PENYAKIT GINJAL KRONIS

dr. A.Hadi Martakusumah, Sp.PD-KGH

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsulen Penyakit Ginjal Hipertensi

Rumah Sakit  Al Islam Bandung

 

 

 “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al Qur’an Surat Al Anbiya : 30)

Air merupakan komponen yang sangat penting di dalam kehidupan, didalam ilmu pengetahuan yang diketahui oleh manusia tentang susunan dan fungsi sel/sitologi, menyatakan bahwa air adalah komponen terpenting dalam pembentukan sel yang merupakan satuan bangunan pada setiap makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan. Sedang Biokimia menyatakan bahwa air adalah unsur yang sangat penting pada setiap interaksi dan perubahan yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Air dapat berfungsi sebagai media, faktor pembantu, bagian dari proses interaksi, atau bahkan hasil dari sebuah proses interaksi itu sendiri. Sedangkan Fisiologi menyatakan bahwa air sangat dibutuhkan agar masing-masing organ dapat berfungsi dengan baik. Hilangnya fungsi itu akan berarti kematian, hal ini sesuai dengan salah satu penyakit yang berkaitan dengan organ yang mengatur cairan dalam tubuh manusia yaitu ginjal.

Manusia mempunyai dua ginjal yang letaknya di daerah pinggang sehingga kadangkala disebut juga sebagai buah pinggang. Fungsi utama ginjal adalah mengatur keseimbangan air,  elektrolit , tekanan darah dan mengeluarkan zat zat hasil metabolisme tubuh, juga berperan dalam menghasilkan hormon eritropoetin yang diperlukan untuk memproduksi sel darah merah.

Jika ginjal kita mulai mengalami gangguan maka akan mulai timbul gejala uremia, disebut uremia karena kadar ureum di dalam darah meningkat, penumpukan ureum didalam tubuh akan menjadi racun bagi tubuh  padahal ureum termasuk salah satu saja racun tubuh dan masih banyak racun tubuh lainnya yang menumpuk akibat tidak dapat keluar melalui air seni.

Gejala uremia pada saluran cerna tergantung tingkatan penyakit gagal ginjal, pada stadium awal hanya berupa tidak nafsu makan, selanjutnya nyeri lambung dan mual, pada stadium ini gejala mirip sakit maag, oleh karena itu jika anda mempunyai keluhan mirip sakit maag yang tidak sembuh sembuh sebaiknya segera menemui dokter untuk diperiksa sehingga dapat diketahui secara dini apakah anda mempunyai kemungkinan sakit ginjal juga perlu anda ketahui bahwa  gejala uremia pada sistim saraf pusat pada stadium awal ini dapat berupa sering ngantuk dan pelupa. Pada stadium lanjut orang yang menderita penyakit gagal ginjal dapat terjadi muntah darah dan juga akan terjadi penurunan kesadaran, yang disebut koma uremikum.

Salah satu fungsi ginjal adalah mengatur keseimbangan air, maka pada pasien yang menderita gagal ginjal buang air kecilnya mulai terganggu dimana volume urinnya/air seni berkurang, namun ada cairan yang menumpuk di organ lain diman gejala awal kelebihan air pada gagal ginjal berupa bengkak di kelopak mata pada pagi hari sehingga orang akan mengira penderita baru menangis. Selanjutnya gejala kelebihan air bertambah menjadi bengkak di tungkai bawah dan plada stadium akhir, kelebihan air dapat dilihat di berbagai  organ tubuh, termasuk paru paru sehingga penderita pada stadium ini penderita mengalami sesak yang dikira mengalami serangan asthma karena bunyi nafasnya sama dengan mengi dan jika diberi obat batuk dan asthma tidak akan menolong karena paru parunya sudah terendam air, pada kondisi seperti ini penderita memerlukan terapi hemodialisis atau cuci darah segera. Jadi sebetulnya penyakit ginjal kronik ini tidak mendadak tapi melalui proses yang cukup lama, bisa berlangsung dalam kurun waktu 3-8 tahun, tetapi kebanyakan penderita datang pada stadium akhir dan harus menjalani terapi hemodialisis.

Yang menjadi penyebab penyakit gagal ginjal ini bermacam macam dan yang paling banyak dikarenakan penyakit hipertensi (darah tinggi) lalu disusul penyakit kencing manis (diabetes mellitus) serta penyakit lainnya yang sering menjadi penyebab seperti asam urat yang tinggi, batu ginjal, penyakit gangguan kekebalan tubuh antara lain penyakit lupus juga penyakit turunan antara lain penyakit ginjal polikistik dan jika anda menderita penyakit ginjal polikistik maka sebaiknya anak anak anda  diperiksa USG ginjal.

Bagi penderita hipertensi Jika tekanan darah anda sulit dikontrol walau sudah makan sampai 4 jenis obat maka sebaiknya anda segera datang ke dokter untuk diperiksa fungsi ginjalnya sedangkan gagi penderita kencing manis selain melihat hasil gula darah maka lihat juga hasil urin, jika hasil urin menunjukkan albumin atau protein positip (1+) , itu menandakan anda mulai mengidap kelainan ginjal yang paling awal maka anda dianjurkan konsultasi dengan dokter anda, mungkin dokter akan menganjurkan mengganti obat kencing manis yang tablet menjadi suntikan insulin.

Hal lain yang menjadi penyebab gagal ginjal adalah obat obatan dan yang paling sering adalah obat penghilang nyeri. Kebanyakan pasien ingin obat anti sakit yang cespleng sehingga mereka mengkonsumsi obat penghilang sakit lebih dari 1 jenis yang dikenal dengan istilah atau disebut polifarmasi. Mengkonsumsi obat anti sakit ini secara berlebihan selain mengganggu ginjal juga mengganggu lambung. Obat obatan yang juga dapat mengganggu fungsi ginjal adalah obat obatan  yang tidak terdaftar di BPOM, dalam pengalaman penulis obat penurun berat badan paling sering mengganggu ginjal  dan berdasarkan catatan Indonesian Renal Registry (IRR) yaitu badan yang tugasnya melakukan pencatatan segala hal tentang penyakit ginjal yang pusatnya di Bandung, didapat data penderita baru yang harus menjalani hemodialisi tiap tahun terus meningkat dari sebanyak 4.977 orang pada tahun 2007 meningkat menjadi  21.050 orang pada Tahun 2015, selanjutnya ditahun 2016 meningkat lagi menjadi 25.446 orang dan pada tahun 2017 mencapai  30.831 orang. Jadi untuk menanggulangi masalah penyakit gagal ginjal kronik ini perlu kerjasama dari berbagai pihak, termasuk BPJS. Daripada mengeluarkan uang yang banyak untuk cuci darah yang kita lihat dari data IRR akan terus berkejaran maka sudah saatnya dana yang ada sebagian diberikan untuk pencegahan yaitu memberdayakan fasilitas kesehatan tingkat 1 untuk dapat mendiagnosis penyakit ginjal pada tahap dini dan melakukan rujukan pada saat yang tepat.

Pengendalian terhadap penyakit-penyakit yang menjadi faktor risiko penyakit ginjal kronis seperti Diabetes Mellitus dan Hipertensi sangat penting dilakukan agar tidak terjadi gagal ginjal karena penyakit ginjal kronis bersifat progresif dan tidak dapat kembali kepada keadaan semula (irreversible). Perubahan gaya hidup menjadi gaya hidup sehat perlu dilakukan oleh masyarakat yang sehat untuk menghindari penyakit-penyakit kronis seperti Diabetes Mellitus, Hipertensi dan Obesitas. Beberapa gaya hidup yang dianjurkan adalah dengan aktif berolahraga, makan makanan dengan gizi seimbang dan rendah garam, minum dalam jumlah cukup dan tidak merokok. Lakukan pemeriksaan rutin berat badan dan tekanan darah serta tidak mengkonsumsi obat tanpa resep dokter. Kita semua dapat berperan menurunkan kejadian penyakit ginjal kronis dengan langkah-langkah sederhana, semoga segenap usaha yang kita lakukan diridhoi oleh Allah SWT.

Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan bagi yang ingin berkonsultasi lebih jauh mengenai penyakit ginjal ini dapat menghubungi kami di Poli Klinik Ginjal/Penyakit dalam RS Al Islam Bandung, untuk konsultasi dapat melihat jadwal praktek Poli Klinik di website www.rsalislam.com atau ke bagian informasi di telp.022-7562046 ext.705 dan bagi warga masyarakat yang memerlukan penyuluhan mengenai Kesehatan Ginjal (Gratis) dapat menghubungi bagian PKRS RS Al Islam Bandung pada jam kerja di Telp.022-7562046 ext.822.

 

Leave a reply