Sebagai lanjutan tulisan sebelumnya, berikut beberapa penyakit gigi dan mulut yang berhubungan dengan penyakit sistemik, antara lain :

  1. Penderita Diabet/kencing manis, banyak ditemukan kelainan-kelainan jaringan periodontal/jaringan pengikat gigi mengalami kehancuran hingga gigi mengalami kegoyangan dan gigi lepas sendiri dari tempatnya. Hal ini akan diperparah bila kondisi rongga mulut nya buruk.
  2. Penderita yang dengan penyakit periodontal/penyakit gusi, memiliki kemungkinan lebih besar terhadap risiko kanker pancreas. Karena peradangan sistemik menghasilkan tingkat senyawa karsinogenik lebih besar.
  3. Penyakit gigi/penyakit gusi (kelainan periodontal) pada ibu hamil, sangat sering dijumpai dikarenakan ketidakseimbangan hormonal. Ibu hamil yang menderita penyakit gusi memiliki komplikasi pada kehamilannya lebih besar. Menurut penelitian, bahwa wanita dengan riwayat penyakit gusi pada usia kehamilan triwulan pertama, kemungkinan mereka akan melahirkan sebelum minggu ke-37/lahir lebih cepat/premature.
  4. Penelitian-penelitian yang menghubungkan antara kesehatan gigi dan mulut terhadap penyakit jantung yang dipengaruhi pula faktor usia dan kebiasaan merokok. Dalam bukti penelitian, terdapat bakteri saku gusi yang ditemukan di pembuluh darah jantung, hal ini akan sangat berbahaya bagi penderita.
  5. Riwayat penyakit gigi dan mulut dapat pula menimbulkan gangguan saluran pernafasan.
  6. Riwayat penyakit-penyakit darah (anemia, leukemia, multiple myeloma).
  7. Riwayat penyakit rheumatologic (sjogren syndrome).
  8. Riwayat penyakit kardiovaskuler, bakteri dalam rongga mulut dapat langsung masuk ke dalam tubuh melalui aliran darah.

Pengobatan

Apabila terjadi masalah atau gangguan pada gigi kita, sebaiknya kita mendatangi dokter gigi yang sesuai dengan keluhan yang kita alami. Berikut adalah daftar spesialisasi dokter gigi yang disesuaikan dengan keluhan atau penyakit gigi dan mulut yang diderita oleh individu.

  1. Dokter gigi Spesialis Bedah Mulut, biasa mengerjakan kasus-kasus pencabutan gigi bungsu yang tumbuh terpendam/miring atau gigi lain dengan posisi tumbuh tidak pada tempatnya, fraktur tulang rahang akibat trauma/benturan, tindakan/operasi celah bibir dan langit-langit, operasi tumor rongga mulut, dll.
  2. Dokter gigi Spesialis Prostodonti/pembuatan gigi tiruan, mengerjakan pembuatan gigi tiruan kasus-kasus tertentu yang tidak bisa diatasi dokter gigi umum, pembuatan alat penutup celah langit pada bayi/obturator, dll.
  3. Dokter gigi Spesialis Ortodonti, mengerjakan pemasangan kawat gigi “fixed” yang tidak bisa dilepas pasang pasien (behel gigi). Behel ini berfungsi untuk meratakan susunan gigi yang tumbuh tidak rata/karehol karena mengganggu estetik dan fungsi lain.
  4. Dokter gigi Spesialis Konservasi Gigi/Endodontik, mengerjakan perawatan saluran akar gigi/perawatan syaraf gigi hingga tuntas dilanjutkan dengan tindakan penambalan tetap/pembuatan mahkota gigi dengan bahan sesuai indikasi, dll.
  5. Dokter gigi Spesialis Periodonti, mengerjakan tindakan-tindakan pembersihan karang gigi untuk kasus-kasus yang tidak bisa ditangani dokter gigi umum, pemasangan kawat/wire untuk mempertahankan susunan gigi yang mengalami kegoyangan, tindakan pembedahan jaringan gusi/gingival yang mengalami kelainan, dll.
  6. Dokter gigi Spesialis Pedodonti, mengerjakan tindakan-tindakan perawatan syaraf gigi anak, dilanjutkan dengan penambalan, pembuatan alat protesa untuk menahan ruangan pada gigi susu yang dicabut lebih awal supaya gigi yang masih sehat tidak bergerak kearah yg ompong (space maintener/space regainer) mengarahkan pertumbuhan/perkembangan gigi geligi, dll.
  7. Dokter gigi Spesialis Penyakit Mulut, mengerjakan tindakan penyakit-penyakit mulut yang lebih khas/kelainan-kelainan sistemik yang bermanifestasi ke rongga mulut seperti Oral Candidiasis (penyakit yang mengenai jaringan rongga mulut akibat pertumbuhan jamur yang tidak normal), Stomatitis/sariawan yang sulit sembuh, acute necrotizing ulcerative gingivitis, dll.
  8. Dokter gigi Spesialis Radiologi, mengerjakan/menganalisa dan menginterpretasi gambaran radiologi gigi geligi dan rahang dengan kondisi kelainan yang menyertainya.
  9. Dokter Gigi Umum, pekerjaannya meliputi tindakan preventif, kuratif dan rehabilitative terhadap kondisi gigi dan mulut individu/masyarakat. Tindakan yang dikerjakan seorang dokter gigi umum meliputi penambalan gigi, pembersihan karang gigi, perawatan syaraf gigi, pencabutan gigi, pembuatan gigi tiruan dan merapikan susunan gigi yang tidak teratur dengan alat ortodonsia lepasan. Pada kasus kelainan gigi dan mulut yang tidak bisa ditangani dokter gigi umum maka pasen akan dikonsulkan ke dokter gigi spesialis sesuai kompetensi/sesuai kasus yang dihadapi.

Rasulullah SAW bersabda: “Andaikan Aku tidak memberatkan umatku, pasti aku perintahkan atas mereka bersiwak/menggosok gigi setiap akan sembahyang”. (HR. Bukhari Muslim).

Hadist diatas menjelaskan bahwa betapa pentingnya setiap individu merawat kebersihan gigi dan mulut sehingga Rasulullah menganjurkan umatnya untuk senantiasa bersiwak (membersihkan gigi) saat hendak shalat. Merawat gigi geligi itu sangatlah penting karena apabila kebersihan rongga mulut tidak terjaga, dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti diterangkan diatas, dari penyakit ringan hingga penyakit yg lebih parah.

Hal-hal yang penting dilakukan dalam merawat gigi  :

  1. Menyikat gigi dengan cara yang benar dan rutin setiap hari setelah sarapan dan sebelum tidur.
  2. Menggosok gigi dengan jenis bulu sikat gigi halus/medium.
  3. Menggosok gigi dengan memakai pasta gigi yang sesuai selera + tidak dengan tekanan berlebih.
  4. Berkumur-kumur setelah makan agar sisa makanan yang menempel di gigi bisa keluar.
  5. Dianjurkan makan makanan berserat karena membantu membersihkan gigi/self cleansing.
  6. Mengurangi makanan manis dan lengket, terutama anak-anak periode pertumbuhan.
  7. Ada tidak ada keluhan, wajib kontrol ke dokter gigi umum setiap 6 bulan sekali. Hal ini sangat diperlukan karena bila ditemukan lubang gigi yang masih dangkal bisa langsung ditambal per-manen atau bila ditemukan karang gigi dapat dilakukan pembersihan karang gigi/scaling. Bila ditemukan kondisi lubang gigi yang sudah dalam, sering sakit hilang timbul, berdenyut dan bengkak maka kunjungan ke dokter gigi akan semakin lama.
  8. Yang terutama hilangkan rasa takut berlebih bila berkunjung ke dokter gigi.

Penyakit gigi dan mulut sangat berhubungan erat dengan kesehatan umum secara menyeluruh. Oleh karena nya setiap individu berkewajiban memelihara keadaan gigi dan mulut dengan baik. Jika individu dapat menjaga kondisi gigi geligi dan mulut maka hal tersebut bisa mewakili kesehatan tubuh secara umum.

Leave a reply