usia penyapihan/penyempurnaan penyusuan selama 2 tahun.

Air Susu Ibu/ASI sangat bermanfaat bagi bayi anda karena ASI mengandung protein yang spesifik untuk melindungi bayi dari alergi dan secara alamiah ASI memiliki kandungan untuk memenuhi kebutuhan asupan bayi yang disesuaikan dengan usia kelahiran bayi, seperti bayi yang lahir premature maka ASI yang diproduksi akan memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan ASI yang diproduksi pada bayi yang dilahirkan cukup bulan, ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi disamping itu juga ASI berfungsi sebagai zat anti virus dan anti bakteri.

Selain ASI bermanfaat bagi bayi, proses produksi ASI yang terjadi sangat bermanfaat bagi ibu setelah melahirkan yaitu mempercepat pengembalian Rahim ke bentuk semula, mengurangi perdarahan setelah kelahiran dan mencegah timbulnya kanker payudara hal ini dikarenakan pada saat menyusui hormone esterogen mengalami penurunan sedangkan apabila tidak ada aktifitas menyusui kadar hormone esterogen tetap tinggi dan inilah yang diduga menjadi salah satu pemicu kanker payudara karena tidak adanya keseimbangan antara hormone esterogen dan progesteron.

Aktifitas menyusui secara teratur yang dilakukan ibu paska melahirkan  akan menurunkan berat badan ibu secara bertahap dan pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan akan memberikan manfaat bagi ibu sebagai kontrasepsi selama 6 bulan setelah melahirkan karena isapan bayi ketika menyusu akan merangsang prolaktin yang dapat menghambat terjadinya ovulasi  atau pematangan telur sehingga menunda kesuburan.

 

Bagi ibu menyusui yang bekerja masih tetap dapat memberikan bayinya asupan ASI, yaitu dengan memerah lalu menyimpanya, berikut cara penyimpanan ASI perah yang aman, yang pertama dilakukan adalah menyiapkan wadah penampung ASI yang mudah disterilkan yang dapat ditutup dengan rapat dan terbuat dari bahan anti panas, gunakan wadah/botol yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum misalnya 60ml, jangan menyimpan ASI disuhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam jika akan menyimpan ASI untuk jangka 24 jam maka segera masukan ASI kedalam lemari pendingin pada suhu 4 derajat Celsius sedangkan untuk ASI yang akan digunakan dalam waktu seminggu atau lebih maka simpan dulu ASI di lemari pendingin selama 30 menit setelah itu baru masukan kedalam freezer yang bersuhu -18 derajat Celsius atau lebih rendah

Simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan. Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan ditutup. Jangan lupa beri label setiap wadah ASI yang berisi keterangan kapan ASI tersebut diperah dan jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku untuk itu sisakan ruang kurang lebih ¼ bagian kosong dari wadah penampung.

 

Apabila ASI yang dibekukan akan dipergunakan maka pindahkan ASI beku dari freezer ke lemari pendingin selama 24 jam, kemudian keluarkan ASI dari lemari pendingin dan rendam dalam mangkuk dengan menggunakan air hangat, ingat jangan menggunakan air panas karena akan merusak nutrisi dan antibody yang ada pada ASI, apabila ASI sudah mencair dengan suhu hangat maka kocok dengan lembut hal ini diperlukan agar endapan ASI jadi merata dan ASI siap untuk diberikan kepada bayi anda

 

Jika ASI beku yang sudah dicairkan ternyata tidak terpakai, sebaiknya jangan dimasukan kembali kedalam freezer karena hal ini dapat merusak kualitas ASI. Sebaiknya ASI yang sudah dicairkan namun tidak jadi digunakan atau yang tidak habis dikonsumsi oleh bayi sebaiknya segera dibuang dan jangan disimpan lagi di freezer atau lemari pendingin.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih jauh mengenai ASI dan Perawatan Payudara atau berkonsultasi dapat menghubungi kami di Klinik BKIA RS Al Islam Bandung, untuk konsultasi dapat melihat jadwal praktek Klinik BKIA di website www.rsalislam.com atau ke Unit Pelayanan Informasi di telp.022-7562046 ext.705 dan bagi warga masyarakat yang memerlukan penyuluhan mengenai Kesehatan (Gratis) dapat menghubungi bagian PKRS RS Al Islam Bandung pada jam kerja di Telp.022-7562046 ext.822.


13/Agu/2019

 

Bismillah..
.
Rs Al Islam Bandung kali ini mau ngadain Mini Symposium untuk praktisi kedokteran (Dokter umum & spesialis), judulnya ” Update of Pediatric in Daily Clinical Practice”.
.
Catat yaa tanggalnya… Hari Sabtu Tanggal 24 Agustus 2019 di Aula Lt.6 Gd. Ibnu Sina, RSAI. Mulai pukul 07.30 – 12.00 wib.
.
Investasinya ga pake mahal kooo…Rp. 75rb udh dapet seminar kit, snack & makan siang, doorprice dan 4 skp IDI.
.
Soooo…jgn sampe kehabisan quota yaaa..soalnya terbatas nihhh.
.
Untuk informasi lebih lengkapnya bisa ngehubungin Hadi : 0813 9511 9977 atau Diah Z : 0812 1941 494
.
#symposiummedis#seminarkesehatan#pediatric#kesehatananak


20/Jun/2019

MENGENAL DETEKSI DINI KELAINAN PERKEMBANGAN PADA BALITA

Dr. Lia Marlia, Sp.A

Dokter Spesialis Anak  RS Al Islam Bandung

 “Dan hendaklah takut (kepada ALLAH) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya….(QS An-nisa 9)

 

Sebagian orangtua sering menghawatirkan tentang perkembangan buah hatinya, apakah pekembangan putra/putrinya tersebut normal, ataukah mengalami keterlambatan atau bahkan mengalami  kelainan dalam perkembangannya?  Harapan setiap orangtua  adalah anaknya dapat tumbuh sehat, cerdas  dan menjadi generasi penerus sebagaimana yang diharapkan.

 

Ada sebagian orangtua mengeluhkan anaknya mengalami  keterlambatan dalam perkembangan terutama adalah keterlambatan motorik semisal  belum bisa mengangkat kepala, berguling, duduk , berdiri atau berjalan padahal anak lain sebayanya telah dapat melakukan  hal tersebut. Hal ini biasanya akan mendorong para orangtua  untuk membawa anaknya ke dokter. Biasanya mereka akan dibawa ke klinik anak atau ke klinik tumbuh kembang.

 

Di klinik biasanya selain dilakukan wawancara yang komprehensif dengan orangtua  yang meliputi riwayat kehamilan dan persalinan, juga si anak diperiksa secara fisi dan dilakukan tes perkembangan.   Jenis tes perkembangan yang akan dilakukan oleh dokter biasanya mempertimbangkan aspek-aspek sebagai berikut diantaranya: usia anak, keluhan utama, kemampuan dokter  dan ketersediaan alat  tes yang tersedia.  Tes perkembangan yang sering dilakukan meliputi Denver II, BINS, Munchen, Griffith dlsb. Selanjutnya dokter yang memeriksa akan menyampaikan hasilnya kepada orangtua tentang kondisi, dan sekaligus memberikan saran tentang penatalaksanaan selanjutnya.

 

Bila dari hasil serangkaian pemeriksaan tersebut ternyata sang anak mengalami kelainan/keterlambatan pada aspek perkembangannya, maka akan disarankan untuk menjalani  pemeriksaan penunjang seperti  pemeriksaan laboratorium ataupun pemeriksaan penunjang lainnya yang dapat membantu menegakkan diagnosis.  Namun ada sebagian anak dengan kelainan perkembangan yang tidak memerlukan pemeriksaan penunjang. selanjutnya anak akan dianjurkan untuk terapi sesuai dengan kebutuhannya, antara lain yaitu:

  1. Fisioterapi: terapi yang dilakukan untuk menangani  masalah keterlambatan, gangguan dan kelainan pada  alat dan fungsi gerak fungsional individu. Latihan yang dilakukan biasanya bertujuan untuk meningkatan keterampilan motorik kasar dan motorik halus, mengkoreksi postur yang abnormal, koordinasi gerak yang buruk, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi,  mengurangi   tubuh kaku dan kejang otot serta penguatan dan daya tahannya.
  2. Terapi wicara: terapi yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan bicara serta memahami  dan mengekspresikan bahasa,  selain bahasa yang bersifat verbal, terapi wicara juga mencakup bentuk bahasa non verbal. Untuk mengoptimalkan terapi wicara biasanya yang pertama dilakukan adalah optimalisasi koordinasi mulut agar mampu menghasilkan suara untuk membentuk kata-kata. Olah mulut ini juga penting agar anak mampu membuat kalimat, termasuk  kemampuan dalam artikulasi, kelancaran dan  pengaturan volume suara.
  3. Okupasi terapi : terapi yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan fungdi individu seperti pemahaman, atensi, konsentrasi , kemampuan koordinasi visuomotor, activity daily living Pada anak biasanya terapi okupasi dikemas dalam bentuk permainan memanjat, meloncat, ayunan, menyusun balok-balok, puzzle, meronce, mewarnai, dan lain-lain.

 

Dengan mengenal milestone perkembangan anak yang normal, diharapkan para orangtua dapat mengenal secara dini adanya gangguan perkembangan anak, sehingga bila didapatkan adanya keterlambatan/penyimpangan perkembangan anak dapat dilakukan intervensi secara dini agar  memberikan hasil yang lebih baik.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih jauh mengenai tumbuh kembang anak atau berkonsultasi mengenai tumbuh kembang anak, dapat menghubungi kami di Klinik Tumbuh Kembang Anak RS Al Islam Bandung, untuk konsultasi dapat melihat jadwal praktek Klinik Tumbuh Kembang  Anak di website www.rsalislam.com atau ke Unit Pelayanan Informasi di telp.022-7562046 ext.705 dan bagi warga masyarakat yang memerlukan penyuluhan mengenai Kesehatan (Gratis) dapat menghubungi bagian PKRS RS Al Islam Bandung pada jam kerja di Telp.022-7562046 ext.822.

 


24/Jan/2019

Saat bayi semakin aktif, ia membutuhkan energi yang lebih banyak dari yang ia dapatkan melalui Air Susu Ibu (ASI). Aktifitas bayi akan meningkat sesuai perkembangan tubuhnya. Mengangkat dadanya dari lantai, berguling atau belajar duduk, akan menimbulkan nafsu makan yang lebih besar dari biasanya. Artinya, ia membutuhkan asupan lain selain ASI yang dapat mendukung aktivitasnya.

Pemberian makanan tambahan kepada bayi, dapat mengembangkan kemampuan untuk menerima bermacam-macam makanan dengan berbagai rasa dan bentuk. Selain itu, bayi bisa mengembangkan kemampuannya untuk mengunyah dan menelan makanan; mencoba adaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energi yang tinggi serta melengkapi zat gizi yang mulai berkurang.

Kapan makanan tambahan diberikan?

Makanan tambahan sebaiknya diberikan kepada bayi pada saat ia berusia 6 bulan. Berikut pola pemberian makanan tambahan pada bayi usia 0 – 2 tahun:

  • 0 – 6 bulan : ASI (sekehendak)
  • 6 – 8 bulan : ASI (sekehendak); buah (1 kali); bubur susu (2 kali)
  • 8 – 10 bulan : ASI (3 – 4 kali); buah (1 kali); nasi tim saring (3 kali)
  • 10 – 12 bulan : ASI (3 – 4 kali); buah (1 kali); nasi tim (3 kali)
  • 12 – 24 bulan : ASI (2 – 3 kali); buah (1 kali); nasi tim/makanan kaleng (3 kali); makanan kecil (1 kali)

Jenis makanan tambahan bisa berupa buah-buahan atau makanan lunak dan lembek. Pisang, pepaya, jeruk dan tomat merupakan buah-buahan yang cocok sebagai makanan tambahan bayi. Berikut cara membuat dan memberikan makanan tambahan kepada bayi:

1. Nasi Tim

– Bahan

  • Beras 20gr
  • Ikan atau daging 1 potong
  • Tempe atau tahu 1 potong
  • Sayur 25gr
  • Air 800ml

– Cara membuatnya

  • Beras dimasak di dalam panci dengan air yang telah disediakan, bahan yang lain (selain sayur) dicuci dan dicincang kemudian dimasukan ke dalam rebusan beras tadi;
  • Cuci dan potong sayur kemudian dimasukan ke dalam rebusan jika sudah lunak;
  • Sesudah mendidih, aduk dan dimasak terus hingga kental dan matang
  • Buah-buahan:

2. Pisang

  • Pilihlah pisang yang benar-benar matang. Bisa dengan pisang ambon, pisang raja dan sebagainya;
  • Pisang dicuci dengan air bersih;
  • Pasang alas dada anak;
  • Buka kulit pisang sedikit demi sedikit secara memanjang, agar bagian buahnya tidak tersentuh tangan;
  • Keriklah sedikit demi sedikit dengan sendok kecil yang dicuci dengan air panas;
  • Berikan sedikt demi sedikit sampai bayi mau makan dan mau mengunyah;
  • Setelah bayi selesai makan, beri air matang untuk membilas mulutnya;
  • Bersihkan mulut bayi serta peralatan makan yang telah digunakan.

3. Pepaya

  • Pilihlah pepaya yang masak dan dagingnya berwarna merah dan cuci dengan air bersih;
  • Potong kira-kira 3 – 5 cm, kupas pepaya kemudian dicuci dengan air matang;
  • Ambil saringan kawat yang halus, kemudian saring pepaya dengan digilas menggunakan sendok yang telah dicuci dengan air matang;
  • Tampung pepaya yang keluar dari saringan dengan mangkuk;
  • Berikan sedikit-sedikit kepada bayi;
  • Berikan sedikt demi sedikit sampai bayi mau makan dan mau mengunyah;
  • Setelah bayi selesai makan, beri air matang untuk membilas mulutnya;
  • Bersihkan mulut bayi serta peralatan makan yang telah digunakan.

4. Jeruk

  • Pilih jeruk yang manis dan cuci dengan air panas;
  • Jeruk dipotong menjadi dua bagian;
  • Peras dengan perasan jeruk yang telah disiram air panas;
  • Air jeruk disaring dan diencerkan dengan air matang untuk pertamakalinya;
  • Berikan sedikt demi sedikit kepada bayi;
  • Setelah selesai, beri air matang untuk membilas mulutnya;
  • Bersihkan mulut bayi serta peralatan yang telah digunakan.

5. Tomat

  • Pilih tomat yang agak besar dan matang;
  • Rendam dengan air panas selama 5 menit;
  • Buang kulit dengan cara ditekan menggunakan sendok;
  • Tampung perasan dakam mangkuk;
  • Pemberian pertama, encerkan dengan air matang dan beri gula pasir sedikit;
  • Berikan sedikit demi sedikit kepada bayi;
  • Setelah selesai, beri air matang untuk membilas mulutnya.

16/Jan/2019

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

ASI eksklusif ialah pemberian ASI selama 6 bulan tanpa dicampur dengan tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh dan makanan padat seperti pisang, papaya dan biskuit. Setelah anak usia 6 bulan, barulah diberikan makanan pendamping ASI, sedangkan ASI tetap dapat diberikan sampai anak berusia 2 tahun.

Manfaat ASI bagi bayi:

  1. ASI mengandung protein yang spesifik untuk melindungi bayi dari alergi;
  2. Secara alamiah, ASI memberikan kebutuhan yang sesuai dengan usia kelahiran bayi (Pemberian ASI pada bayi prematur sangat dianjurkan. Karena ASI memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibanding susu formula biasa);
  3. ASI meningkatkan daya tahan tubuh bayi;
  4. ASI sebagai zat antivirus dan bakteri;

Manfaat ASI bagi Ibu:

  1. Membantu mempercepat pengembalian rahim ke bentuk semula dan mengurangi pendarahan setelah melahirkan;
  2. Mencegah kanker payudara. (karena pada saat menyusui, hormon esterogen mengalami penurunan, sementara itu tanpa aktivitas menyusui, kadar hormon esterogen tetap tinggi. Hal inilah yang diduga menjadi salah satu pemicu kanker payudara karena tidak adanya keseimbangan hormon esterogen dan progesteron);
  3. Menyusui secara teratur akan menurunkan berat badan ibu secara bertahap;
  4. Menimbulkan rasa puas, bangga dan bahagia bagi ibu yang berhasil menyusui bayinya;
  5. Pemberian ASI secara eksklusif dapat memberikan efek kontrasepsi selama 6 bulan setelah kelahiran. Karena isapan bayi merangsang prolaktin yang menghambat terjadinya ovulasi/pematangan telur sehingga menunda kesuburan.

Tips Jitu Meningkatkan Jumlah dan Kualitas ASI:

  1. Secara psikologis, ibu harus yakin dan percaya diri;
  2. Tingkatkan frekuensi dan intensitas;
  3. Hindari niat memberikan susu formula;
  4. Inisiasi dini sangat penting.;
  5. Hindari penggunaan dot atau empeng;
  6. Makanan ibu harus bergizi;
  7. Memerah ASI atau pompa ASI;
  8. Ciptakan suasana menyenangkan untuk menciptakan hubungan psikologis;
  9. Perawatan diri sendiri;
  10. Perawatan payudara;
  11. Pemberian vitamin perangsang ASI.

“Bayi Rewel belum tentu haus.”

Seringkali meski bayi sudah kenyang dan perutnya penuh masih saja menangis dan mulutnya seperti mencari puting susu. Dalam keadaan seperti ini, bukan hanya ibu yang panik. Ayah atau nenek ikut panik dan menganggap ASI yang diberikan masih kurang, sehingga harus ditambah susu formula. Padahal tidak setiap bayi rewel disebabkan oleh haus. Sekitar 30% bayi mengalami ketidakmatangan saluran cerna yang mengakibatkan rasa tidak nyaman dan tidak enak di perut. Hal ini membuat bayi rewel dan sering menangis, padahal perutnya sudah penuh dan kenyang.

Teknik Penyimpanan ASI Perah

  1. Siapkan wadah penampung ASI yang mudah disterilkan, biasanya berupa botol bertutup rapat yang terbuat dari bahan tahan panas. Bisa terbuat dari kaca, stainless steel, dan plastik yang tidak meleleh jika direndam dalam air panas
  2. Gunakan wadah yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum, misalnya 60ml.
  3. Jangan pakai botol susu yang berwarna/bergambar, karena ada kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas. Wadah untuk menampung ASI sebaiknya terbuat dari bahan yang mudah disterilkan, seperti botol bertutup rapat yang terbuat dari plastik atau gelas yang tahan panas.
  4. Bila ASI perah akan diberikan kurang dari 6 jam, maka tidak perlu di simpan di lemari pendingin. Namun disarankan untuk tidak menyimpan ASI di suhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam.
  5. Bila perlu disimpan selama 24 jam, segera masukkan ASI perah ke dalam lemari pendingin pada suhu 4ºC (jangan sampai beku).
  6. Bila ASI perah baru akan digunakan dalam waktu 1 pekan atau lebih, maka ASI perah tersebut harus segera didinginkan dalam lemari pendingin selama 30 menit, lalu dibekukan pada suhu -18ºC atau lebih rendah. ASI yang sudah dibekukan dapat disimpan antara 3 – 6 bulan.
  7. Simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan.
  8. Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin. Karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan/atau ditutup.
  9. Beri label setiap wadah ASI yang berisi keterangan kapan ASI tersebut diperah.
  10. Jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku. Sisakan kurang lebih ¼ bagian kosong.

 Waktu Penyimpanan ASI perah

Metode penyimpanan Waktu penyimpanan
Kolostrum  (suhu kamar)

Suhu ruangan 16°C

Suhu ruangan 19°C s/d 22°C

Suhu ruangan 26°C

Suhu ruangan 30°C s/d 38°C

Lemari es (4-5°C)

Freezer di lemari es satu pintu

Freezer di lemari es dua pintu (-18°C s/d -20°C)

12 jam

24 jam

10 jam

4-6 jam

4 jam

5 hari

2 minggu

3-6 bulan

Mencairkan ASI

  1. Cairkan ASI beku dengan memindahkan ASI beku dari freezer ke lemari es (refriregator) selama satu malam.
  2. Rendam susu sambil diputar-putar dalam mangkuk yang berisi air hangat, atau dengan menggunakan air mengalir. Panas yang berlebihan dapat merubah dan menghancurkan enzim dan protein yang terkandung dalam ASI.
  3. Cairkan seluruhnya. Karena lemak terpisah saat proses pembekuan. Jangan pernah menggunakan microwave untuk mencairkan dan menghangatkan ASI.
  4. Setelah ASI dicairkan, ASI harus segera digunakan sebelum 24 jam

LOGO-PUTIH-EDIT

About Us :
RS Al Islam Bandung adalah Rumah Sakit milik Yayasan RSI KSWI Jawa Barat yang mempunyai visi "Menjadi Rumah Sakit Yang Unggul, Terpercaya dan Islami dalam Pelayanan dan Pendidikan"

RS Al Islam Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 644
Tel. (022) 7565588 Fax. (022) 7563233
Email : cs@rsalislam.com

Recent Posts

Sertifikat

Copyright by RS Al Islam Bandung 2021. All rights reserved.