RSAI Terakreditasi Paripurna

RS AL ISLAM BANDUNG – Raih Tingkat Paripurna dalam Akreditasi KARS.

Akreditasi di Indonesia, berarti pengakuan pemerintah bahwa rumah sakit tersebut telah memenuhi standar mutu yang ditentukan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Akreditasi wajib dilakukan sebagai upaya peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit karena Rumah Sakit bertanggung jawab secara hukum terhadap semua pelayanan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Rumah Sakit.

RS Al Islam Bandung dari tahun 1998 sudah melaksanakan penilaian akreditasi melalui empat jenjang kelengkapan akreditasi mulai dari 5 (lima) pelayanan pada tahun 1998, 12 (dua belas) pelayanan pada tahun 2003, 16 (enam belas) pelayanan pada tahun 2011 dan pada tahun 2016 dilakukan penilaian akreditasi
KARS berdasarkan standar tahun 2012, dimana Pedoman baru ini berdasarkan pada standar akreditasi rumah sakit dari Joint Committee International yang secara luas diterima di dunia. Standar baru akreditasi rumah sakit tidak lagi berdasarkan enam belas unit/satuan kerja yang ada di rumah sakit, namun dibagi menjadi dua kelompok standar dan dua kelompok sasaran. Standar baru ini menyoroti proses, sementara standar lama lebih menggarisbawahi pada outcome.

Rumah Sakit Al Islam Bandung (RSAI) pantas berbangga hati. Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) pada tahun 2016 lalu, telah merilis hasil akreditasi RSAI. Berdasarkan surat keputusan tertanggal 29 Juli 2016, RSAI dinyatakan terakreditasi tingkat paripurna.

Menurut Dr. H. Sigit Gunarto, Sp.KFR selaku Direktur RSAI berterima kasih terhadap tim yang telah mempersiapkan akreditasi. Persiapan dilakukan dalam jangka waktu hampir satu tahun. Keputusan akreditasi berlaku sampai dengan April 2019. Rencananya, setiap tahun akan dilakukan reakreditasi oleh tim surveyor untuk menjamin mutu dan implementasi.

Ada empat tingkatan akreditasi yang ditetapkan KARS berdasarkan sistem akreditasi versi 2012, yakni tingkat dasar, madya, utama dan paripurna. Untuk mencapai tingkat paripurna, suatu rumah sakit harus lulus penilaian 15 program kerja.

Akreditasi KARS tahun 2012 merupakan standar baru, dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok standar pelayanan berfokus pada pasien dan kelompok standar manajemen rumah sakit dan dua sasaran yaitu sasaran keselamatan pasien rumah sakit dan sasaran millennium development goals.

Dalam menghadapi akreditasi, koordinasi berjalan secara top down dan bottom up. Semua perintah dari pimpinan dijalankan bawahan dan dibarengi usulan dari bawah ke pimpinan. Alur inilah yang turut mensukseskan proses akreditasi. Kerjasama dari hampir 800 sumber daya manusia yang ada di RS Al Islam
Bandung yang menjadi kekuatan terbesar sehingga persiapan akreditasi berjalan baik dan dapat berhasil.

Diharapkan akreditasi ini tidak hanya sekadar visitasi dan selesai. Namun kontinyu dalam hal implementasinya. Sehingga diharapkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat menjadi lebih baik dan akan terus diperbaiki, karena itulah tujuan sebenarnya dari akreditasi.

Dalam proses persiapan penilaian akreditasi RSAI membentuk tim Pokja Akreditasi Rumah Sakit, dimana setiap pokja memerlukan pemahaman mengenai isi dari standar akreditasi tersebut, dan pada saat menjelang
proses penilaian seluruh hasil persiapan Pokja Akreditasi di koordinasikan dengan seluruh pejabat terkait sehingga proses pelayanan bisa dilaksanakan sesuai dengan standar yang di ditetapkan oleh akreditasi. Intinya standar akreditasi bukan hanya sekedar dokumen standar yang akan dinilai tetapi merupakan
standar yang wajib diimplementasikan dalam pelayanan pasien di Rumah Sakit.

Pokja Akreditasi rumah sakit berfungsi untuk melakukan percepatan penyelesaian dokumen-dokumen akreditasi rumah sakit. Dalam pembentukan tim pokja akreditasi rumah sakit harus mempertimbangkan isi dari standar. Disamping itu dalam mempertimbangkan tim pokja akreditasi rumah sakit setidaknya mempertimbangkan attitude dan skill yang dimiliki. Hal ini bertujuan agar terjadinya percepatan pemahaman akan standar.

Untuk pengelolaan dokumen akreditasi sampai dengan pendistribusian dokumen akreditasi diperlukan adanya ada tim dokumen kontrol, yang membantu setiap fungsi untuk melakukan pengendalian dokumen. Salam Akreditasi (Oleh Osi Sariati, DCN)