“ PEMAKAIAN GIGI TIRUAN PADA ANAK ”

drg. H.R. Ginandjar Aslama Maulid.

Staf Medis Gigi dan Mulut RS Al Islam

 

Dari Abu Hurairah ra.bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Seandainya aku tidak khawatir untuk mempersulit ummatku niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak (bersugi/ membersihkan gigi) setiap akan mengerjakan shalat” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan seperti halnya dalam surat  At Tin ayat 4 : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.

Kesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, baik secara rohani maupun jasmani. Salah satu kondisi kesehatan manusia  yang harus dijaga adalah  kebersihan gigi. Terutama pada anak-anak yang sejak dini sudah diperkenalkan bagaimana menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut, sehingga tetap terjaga keutuhan dan kebersihan gigi geligi mereka sejak usia dini.

Gigi adalah salah satu bagian tubuh yang harus diperhatikan dengan baik, terutama pada periode gigi sulung. Pada anak-anak, jenis / penyebab kehilangan gigi sulung biasanya diakibatkan oleh trauma (benturan/ terjatuh),kerusakan gigi / karies yg luas dan congenital (bawaan). Kerusakan pada gigi mengakibatkan gangguan pada proses pengunyahan bahkan tidak sedikit yang menimbulkan rasa sakit karena gigi bolong dll. Kondisi ini akan berpengaruh dalam proses mengunyah makanan, makanan sebelum ditelan harus melalui proses pengunyahan di dalam rongga mulut dengan gigi geligi, agar proses tersebut  berjalan  baik harus disertai  perawatan dan pemeliharaan yang optimal dari gigi dan mulut tersebut,dengan mengajarkan sejak dini  anak-anak disiplin menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur malam, hal ini terutama yang mengakibatkan karies yang luas pada anak-anak. Kerusakan yang terjadi akibat faktor-faktor tersebut tadi pada gigi jika dibiarkan dapat menyebabkan gigi tanggal sebelum waktunya dan akan diikuti adanya perubahan dan fungsi pada gigi dan mulut.

Tanggalmya gigi sulung secara dini pada anak, dapat menimbulkan migrasi gigi disebelahnya (gigi tetangga)  sehingga akan mengakibatkan gigi tetangga mengisi ruang kosong gigi sulung yang tanggal tersebut dan lambat laun akan mengakibatkan maloklusi (bentuk hubungan rahang atas dan bawah yang menyimpang dari bentuk standar/ karena gigi berantakan, selain itu lengkung gigi tidak berkembang secara optimal, bahkan dapat mengakibatkan panjang lengkung rahang dan berubahnya oklusi gigi (perubahan hubungan permukaan gigi geligi pada rahang atas (maksila) dan rahang bawah (mandibula)). Akibat lain adalah misartikulasi konsonan pada pengucapan (s), (z), (v), (f) serta tampilan estetis yang mengakibatkan rasa malu/ minder.

Untuk mengatasi hal tersebut diatas Klinik Gigi Rumah Sakit Al Islam Bandung dapat menjadikan solusi agar permasalahan-permasalahan yang dialami buah hati anda sehubungan dengan tanggal premature gigi pada anak-anak, dapat teratasi dengan baik agar tidak terjadi hal-hal yang membuat pertumbuhan gigi putra putri anda terganggu sehingga berdampak sampai dewasa.

Sebagaimana diketahui bersama bahwa fungsi gigi tiruan adalah untuk membantu pengunyahan (mastikasi), estetik, menahan kedudukan/posisi gigi yang masih sehat supaya tidak bergeser ke tempat yang ompong,menahan otot wajah,mencapai keseimbangan beban kunyah dalam upaya  menahan kedudukan fungsi sendi rahang (TMJ=temporo mandibular joint), fungsi fonetik/bicara.             Pembuatan dan pemakaian gigi tiruan sampai saat ini hanya sebatas  pada orang tua /  dewasa muda, padahal pemakaian gigi tiruan pada anak2 usia muda ( masih dalam periode pertumbuhan/perkembangan aktif ), sangat  dianjurkan. Hal ini diperlukan supaya tidak mengganggu periode pergantian gigi susu/ sulung ke gigi dewasa/tetap dan tidak mengganggu pertumbuhan/perkembangan rahang secara alami. Pembuatan gigi tiruan lepasan pada anak harus memperbaiki fungsi pengunyahan,estetik dan kontur wajah. Tidak mengganggu pertumbuhan lengkung rahang yg normal. Ketebalan gigi tiruan tidak mengganggu fungsi pengucapan / bicara. Mudah dibuka pasang, mudah dibersihkan,memberikan kenyamanan saat dipakai (namun adakalanya gigi tiruan,tidak akan senyaman gigi asli ),yang terpenting pasen harus mengetahui fungsi gigi tiruan & kelebihan/kekurangan serta disiplin dalam pemakaian. Umumnya orang tua yg memiliki putra/i yang masih muda/belia,tidak/kurang mengetahui kepentingan/kegunaan gigi tiruan pada anak2 mereka.    Selain kerusakan gigi anak-anak,sangat perlu diperhatikan oleh para orang tua adalah periode  pergantian gigi susu / sulung ke gigi tetap / permanen.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan bila anak-anak usia pertumbuhan / perkembangan yg masih terdapat gigi geligi campuran ( usia dibawah 10-12    tahun ) yang memiliki gigi ompong karena pencabutan sebelum waktu nya / copot karena terjatuh / benturan keras, segera membuat gigi tiruan lepasan yang bisa dibuka pasang pasen / tidak bisa dilepas (permanent), hanya dokter gigi nya yang bisa melepas , di dunia kedokteran gigi dikenal dengan nama “SPACE MAINTENER dan SPACE REGAINER”.

Jika Bapak/ Ibu ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pemeriksaan Gigi dan Mulut dapat diakses ke nomor telp (022)7565588 ext. 3212. 3214,3215 (Klinik Gigi dan Bedah Mulut)

Semoga tulisan ini bermanfaat Rumah Sakit Al Islam Bandung Sahabat Anda Menuju Sehat Bermanfaat. Aamiin.

 

 

 

 

 

 

Leave a reply