29/Jan/2019

Bismillaahirrahmaanirrahiiim.

Pola makan merupakan perilaku paling penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi seseorang. Hal ini disebabkan karena kuantitas dan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi akan mempengaruhi tingkat kesehatan. Agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit kronis atau penyakit tidak menular (PTM) terkait gizi, maka pola makan perlu ditingkatkan kearah konsumsi gizi seimbang.

Keadaan gizi yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Gizi yang optimal sangat penting untuk pertumbuhan normal serta perkembangan fisik dan kecerdasan bayi, anak-anak, serta seluruh kelompok umur. Gizi yang baik membuat berat badan normal atau sehat, tubuh tidak mudah terkena penyakit infeksi, produktivitas kerja meningkat serta terlindung dari penyakit kronis dan kematian dini.

Gizi yang tidak optimal berkaitan dengan kesehatan yang buruk. Gizi yang tidak baik adalah faktor risiko PTM, seperti penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah, hipertensi dan stroke), diabetes juga kanker. Pengaruh kekurangan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan yaitu sejak janin sampai anak berumur dua tahun, tidak hanya terhadap perkembangan fisik, tetapi juga terhadap perkembangan kognitif yang pada gilirannya berpengaruh terhadap kecerdasan dan ketangkasan berpikir serta terhadap produktivitas kerja. Sebaliknya, kelebihan gizi  timbul akibat kelebihan asupan makanan dan minuman kaya energi, kaya lemak jenuh, gula dan garam tambahan, namun kekurangan asupan pangan bergizi seperti sayuran, buahbuahan dan serealia utuh, serta kurang melakukan aktivitas fisik.

 

Masih ingatkah dengan selogan “4 Sehat 5 Sempurna”?

 

Slogan tersebut mulai diperkenalkan pada tahun 1952, oleh Prof. Poorwo Soedarmo dan berhasil menanamkan pengertian tentang pentingnya gizi serta merubah perilaku konsumsi masyarakat. Namun, slogan tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu dan permasalahan gizi dewasa ini, sehingga perlu diperbaharui dengan slogan yang sesuai dengan kondisi saat ini, yaitu “Pedoman Gizi Seimbang”. Perbedaan mendasar dari slogan ini adalah, konsumsi makan sehari-hari harus mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah (porsi) yang sesuai dengan kebutuhan setiap orang atau kelompok umur.

 

Ada 10 pesan gizi seimbanng yang perlu kita perhatikan.

  1. Syukuri dan nikmati anekaragam jenis makanan;
  2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan;
  3. Konsumsi lauk-pauk berprotein tinggi;
  4. Konsumsi anekaragam makanan pokok;
  5. Batasi konsumsi makanan manis, asin dan berlemak;
  6. Biasakan sarapan pagi sebelum beraktifitas;
  7. Minum air putih yang cukup dan aman;
  8. Biasakan baca label pada kemasan makanan;
  9. Biasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir;
  10. Berolahraga secara teratur dan jaga berat badan normal.

 

bersambung…


28/Jan/2019

Hepatitis merupakan kondisi terjadinya peradangan pada hati yang disebabkan oleh infeksi atau toksin, termasuk alkohol. Ada dua jenis hepatitis, yakni akut dan kronik.

Hepatitis akut adalah penyakit infeksi akut dengan gejala utama yang berhubungan erat dengan adanya nekrosis (matinya jaringan) pada jaringan hati. Sedangkan hepatitis kronik adalah suatu sindrom klinis dan patologis yang disebabkan oleh bermacam-macam etiologi yang ditandai oleh berbagai tingkat peradangan dan nekrosis pada hati yang berlangsung terus-menerus tanpa penyembuhan dalam waktu paling sedikit 6 bulan.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya hepatitis, diantaranya:

  1. Infeksi virus seperti hepatitis A, B, C dan D;
  2. Obat-obatan, bahan kimia, dan racun;
  3. Reaksi transfusi darah yang tidak terlindungi virus hepatitis.

 

Bagaimana gejala yang ditimbulkan saat penderita mengalami hepatitis?

Berikut, tanda dan gejala penyakit hepatitis:

  • Selera makan hilang;
  • Rasa tidak enak di perut;
  • Mual hingga muntah;
  • Demam, namun tidak tinggi;
  • Terkadang disertai nyeri sendi;
  • Nyeri dan bengkak pada perut sisi kanan atas (lokasi hati);
  • Bagian putih pada mata (sklera) tampak kuning;
  • Kulit seluruh tubuh tampak kuning;
  • Air seni berwarna coklat seperti air teh.

Jika peradangan hati semakin parah, hingga menyebabkan gagal hati, dapat menyebabkan komplikasi atau mengakibatkan ensefalopati hepatik. Ensefalopati hepatik terjadi pada kegagalan hati berat yang disebabkan oleh akumulasi amonia serta metabolik toksik yang merupakan stadium lanjut ensefalopati hepatik. Kerusakan jaringan parenkim hati yang meluas, akan menyebabkan sirosis hepatis. Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada alkoholik.

Terbatasnya pengobatan hepatitis, mendasari penekanan lebih diarahkan pada pencegahan. Kini tersedia globulin imun HBV tertinggi (HBIG) dan vaksin untuk pencegahan dan pengobatan HBV, khususnya bagi petugas yang terlibat dalam kontak resiko tinggi, misalnya pada hemodialisis, transfusi tukar dan terapi parenteral perlu sangat hati-hati dalam menangani peralatan parenteral tersebut.

  • Hindari kontak langsung dengan barang yang terkontaminasi virus hepatitis akut;
  • Pelihara personal hygiene dan lingkungan;
  • Gunakan alat-alat disposible untuk suntik;
  • Alat-alat yang terkontaminasi disterilkan.

Perawatan pada saat di rumah, bisa melakukan hal-hal berikut ini:

  • Istrirahat yang baik;
  • Melakukan imunisasi;
  • Menjaga kebersihan (personal hyginen);
  • Makan makanan tinggi kalori;
  • Menghindari hubungan seks atau memakai kondom untuk mencegah pertukaran cairan;
  • Tidak mengkomsumsi alkohol.

 


26/Jan/2019

Bismillaahirrahmaanirrahiiim.

Dispepsia merupakan suatu kondisi dimana penderita merasakan nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas, atau dada. Biasanya penderita sering merasa seperti adanya gas, perasaan penuh atau rasa sakit dan/atau rasa terbakar di perut.

Munculnya rasa nyeri pada dispepsia, bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

  1. Menelan udara (aerofagi);
  2. Regurgitasi (alir balik, refluks) asam dari lambung;
  3. Iritasi lambung (gastritis);
  4. Ulkus gastrikum atau ulkus duo denalis;
  5. Kanker lambung;
  6. Peradangan kandung empedu (kolesistitis);
  7. Intoleransi laktosa (ketidakmampuan mencerna susu dan produknya);
  8. Kelainan gerakan usus;
  9. Kecemasan atau depresi.

Rasa tidak nyaman pada perut biasanya disebabkan oleh berlebihnya volume asam lambung. Asam lambung adalah zat yang dihasilkan untuk mencerna, jika perut kosong atau jika produksi asam lambung berlebih sehingga jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah zat yang dicerna, maka dapat menyebabkan luka pada permukaan lambung.

Nyeri dan rasa tidak nyaman pada perut atas atau dada, bisa juga disertai dengan serdawa dan suara usus yang keras. Pada beberapa penderita dispepsia, makan dapat memperburuk nyeri. Sedangkan pada penderita yang lain, makan bisa mengurangi nyeri yang dirasakan. Gejala lain meliputi, nafsu makan yang menurun, mual, sembelit, diare dan flatulensi (perut kembung).

Jika keluhan terus dibiarkan, maka luka yang terjadi dapat berlanjut sampai ke bagian dalam lambung. Sehingga menyebabkan lambung menjadi berlubang dan akhirnya terjadi pendarahan dan kanker lambung.

Kita tentu tidak ingin mengalami hal itu, kalaupun terlanjur menderita dispepsia, kita wajib merawatnya agar kondisi tidak semakin buruk. Berikut uraian cara perawatan dan pencegahannya:

  1. Makan dengan porsi kecil tapi sering. Contohnya, biskuit dan roti;
  2. Menghindari alkohol dan kopi;
  3. Menghindari makanan yang merangsang lambung. Contohnya, cabe, cuka, sambal, ketan dan sebagainya;
  4. Hindari rokok;
  5. Makan teratur sesuai dan tepat waktu;
  6. Istirahat cukup;
  7. Menghindari stres;
  8. Minum obat bila sakit mag kambuh. Bila harus minum obat karena suatu penyakit, misalnya sakit kepala, gunakan obat secara wajar sehingga tidak mengganggu fungsi lambung.

Kunyit bisa membantu meredakan gejala dispepsia. Cara mengolahnya, dua rimpang kunyit seukuran ibu jari, dicincang lalu campurkan dengan ± 1,5 gelas air, lalu rebus hingga mendidih dan biarkan sampai volume air berkurang menjadi satu gelas. Kemudian disaring dan diminum tiga kali sehari sampai nyeri lambung menghilang. Jika terasa pahit, rebusan kunyit tersebut bisa ditambahkan gula merah atau madu.

Hindari mengonsumsi kunyit berlebihan. Sebab akan menjadikan kandung empedu kosong. Sehingga sistem pencernaan terganggu. Saat yang tepat untuk mengonsumsi kunyit sebagai obat nyeri lambung, yaitu saat konsentrasi asam lambung cenderung berlebihan. Jika asam lambung sudah dalam batas wajar, ditandai dengan hilangnya nyeri dan mual, maka pengobatan segera dihentikan.


24/Jan/2019

Saat bayi semakin aktif, ia membutuhkan energi yang lebih banyak dari yang ia dapatkan melalui Air Susu Ibu (ASI). Aktifitas bayi akan meningkat sesuai perkembangan tubuhnya. Mengangkat dadanya dari lantai, berguling atau belajar duduk, akan menimbulkan nafsu makan yang lebih besar dari biasanya. Artinya, ia membutuhkan asupan lain selain ASI yang dapat mendukung aktivitasnya.

Pemberian makanan tambahan kepada bayi, dapat mengembangkan kemampuan untuk menerima bermacam-macam makanan dengan berbagai rasa dan bentuk. Selain itu, bayi bisa mengembangkan kemampuannya untuk mengunyah dan menelan makanan; mencoba adaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energi yang tinggi serta melengkapi zat gizi yang mulai berkurang.

Kapan makanan tambahan diberikan?

Makanan tambahan sebaiknya diberikan kepada bayi pada saat ia berusia 6 bulan. Berikut pola pemberian makanan tambahan pada bayi usia 0 – 2 tahun:

  • 0 – 6 bulan : ASI (sekehendak)
  • 6 – 8 bulan : ASI (sekehendak); buah (1 kali); bubur susu (2 kali)
  • 8 – 10 bulan : ASI (3 – 4 kali); buah (1 kali); nasi tim saring (3 kali)
  • 10 – 12 bulan : ASI (3 – 4 kali); buah (1 kali); nasi tim (3 kali)
  • 12 – 24 bulan : ASI (2 – 3 kali); buah (1 kali); nasi tim/makanan kaleng (3 kali); makanan kecil (1 kali)

Jenis makanan tambahan bisa berupa buah-buahan atau makanan lunak dan lembek. Pisang, pepaya, jeruk dan tomat merupakan buah-buahan yang cocok sebagai makanan tambahan bayi. Berikut cara membuat dan memberikan makanan tambahan kepada bayi:

1. Nasi Tim

– Bahan

  • Beras 20gr
  • Ikan atau daging 1 potong
  • Tempe atau tahu 1 potong
  • Sayur 25gr
  • Air 800ml

– Cara membuatnya

  • Beras dimasak di dalam panci dengan air yang telah disediakan, bahan yang lain (selain sayur) dicuci dan dicincang kemudian dimasukan ke dalam rebusan beras tadi;
  • Cuci dan potong sayur kemudian dimasukan ke dalam rebusan jika sudah lunak;
  • Sesudah mendidih, aduk dan dimasak terus hingga kental dan matang
  • Buah-buahan:

2. Pisang

  • Pilihlah pisang yang benar-benar matang. Bisa dengan pisang ambon, pisang raja dan sebagainya;
  • Pisang dicuci dengan air bersih;
  • Pasang alas dada anak;
  • Buka kulit pisang sedikit demi sedikit secara memanjang, agar bagian buahnya tidak tersentuh tangan;
  • Keriklah sedikit demi sedikit dengan sendok kecil yang dicuci dengan air panas;
  • Berikan sedikt demi sedikit sampai bayi mau makan dan mau mengunyah;
  • Setelah bayi selesai makan, beri air matang untuk membilas mulutnya;
  • Bersihkan mulut bayi serta peralatan makan yang telah digunakan.

3. Pepaya

  • Pilihlah pepaya yang masak dan dagingnya berwarna merah dan cuci dengan air bersih;
  • Potong kira-kira 3 – 5 cm, kupas pepaya kemudian dicuci dengan air matang;
  • Ambil saringan kawat yang halus, kemudian saring pepaya dengan digilas menggunakan sendok yang telah dicuci dengan air matang;
  • Tampung pepaya yang keluar dari saringan dengan mangkuk;
  • Berikan sedikit-sedikit kepada bayi;
  • Berikan sedikt demi sedikit sampai bayi mau makan dan mau mengunyah;
  • Setelah bayi selesai makan, beri air matang untuk membilas mulutnya;
  • Bersihkan mulut bayi serta peralatan makan yang telah digunakan.

4. Jeruk

  • Pilih jeruk yang manis dan cuci dengan air panas;
  • Jeruk dipotong menjadi dua bagian;
  • Peras dengan perasan jeruk yang telah disiram air panas;
  • Air jeruk disaring dan diencerkan dengan air matang untuk pertamakalinya;
  • Berikan sedikt demi sedikit kepada bayi;
  • Setelah selesai, beri air matang untuk membilas mulutnya;
  • Bersihkan mulut bayi serta peralatan yang telah digunakan.

5. Tomat

  • Pilih tomat yang agak besar dan matang;
  • Rendam dengan air panas selama 5 menit;
  • Buang kulit dengan cara ditekan menggunakan sendok;
  • Tampung perasan dakam mangkuk;
  • Pemberian pertama, encerkan dengan air matang dan beri gula pasir sedikit;
  • Berikan sedikit demi sedikit kepada bayi;
  • Setelah selesai, beri air matang untuk membilas mulutnya.

23/Jan/2019

Upaya Pencegahan Luka Diabetik

  1. Perawatan Kulit Kaki
  2. Periksa kaki setiap hari. Gunakan cermin sebagai alat bantu;
  3. Cuci/bersihkan kaki menggunakan sabun bayi dan air hangat kuku (jangan memakai air terlalu panas. Karena dapat merusak kulit);
  4. Gosok kaki dengan sikat lunak dan keringkan kaki menggunakan handuk yang halus/lembut secara hati-hati dan perhatikan sela jari-jari kaki;
  5. Oleskan pelembab pada kulit, terutama bila kulit kering/pecah-pecah. Kecuali daerah sela jari-jari kaki.
  6. Periksa kaki kembali secara teliti setiap hari. Terutama daerah sela-sela jari kaki dan telapak kaki. Pastikan tidak ada luka lecet, kemerahan, dan kelainan pada kulit kaki, seperti kulit tebal/terinfeksi
  • Perawatan Kuku Jari Kaki
  1. Bersihkan kuku dengan air hangat secara lembut dan keringkan menggunakan handuk yang lembut;
  2. Bila kuku panjang, rendam kaki dalam air hangat dan sabun selama 5-10 menit. Potong kuku hati – hati, dikikir halus dan tidak tajam;
  3. Jika ada kelainan kuku atau tanda-tanda infeksi, segera konsultasikan dengan petugas kesehatan.
  • Perawatan Alas Kaki
  1. Ukuran dan bentuk alas kaki disesuaikan dengan ukuran dan bentuk kaki (jangan terlalu longgar/terlalu sempit) serta terbuat dari bahan yang lembut;
  2. Bila menggunakan sepatu, usahakan permukaan atas sepatu lunak, dan ujung sepatu longgar (agar jari-jari kaki bisa bergerak);
  3. Bagian tumit harus kokoh, sehingga kaki stabil;
  4. Mengenakan sepatu baru dalam waktu singkat;
  5. Bagian bawah alas kaki tidak licin, sehingga tidak mudah terpeleset;
  6. Gunakan kaos kaki yang lembut yang terbuat dari katun, menyerap keringat, dan sesuai ukuran kaki.
  • Prinsip Perawatan Kaki
  1. Selama perawatan jari kaki, jangan memakai air terlalu panas;
  2. Gunakan sepatu yang pas dan kaus kaki yang bersih setiap saat berjalan dan jangan bertelanjang kaki bila berjalan;
  3. Cuci kaki setiap hari dan keringkan dengan baik serta memberikan perhatian khusus pada daerah sela-sela jari kaki;
  4. Jangan mengobati sendiri apabila terdapat kalus, tonjolan kaki atau jamur pada kuku kaki;
  5. Suhu air yang digunakan untuk mencuci kaki antara 29,5 – 30º C dan disarankan diukur dulu dengan termometer;
  6. Jangan menggunakan alat pemanas atau botol diisi air panas. Langkah-langkah yang membantu meningkatkan sirkulasi pada ekstremitas bawah yang harus dilakukan yaitu:
  • Hindari Kebiasaan merokok;
  • Hindari bertumpang kaki duduk;
  • Lindungi kaki dari kedinginan;
  • Hindari merendam kaki dalam air dingin;
  • Gunakan kaos kaki atau stocking yang tidak menyebabkan tekanan pada tungkai atau daerah tertentu
  • Periksa kaki setiap hari dan laporkan bila terdapat luka, bullae (gelembung berisi air), kemerahan atau tanda-tanda radang, sehingga segera dilakukan tindakan awal
  • Jika kulit kaki kering gunakan pelembab atau krim.

Selesai.


18/Jan/2019

Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit kronik yang kompleks, melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak, serta berkembangnya komplikasi pembuluh darah besar, pembuluh darah kecil dan syaraf.

 Hipoglikemi

Hipoglikemi merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan kadar gula darah dari batas normal / < 60 mg/dL.

Ada beberapa penyebab terjadinya hipoglikemi, diantaranya:

  • Dosis insulin yang diberikan terlalu besar dari jumlah yang sebenarnya dibutuhkan;
  • Makanan yang dimakan terlalu sedikit (terlambatnya jam makan atau tidak makan sama sekali) atau terlambatnya pengosongan lambung;
  • Aktifitas fisik terlalu berat;
  • Stres emosional;
  • Muntah, diare atau penurunan penyerapan makanan diusus.

Tanda dan Gejala Hipoglikemi

  • Pusing
  • Lemas
  • Gemetar
  • Keringat dingin
  • Lapar
  • Kesemutan
  • Pucat
  • Peningkatan denyut nadi, dan denyut nadi teraba kecil
  • Penurunan kesadaran
  • Pandangan kabur
  • Rasa tebal pada bibir dan lidah

Penatalaksanaan Hipoglikemi

  • Berikan gula yang dapat diserap dengan cepat. Diantaranya teh manis, ½ cangkir jus buah dan/atau biskuit;
  • Bila ada penurunan kesadaran segera bawa ke rumah sakit untuk segera diberikan dekstrose.

 

Hiperglikemi

Hiperglikemi merupakan kondisi adanya peningkatan gula darah hingga > 110 mg/dL atau > 140 mg/dL gula darah 2 jam setelah makan. Asupan makan yang melebihi aturan diet, biasanya menjadi penyebab hiperglikemi.

Tanda dan Gejala Hiperglikemi

  • Sering lapar
  • Sering kencing
  • Sering haus
  • Tubuh terasa lemah
  • Mulut dan kulit kering
  • Pandangan kabur
  • Penurunan berat badan
  • Pernapasan cepat dan dalam
  • Nadi cepat
  • Kesemutan
  • Kram otot
  • Luka yang tidak sembuh
  • Gangguan tidur
  • Hilang nafsu makan
  • Pusing

Penatalaksanaan Hiperglikemi

  • Diet sesuai ahli gizi
  • Olahraga
  • Insulin / obat penurun gula yang diminum

Berikut klasifikasi makanan yang perlu diperhatikan oleh penderita Diabetes Mellitus:

  • Jenis Makanan yang TIDAK BOLEH dikonsumsi :
  1. Manisan Buah
  2. Gula pasir
  3. Susu Kental Manis
  4. Madu
  5. Abon
  6. Kecap
  7. Sirup
  8. Es Krim
  • Jenis makanan Yang boleh dimakan. Tetapi harus DIBATASI ;
  1. Nasi
  2. Singkong
  3. Roti
  4. Telur
  5. Tempe
  6. Tahu
  7. Kacang Hijau
  8. Kacang Tanah
  9. Ikan
  • Jenis Makanan yang DIANJURKAN untuk dimakan
  1.  Tomat
  2. Kangkung
  3. Oyong
  4. Bayam
  5. Kacang Panjang
  6. Pepaya
  7. Labu Siam
  8. Kol

 

bersambung…


16/Jan/2019

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

ASI eksklusif ialah pemberian ASI selama 6 bulan tanpa dicampur dengan tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh dan makanan padat seperti pisang, papaya dan biskuit. Setelah anak usia 6 bulan, barulah diberikan makanan pendamping ASI, sedangkan ASI tetap dapat diberikan sampai anak berusia 2 tahun.

Manfaat ASI bagi bayi:

  1. ASI mengandung protein yang spesifik untuk melindungi bayi dari alergi;
  2. Secara alamiah, ASI memberikan kebutuhan yang sesuai dengan usia kelahiran bayi (Pemberian ASI pada bayi prematur sangat dianjurkan. Karena ASI memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibanding susu formula biasa);
  3. ASI meningkatkan daya tahan tubuh bayi;
  4. ASI sebagai zat antivirus dan bakteri;

Manfaat ASI bagi Ibu:

  1. Membantu mempercepat pengembalian rahim ke bentuk semula dan mengurangi pendarahan setelah melahirkan;
  2. Mencegah kanker payudara. (karena pada saat menyusui, hormon esterogen mengalami penurunan, sementara itu tanpa aktivitas menyusui, kadar hormon esterogen tetap tinggi. Hal inilah yang diduga menjadi salah satu pemicu kanker payudara karena tidak adanya keseimbangan hormon esterogen dan progesteron);
  3. Menyusui secara teratur akan menurunkan berat badan ibu secara bertahap;
  4. Menimbulkan rasa puas, bangga dan bahagia bagi ibu yang berhasil menyusui bayinya;
  5. Pemberian ASI secara eksklusif dapat memberikan efek kontrasepsi selama 6 bulan setelah kelahiran. Karena isapan bayi merangsang prolaktin yang menghambat terjadinya ovulasi/pematangan telur sehingga menunda kesuburan.

Tips Jitu Meningkatkan Jumlah dan Kualitas ASI:

  1. Secara psikologis, ibu harus yakin dan percaya diri;
  2. Tingkatkan frekuensi dan intensitas;
  3. Hindari niat memberikan susu formula;
  4. Inisiasi dini sangat penting.;
  5. Hindari penggunaan dot atau empeng;
  6. Makanan ibu harus bergizi;
  7. Memerah ASI atau pompa ASI;
  8. Ciptakan suasana menyenangkan untuk menciptakan hubungan psikologis;
  9. Perawatan diri sendiri;
  10. Perawatan payudara;
  11. Pemberian vitamin perangsang ASI.

“Bayi Rewel belum tentu haus.”

Seringkali meski bayi sudah kenyang dan perutnya penuh masih saja menangis dan mulutnya seperti mencari puting susu. Dalam keadaan seperti ini, bukan hanya ibu yang panik. Ayah atau nenek ikut panik dan menganggap ASI yang diberikan masih kurang, sehingga harus ditambah susu formula. Padahal tidak setiap bayi rewel disebabkan oleh haus. Sekitar 30% bayi mengalami ketidakmatangan saluran cerna yang mengakibatkan rasa tidak nyaman dan tidak enak di perut. Hal ini membuat bayi rewel dan sering menangis, padahal perutnya sudah penuh dan kenyang.

Teknik Penyimpanan ASI Perah

  1. Siapkan wadah penampung ASI yang mudah disterilkan, biasanya berupa botol bertutup rapat yang terbuat dari bahan tahan panas. Bisa terbuat dari kaca, stainless steel, dan plastik yang tidak meleleh jika direndam dalam air panas
  2. Gunakan wadah yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum, misalnya 60ml.
  3. Jangan pakai botol susu yang berwarna/bergambar, karena ada kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas. Wadah untuk menampung ASI sebaiknya terbuat dari bahan yang mudah disterilkan, seperti botol bertutup rapat yang terbuat dari plastik atau gelas yang tahan panas.
  4. Bila ASI perah akan diberikan kurang dari 6 jam, maka tidak perlu di simpan di lemari pendingin. Namun disarankan untuk tidak menyimpan ASI di suhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam.
  5. Bila perlu disimpan selama 24 jam, segera masukkan ASI perah ke dalam lemari pendingin pada suhu 4ºC (jangan sampai beku).
  6. Bila ASI perah baru akan digunakan dalam waktu 1 pekan atau lebih, maka ASI perah tersebut harus segera didinginkan dalam lemari pendingin selama 30 menit, lalu dibekukan pada suhu -18ºC atau lebih rendah. ASI yang sudah dibekukan dapat disimpan antara 3 – 6 bulan.
  7. Simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan.
  8. Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin. Karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan/atau ditutup.
  9. Beri label setiap wadah ASI yang berisi keterangan kapan ASI tersebut diperah.
  10. Jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku. Sisakan kurang lebih ¼ bagian kosong.

 Waktu Penyimpanan ASI perah

Metode penyimpanan Waktu penyimpanan
Kolostrum  (suhu kamar)

Suhu ruangan 16°C

Suhu ruangan 19°C s/d 22°C

Suhu ruangan 26°C

Suhu ruangan 30°C s/d 38°C

Lemari es (4-5°C)

Freezer di lemari es satu pintu

Freezer di lemari es dua pintu (-18°C s/d -20°C)

12 jam

24 jam

10 jam

4-6 jam

4 jam

5 hari

2 minggu

3-6 bulan

Mencairkan ASI

  1. Cairkan ASI beku dengan memindahkan ASI beku dari freezer ke lemari es (refriregator) selama satu malam.
  2. Rendam susu sambil diputar-putar dalam mangkuk yang berisi air hangat, atau dengan menggunakan air mengalir. Panas yang berlebihan dapat merubah dan menghancurkan enzim dan protein yang terkandung dalam ASI.
  3. Cairkan seluruhnya. Karena lemak terpisah saat proses pembekuan. Jangan pernah menggunakan microwave untuk mencairkan dan menghangatkan ASI.
  4. Setelah ASI dicairkan, ASI harus segera digunakan sebelum 24 jam

15/Jan/2019

Klasifikasi Asma

Klasifikasi asma berdasarkan tingkat keparahan penyakit (derajat asma) yaitu:

  1. Intermiten

Intermitten ialah derajat asma yang paling ringan. Pada tingkatan derajat asma ini, serangan asma biasanya berlangsung secara singkat. Gejala ini bisa muncul di malam hari dengan intensitas sangat rendah yaitu ≤ 2x sebulan.

  1. Persisten Ringan

Persisten ringan ialah derajat asma yang tergolong ringan. Pada tingkatan derajat asma ini, gejala pada sehari-hari berlangsung lebih dari 1 kali seminggu, tetapi kurang dari atau sama dengan 1 kali sehari dan serangannya biasanya dapat mengganggu aktifitas tidur di malam hari.

  1. Persisten Sedang

Persisten sedang ialah derajat asma yang tergolong lumayan berat. Pada tingkatan derajat asma ini, gejala yang muncul biasanya di atas 1x dalam sepekan dan hampir setiap hari. Serangannya biasanya dapat mengganggu aktifitas tidur di malam hari.

  1. Persisten Berat

Persisten berat ialah derajat asma yang paling tinggi tingkat keparahannya. Pada tingkatan derajat asma ini, gejala yang muncul biasanya hampir setiap hari, terus menerus, dan sering kambuh. Membutuhkan bronkodilator setiap hari dan serangannya biasanya dapat mengganggu aktifitas tidur di malam hari.

 

Pemeriksaan penunjang

  1. Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) atau Forced expiratory volume (FEV). Berfungsi untuk mendiagnosis asma dan tingkatannya.
  2. Skin test : Berfungsi untuk mengetahui penyebab dari asma.
  3. Chest X-ray : Berfungsi untuk komplikasi (pneumotoraks) atau untuk memeriksa pulmonaty shadows dengan allergic bronchipulmonary aspergilosis
  4. Histamine bronchial provocation test : Untuk mengindikasikan adanya airway yang hiperresponsif, biasanya ditemukan pada seluruh penyakit asma, terutama pada pasien dengan gejala utama batuk. Tes ini tidak boleh dilakukan pada pasien yang mempunyai fungsi paru yang buruk (FEV <1,5L)
  5. Blood and sputum test : Pasien dengan asma mungkin memiliki peningakatan eosinofil di darah perifer (>9,4×10)

 

Pencegahan Kambuhnya Asma :

  1. Perhatikan waktu atau kegiatan sebelum mendapat serangan, misalnya udara, rokok, makanan/minuman, debu, kegiatan fisik, obat-obatan, infeksi dan lain sebagainya. Buat catatan, sehingga di dapat gambaran jelas tentang penyebabnya dan dapat dihindari
  2. Cuci sarung bantal, sprei, horden lebih sering
  3. Potong rumput di halaman lebih sering
  4. Pilih tanaman yang tidak berbunga
  5. Jauhi asap rokok
  6. Hindari makanan laut
  7. Jangan memelihara binatang berbulu dirumah (anjing, kucing, burung)
  8. Gunakan pakaian hangat jika cuaca dingin
  9. Hindari aktifitas yang dapat membuat tubuh kelelahan
  10. Selalu sediakan obat asma di rumah dan/atau di tas kala bepergian
  11. Jika menggunakan obat steroid hirup, setelah menghirup obat ini dianjurkan berkumur dengan air hangat untuk menghindari efek sampingnya berupa jamur pada kerongkongan dan pita suara
  12. Jika asma terlanjur kambuh, hentikan aktifitas dan segera beristirahat
  13. Obati serangan secara dini, jangan menunggu sampai sesak nafas
  14. Jika setelah minum obat tidak terjadi perbaikan, harus segera berobat ke UGD rumah sakit terdekat.

 

Penanganan Penyakit Asma :

  1. Secara non-farmakologik (penanganan tidak dengan obat)
  • Pendidikan pada penderita mengenai penyakitnya sehingga dapat menyikapi penyakitnya dengan baik
  • Menghindari penyebab/pencetus serangan (allergen) dan kontrol lingkungan hidupnya
  • Latihan relaksasi, kontrol terhadap emosi dan lakukan senam atau olah raga yang bermanfaat memperkuat otot pernapasan, misalnya berenang
  • Fisioterapi, sehingga lendir mudah keluar
  1. Secara farmakologik (penanganan menggunakan obat)
  • Pereda serangan/ pelonggar saluran nafas, misalnya Salbutamol, Aminofilin
  • Pencegah serangan berulang, misalnya Prednisone, Dexametason
  • Pengencer lendir, misalnya Bromhexin, Ambroxol

(Selesai)


14/Jan/2019

Pada tahun 2017, RS Al-Islam Bandung melengkapi fasilitas penunjang medis dengan mengikuti dinamika teknologi dunia kesehatan dengan menghadirkan alat berteknologi canggih, yaitu MSCT 160 Slice (Multi Slice Computerized Tomography 160 Slice) Aquilion Prime 80/160. Alat ini bisa menghasilkan kecepatan pemeriksaan 2.572 gambar per detik, yang artinya dapat memperlihatkan hasil lebih akurat dan lebih baik dalam resolusi gambar dibandingkan dengan produk lainnya.

MSCT adalah generasi terbaru dari CT Scan yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan informasi dan memberikan gambaran diagnostik yang lebih baik dengan detail yang sangat lengkap. Terutama untuk pemeriksaan organ bergerak seperti jantung, dengan kecepatan pemeriksaan yang cukup singkat dan menghasilkan gambar dengan resolusi yang sangat baik serta akurat.

MSCT yang dimiliki RS Al-Islam Bandung saat ini, dilengkapi berbagai perangkat lunak berteknologi mutakhir, antara lain adanya fitur rekonstruksi cerdas yang memaksimalkan kualitas gambar, dengan  mengoptimalkan dosis radiasi yang minimal (ASIR). Juga dilengkapi dengan fitur emergency yang memungkinkan pemeriksaan pasien dari IGD (Instalasi Gawat Darurat) dapat segera dilakukan secara cepat.

Berbagai kelainan/gangguan dari beberapa jaringan maupun organ tubuh dapat dideteksi dengan pemeriksaan MSCT, dan sebagai penunjang diagnostik yang canggih, MSCT lebih sensitif pada indikasi kelainan-kelainan sebagai berikut:

  1. Jantung (misalnya : penyakit jantung koroner)
  2. Angiografi (misalnya : malformasi vaskuler, penyempitan vaskuler)
  3. Otak (misalnya : sumbatan vaskuler, perdarahan, tumor, infeksi)
  4. Rongga dada (misalnya : tumor, infeksi, kelainan pada mediastinum)
  5. Rongga perut (misalnya: kelainan pada usus, hati, limpa, pankreas, saluran empedu, ginjal)
  6. Telinga, Hidung dan Tenggorokan (misalnya : kelainan pada tulang pendengaran, sinus paranasal, nasofaring, laring)
  7. Ortopedi (misalnya: visualisasi patah tulang, pemeriksaan dinamik pada persendian)

 

Secara umum tidak terdapat kontra indikasi pada pemeriksaan MSCT, kecuali pemeriksaan yang memerlukan kontras media, yaitu bila pasien yang alergi kontras media, atau fungsi ginjal yang buruk,

Bila pasien mempunyai kondisi/penyakit tertentu dibawah ini, harap menginformasikan kepada petugas kami :

  1. Riwayat alergi
  2. Penyakit jantung berat
  3. Hipertensi pulmonal
  4. Epilepsi
  5. Alkoholik
  6. Ketergantungan obat
  7. Renal insufisiensi
  8. DM
  9. Hyperthyroidism
  10. Sedang dalam pengobatan biguanides (metformin)

 

Prosedur pemeriksaan MSCT

  1. Prosedur khusus diperlukan pada pasien pemeriksaan pembuluh darah koroner jantung.
  2. Pasien anak yang tidak kooperatif, maka diperlukan obat penenang.
  3. Prosedur lain yang diperlukan akan diinformasikan lebih lanjut oleh petugas kami.

 

Jam Pelayanan MSCT

  • 7 hari, 24 jam (pemeriksaan tanpa kontras media)
  • Dengan perjanjian (Pemeriksaan dengan kontras media)

 

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai MSCT 160 Slice, dapat menghubungi:

Informasi, di (022) 7562046 ext.705/0

Pelayanan 24 Jam Radiologi RS Al Islam Bandung di (022) 7562046 ext 602.


09/Jan/2019

Bismillaahirrahmaanirrahiiim…

Batuk merupakan suatu reaksi pertahanan tubuh. Dalam hal ini organ saluran pernafasan yang bereaksi terhadap iritasi di tenggorokan, baik oleh karena adanya lendir, makanan, debu, asap, dan lain sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan bersin adalah keluarnya udara melalui hidung dan mulut yang terjadi dengan tiba-tiba dan disertai dengan hentakan yang keras.

Dalam suatu penelitian diketahui bahwa, hembusan udara yang keluar melalui batuk dan bersin dapat mencapai kecepatan 70m/detik – 250m/detik. Tidak hanya itu, ribuan sampai jutaan kuman dapat tersebar bersamaan dengan butir-butir air yang terhembus pada saat kita batuk ataupun bersin. Dalam satukali bersin, dapat mengeluarkan 40.000 butir air, sedangkan dalam setiap butir air yang terhembus, mengandung kuman penyebab beberapa penyakit infeksi dengan ukuran bervariasi, antara 0,5 µm hingga 5 µm. Hal ini tentunya sangat beresiko menjadi media penularan penyakit infeksi, terutama infeksi pernafasan.

Manusia sebagai makhluk sosial, tidak akan terlepas dari interaksi dengan manusia lainya. Pasar, tempat bekerja, pusat perbelanjaan, menjadi lokasi dimana biasanya kita akan menemui banyak orang. Kita tidak tahu, apakah diantara sekian banyak orang, apakah terdapat orang yang sakit atau tidak. Atau mungkin kita sendiri yang sedang menderita penyakit. Dalam situasi seperti itu, sangatlah beresiko untuk tertularnya penyakit infeksi pernafasan yang disebabkan oleh kuman. Bisa saja setiap partikel udara yang kita hirup, mengandung kuman-kuman yang dapat masuk kedalam tubuh kita. TBC, Influenza, Campak, Cacar air, merupakan beberapa penyakit yang dapat menular melalui udara.

Oleh karena itu, mari kita cegah penularan infeksi penyakit melalui pernafasan, dengan melakukan “Etika Batuk” di manapun kita berada. Etika batuk merupakan suatu cara untuk mencegah penyebaran kuman penyebab infeksi pernafasan yang dapat menyebar melalui batuk dan bersin.

Siapa yang wajib melakukan etika batuk?

Setiap orang yang sedang menderita infeksi pernafasan (batuk/flu), wajib melakukannya.

Mengapa wajib melakukan etika batuk?

Dengan melakukan etika batuk, maka diharapkan dapat memutus mata rantai penularan penyakit infeksi saluran pernafasan kepada orang lain yang sehat melalui percikan air/udara yang mengandung kuman penyebab infeksi pernafasan yang dikeluarkan melalui batuk atau bersin.

Bagaimana cara melalukan etika batuk yang benar?

Berdasarkan pedoman pelaksanaan pencegahan infeksi yang diterbitkan oleh Kemenkes tahun 2011, disebutkan bahwa langkah urutan pelaksanaan etika batuk adalah sebagai berikut:

  1. Saat anda batuk atau bersin, gunakanlah tisu atau saputangan atau lengan baju bagian dalam untuk menutupi hidung dan mulut.
  2. Buang tisu yang telah dipakai, ketempat sampah
  3. Bila menggunakan sapu tangan, maka setelah selesai digunakan sebagai penutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, simpanlah saputangan anda dengan posisi bagian yang telah dipakai berada pada lipatan bagian dalam.
  4. Cucilah tangan anda (boleh menggunakan sabun dan air mengalir atau antiseptik untuk cuci tangan)
  5. Saat menderita infeksi saluran pernafasan, sangat disarankan untuk menggunakan masker selama berada di area umum. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran mikroorganisme ke lingkungan sekitar.

Mari kita budayakan etika batuk, demi melindungi orang-orang sekitar, termasuk orang-orang yang kita sayangi. Yakinlah bahwa hal kecil seperti ini, dapat mencegah sesuatu yang besar terjadi (penyebaran virus kepada banyak orang).

Lakukanlah pola hidup sehat, kesehatan merupakan suatu hal yang ‘mewah’. Tentu anda tidak ingin sesuatu yang mewah ini hilang, bukan?

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengajak kita untuk hidup “CERDIK”.

Cek kesehatan secara berkala

Enyahkan asap rokok

Rajin aktivitas fisik

Diet sehat dengan kalori seimbang

Istirahat yang cukup

Kelola stres

 


LOGO-PUTIH-EDIT

About Us :
RS Al Islam Bandung adalah Rumah Sakit milik Yayasan RSI KSWI Jawa Barat yang mempunyai visi "Menjadi Rumah Sakit Yang Unggul, Terpercaya dan Islami dalam Pelayanan dan Pendidikan"

RS Al Islam Bandung
Jl. Soekarno Hatta No. 644
Tel. (022) 7565588 Fax. (022) 7563233
Email : cs@rsalislam.com

Recent Posts

Sertifikat

Copyright by RS Al Islam Bandung 2021. All rights reserved.