logo
  • Informasi
    (022)7510583–88 Ext. 705
  • Kota Bandung, 40286
    Jl. Soekarno Hatta No. 644

Layanan Kateterisasi Jantung (Cath Lab)

Layanan Cath Lab di RS Al Islam

Layanan Cath Lab RS Al Islam Bandung dapat menggunakan fasilitas BPJS sesuai prosedur yang berlaku dengan ditangani oleh dokter-dokter spesialis Jantung yang telah tersertifikasi untuk penanganan tindakan kateterisasi Jantung. Informasi : 022 7562046 Ekt. 705.

Rumah Sakit Al Islam Bandung terus memperbaharui dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, antara lain Layanan Kateterisasi Jantung (Cath Lab).

Layanan kateterisasi jantung (cath lab) di RS Al Islam Bandung adalah suatu pelayanan yang di lakukan di laboratorium kateterisasi jantung & angiografi untuk menentukan Diagnostik penyakit jantung dan pembuluh darah dan untuk selanjutnya dilakukan Intervensi Non Bedah sesuai indikasi secara invasive melalui pembuluh darah dengan menggunakan kateter atau elektroda.

Tindakan cath lab antara lain :

  1. Diagnostic Coronary Angiography (DCA) adalah proses diagnostic penyakit jantung koroner.
  2. Percutaneus Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA) Stent adalah prosedur non-bedah dengan invasi minimal yang digunakan untuk membuka pembuluh darah yang menyempit.
  3. Temporary Pace Maker (TPM) adalah pemasangan pacu jantung yang bersifat sementara pada pasien dengan irama jantung lambat.
  4. Percutaneous Transvenous Mitral Commisurotomy (PTMC/BMV/ASO/AMVO/LAA Closure) adalah tindakan untuk memperbaiki kelainan pada katup mitral.
  5. Kateterisasi Jantung (Penyadapan).

Tindakan dilakukan dengan indikasi :

  • Kelainan Jantung Bawaan
  • Kelainan Jantung Koroner
  • Kelainan Irama Jantung
  • Kelainan Katup Jantung
  • Kelainan Pembuluh Darah
  • Hasil treadmill test positif
  • Medical Check Up untuk pasien dengan faktor resiko penuakit jantung
  • Evaluasi Operasi Bypass (CABG)

Tindakan tidak dilakukan pada :

  • Ibu hamil dengan usia kehamilan kurang dari 3 bulan
  • Gagal Jantung yang belum jelas penyebabnya
  • infeksi berat
  • Alergi Zat kontras yang hipersensitif
  • Penyakit Pembuluh darah otak kurang dari 1 bulan
  • Pendarahan pada saluran pencernaan
  • Perempuan yang sedang menstruasi (haid)

DIAGNOSTIK INVASIVE

Diagnostik invasive merupakan pemeriksaan yang bertujuan untuk memeriksa struktur anatomi serta fungsi jantung dan pembuluh darah termasuk ruang, otot, katup serta pembuluh darah jantung (pembuluh darah koroner).

Tindakan ap saja yang dapat dilakukan ?

  • Angiofrafi koroner (koronarografi)
  • Angiografi Arteri, Vena, & Aorta
  • Ventrikulograf

Bagaimana Tindakan Tersebut Dilakukan ?

Prosedur tersebut dilakukan oleh Dokter Spesialis Jantung Invasif (Intervensionist  Cardiologist) dengan menggunakan Alat Angiografi, dilakukan dengan cara memasukan kateter dengan diameter 1,5 -2,0 mm menuju jantung melalui tusukan arteri/vena. Selama tindakan mendapatkan anastesi lokal, kecuali untuk anak-anak atau bayi yang tidak kooperatif di gunakan anastesi umum. Arteri/Vena yang di tusuk umumnya melalui :

  • Arteri/Vena Femoralis
  • Arteri Radialis
  • Arteri Brakhialis
  • Vena Jugularis
  • Vena Subklavia

Untuk melakukan Angiografi & ventrikulografi dilakukan dengan cara memasukan zat kontras kedalam malalui kateter.

Untuk Apa Pemeriksaan Diagnostik dilakukan ?

Dari hasil pemeriksaan diagnostik dapat di tentukan diagnostic penyakit jantung (penyakit jantung koroner)  & pembuluh darah secara tepat dan akurat sebagai acuan dokter dalam melakukan tindakan pengobatan selanjutnya.

INTERVENSI NON BEDAH 

Adalah tindakan intervensi yang sesuai indikasi untuk dilakukan terhadap pasien setelah di temukan diagnosis yang tepat, dilakukan secara perkutan melalui pembuluh darah tanpa pembedahan. Intervensi Non Bedah dapat dilakukan  adalah :

1

Percutaneus Coronary Intervention (PCI) atau Percutaneus Transluminal Coronary Artery,

 

adalah suatu tindakan intervensi non bedah untuk membuka kembali arteri koroner yang menyempit dengan mengembangkan ballon atau stent pada pembuluh darah koroner yang menyempit melalui kateter yang di masukan ke dalam lumen arteru melalui insisi kecil pada kulit. Dengan menggunakan sinar X ray. Selama tindakan pasien sadar dan dapat berkomunikasi dengan perawat karena anastesi lokal.

2

Pemasangan Pacu Jantung,

 

Temporary Pace Maker (TPM) adalah pemasangan pacu jantung yang bersifat sementara pada pasien dengan irama jantung lambat. Dilakukan dengan cara memasukan kateter elektroda ke dalam jantung, bagian luar dari elektroda disambungkan dengan generator yang mengatur irama jantung yang terdapat di luar tubuh pasien.

Permanen Pace Maker (PPM), adalah pemasangan pacu jantung yang bersifat permanen pada pasien dengan irama jantung lambat. Dilakukan dengan cara yang sama seperti TPM hanya generatornya di tanam di bawah kulit bagian data/perut dengan menggunakan bius lokal.

3

Lain-lain seperti Kardiosintesis, dan Angioplasty perifer.

Persiapan Sebelum Tindakan :

  • Puasa makan 4-6 jam sebelum tindakan, kecuali obat-obatan
  • Cukur rambut area penusukan
  • Obat-obatan diminum kecuali obat diabetes mellitus ditunda
  • Untuk pasien dari rumah harus dirawat minimal 1 hari sebelum tindakan
  • Ukur berat badan dan tinggi badan
  • Pemeriksaan penunjang
  • Pengisian surat izin atau form tindakan

Post/Setelah Tindakan :

  • Kaki area tindakan tidak boleh di tekuk selama 6-8 jam.
  • Apabila tindakan dari lengan, 4 jam setelah tindakan tengan tidak boleh di tekuk atau untuk menggenggam.
  • Tahan atau tekuk daerah pungsi atau tindakan saat batuk/bersin.
  • Segera lapor bila ada keluhan.
  • Apakah pemasangan ring jantung sama dengan cath lab?

    Reply
    • Laboratorium kateterisasi atau laboratorium kateter (Cath Lab) adalah ruang pemeriksaan di rumah sakit atau klinik dengan peralatan pencitraan diagnostik yang digunakan untuk memvisualisasikan arteri jantung dan bilik jantung dan mengobati stenosis atau kelainan yang ditemukan. Pelayanannya dapat berupa Angiography dan Angioplasty .

      Terimakasih

      Reply

Leave a reply

CANCEL REPLY