EFEK SAMPING KEMOTERAPI , HADAPI DENGAN KEIKHLASAN HATI

Juli 16, 2019 by RS Al Islam0

EFEK SAMPING KEMOTERAPI

HADAPI DENGAN KEIKHLASAN HATI

 

Dr. H. Muhammad Iqbal, Sp.Pd

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Al Islam Bandung

Direktur RS Al Islam Bandung

 

 

 

 

“Kemudian, Keadaan Orang-Orang Yang Beriman Selalu Saling Nasehat Menasehati Dalam Keshabaran Dan Saling Nasehat Menasehati Dalam Kasih Sayang” (QS Al Balad 17)

Sejak ditegakkan diagnosis kanker, seorang pasien menghadapi serangkaian tindakan-tindakan pengobatan yang semuanya bukan merupakan tindakan yang mudah untuk dilalui. Beberapa pilihan pengobatan untuk kanker adalah tindakan bedah, kemoterapi dan  radioterapi. Tergantung dari jenis, stadium dan keadaan pasien. Ketiga jenis pengobatan ini dapat dilakukan secara kombinasi ketiga-tiganya, dua dari tiga atau salah satunya.

Kemoterapi adalah satu jenis pengobatan kanker yang cukup banyak dilakukan karena relatif lebih mudah dan lebih banyak tersedia dibandingkan dua jenis tindakan yang lainnya. Tindakan kemoterapi adalah memberikan obat-obatan yang dapat menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker dan pada akhirnya sel-sel kanker jumlahnya menjadi semakin sedikit dan akhirnya dapat dihilangkan sehingga tidak menimbulkan gangguan lagi bagi tubuh manusia yang sehat.

Sel-sel kanker mempunyai sifat yang khas yaitu pertumbuhan yang sangat cepat dan tak terkendali, akibatnya akan mengganggu sel-sel sehat yang berada di sekelilingnya bahkan karena ukurannya yang semakin besar menyebabkan gangguan fungsi organ di mana sel-sel kanker itu tumbuh. Selain dari itu, sel-sel kanker dapat menyebar baik itu ke daerah yang dekat dengan tempat pertumbuhan awal sel-sel kanker ataupun ke daerah-daerah yang jauh. Penyebaran sel-sel kanker ke daerah yang jauh atau disebut metastasis menyebabkan gejala-gejala tambahan yang lain tergantung di mana sel-sel kanker yang menyebar tadi singgah dan kemudian bertumbuh dengan cepat seperti sel asalnya.

Obat-obatan kemoterapi umumnya diberikan dengan cara disuntikkan ke dalam pembuluh darah tetapi selain dengan cara ini ada juga yang pemberiannya dengan cara disuntikkan langsung ke daerah yang mengalami kanker, ada juga yang berbentuk pil sehingga dapat diminum dan ada juga yang berbentuk cream yang dioleskan. Pada pemberian ke dalam pembuluh darah dan diminum, pengaruh obat-obatan kemoterapi tidak hanya kepada sel kanker saja tetapi juga berpengaruh terhadap sel-sel normal yang memiliki sifat pertumbuhan yang cepat seperti sel-sel darah, sel-sel organ saluran pencernaan, sel-sel telur dan sel-sel rambut.

Prosedur kemoterapi umumnya tidak dilakukan satu kali saja tetapi dilakukan secara berulang-ulang dengan interval waktu tertentu. Adanya interval waktu antara pemberian kemoterapi satu dengan yang lainnya dimaksudkan agar sel-sel yang sehat dan terdampak oleh obat-obatan kemoterapi dapat mengalami pemulihan terlebih dahulu.

Menghadapi pengobatan kemoterapi, seorang pasien biasanya dihantui oleh kecemasan-kecemasan akan ketidaknyamanan yang akan dihadapi selama dan setelah menjalani kemoterapi. Efek samping yang dialami oleh pasien yang menjalani kemoterapi terdiri dari efek samping jangka pendek yang dirasakan segera saat menjalani kemoterapi, dan efek samping jangka panjang yang terjadi jauh setelah tindakan kemoterapi dilakukan. Efek samping langsung misalnya disebabkan karena bocornya obat kemoterapi ke dalam jaringan sekitar pembuluh darah yang biasanya menyebabkan reaksi radang yang hebat. Efek samping jangka pendek lain adalah mual, muntah, diare, sariawan, sulit buang air besar, selera makan berkurang, rambut rontok, demam, nyeri dan mudah memar. Efek samping jangka panjang dapat berupa gangguan jantung, gangguan ginjal, infertilitas, gangguan paru, gangguan syaraf dan mungkin juga menyebabkan kanker sekunder.

Berat dan ringannya efek samping yang dirasakan seorang pasien dapat berbeda-beda untuk satu pasien dengan pasien yang lain tergantung keadaan pasien, usia, berat ringan nya kanker serta jenis obat-obatan yang digunakan. Obat-obatan yang digunakan biasanya tidak hanya satu tetapi berupa kombinasi dua, tiga hingga empat obat, kombinasi obat-obatan ini disebut regimen kemoterapi . Kombinasi obat di dalam satu jenis kemoterapi dengan maksud untuk meminimalisir efek samping dan meningkatkan efek terhadap sel kanker dengan bekerja melalui berbagai mekanisme. Saat ini telah tersedia berbagai jenis obat yang bekerja sangat spesifik terhadap sel kanker sehingga dosis dan jumlah obat dapat diminimalisir. Obat-obatan jenis ini  sudah cukup banyak tersedia walaupun harganya masih cukup mahal.

Ketika menetapkan jenis kemoterapi bagi pasiennya, dokter biasanya harus melakukan pencegahan terhadap efek samping dengan memberikan obat-obatan. Tindakan ini disebut dengan premedikasi. Obat-obatan anti mual diberikan kepada pasien untuk mengurangi mual selama pasien di rumah. Namun demikian tetap saja sering dirasakan keluhan mual oleh pasien sehingga tidak dapat makan. Pengaruh obat-obatan kemoterapi terhadap sel-sel darah menyebabkan tertekannya pertumbuhan sel darah merah, sel darah putih maupun trombosit. Penurunan sel-sel darah ini biasanya mencapai puncaknya terjadi dua minggu setelah kemoterapi, sehingga pada pasien yang menjalani kemoterapi sebaiknya menghindari terjadinya infeksi dengan menghindari kontak dengan pasien yang terinfeksi, karena jumlah sel darah putih yang menurun akan menyebabkan daya tahan tubuh rendah.

Segala macam efek samping yang dialami oleh pasien selama menjalani kemoterapi sebaiknya dihadapi dengan keikhlasan yang tinggi. Pengobatan dengan kemoterapi adalah pilihan ikhtiar bagi seseorang untuk menentukan jalan hidupnya. Kesempatan untuk sembuh menjadi terbuka walaupun tidak ada jaminan kesempatannya terbuka 100%. Kesungguhan untuk berjuang termasuk untuk merubah keadaan dari sebuah penyakit kepada kesembuhan adalah suatu ibadah yang dinilai oleh Allah SWT. Kesabaran menjalani proses yang berat hanya dapat ditempuh dengan kekuatan ke ikhlasan yang baik. Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW menyampaikan kekaguman Beliau  atas sikap orang yang beriman yang apabila diberikan keni’matan maka mereka akan bersyukur dan apabila mereka ditimpa musibah maka mereka akan bersabar, kedua-duanya memberikan kebaikan bagi mereka. Kalaulah sekiranya hasil dari kemoterapi yang dijalani tidak sesuai dengan yang diharapkan maka yakinilah bahwa nilai perjuangan, kesabaran dan keikhlasan pasien memiliki nilai yang tinggi di hadapan Allah SWT.

Selain kesiapan pasien secara spiritual, keluarga dan kerabat juga harus memberikan dukungan yang maksimal terhadap pasien. Kasih sayang yang tinggi dari keluarga dan kerabat akan sangat besar mengurangi ketidaknyamanan yang dialami oleh pasien. Menghibur pasien, meringankan penderitaannya juga merupakan ibadah sendiri bagi yang melakukannya seperti disampaikan oleh Rasulullah SAW : “Sebaik-baiknya amal shalih adalah engkau memberikan kegembiraan kepada saudaramu yang beriman”. Suasana yang nyaman dan aman perlu diciptakan untuk mencapai hasil pengobatan yang optimal bagi pasien.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih jauh mengenai kemoterapi atau berkonsultasi, dapat menghubungi kami di Poli Klinik Penyakit Dalam atau Klinik Bedah Onkologi RS Al Islam Bandung, untuk konsultasi dapat melihat jadwal praktek Poli Klinik di website www.rsalislam.com atau ke Unit Pelayanan Kemoterapi di telp.022-7562046 ext.407 dan bagi warga masyarakat yang memerlukan penyuluhan mengenai Kesehatan (Gratis) dapat menghubungi bagian PKRS RS Al Islam Bandung pada jam kerja di Telp.022-7562046 ext.822.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


LOGO-PUTIH-EDIT

About Us :
RS Al Islam Bandung adalah Rumah Sakit milik Yayasan RSI KSWI Jawa Barat yang mempunyai visi "Menjadi Rumah Sakit Yang Unggul, Terpercaya dan Islami dalam Pelayanan dan Pendidikan"

RS Al Islam Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 644
Tel. (022) 7565588 Fax. (022) 7563233
Email : cs@rsalislam.com

Recent Posts

Sertifikat

Copyright by RS Al Islam Bandung 2021. All rights reserved.