Bismillaahirrahmaanirrahiim.

“Wahai hamba-Ku, aku ini ‘sakit’, tetapi kamu tidak mau menjenguk dan merawat-Ku”. Hamba menjawab, “Bagaimana aku dapat menjenguk dan merawat-Mu, sedang Engkau Rabbul Alamin.” Allah menjawab, “Seorang hamba-Ku sakit, apabila kamu menjenguk dan merawatnya tentu kamu akan menjumpai-Ku di sana.”

Dalam salah satu hadits Qudsi di atas, Allah S.W.T telah menempatkan kedudukan orang-orang yang sakit seolah-olah Allah Ta’ala sendiri yang sakit. Dapat kita simpulkan bahwa, manusia dituntut agar selalu memperhatikan orang-orang yang sakit dengan memberikan bantuan moril maupun materiil. Khususnya bagi penderita AIDS, sehingga mereka tak terkucilkan secara moral dari masyarakat.

Ajaran Islam menganjurkan umatnya untuk memerhatikan dan memerlakukan dengan baik kepada orang-orang yang sakit, termasuk orang yang menderita HIV/AIDS. Namun, jangan sampai perlakuan yang baik itu justru akan mengorbankan orang lain yang tak terkena menjadi tertular HIV/AIDS.

“Bahaya itu tidak boleh dihilangkan dengan mendatangkan bahaya lain”

“Sesungguhnya Islam merupakan Rahmat bagi sekalian Alam”

Leave a reply