31/Okt/2019

HYSTERO-SALPHYNGOGRAPHY (HSG), TINDAKAN UNTUK MENINGKATKAN PELUANG KEHAMILAN

Hj. Ira Safitri, dr, Sp.Rad. (K), RI, M.Kes

              Staf Medis di Instalasi Radiologi: Konsultan Subspesialis Radiologi Intervensi

Allah swt berfirman dalam Al Qur’an surat Al Mu’minun (23): 12-14 yang artinya” Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang tersimpan) dalam tempat yang kokoh (RAHIM). Kemudian air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami jadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maha suci Allah, Pencipta yang paling baik”.

Salah satu keutamaan wanita adalah dikaruniai kemuliaan oleh Allah swt sebagai ibu yang mengandung dan melahirkan anak-anaknya.  Wanita dalam tubuhnya memiliki rahim, tempat  berlindung  janin hingga lahir ke dunia. Rahim merupakan organ reproduksi wanita yang sangat penting dalam proses memiliki keturunan.  Wanita yang  telah menikah dan pasangannya tentu sangat ingin memiliki anak, akan tetapi beberapa pasangan yang telah menikah lebih dari setahun bahkan bertahun-tahun terkadang belum juga memiliki anak, tentunya ikhtiar bagi pasutri ini haruslah dilakukan semaksimal mungkin tentunya diiringi doa dan yakin akan taqdir Allah SWT sebagai Sang Khalik yang   menciptakan manusia dan memberikan  rizki pada seluruh makhluk ciptaan-Nya.

Organ reproduksi wanita sangatlah unik dan kokoh, sehingga mampu mengandung bayi selama berbulan-bulan hingga lahir ke dunia, seperti halnya firman Allah swt dalam Al Qur’an surat Al Mursalat (77): 21 yang artinya “kemudian Kami letakkan ia dalam tempat yang kokoh yaitu  (RAHIM)”. Proses  pembuahan yang terjadi dalam organ  reproduksi wanita di mulai dari saat ovulasi (masa subur) dimana sel telur (ovum) dilepaskan dari indung telur (ovarium) untuk kemudian memasuki saluran telur (tuba fallopii) kiri atau kanan, disaluran telur inilah terjadi pembuahan jika ada sperma yang datang untuk bertemu dengan sel  telur.  Masa ovulasi pada wanita umumnya hanya terjadi sekali dalam sebulan dan satu sel telur dilepaskan saat ovulasi, ovum ini berumur sekitar 24 jam, artinya jika tidak bertemu dengan sperma dalam 24 jam sel  telur akan mati, sehingga tidak terjadi pembuahan atau fertilisasi.  Pembuahan juga bisa terjadi  oleh penyebab lain, yaitu adanya masalah telur berupa sumbatan sehingga ovum tidak bisa melewati  saluran telur demikian juga sperma sehingga tidak terjadi  pembuahan.  Demikian pentingnya peran saluran telur atau tuba fallopii dalam proses pembuahan maka bagi pasutri yang kesulitan memiliki anak tentunya harus memastikan kondisi saluran telur sang istri. Dalam dunia medis terdapat pemeriksaan khusus untuk mengetahui kondisi saluran tuba fallopii yang disebut sebagai Hysterosalphyngography (HSG).

Hysterosalphyngography (HSG) adalah suatu pemeriksaan radiologi menggunakan fluoroscopy dan media kontras (selang kateter dengan pemberian cairan kontras) untuk mengetahui kondisi rahim berikut saluran tuba fallopii kiri dan kanan. Pemeriksaan ini biasanya disarankan dilakukan bagi pasangan suami istri yang telah menikah lebih dari setahun namun belum juga memiliki anak, sedangkan kondisi  suami normal, atau tidak terdapat kelainan pada kuantitas dan kualitas sperma.  Pemeriksaan HSG dilakukan pada hari ke 9-13 dari  haid pertama, disaat kondisi dinding rahim dalam keadaan tipis.  Sebelum melakukan HSG ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, meliputi beberapa hal berikut:

1.Pasien tidak melakukan hubungan suami istri sebelum melakukan HSG (3 hari sebelum pemeriksaan).

  1. HSG dilakukan dihari ke 9-13 dari hari haid pertama, karena itu sebaiknya pasien mencatat secara teratur jadwal haid setiap bulannya atau minimal 3 hari setelah selesai haid.
  2. Sebaiknya pasien telah menjalani pemeriksaan USG terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi rahim karena terkadang bisa terdapat tumor didalam rahim yang menghalangi masuknya kateter HSG /selang kecil yang digunakan untuk pemeriksaan HSG sehingga pemeriksaan tidak dapat dilakukan.

4.Saat hari pemeriksaan pasien akan dijelaskan tentang prosedur tindakan dan dimintai persetujuan pelaksanaan tindakan atau inform consent.

Pemeriksaan HSG sendiri merupakan pemeriksaan radiologi khusus yang biasanya aman dilakukan, akan tetapi ada beberapa efek yang mungkin timbul saat pemeriksaan HSG yang paling sering adalah rasa nyeri saat dimasukkan media kontras atau cairan melalui selang kecil, akan tetapi efek ini hanya bersifat sementara dan dapat diatasi dengan  pemberian obat penghilang nyeri/analgetik. Resiko lain yang jarang terjadi adalah alergi terhadap media kontras (cairan) yan dimasukkan tersebut, akan tetapi masalah ini juga dapat diatasi dengan pemberian obat-obatan yang telah disediakan.  Meskipun HSG adalah tindakan diagnostik akan tetapi beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan pasien yang  hamil setelah menjalani pemeriksaan HSG, menurut penulis hal ini mungkin terjadi pada kasus-kasus sumbatan ringan, dimana dengan tindakan HSG dengan cara memasukkan cairan kontras ternyata juga dapat membukakan sumbatan ringan tadi, kasus seperti ini cukup sering penulis temukan di RSAI, dengan teknik khusus, setelah dilakukan HSG kemudian pasien hamil. Dengan tindakan ini berharap semoga Allah swt mengabulkan iktiar bapak ibu pasutri  dan mentakdirkan diberikan keturunan yang baik seperti firman Allah swt diawal tulisan ini.

Jika Bapak/ Ibu ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pemeriksaan HYSTERO-SALPHYNGOGRAPHY (HSG) bisa diakses ke nomor telp (022)7565588 ext. 602 (Instalasi Radiologi). Dan bapak/ ibu ingin berkonsultasi langsung dengan dokter silahkan datang ke Klinik NS (Nuurush Shaalihat) hari Senin jam 16:00, Rabu jam 10:00 dan Sabtu jam 14:00 – 16:00.

Semoga tulisan ini bermanfaat, Rumah Sakit Al Islam Bandung Sahabat Anda Menuju Sehat Bermanfaat. Aamiin.

 

 

 


18/Okt/2019

MENJADI PRIBADI YANG BERMANFAAT

Oleh:

Ustadz Ma’mur Hidayat

Komite Syariah

 

Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, Ath Thabrani, Ad Daruquthi. Dinhasankan oleh Al Albani didalam Shahihul Jami’ no : 3289)

 

Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim, dan ini merupakan bagian dari implementasi konsep Islam yang penuh cinta, yaitu memberi, karena semuanya yang kita berikan akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri.

Hadist tersebut menunjukan bahwa Rasullullah menganjurkan umat islam untuk selalu berbuat baik terhadap orang lain dan mahluk hidup yang lainnya. Hal ini menjadi indikator bagaimana menjadi mukmin yang sebenarnya. Eksistensi manusia sebenarnya ditentukan oleh sejauhmana kemanfataan dirinya. Apakah dia berguna bagi orang lain, atau malah sebaliknya menjadi parasit buat yang lainnya.

Setiap perbuatan maka akan kembali kepada orang yang berbuat. Seperti kita Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri dan juga sebaliknya. Allah SWT berfirman: “Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7)

Kemanfaatan dan berbuat baik ini sangat kami tanamkan kepada karyawan untuk mengimplementasikan dalam pelayanan kepada pasien di Rumah Sakit Al Islam Bandung. Tentu saja manfaat dalam hadits ini sangat luas. Dan manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain terutama untuk pasien-pasien yang datang ke Rumah Sakit Al Islam Bandung baik dalam keadaan sehat maupun sakit (Medical Check Up, ke rawat jalan, ke UGD atau di rawat inap) atau bagi masyarakat sekitar dengan program bina wilayah Rumah Sakit Al Islam Bandung di area binaan baik  di Kelurahan Manjahlega khususnya maupun di Kecamatan Rancasari pada umumnya.

Pertama Ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum/dunia;
Manusia bisa memberikan kemanfaatan kepada orang lain dengan ilmu yang dimilikinya. Baik itu ilmu agama maupun ilmu umum. Hal ini kami implentasikan dalam pelayanan kami memberikan informasi dan edukasi kepada pasien-pasien yang datang ke rumah sakit. Baik informasi dan edukasi kaitannya dengan penyakitnya atau kaitannya dengan memotivasi pasien atas kesadaran berobat ke rumah sakit adalah salah satu ikhtiar yang harus dilakukan untuk mendapatkan kualitas kesehatannya kembali. Sebuah contoh disaat seseorang mampu mengimplementasikan ilmu agamanya untuk memberikan ketenangan kepada orang sakit/pasien, sehingga timbul kesadaran, keyakinan dan kepasrahan kepada Allah swt. Misalkan lewat do’a yang dipanjatkankan untuk kesembuhan pasien tersebut, sehingga bukan hanya secara medis ikhtiar yang dilakukannya tetapi dengan spiritualnyapun dilakukan. Bahkan dengan ilmu agama ini dapat memberikan manfaat lewat pendekatan keagamaan dengan bimbingan ibadah sesuai tuntunan dan contoh dari Rasulullah saw.

“Jika seseorang meninggal maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal; shadaqah jariyah, ilmu
yang manfaat, dan anak shalih yang mendoakan orang tuanya” (HR. Muslim)

Kedua Tenaga/Keahlian,bentuk kemanfaatan berikutnya adalah tenaga/ keahlian manusia bisa memberikan kemanfaatan kepada orang lain dengan tenaga/ keahlian yang ia miliki. Begitupun dengan pelayanan di rumah sakit kami seluruh karyawan terutama profesi yang langsung berhubungan dengan pasien tentunya dengan memberikan bantuan saat dalam perawatan atau mengobati pasien sesuai ilmu/ keahlian yang dimiliki, dengan  kita memiliki keahlian dalam hal itu, kita juga bisa membantunya dan memberikan kemanfaatan dengan keahlian tersebut dalam membantu pasien-pasien untuk meningkatkan derajat kesehatannya.

Ketiga, Akhlak/Sikap yang baik. Sikap yang baik kepada sesama juga termasuk kemanfaatan. Baik kemanfaatan itu terasa langsung ataupun tidak langsung. Maka Rasulullah SAW memasukkan senyum kepada orang lain sebagai shadaqah karena mengandung unsur kemanfaatan. Dengan senyum dan sikap baik kita, kita telah mendukung terciptanya lingkungan yang baik dan kondusif. Kami di Rumah Sakit Al Islam Bandung menanamkan akhlak/ sikap yang baik/ carring setiap karyawannya agar bersikap kepada setiap pasien, keluarga pasien, pengunjung ataupun mitra RS agar memberikan pelayanan sesuai dengan 4 SGRT (Senyum, Salam, Sapa, Sopan Santun, Gesit, Responsif dan Terima Kasih) sebagai atribut jasa,  berusaha mengimplementasikan 7 (tujuh) nilai/ Core Value  (Kasih-Sayang, Bersih, Jujur, Disiplin, Tanggung Jawab, Kerjasama dan Ridho alloh) serta berusaha dalam bekerja selalu berlandaskan pada Core Beliefe (Iman, Islam, Ihsan) sehingga saat bekerja diniatkan hanya untuk beribadah kepada Allah dan merasa Bersama-sama dan diawasi oleh Allah sehingga diharapkan karyawan (dokter, perawat, seluruh tenaga kesehatan dan tenaga admisistrasi)  menampilkan kinerja terbaiknya dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Semakin banyak seseorang memberikan kemanfaatan kepada orang lain  – maka semakin tinggi tingkat kemanfaatannya bagi orang lain. Semakin tinggi kemanfaatan seseorang kepada orang lain, maka ia semakin tinggi posisinya sebagai manusia menuju “manusia terbaik” seperti hadist yang tercantum di awal tulisan ini.

Banyak cara dan langkah untuk  menjadi Pribadi Yang Bermanfaat (Motivasi Islam.com) sehingga dapat membantu saudara kita yang lain diantaranya adalah:

Kemauan: kuncinya untuk menjadi pribadi yang bermanfaat  adalah kemauan .Kemauan untuk menebar ilmu yang dimiliki agar bermanfaat untuk banyak orang. Kemauan untuk membantu dengan tenaga/ keahlian yang dimiliki. Kemauan untuk mengimplementasikan akhlak/ sikap yang baik, memang tidak mudah orang bersikap baik kepada orang lain bila tidak muncul dari hatisanubari/ kemauan yang tulus yang bersumber dari akhlak terbaik. Sehingga orang lain/ pasien dapat meningkatkan pengetahuan/ menambah wawasan dalam membantu baik dari sisi tenaga/ keahlian dan dengan akhlak atau sikap yang baik setiap pasien yang datang ke Rumah Sakit Al Islam Bandung mendapatkan peningkatan derajat kesehatan dengan rasa puas dan dapat menerima pelayanan sesuai standar dengan baik. ,

 

Lakukan Sekarang: apa yang bisa Anda ‘lakukan sekarang’ untuk memberikan manfaat kepada orang lain? Selama itu sebuah perbuatan yang akan memberikan manfaat buat saudara-saudara/ pasien-pasien kita maka lakukanlah sesegera mungkin, jangan sampai peluang kebaikan atau amal sholeh yang sudah ada dihadapan kita yang bisa kita lakukan kemudian kita menunda-nundanya. Diantaranya mendo’akan orang yang sakit, memotivasinya, bahkan sampai kita membimbing dalam melaksanakan ibadahnya. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepda diri kita.

 

Jadikan sebagai kebiasaan: jika memberikan manfaat kepada orang lain/ pasien kita sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, maka kita sudah memulai untuk menjadi pribadi yang bermanfaaat. Bukan hanya menjadi pribadi yang bermanfaat tapi bila hal tersebut sudah menjadi kebiasaan yang terus menerus dilakukan maka itu sudah menjadi akhlaq buat kita.

 

Tingkatkan Manfaat Diri: untuk memberikan kebaikan kepada orang lain tentunya kita pun harus meningkatkan manfaat untuk diri kita sendiri artinya bagaimana kita menambah dan meningkatkan skill dan pemahaman ilmu yang sudah kita  miliki sehingga kita akan mudah untuk beramal atau berbuat kebaikan tersebut lebih baik lagi.

 

Ikhlaskan apa yang telah kita berikan:ikhlas adalah kunci diterimanya amal. Dan hanya amal yang diterima Allah SWT yang akan memberikan manfaat kepada kita dunia dan akhirat. Jangan sampai apa yang kita lakukan hanya ingin mendapat pujian/ penghargaan, hati-hati penyakit Riya’ itu sangat samar dan sungguh sangat tidak terlihat karena itu adalah perbuatan hati. Luruskan niat, bahwa apa yang kita lakukan hanya karena Allah semata, bukan karena ingin disebut pribadi yang bermanfaat (sebagai pujian).

Semoga tulisan ini bermanfaat.


18/Okt/2019

Pengelolaan obat di rumah yang baik sebagai penyempurna ikhtiar untuk mendapatkan kesembuhan

Dedi Firmansyah, S.Si., Apt.

Kepala Instalasi Farmasi RS Al Islam Bandung

 

 

“dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku” (QS. Asy-Syu’ara, Ayah 80)

 

Sakit adalah salah satu ujian yang diberikan Allah SWT kepada kita sebagai hamba-Nya. Respon kita ketika menghadapi ujian sakit adalah berikhtiar (berusaha) untuk mendapatkan kesembuhan. Setelah kita berikhtiar dengan baik kita serahkan (bertawakal) kepada Allah SWT atas hasil apapun yang akan kita peroleh. Ketika sembuh sempurna kita bersyukur, ketika sembuh tetapi belum sempurna kita bersabar, dan kalaupun akhirnya kita meninggal, kita meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Dengan demikian maka ujian yang Allah berikan kepada kita selalu membawa kita pada kebaikan.

 

Dalam proses ikhtiar mendapatkan kesembuhan, obat adalah salah satu komponen yang menjadi sarana kesembuhan. Setelah Dokter memeriksa kondisi sakit kita, Dokter akan meresepkan obat sebagai terapi untuk mendapatkan kesembuhan.

Dalam dunia Farmasi ada sebuah ungkapan, “Segala sesuatu itu racun dan segala sesuatu itu bermanfaat jika sesuai takaran/ dosisnya”. Misal Nasi, Nasi jika kita makan melebihi takaran wajar maka tidak akan membawa kebaikan bahkan akan membawa keburukan pada tubuh kita. Jika Nasi saja bisa membawa keburukan bila tidak sesuai takaran maka apalagi obat.

Dalam konsep Islam, Ibadah itu bisa diterima sebagai pahala di sisi Allah SWT jika memenuhi dua syarat, yaitu dilakukan dengan Ikhlas dan dilakukan sesuai dengan tata cara yang telah ditetapkan. Dalam proses Ikhtiar kesembuhan pun demikian, niat yang baik untuk mendapatkan kesembuhan harus disertai oleh cara-cara yang baik.

Cara yang baik untuk menggunakan obat sebagai ikhtiar kesembuhan terangkum dalam program pemerintah melalui Kementrian Kesehatan, yaitu DaGuSiBu. DaGuSiBu merupakan akronim dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang.

 

Dapatkan.

Dapatkan berarti kita harus mendapatkan obat dari tempat yang benar, yaitu tempat yang telah memiliki legalitas seperti Rumah Sakit, Apotek, Toko Obat Berijin, dan Apotek klinik. Dengan mendapatkan obat dari tempat yang memiliki legalitas kita akan mendapatkan obat dengan kualitas yang baik dan terhindar dari obat palsu.

Obat yang masuk dalam kategori obat keras harus didapatkan dengan resep dokter, sedangkan obat golongan bebas dan bebas terbatas bisa didaptkan dengan konsultasi kepada Apoteker

 

Gunakan

Penggunaan Obat harus sesuai dengan aturan pakai, jangan melebihi atau kurang dari dosis yang diberikan.Dosis obat tergambar pada aturan minum yang tertera pada etiket obat, misalnya sehari 3 x 1 tablet yang artinya obat diminum secara teratur sehari 3 kali (pagi, siang, malam) dan sekali minum cukup 1 tablet.

Obat dalam bentuk cairan,umumnya dosis yang tertulis pada etiket dalam satuan cc atau mililiter (ml) tetapi terkadang dalam bentuk keterangan sendok misalnya sedok teh atau sendok makan. Jika pada etiket obat tertulis 1 sendok teh berarti setara dengan 5 ml, sedangkan jika tertulis 1 sendok makan berarti setara dengan 15 ml.

Selain tepat dosis, obat harus diminum dengan cara yang tepat. Misal ada obat yang diminum langsung, ada obat yang harus dilarutkan, ada obat yang harus dikunyah, ada obat yang dihirup, dll. Pastikan baca cara pakai pada etiket obat dan konsultasikan dengan Apoteker bila belum paham cara menggunakan obat.

Sebelum meminum obat, pastikan obat dalam kondisi baik dan belum melewati tanggal kadaluarsanya. Jangan gunakan obat jika warna, aroma, dan bentuknya mengalami perubahan dari keadaan semula saat diterima.

Sertakan do’a ketika minum obat, niatkan minum obat sebagai sarana ikhtiar sedangkan kesembuhan hanya atas kehendak Allah SWT, seperti firman Nya di awal tulisan ini.

 

 

Simpan

Obat disimpan sesuai keterangan yang tertera pada kemasan. Pada umumnya obat disimpan di ruang sejuk yaitu suhu antara 15-25oC, tidak terkena sinar matahari lamgsung, tidak lembab serta jauh dari jangkauan anak-anak.

Obat sebagai zat kimia sangat sentitif terhadap suhu, cahaya, dan kelembaban sehingga jika disimpan pada kondisi yang tidak sesuai, zat obat akan rusak terurai sehingga kualitasnya menurun bahkan bisa menimbulkan bahaya jika dikonsumsi.

Obat dijauhkan dari jangkauan anak-anak untuk tujuan keamanan karena anak-anak belum paham dan seringkali memasukan benda ke dalam mulutnya. Bila di rumah terdapat kotak obat, masukkan obat ke dalam kotak obat dan ditutup rapat

Obat harus disimpan dengan etiket lengkap dan diperiksa secara rutin kondisi fisik dan tanggal kadaluarsanya. Buang obat yang telah rusak dan/ atau telah melewati tanggal kadaluarsanya

 

Buang

Membuang obat tidak boleh sembarangan dan harus mengikuti prosedur yang aman sehingga aman bagi lingkungan dan aman dari penyalahgunaan. Pembuangan obat bisa mengikuti prosedur berikut:

  1. Pisahkan isi obat dari kemasan
  2. Hilangkan semua label, etiket, dan tutup dari wadah obat. Buang secara terpisah
  3. Untuk kapsul, tablet atau bentuk padat lain, hancurkan terlebih dahulu dan campur obat tersebut dengan tanah atau bahan kotor lainnya.
  4. Untuk obat dalam bentuk cairan selain antibiotic, buang isinya ke kloset. Sedangkan untuk antibiotic buang isi Bersama wadahnya ke tempat sampah
  5. Untuk dus obat atau blister/ strip pembungkus obat, buang setelah dihancurkan dan dibungkus terlebuh dahulu.

 

Jika Bapak/ Ibu memiliki persediaan obat di rumah dan tidak tahu kondisi serta kegunaannya, jangan sungkan untuk mengkonsultasikan kepada Apoteker terdekat. Kami di rumah sakit Al Islam bandung ada layanan konsultasi pengelolaan obat di rumah yang bisa di akses di nomor telpon (022)7565588 ext. 3660

 

Demikian pengelolaan obat yang baik, mudah-mudahan dengan pengelolaan obat yang baik menjadi penyempurna Ikhtiar kita untuk mendapat kesembuhan. Semoga Allah SWT selalu Menjaga kita selalu dalam kesehatan. Aamiin

 


16/Okt/2019

 

Bismillah..
.
Sahabat sahabat RS Al Islam Bandung yg berprofesi sebagai dokter umum..ada Seminar Medis nih yang bakalan di adain di RSAI..
.
In Syaa Allah seminar ini bakal diadain Hari Rabu, 6 November 2019 pukul 11.30 – 15.30 wib di Aula Lt. 6 Gd. Ibnu Sina RSAI…Judul Seminar medis kali ini adalah ” Initial Treatment in acute Coronaria Syndrome and Management of Disiplidemia”
.
Investasinya 100k dengan fasilitas Snack & Lunch Box, + 4 SKP loohh..
.
Kuuyyy buruan daftaarr…quota terbatas 50 peserta sajooo. Pendaftaran dimulai hr ini tgl 15 Oktober 2019 sampai 31 oktober 2019 atau sampai quota terpenuhi..
.
Daftarnya bisa ke Hadi di nomor tlp 0813 9511 9977 atau Susi 0878 2159 0083
.
Jangan sampe kehabisan quotaa ya guuyysss sahabat sahabat Dokter Umum RSAI..
.
#rsalislambandung #seminarmedis #coronariasyndrome #sayangijantunganda #penyakitjantung #bandung #jawabarat


10/Okt/2019

Bismillah..
Assalamu’alaikum

Info Lowongan Pekerjaan
Bismillah..
Assalamu’alaikum

Info Lowongan Pekerjaan

1. Okupasi Terapis
-. Pendidikan Min D3 Okupasi Terapi
– IPK min 3.00
– Memiliki STR
– Domisili Bandung
– Diutamakan Perempuan
– Memiliki Pengalaman kerja di RS

2. Perawat
– Pendidikan terakhir D3 Keperawatan
– Memiliki STR/Keterangan sedang proses
– IPK min 3.00
– Domisili Bandung
– Perempuan/Laki-laki
– Memiliki pengalaman kerja di RS

3. Petugas Gizi
– Pendidikan Min D3 Gizi
– IPK min 3.00
– Domisili Bandung
– Perempuan/Laki-laki
– Untuk Magang selama 3bln

Berkas lamaran dikirim paling lambat tanggal 17 Oktober 2019

Silahkan kirim berkas lamaran lengkap via email ke susy.handayani@alislamhospital.com

Jazakumullah Khayr
Wassalamu’alaikum


02/Okt/2019

PERANAN MASJID DI RUMAH SAKIT AL-ISLAM BANDUNG

Drs. H. Asep Tolibin, MPd.I

Komite Kerohanian dan Ketakmiran Mesjid

 

Ketika kita masuk ke area Rumah Sakit Al-Islam Bandung maka kita akan melihat masjid yang unik dan indah sebelum masuk ke gedung pelayanan pasien. Telihat unik dan indah karena design  kubahnya yang berbeda dengan masjid lainnya dan bangunan terdapat beberapa pilar pilar yang mengelilingi masjid. Inilah yang menjadi ciri khas bagi Rumah Sakit Al-Islam Bandung dimana masjid  di bangun di depan sebelum memasuki kawasan Rumah Sakit Al-Islam Bandung. Masjid yang terdapat di komplek Rumah Sakit Al-Islam Bandung bernama Masjid Riyadhush Shalihat. Secara bahasa kata Shalihat adalah bentuk kata perempuan yang berarti wanita-wanita yang baik. Nama masjid ini memiliki historis yaitu di bangun atas prakarsa wanita-wanita muslimat dari berbagai ormas Islam yang berkumpul dalam wadah dahulu disebut BKSWI  (Badan Kerjasama Wanita Islam) Jawa Barat.

Masjid ini ramai dengan berbagai macam aktivitas ketakmiran masjid. Masjid di Rumah Sakit Islam ramai ketika waktu shalat tiba terutama waktu dhuhur, ashar dan maghrib. Ketika waktu shalat tiba maka karyawan tertutama ikhwan (laki-laki) berbondong bondong memasuki masjid begitu pula pengunjung rumah sakit baik pasien, keluarga pasien atau mitra rumah sakit. Masjid Riyadhus Shalihat mampu menampung lebih kurang seribu jamaah maka ketika waktu shalat dhuhur, ashar dan maghrib tiba maka waktu itulah yang ramai dikunjungi untuk menunaikan shalat berjam’ah.

Masjid Riyadhush Shalihat tidak hanya sebagai fasilitas pelaksanaan ibadah rutin saja seperti shalat lima waktu berjama’ah, shalat jum’at, shalat gerhana, shalat Idul Fithri dan Idul Adlha, namun juga sebagai tempat pembinaan umat baik secara internal maupun eksternal. Secara internal bagi karyawan Rumah Sakit Al-Islam terdapat program pengajian pagi setiap hari selasa dan jum’at dengan menghadirkan ustadz DR. H. Saiful Islam Mubarak, Lc. M.Ag, dan juga ustadz Arifin Shabari, S.Sos., MESy., dengan kajian Tafsir Al-Qur’an dan Syarah Al-Hadits. Begitu juga terdapat program tahsin dan tahfidh  Al-Qur’an yang rutin dilaksanakan di masjid Riyadhush Shalihat. Dan program-program yang kaitannya dengan bimbingan ibadah pasien selama di rawat di Rumah Sakit Al Islam Bandung melalui asatidz/ para ustadz (pembimbing rohani pasien).

Adapun pembinaan keagamaan secara eksternal dilakukan berbagai kalangan di masyarakat. BKSWI melaksanakan program pembinaan masyarakat melalui wadah GMT yaitu Gabungan Majlis Ta’lim. Program pembinaan keagamaan terdapat program pembinaan bulanan maupun pekanan. Program pengajian bulanan melibatkan peserta gabungan dari berbagai majlis ta’lim. Adapun pekanannya terdapat pembinaah tahsin dan tahfid Al-Qur’an, Bahasa Arab, dan Fiqih Wanita. Dalam salah satu kegiatan pengajian bulanannya mengundang ustadz yang ada disekitar Bandung dan biasanya banyak dihadiri para jamaah hingga kurang lebih lima ratus jama’ah.

Masjid dibangun untuk menunjukkan bahwa dalam memberikan pelayanan kesehatanan kepada pasien harus berlandaskan ibadah pada sang Khalik Allah SWT. Karyawan Rumah Sakit Al Islam sebelum memberikan pelayanan maka harus senantiasa meluruskan niat untuk mengabdi kepada Sang Khalik, maka dalam kesehariannya karyawan, pasien, keluarga pasien dan pengunjung senantiasa diajak untuk melakukan ibadah terutama shalat lima waktu, berdzikir dan meningkatkan pemahaman keimanan serta ketakwaan. Dan kami pun berharap kepada seluruh pasien yang berobat ke Rumah Sakit Al Islam meluruskan niat bahwa berobat adalah salah satu ikhtiar untuk mendapatkan derajat kesehatan yang paripurna dan tetap meyakini bahwa kesembuhan hanya berharap kepada Allah SWT. Kami mempunyai harapan bahwa apabila pasien sembuh semoga selalu bersyukur, apabila ada kecacatan karena suatu sebab kecelakaan atau yang diakibatkan penyakitnya maka pasien bersabar, dan apabila sampai meninggal di Rumah Sakit Al Islam setelah berikhtiar maksimal mudah-mudahan kami bisa membimbingnya dalam proses sakaratul maut dengan baik dan semoga husnul khotimah.

Dalam memberikan pelayanan kepada jamaah masjid, fasilitas yang disediakan dapat memberi kenyamanan seperti tempat wudlu mudah dan nyaman, ruangan ibadah yang ber-AC, ruangan ibadah yang berkarpet tebal, serta ruangan shalat untuk ibu-ibu serta menyediakan fasiltias lainnya. Aspek lainnya untuk kegiatan peningkatan pemahaman keagamaan maka disiapkan ruangan yang didesignkan senyaman mungkin,  peralatan sound sistem yang mampu menjangkau bagi para pendengar jamaah dengan suara yang nyaman untuk di dengar. Sarana untuk parkir kendaraannya bagi jamaah juga luas,  nyaman, dan dijaga keamanannya.

Masjid Riyadhush Shalihat diharapkan menjadi tempat beribadah yang nyaman bagi karyawan, pasien, keluarga pasien dan pengunjung Rumah Sakit Al-Islam Bandung. Dalam pembinaan diharapkan menjadi pusat inspirasi umat untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan dan amal shaleh, baik dalam beribadah maupun dalam bermuamalah. Masjid diharapkan menjadi pelopor penerapan nilai-nilai syari’ah bagi lingkungan sekeliling masjid, mengantarkan orang-orang sekelilingnya selamat menuju dunia dan akhirat.

 

 

 


01/Okt/2019

SEPUTAR AIR SUSU IBU YANG PERLU ANDA KETAHUI

Siti Horidah

Bidan Rumah Sakit Al Islam Bandung

 

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf”. (Al Qur’an Surat Al Baqarah : 233)

Menyusui anak adalah salah satu perintah yang sangat di ajurkan oleh Allah SWT kepada para ibu, baik itu ibu kandung ataupun bukan ibu kandung yang mampu menyusui, karena Air Susu Ibu memiliki peran yang penting bagi tumbuh kembang bayi yaitu sebagai makanan terbaik untuk bayi hingga usia yang dianggap sempurna yakni dua tahun. Dan kewajiban ayah memberikan makan kepada para ibu yang sedang menyusui dengan manakan yang toyib dan halal baik dari zatnya maupun dari cara mendapatkanya agar ASI yang dihasilkan berkualitas sehingga bayi akan menjadi sehat baik jasmani maupun rohaninya.

Komposisi Air Susu Ibu/ASI mengandung 88% air sedangkan sisanya terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, enzim, hormon. Volume ASI yang dihasilkan oleh seorang ibu tidak tergantung pada ukuran besarnya payudara, tetapi lebih dipengaruhi oleh makanan yang bergizi yang dikonsumsi selama kehamilan dan menyusui jadi selama asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu baik maka Insya Allah produksi ASI dapat mencukupi untuk kebutuhan bayi, namun demikian hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah faktor psikologis karena hal ini juga menjadi faktor penyebab sedikit banyaknya produksi ASI yang dihasilkan, hal lain yang juga perlu diperhatikan agar kuantitas dan kualitas ASI baik maka ibu yang menyusui harus memperhatikan kebersihan diri dan melakukan perawatan payudara.

Pemberian Air Susu Ibu/ASI kepada bayi dapat diberikan sesaat setelah kelahiran bayi dan selanjutnya  diberikan secara eksklusif selama 6 bulan artinya selam enam bulan bayi tidak diberikan makanan dan minuman tambahan selain Air Susu Ibu/ASI, setelah masa 6 bulan penyusuan dengan hanya memberikan ASI maka bayi boleh diberikan makanan tambahan dan tentunya ASI tetap diberikan sampai usia penyapihan/penyempurnaan penyusuan selama 2 tahun.

Air Susu Ibu/ASI sangat bermanfaat bagi bayi anda karena ASI mengandung protein yang spesifik untuk melindungi bayi dari alergi dan secara alamiah ASI memiliki kandungan untuk memenuhi kebutuhan asupan bayi yang disesuaikan dengan usia kelahiran bayi, seperti bayi yang lahir premature maka ASI yang diproduksi akan memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan ASI yang diproduksi pada bayi yang dilahirkan cukup bulan, ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi disamping itu juga ASI berfungsi sebagai zat anti virus dan anti bakteri.

Selain ASI bermanfaat bagi bayi, proses produksi ASI yang terjadi sangat bermanfaat bagi ibu setelah melahirkan yaitu mempercepat pengembalian Rahim ke bentuk semula, mengurangi perdarahan setelah kelahiran dan mencegah timbulnya kanker payudara hal ini dikarenakan pada saat menyusui hormone esterogen mengalami penurunan sedangkan apabila tidak ada aktifitas menyusui kadar hormone esterogen tetap tinggi dan inilah yang diduga menjadi salah satu pemicu kanker payudara karena tidak adanya keseimbangan antara hormone esterogen dan progesteron.

Aktifitas menyusui secara teratur yang dilakukan ibu paska melahirkan  akan menurunkan berat badan ibu secara bertahap dan pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan akan memberikan manfaat bagi ibu sebagai kontrasepsi selama 6 bulan setelah melahirkan karena isapan bayi ketika menyusu akan merangsang prolaktin yang dapat menghambat terjadinya ovulasi  atau pematangan telur sehingga menunda kesuburan.

 

Bagi ibu menyusui yang bekerja masih tetap dapat memberikan bayinya asupan ASI, yaitu dengan memerah lalu menyimpanya, berikut cara penyimpanan ASI perah yang aman, yang pertama dilakukan adalah menyiapkan wadah penampung ASI yang mudah disterilkan yang dapat ditutup dengan rapat dan terbuat dari bahan anti panas, gunakan wadah/botol yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum misalnya 60ml, jangan menyimpan ASI disuhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam jika akan menyimpan ASI untuk jangka 24 jam maka segera masukan ASI kedalam lemari pendingin pada suhu 4 derajat Celsius sedangkan untuk ASI yang akan digunakan dalam waktu seminggu atau lebih maka simpan dulu ASI di lemari pendingin selama 30 menit setelah itu baru masukan kedalam freezer yang bersuhu -18 derajat Celsius atau lebih rendah

Simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan. Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan ditutup. Jangan lupa beri label setiap wadah ASI yang berisi keterangan kapan ASI tersebut diperah dan jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku untuk itu sisakan ruang kurang lebih ¼ bagian kosong dari wadah penampung.

 

Apabila ASI yang dibekukan akan dipergunakan maka pindahkan ASI beku dari freezer ke lemari pendingin selama 24 jam, kemudian keluarkan ASI dari lemari pendingin dan rendam dalam mangkuk dengan menggunakan air hangat, ingat jangan menggunakan air panas karena akan merusak nutrisi dan antibody yang ada pada ASI, apabila ASI sudah mencair dengan suhu hangat maka kocok dengan lembut hal ini diperlukan agar endapan ASI jadi merata dan ASI siap untuk diberikan kepada bayi anda

 

Jika ASI beku yang sudah dicairkan ternyata tidak terpakai, sebaiknya jangan dimasukan kembali kedalam freezer karena hal ini dapat merusak kualitas ASI. Sebaiknya ASI yang sudah dicairkan namun tidak jadi digunakan atau yang tidak habis dikonsumsi oleh bayi sebaiknya segera dibuang dan jangan disimpan lagi di freezer atau lemari pendingin.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih jauh mengenai ASI dan Perawatan Payudara atau berkonsultasi dapat menghubungi kami di Klinik BKIA RS Al Islam Bandung, untuk konsultasi dapat melihat jadwal praktek Klinik BKIA di website www.rsalislam.com atau ke Unit Pelayanan Informasi di telp.022-7562046 ext.705 dan bagi warga masyarakat yang memerlukan penyuluhan mengenai Kesehatan (Gratis) dapat menghubungi bagian PKRS RS Al Islam Bandung pada jam kerja di Telp.022-7562046 ext.822.


01/Okt/2019

Upaya Kesehatan Paripurna Di Rumah Sakit Al Islam Bandung

Dr. Dadang Rukanta., Sp.OT., M.Kes

(Ketua Komite Kerohanian dan Ketakmiran RS Al Islam Bandung)

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam “. (QS Al Anbiya : 107)

Sehat menurut WHO keadaan sejahtera, sempurna dari fisik, mental dan social yang tidak terbatas hanya pada bebas dari penyakit atau kelemahan saja.

Subhanallah, Maha Suci Allah,.. tak terhitung nikmat Allah SWT yang telah kita terima, dari bangun tidur sampai tidur lagi Allah SWT hamparkan semua nikmatnya untuk hamba-hambanya di bumi ini. Dari setiap nikmat yang Allah berikan, Allah sisipkan ujian-ujian kehidupan sebagai bentuk kenaikan kelas dan derajat hamba-Nya dihadapan Allah SWT. Diantara ujian kehidupan yang ada, ada diantara mereka yang Allah SWT uji dengan kesehatan yaitu berupa sakit. Seseorang yang sedang sakit, ia tidak hanya terjadi gangguan pada fisiknya, akan tetapi sisi psikologis dan ruhiyahnya tidak sedikit yang mengalami penurunan bahkan lebih turun dari kondisi fisiknya. Dalam keadaan sakit manusia bisa terjerunus pada sikap mempertanyakan Tuhannya/ Allah SWT, tidak ikhlas atas apa yang dialaminya, mengabaikan ibadah bahkan bisa mencari upaya atau ikhtiar pengobatan yang menjurus ke perbuatan sirik (menyekutukan Allah SWT) atau melakukan pengobatan-pengobatan yang tidak rasional.

 

Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada siapa saja pasien yang membutuhkan. Merujuk pada standar akreditasi dan definisi sehat WHO sesungguhnya Rumah sakit  harus dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna, baik fisik, psikis, sosio-ekonomi dan spiritual. Menjadikan rumah sakit sebagai sarana pemulihan ideal, pelayanan yang  memandang bahwa manusia adalah sebagai individu yang memiliki kebutuhan biologis/ fisik, psikologis dan ruhiyah. oleh karena itu Rumah Sakit Al Islam berupaya untuk dapat memenuhi semua aspek tersebut. Maka diantara program yang telah berjalan adalah program pelayanan kerohanian pasien,  keluarga dan masyarakat yang terintegrasi dengan program-program rumah sakit sesuai dengan Visi Misi Rumah Sakit Al Islam Bandung.

 

Rumah Sakit Al Islam Bandung senantiasa mendorong pasien dan keluarga selalu berupaya agar terpenuhi aktivitas sisi ruhiyah dan spiritual (agama) dalam hal ini diantaranya adalah  ibadahnya selama dalam perawatan. Pada kondisi tersebut lingkungan yang ada disekitarnya berkewajiban (fardu kifayah) untuk ikut membantu dalam pemenuhan kewajiban ibadahnya. Seperti dalam firman Alloh SWT diatas Rumah Sakit Al Islam ingin menjadi rumah sakit yang menebar manfaat dan menjadi Rahmat untuk seluruh alam  dalam hal ini pasien, keluarga pasien dan masyarakat. Kegiatan  Pelayanan bimbingan  ruhani pasien dan keluarga rawat inap maupun rawat jalan bagi pasien muslim terdiri dari bimbingan ruhiyah yang meliputi aqidah, ibadah dan akhlaq seperti :

Santunan Kerohanian Pasien seperti kunjungan yang dilakukan oleh petugas kerohanian  kepada semua pasien yang dirawat di Rumah Sakit Al Islam Bandung untuk memberikan edukasi mengenai buku tuntunan ibadah pasien, motivasi keagamaan, dzikir dan doa. Konsultasi Kerohanian yaitu pelayanan konsultasi yang dilakukan oleh petugas kerohanian dengan pendekatan nilai-nilai ajaran Islam, terhadap klien yang memerlukan bantuan dalam menyelesaikan masalah-masalah kehidupan. Bimbingan rohani kepada pasien-pasien yang akan dilakukan operasi mempersiapkan bila durasi/ lamanya operasi bersamaan dengan jadwal sholat (shalat jama qoshor), pasien-pasien saat sedang dilakukan tindakan Hemodialisa ( cuci darah),  bimbingan ibadah pada pasien-pasien yang bed rest (immobilisasi) tidak dapat turun dari tempat tidur dari mulai diajarkan bertayamum sampai tata cara sholat di tempat tidur, imbingan rohani untuk ibu-ibu yang akan melahirkan (pemahaman tentang nifas), dan bimbingan-bimbingan ruhiyah untuk pasien-pasien khusus diruang Kemoterapi (pengobatan kanker), diruangan intensif ( ICU, HCU, HCCU). Serta Bimbingan Husnul Khotimah yaitu bimbingan yang dilakukan oleh petugas kerohanian terhadap pasien terminal (pasien yang tidak memiliki harapan hidup atau pasien menuju kematian) agar kembali kepada Allah SWT dengan husnul khotimah (akhir kehidupan yang baik). Selain itu ada Ceramah Audio Line penyampaian bahasan ruhiah keagamaan dari para ustadz bagi para pendengar yang ada di rumah sakit Al Islam Bandung terutama  pasien rawat inap dan rawat jalan melalui audio line agar pasien mampu memelihara keimanan dan ketaqwaannya. Kolaborasi antara dokter  sebagai Penanggung jawab pasien, perawat dan asatidz (para ustadz)  senantiasa dilakukan agar program ini dapat berjalan dengan baik.

Alhamdulillah pelayanan ruhani ini di rumah sakit Al Islam sudah dilaksanakan sejak lama dan sudah dilakukan Assessment oleh assesor Sertifikasi rumah sakit syariah yang terdiri dari beberapa ahli baik dari bidang kedokteran maupun ulama dari Majelis Upaya Kesehatan Islam (Mukisi) dan Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan pada tahun 2018 telah dinyatakan menjadi Rumah Sakit yang telah tersertifikasi Syariah di Jawa Barat.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin mendapatkan informasi, atau  konsultasi Kerohanian dapat mengakses  di website www.rsalislam.com atau ke Unit Klinik konsultasi Kerohanian di telp.022-7562046 ext.643

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


01/Okt/2019

Therapi Murottal : Optimalkan rasa nyaman pada bayi baru lahir

(Kepala Seksi Pengembangan Pelayanan Keperawatan)

Dian Wulandari, S.Kep, Ners

Wahai manusia! Sungguh, telah Kami datangkan kepadamu pelajaran (Al-Quran) dari Tuhanmu, penawar bagi penyakit yang ada di dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman”. (QS. Yunus ayat 57)

Anak adalah karunia yang dinantikan datangnya dengan bahagia  oleh setiap ayah dan bunda. Dari semenjak masih di dalam kandungan sampai dengan proses kelahirannya menjadi rangkaian kado terindah bagi ayah bunda. Sesuai Takdir yang ditetapkan oleh Allah SWT tidak semua bayi baru lahir (Neonatus) dalam kondisi yang sehat seperti yang diharapkan.  Kondisi bayi baru lahir (Neonatus) yang berisiko tinggi biasanya diklasifikasikan berdasarkan berat lahir, usia gestasi/ usia kehamilan dan masalah patofisiologi (perubahan fungsional karena suatu penyakit). Umumnya masalah yang berhubungan dengan status fisiologis adalah status maturitas bayi (kematangan/ kecukupan usia bayi dilahirkan) termasuk gangguan kimia dan konsekuensi dari imaturitas organ dan sistem (Wong, 2009). Peralihan dari kehidupan intrauterine (Rahim/ kandungan) ke kehidupan ekstrauterin  (diluar rahim/ kandungan) memerlukan berbagai perubahan biokimia dan fisiologis. Adaptasi fisiologis yang terjadi pada awal kehidupan antara lain adalah mulai berfungsinya sistem pernafasan, sistem pencernaan, fungsi hati, sistem imunologi, sistem kardiovaskuler  serta sistem endokrin menyesuaikan diri dengan perubahan fungsi organ lainnya (Merenstein, 2002). Dalam perubahan fisiologis ini neonatus juga mengalami proses tumbuh dan berkembang dan juga merupakan proses peralihan dari ketergantungan mutlak pada ibu menuju kemandirian fisiologis (Dewi, 2017). Berbagai perubahan fisiologis ini memungkinkan terjadinya berbagai masalah kesehatan pada bayi baru lahir , sehingga memerlukan perawatan dan pengobatan yang lebih lama di rumah sakit (Hospitalisasi).

Dalam proses perawatan beberapa tindakan yang membuat ketidaknyamanan bagi neonatus antara lain adalah berbagai tindakan invasif  berupa pengambilan sampel darah atau pemasangan infus, pemasangan selang  yang membuat bayi tidak nyaman dan nyeri. Akibat beberapa tindakan tersebut menimbulkan  paparan nyeri dan ini merupakan stimulasi yang dapat merusak perkembangan otak bayi dan berkontribusi pada gangguan belajar dan perilaku pada masa kanak-kanak. Sehingga hal ini yang melatar belakangi tim perawat di ruang perawatan bayi baru lahir RS Al Islam Bandung membuat upaya agar rasa tidak nyaman dan nyeri yang mungkin terasa oleh sang bayi dapat dikurangi atau bahkan hilang pada saat dilakukannya tindakan-tindakan tersebut, yaitu dengan diperdengarkannya murotal Al Qur’an dengan desibel diatur (45 sampai maksimal 65 dB batas suara yang disarankan menurut para ahli dalam AAP (American Academic of Pediatric).

Al-Qur’an begitu berarti bagi kehidupan manusia, karena merupakan petunjuk kehidupan dunia dan akhirat sebagai pedoman hidup dan kehidupan. Sebagai firman Allah Sang Pencipta kepada makhluk ciptaanya yang mulia, Al-Qur’an membawa kemuliaan pula pada waktu, tempat dan penjaganya (para penghapalnya). Mendengarkanya saja berpahala dan mampu menenangkan jiwa. Membacanya meski belum memahami pun tetap memberi efek dahsyat yang timbul pada diri manusia seperti ketentraman, membantu cepat sembuh dari penyakit lahir dan batin.  Dan dalam  Al Qur’an surat  Al Isra’ ayat 82, yang artinya, “Dan Kami turunkan dari Al Qur’an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang yang zalim selain kerugian”.

Murottal adalah  rekaman suara pembacaan Al-Qur’an yang dilantunkan oleh seorang qori’ (pembaca Al-Qur’an), lantunan Al-Qur’an secara fisik mengandung unsur suara manusia. Terapi menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti usaha untuk memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit, atau pengobatan penyakit, perawatan penyakit. Terapi murotal berarti teknik penyembuhan atau perawatan penyakit melalui memperdengarkan suara pembacaan Al-Qur’an yang dilantunkan oleh seorang qori’ kepada pasien dalam hal ini kepada bayi-bayi baru lahir.

Al-Qur’an secara terminologi berarti Kalam Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang merupakan mukjizat yang diturunkan atau diwahyukan kepada Nabi Muhammad Sallahu ‘alaihi Wassalam, dan membacanya merupakan ibadah (Elzaky, 2011). Al-Qur’an begitu berarti bagi kehidupan manusia, karena merupakan petunjuk kehidupan dunia dan akhirat sebagai pedoman hidup dan kehidupan. Sebagai firman Allah Sang Pencipta kepada makhluk ciptaanya yang mulia, Al-Qur’an membawa kemuliaan pula pada waktu, tempat dan penjaganya (para penghapalnya). Mendengarkanya saja berpahala dan mampu menenangkan jiwa. Membacanya meski belum memahami pun tetap memberi efek dahsyat yang timbul pada diri manusia seperti ketentraman, cepat sembuh dari penyakit lahir dan batin.  Nama lain dari Al- Qur’an itu sendiri salah satunya adalah Asy-Syifaa’ (Penawar dan penyembuh).

Syeh Abdurrahman al-Sa’di mengatakan bahwa “penyembuhan bagi (penyakit) yang didalam hati” mengandung pengertian bahwa Al-Qur’an benar-benar dapat menyembuhkan aneka macam penyakt yang bersarang dalam hati manusia seperti keraguan, congkak, sombong, amarah, keresahan dan kebencian (Elzaky, 2011).

Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa bacaan Al-Qur’an berpengaruh besar (hingga 97%) dalam memberikan ketenangan dan penyembuhan penyakit (Ramadhani 2010). Pada penelitian lainnya, (Zahrofi 2013) menjelaskan terapi murotal Al-Qur’an adalah terapi bacaan Al-Qur’an yang merupakan terapi religi dimana seseorang dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an selama waktu tertentu sehingga memberikan dampak positif bagi tubuh seseorang tersebut.

Alhamdulillah sejak diaplikasikannya teknik nonfarmakologik berupa terapi murottal (diperdengarkannya Al Qur’an) respon dari bayi baru lahir yang sedang diinfus ataupun diambil darah jauh lebih tenang dan bila diukur dengan skala nyeri untuk neonatus (NIPS) menunjukan tingkat nyeri yang rendah. Dan  upaya ini adalah salah satu usaha untuk membantu kearah perbaikan pasien yang sedang dalam pengobatan medis terutama pada bayi-bayi yang baru lahir di ruang perawatan perinatologi. Dan tentu saja hal tersebut juga akan berdampak pada kami perawat yang memberikan pelayanan dan tentu saja mengurangi rasa khawatir dari ayah bunda. Insya Allah…kami perawat RS Al Islam Bandung akan selalu berupaya untuk lebih memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien-pasien kami, karena menimbulkan kepuasan tersendiri bagi kami saat merawat pasien-pasien kami.

 

 

 

 

 

 

 

 


LOGO-PUTIH-EDIT

About Us :
RS Al Islam Bandung adalah Rumah Sakit milik Yayasan RSI KSWI Jawa Barat yang mempunyai visi "Menjadi Rumah Sakit Yang Unggul, Terpercaya dan Islami dalam Pelayanan dan Pendidikan"

RS Al Islam Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 644
Tel. (022) 7565588 Fax. (022) 7563233
Email : cs@rsalislam.com

Recent Posts

Sertifikat

Copyright by RS Al Islam Bandung 2021. All rights reserved.