Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Masalah kesehatan gigi dan mulut mempunyai pengaruh terhadap proses tumbuh kembang dan masa depan derajat kesehatan setiap individu. Individu yg kurang atau tidak peduli terhadap kesehatan gigi geligi dapat  mengalami berbagai macam keluhan yang lambat laun dapat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara umum. Salah satu penyebab munculnya masalah kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat yaitu perilaku yang mengabaikan pentingnya kebersihan rongga mulut dan gigi.

Sebelum membahas fungsi gigi geligi, mari kita simak terlabih dahulu bagaimana periode pertumbuhan gigi. Dalam pertumbuhan gigi geligi, terdapat 3 periode utama pergantian gigi, yakni :

  • Periode pertumbuhan gigi anak atau gigi sulung atau gigi susu ( Deciduous Teeth ) yang dimulai sejak usia 6 bulan sampai dengan 7 tahun.
  • Periode gigi campuran ( Mix Dentition ) yang dimulai sejak usia 7 tahun sampai dengan usia 12 tahun. Dimana kondisi normal gigi susu mulai goyang hingga copot sendiri karena desakan gigi tetap pengganti dibawahnya, namum didalam kondisi tidak normal, gigi susu harus segera dicabut bila gigi tetap pengganti keluar/erupsi tidak pada tempatnya, guna menghindari susunan gigi yang tidak rata.
  • Periode gigi tetap atau gigi dewasa ( Permanent Teeth) yang dimulai saat usia 12 tahun keatas semua gigi sulung akan digantikan gigi tetap tapi ada kalanya individu tertentu di usia ini masih ditemukan gigi susu yg belum copot.

 

Jumlah Gigi

Jumlah gigi pada orang dewasa memiliki jumlah 32 gigi yang tersebar di rahang atas dan rahang bawah, untuk Rahang Atas terdiri dari 6 gigi atas depan atau anterior dengan rincian  gigi seri 1, gigi seri 2 dan gigi taring kanan & kiri , 4 gigi premolar atau geraham kecil  yang terdiri dari  2 gigi premolar kanan dan 2 gigi premolar kiri  seta 6 gigi geraham yang terdiri dari 3 gigi geraham kanan & 3 gigi geraham kiri.

Rahang bawah terdiri dari 6 gigi bawah depan atau anterior dengan rincian, gigi seri 1, gigi seri 2 dan gigi taring kanan & kiri, di rahang bawah juga terdapat 4 gigi premolar atau geraham kecil dengan rincian, 2 gigi premolar kanan & 2 gigi premolar kiri lalu terdapat pula 6 gigi geraham dengan rincian, 3 gigi geraham kanan & 3 gigi geraham kiri,  terkadang individu tertentu mendapatkan jumlah gigi tetap hanya 28 atau 30 gigi hal ini bisa terjadi dikarenakan memang tidak ada benih gigi bungsu atau ada gigi bungsu tapi posisi terpendam atau miring.

Sedangkan untuk Jumlah gigi anak atau gigi susu adalah 20 gigi, Rahang Atas terdiri 6 gigi atas depan atau anterior dengan rincian  gigi seri susu 1, gigi seri susu 2 dan gigi taring susu kanan & kiri , di rahang atas juga terdapat 4 gigi geraham susu dengan rincian 2 gigi geraham susu kanan &  2 gigi geraham susu kiri sedangkan pada Rahang Bawah terdiri 6 gigi bawah depan atau anterior dengan rincian gigi seri susu 1, gigi seri susu 2 dan gigi taring susu kanan & kiri  di rahang bawah juga terdapat 4 gigi geraham susu dengan rincian 2 gigi geraham susu  kanan & 2 kiri).

Fungsi Gigi Geligi  

Gigi geligi mempunyai fungsi sebagai berikut : Fungsi Mastikasi (Pengunyahan), Fungsi Estetik (Penampilan), Fungsi Fonetik (Bicara), Fungsi Identifikasi, Menahan posisi gigi asli yg masih sehat tidak bergeser kearah yang ompong, Menghindari gangguan sendi temporo mandibular, Mencapai keseimbangan pengunyahan dan menahan jaringan lunak  agar otot wajah tetap sehat.

Jenis  Penyakit/Kelainan Pada Gigi

Dalam perjalanannya, gigi dapat mengalami kerusakan. Mulai dari kerusakan kecil, hingga kerusakan luas, diawali  dengan lubang kecil (karies), sedang, besar hingga tertinggal sisa akar. Selama proses kerusakan gigi yang lama tentu  dilalui fase rasa sakit ringan hingga berat. Berikut ini adalah jenis-jenis kelainan atau penyakit pada Gigi dan Mulut :

  • Karies / lubang gigi, dikarenakan aktifitas bakteri yg merusak struktur gigi.
  • Radang Gusi / Gingivitis / Gusi bengkak, hal ini bisa terjadi dikarenakan kondisi mulut tidak terjaga kebersihannya sehingga terjadi penumpukan karang gigi / plak menempel ditepi gusi / leher gigi, keadaan ini memudahkan terjadi perdarahan gusi karena iritasi karang gigi terhadap tepi gusi. Kondisi akan semakin parah bila tidak segera ditangani dengan benar sehingga bisa berlanjut menjadi jenis penyakit lain.
  • Gigi Hipersensitif, kelainan gigi biasa dirasakan “ngilu/linu” saat terkena rangsang dingin. Keluhan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu secara alami atau bawaan saat pembentukan lapisan gigi, terbiasa makan minum yang dingin, pemutihan gigi, penumpukan plak, menggosok gigi dengan pasta gigi bersifat abrasive, Menggosok gigi dengan sikat gigi jenis bulu sikat keras/hard, Menggosok gigi dengan tekanan berlebih dan faktor usia lanjut.
  • Abses Gusi atau Gusi bengkak, hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya infeksi pada gusi yang disebabkan oleh aktifitas bakteri yang berkembang biak sehingga gusi tampak bengkak dan bernanah yang penampakanya seperti cairan kental berwarna kuning/putih/kuning kecoklatan. Muncul nanah
  • Radang Pulpa Gigi atau Pulpitis, merupakan perluasan lubang gigi yg dibiarkan terlalu lama sehingga meluas ke daerah pulpa yang akhirnya menimbulkan rasa sakit yang cukup hebat.
  • Tumor Pada Gusi, Tumor merupakan pertumbuhan sel yang berkembang secara abnormal, tumor dapat tumbuh dijaringan mana saja termasuk mengenai organ mulut terutama bagian mukosa atau jaringan lunak seperti bibir, gusi, lidah dan langit-langit, kurang menjaga kesehatan rongga mulut dan gigi, faktor kebiasaan buruk, faktor turunan atau genetik, trauma atau benturan yang mengenai jaringan sekitar rongga mulut bisa menyebabkan tumor ganas atau tumor jinak.
  • Stomatitis atau Sariawan, Kelainan ini dapat dikarenakan kekurangan Vit.C, keadaan psikologis/stress, iritasi dari sisa akar gigi, mahkota gigi / tambalan tajam/kasar. (bersambung…)
Leave a reply