REKANALISASI TUBA FALLOPII (RTF) MENINGKATKAN PELUANG KEHAMILAN

Hj. Ira Safitri, dr, Sp.Rad. (K), RI, M.Kes

(edisi 2)

              Staf Medis di Instalasi Radiologi: Konsultan Subspesialis Radiologi Intervensi

Allah swt berfirman dalam QS. At Thalaq (65): 3 “ dan Dia (Allah) memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan- Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu”.

Seperti yang sudah disampaikan dalam artikel pekan lalu RS Al Islam Bandung kini telah memiliki pelayanan khusus/poli intervensi radiologi untuk membantu para ibu yang mengalami kemandulan/infertilitas karena sumbatan di saluran telurnya. Uniknya di RSAI, metode ini ditangani oleh tim medis yang seluruhnya adalah wanita, sehingga membuat pasien dan juga pasangannya merasa nyaman, mengingat proses ini melibatkan organ genitalia wanita.  Literatur dan pengalaman di RSAI angka keberhasilan metode ini cukup tinggi sekitar 70-80% tindakan Rekanalisasi Tuba Fallopii  (RTF) dapat membuka sumbatan pada saluran telur.

Bagi pasangan yang ingin berikhtiar konsultasi, pemeriksaan dan dilakukan tindakan medis ini,harus melalui tahapan persiapan terlebih dahulu, menjalani proses secara menyeluruh, meliputi hal-hal sebagai berikut:

Yang pertama adalah proses konsultasi, proses ini memberi kesempatan bagi pasien untuk berdiskusi dengan dokter mengenai riwayat penyakit, kondisi umum pasien dan  suami, serta faktor-faktor apa saja yang mungkin menyebabkan kondisi infertilitas pada pasangan suami istri.

Satu hal penting yang harus diingat bahwa infertilitas dapat terjadi baik pada suami maupun istri, sehingga keduanya harus melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi mereka. Pada pria infertilitas dapat disebabkan karena tidak adanya sperma pada cairan mani, ataupun kuantitas dan kualitas sperma yang kurang baik. Hasil pemeriksaan laboraturium yang menunjukkan kualitas dan kuantitas sperma yang kurang baik dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti kebiasaan merokok, adanya penyakit kronis ataupun karena kelainan pembuluh darah seperti varicocele, selanjutnya setelah diketahui penyebabnya pasien (suami) akan disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter yang kompeten dibidang tersebut seperti pada dokter penyakit dalam (internist) jika ada penyakit kronis, ataupun pada dokter ahli andrologi untuk memperbaiki kondisi sperma, atau  dokter bedah urologi pada kasus-kasus varicocele.

Untuk pelaksanaan tindakan RTF ini yang lebih dipersiapkan sebelum hari H tindakan ini adalah persiapan seorang istri/ pasien . Pada wanita 30-35% infertilitas disebabkan karena kondisi saluran tuba fallopii yang tidak paten atau mengalami obstruksi (sumbatan).  Untuk mengetahui kondisi saluran tuba fallopii maka pasien akan menjalani beberapa rangkaian pemeriksaan.

Pemeriksaan awal pasien akan menjalani pemeriksaan ultrasonografi/USG transvaginal dan transabdominal  untuk melihat kondisi rahim dan kondisi kedua indung telur (ovarium).  Pemeriksaan USG ini penting untuk memastikan tindakan lanjutan dapat dilakukan, karena jika ternyata didalam rahim terdapat tumor, ataupun kista hal ini dapat menjadi penghalang dilakukannya terapi RTF karena tumor menyebabkan kateter tidak bisa masuk ke daerah tuba fallopii. Kondisi kedua indung telur juga dapat diketahui, apakah normal, ataukah ada masalah seperti kista, ataupun tumor lainnya.

Selanjutnya jika hasil pemeriksaan USG menunjukkan kondisi normal, maka pasien akan menjalani pemeriksaan Hysterosalphyngography (HSG). Pemeriksaan HSG ini akan diulas lebih lengkap di artikel berikutnya. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya sumbatan pada saluran tuba, maka pasien dapat melanjutkan prosedur RTF untuk membuka saluran tuba fallopii.

Prosedur dan penatalaksanaan RTF dilakukan di ruang cathlab (catheterization laboratory) menggunakan guiding alat DSA (Digital Substract Angiography) untuk melihat secara langsung proses rekanalisasi/pembukaan sumbatan di saluran tuba fallopii, pasien sendiri dalam keadaan sadar, tidak dilakukan anestesi umum (pembiusan).  Pasien terlebih dahulu akan dipersiapkan dengan pemberian obat-obat premedikasi untuk mengurangi rasa nyeri, setelah itu tindakan RTF akan dilakukan menggunakan kateter khusus dan obat-obatan  untuk membuka sumbatan di saluran tuba fallopii. Umumnya prosedur RTF berlangsung antara 45-90 menit, setelah prosedur selesai pasien akan dipantau kondisinya selama 24-48 jam, setelah itu jika kondisinya aman, maka pasien dapat dipulangkan.  Setelah tindakan, jika saluran tuba telah terbuka, maka pasien juga akan disarankan untuk berkonsultasi ke dokter ahi kandungan untuk terapi kesuburan lanjutan seperti penggunaan obat hormonal untuk menstimulasi pematangan sel telur.

Ikhtiar yang dilakukan oleh pasangan suami istri tidak terlepas dari Alloh yang Maha Berkehendak, seperti hal nya ingin mendapatkan keturunan sebagai salah satu rizki yang Allah swt berikan. Berusaha/ berikhtiar dan berdo’a adalah salah satu kewajiban hamba untuk mendapatkan ridho Nya, berikhtiar harus maksimal tentang hasil yang didapat kita bertawakal kepada Sang Maha Pemberi Kehidupan, seperti hal nya tercantum pada awal tulisan ini.

Jika Bapak/ Ibu ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pemeriksaan dan tindakan REKANALISASI TUBA FALLOPII bisa diakses ke nomor telp (022)7565588 ext. 602 (Instalasi Radiologi) ext 3908 ( unit Cath Lab). Dan bapak/ ibu ingin berkonsultasi langsung dengan dokter silahkan datang ke Klinik NS (Nuurush Shaalihat) hari Senin jam 16:00, Rabu jam 10:00 dan Sabtu jam 14:00 – 16:00.

Semoga tulisan ini bermanfaat, Rumah Sakit Al Islam Bandung Sahabat Anda Menuju Sehat Bermanfaat. Aamiin.

 

 

 

 

Leave a reply